Lapisan kecambah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Lapisan kecambah (bahasa Inggris: germ layer, germinal epithelium)[1] adalah gugus sel yang terbentuk pada masa embriogenesis, dan merupakan lapisan yang membentuk seluruh jaringan dan organ di dalam tubuh pada masa organogenesis.

Pada umumnya makhluk simetri radial akan tersintesis dari dua lapisan kecambah utama (bahasa Inggris: primary tissue layer, primary germ layer), lapisan ektoderma dan lapisan endoderma sehingga bersifat diploblastik. Makhluk simetri bilateral tersintesis dengan tambahan satu lapisan lain yaitu lapisan mesoderma sehingga bersifat triploblastik.

Lapisan endoderma[sunting | sunting sumber]

Setelah embrio melewati masa morula hingga akhir perkembangan masa blastula saat telah terbentuk dari sel blastomer, awal masa gastrula dimulai dengan migrasi sel membentuk sebuah saluran tipis (bahasa Inggris: archenteron) dengan lapisan endoderma (bahasa Inggris: endoderm, entoderm) yang perlahan menjadi seperti pipa (bahasa Inggris: alimentary canal) di akhir masa embriogenesis. Awal masa organogenesis, ditandai dengan perkembangan kanal tersebut menjadi saluran pencernaan meliputi seluruh kelenjar yang bermuara pada saluran ini, termasuk hati, pankreas, saluran pendengaran, lobang pernapasan, paru-paru, kandung kemih, ureter dan folikel kelenjar tiroid dan timus, kecuali mulut, faring. Kesemuanya terbentuk dalam masa embrio sekitar 5 minggu.

Lapisan ektoderma[sunting | sunting sumber]

Lapisan ektoderma (bahasa Inggris: ectoderm) adalah awal jaringan yang menutup permukaan tubuh. Ektoderma terdiferensiasi membentuk sistem saraf, gigi, kulit. Pada vertebrata, dikenal dua macam ektoderma, surface extoderm dan neuro ectoderm dengan sub bagian neural crest dan neural tube.

Lapisan mesoderma[sunting | sunting sumber]

Lapisan mesoderma (bahasa Inggris: mesoderm) terletak di antara kedua lapisan di atas dan terdiferensiasi membentuk tulang, otot, jaringan penghantar (bahasa Inggris: connective tissue), sumsum, tulang rawan (bahasa Inggris: cartilage), jantung dan pembuluh darah, sistem reproduksi, limpa, ginjal dan sistem urinary.


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gilbert, Scott F (2003). "The Epidermis and the Origin of Cutaneous Structures". Developmental Biology. Sinauer Associates.