Masjid Saka Tunggal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
مسجد ساكا تونغال
Masjid Saka Tunggal
Informasi umum
LetakBanyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Afiliasi agamaIslam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitekturMasjid

Masjid Saka Tunggal terletak di desa Cikakak Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tahun 1288 seperti yang tertulis pada Saka Guru (Tiang Utama) masjid ini. Tahun pembuatan masjid ini lebih jelas tertulis pada kitab-kitab yang ditinggalkan pendiri masjid ini, yaitu Kyai Mustolih. Namun, kitab-kitab tersebut telah hilang bertahun-tahun yang lalu.[butuh rujukan]

Terkenal dengan banyaknya monyet liar di sekitaran masjid.

Saka Guru (Tiang Tunggal)

Tradisi unik yang ada di Masjid Saka Tunggal ini yaitu, zikir seperti melantunkan kidung jawa.

Keunikan Masjid Saka tunggal Banyumas, benar benar terasa pada hari Jum’at. Selama menunggu waktu solat Jumat dan setelah solat Jumat, jamaah masjid Saka Tunggal berzikir dan bersalawat dengan nada seperti melantunkan kidung jawa. Dengan bahasa campuran Arab dan Jawa, tradisi ini disebut tradisi ura-ura.

Pakaian Imam dan muazin

Imam masjid tidak menggunakan penutup kepala yang lazimnya digunakan di Indonesia yang biasanya menggunakan peci, kopiyah, tetapi menggunakan udeng/pengikat kepala. Khutbah jumat juga disampaikan seperti melantunkan sebuah kidung.

Empat muazin sekaligus

Empat orang muazim berpakaian sama dengan imam, menggunakan baju lengan panjang warna putih, menggunakan udeng bermotif batik, dan ke empat muazin tersebut mengumandangkan adzan secara bersamaan.

Semuanya dilakukan berjama’ah

Uniknya lagi, seluruh rangkaian sholat jumat dilakukan secara berjamaah, mulai dari salat tahiyatul masjid, kobliah juma’at, salat Jumat, ba’diah jum’at, salat zuhur, hingga ba’diah zuhur. Semuanya dilakukan secara berjamaah.

Tanpa Pengeras Suara

Masjid Saka Tunggal Baitussalam hingga saat ini masih mempertahankan tradisi untuk tidak menggunakan pengeras suara. Meski demikian suara adzan yang dilantunkan oleh empat muazin sekaligus, tetap terdengar begitu lantang dan merdu dari masjid ini.

Setiap tanggal 27 Rajab di masjid ini diadakan pergantian Jaro dan pembersihan makam Kyai Mustolih. Masjid yang berjarak ± 30 km dari kota Purwokerto ini, disebut Saka Tunggal karena tiang penyangga bangunan masjid ini, dulunya hanya satu tiang (tunggal).

Setiap tanggal 27 Rajab di masjid ini diadakan pergantian Jaro dan pembersihan makam Kyai Mustolih. Masjid yang berjarak ± 30 km dari kota Purwokerto ini, disebut Saka Tunggal karena tiang penyangga bangunan masjid ini, dulunya hanya satu tiang (tunggal).[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Berita pada situs Kabupaten Banyumas[pranala nonaktif permanen]