Levotiroksin
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Euthyrox, Synthroid, Levoxyl, Tiavell, Thyrax, dll |
| Nama lain | Asam 3,5,3′,5′-tetraiodo-L-tironina |
| License data |
|
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 40-80%[1] |
| Metabolisme | terutama di hati, ginjal, otak, dan otot |
| Waktu paruh eliminasi | ca. 7 hari (pada penderita hipertiroidisme 3–4 hari, pada penderita hipotiroidisme 9–10 hari) |
| Ekskresi | feses dan urin |
| Pengenal | |
| |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.093 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C15H11I4NO4 |
| Massa molar | 776,87 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 231–233 °C (448–451 °F) [2] |
| Kelarutan dalam air | Sedikit larut (0,105 mg·mL−1 pada 25 °C)[3] mg/mL (20 °C) |
| |
| |
Levotiroksin atau Levothyroxine, juga dikenal sebagai L -tiroksin, adalah bentuk produksi hormon tiroid tiroksin ( T4 ).[1][4] Obat ini digunakan untuk mengatasi
Hipotiroidisme, dan juga untuk mengatasi koma myxedema .[1] Levotiroksin juga digunakan untuk mengatasi dan juga untuk pencegahan beberapa jenis tumor tiroid .[1] Obat ini tidak boleh diindikasikan atau untuk digunakan dalam menurunkan berat badan .[1] Rute pemberian obat melalui oral atau melalui injeksi .[1] Efek terapi maksimal dari dosis tertentu pada obat ini bisa membutuhkan waktu sampai 6 minggu untuk muncul.[1]
Kejadian efek samping dari penggunaan obat ini disebabkan oleh dosis yang berlebihan, efek samping yang bisa terjadi seperti penurunan berat badan, kesulitan menoleransi panas, berkeringat, muncul rasa gelisah, kesulitan tidur, tremor, dan takikardia .[1] Penggunaan untuk orang yang baru mengalami serangan jantung obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan.[1] Obat ini terbukti aman untuk digunakan selama kehamilan.[1] Penggunaan obat ini direkomendasikan dosisnya untuk disesuaikan pada pengukuran rutin hormon perangsang tiroid (TSH) dan kadar T4 di dalam aliran darah.[1] Sebagian besar efek levotiroksin terjadi pasca konversinya menjadi triiodothyronine ( T3 ).[1]
Levotiroksin pertama kali dibuat di tahun 1927.[4] Obat levotiroksi masuk kedalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia .
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Levothyroxine Sodium". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.
- ↑ Harington CR (1926). "Chemistry of Thyroxine: Constitution and Synthesis of Desiodo-Thyroxine". The Biochemical Journal. 20 (2): 300–13. doi:10.1042/bj0200300. PMC 1251714. PMID 16743659.
- ↑ Templat:DrugBank
- 1 2 King, Tekoa L.; Brucker, Mary C. (2010). Pharmacology for Women's Health (dalam bahasa Inggris). Jones & Bartlett Publishers. hlm. 544. ISBN 9781449658007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2017.
- ECHA InfoCard ID dari Wikidata
- Chemical pages without DrugBank identifier
- Drugs missing an ATC code
- Drug has EMA link
- Obat Esensial Nasional Indonesia
- Agonis reseptor hormon tiroid
- Obat yang dikembangkan oleh AbbVie
- Obat yang dikembangkan oleh Merck KGaA
- Obat yang dikembangkan oleh Pfizer
- Hormon kelenjar tiroid
- Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia
- Hormon aksis HPT
- Turunan tirosin teriodinasi