Metoda seismik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Metoda Explorasi
Metoda gravitasi
Metoda seismik
Metoda induksi magnetik
Metoda resistivitas listrik
Metoda magnetik

Metode seismik adalah salah satu metode eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sumber seismik umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di atas tanah, benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon, yang mengukur pergerakan bumi.

Macam Metode Seismik[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua macam metode dasar seismik yang sering digunakan, yaitu seismik refraksi dan seismik refleksi.

Penjalaran gelombang seismik refraksi dan hubungannya terhadap waktu penjalaran gelombang

Seismik Refraksi[sunting | sunting sumber]

Seperti namanya yaitu seismik refraksi yang berarti bias. Jadi etoda seismik refraksi adalah mengukur gelombang datang yang dibiaskan

sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Seismik Refraksi digunakan berdasarkan waktu jalar dari getaran medium/tanah yang dibangkitkan oleh sebuah sumber pada jarak yang bervariasi. Data yang direkam terdiri dari deretan data fungsi waktu dan kedalaman. kemudian data tersebu di interpretasi untuk menentukan kedalaman bidang batas di bawah permukaan dan kecepatan penjalaran gelombang masing-masing lapisan. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokasi dari horizon-horizon geologi ini. Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanah dan lapisan pertama dari bantalan batuan cadas.

Survey seismik refleksi di laut (marine seismic)

Seismik Refleksi[sunting | sunting sumber]

Metode seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sisitem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari benuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Metode seismik refleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.

Seismic refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi. Gelombangpantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.

Perbandingan Seismik Refraksi dan Refleksi[sunting | sunting sumber]

Refraksi Refleksi
Keunggulan Kelemahan Keunggulan Kelemahan
Pengamatan Refraksi

membutuhkan lokasi sumber

dan penerima yang kecil,

sehingga relatif murah dalam

pengambilan datanya

Biaya akuisisi lebih mahal

karena lokasi sumber

dan penerima yang cukup

lebar untuk menghasilkan

citra yang baik

Processing lebih simple Processing lebih sulit
Pengembangan model untuk

interpretasi tidak terlalu sulit

karena lingkup lokasi cukup

kecil

Interpretasi dibutuhkan orang

yang benar-benar mengerti dan

cukup ahli karena pengetahuan

terhadap base harus kuat, dan

diperlukan beberapa asumsi model

yang kompleks.

Dalam pengukuran regional

butuh offset yang lebih lebar

Seismik Refleksi menggunakan

offset yang lebih kecil

Hanya bekerja jika kecepatan

gelombang meningkat sebagai

fungsi kedalaman

Dapat bekerja bagaimanapun

perubahan kecepatan sebagai

fungsi kedalaman

Interpretasi dalam bentuk lapisan-

lapisan

Interpretasi berupa lapisan

dan struktur yang lebih kompleks

Hanya mengunakan waktu tiba

sebagai fungsi jarak (offset)

Merekam dan menggunakan

semua medan gelombang yang

terekam

Model yang dibuat di desain untuk

menghasilkan waktu jalar yang

teramati

Model bawah permukaan dapat

tergambar secara langsung dari

data terukur

Kelebihan dan Kelemahan Metode Seismik[sunting | sunting sumber]

Kelebihan Kelemahan
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter

fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik

Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survey akan

sangat besar jika di inginkan data yang baik

Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukaan Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik

dibandingkan dengan metode geofisika lainnya

Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan

beberapa kenampakan pengendapan

Reduksi dan processing membutuhkan banyak waktu dan ahli yang banyak

Berdasarkan kelemahan dan kelebihannya, metode seismik sangat baik digunakan jika dapat diperkirakan bahwa terdapat kontras kecepatan pada target yang diinginkan. Namun mengingat bahwa suatu survey harus mempertimbangkan keunggulan metode juga harus mempertimbangkan sisi ekonomisnya. Maka pemilihan metode-metode yang cocok dari "segi ekonomis" dan target menjadi sangat penting.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]