Kupu-kupu gajah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kupu-kupu Gajah
Attac atla 070416-3789 ltn.JPG
Kupu-kupu gajah, Attacus atlas
dari Situgede, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Famili: Saturniidae
Genus: Attacus
Spesies: A. atlas
Nama binomial
Attacus atlas
(Linnaeus, 1758)
Attacus atlas distribution.png
Agihan kupu-kupu gajah (merah)
Sinonim
  • Phalaena atlas Linnaeus, 1758[1]

Kupu-kupu gajah (Attacus atlas) adalah sejenis ngengat bertubuh besar yang menyebar luas di wilayah tropika dan subtropika Asia Tenggara; umum ditemukan di Kepulauan Nusantara[2]. Dalam bahasa Inggris ia dikenal sebagai Atlas moth.

Kupu-kupu gajah kerap dianggap sebagai ngengat yang terbesar di dunia[3], khususnya terkait luas permukaan sayap-sayapnya, yang mencapai 400 cm². Rentang sayapnya pun termasuk salah satu yang terlebar, hingga lebih dari 25 cm (10 in). Ngengat betina ukuran tubuhnya lebih besar dan lebih berat daripada yang jantan.

Nama[sunting | sunting sumber]

Ngengat gajah betina

Ngengat ini dinamai kupu-kupu gajah[4] kemungkinan karena ukuran tubuhnya yang besar, seperti halnya gajah. Dalam bahasa asing, disebut ngengat atlas karena dikaitkan dengan tokoh mitologi Atlas; namun juga karena pola-pola di sayapnya menyerupai peta (atlas). Dalam bahasa orang Kanton di Hong Kong, namanya berarti "ngengat kepala ular", merujuk pada gambaran di ujung sayap depannya yang mirip kepala ular[5].

Ulatnya yang bertubuh besar dikenal sebagai ulat keket (Btw.: uler kékét), atau ulat jedung.

Perangko bergambar ngengat gajah dari Jepang

Ukuran[sunting | sunting sumber]

Lepidoptera yang memiliki rentang sayap terlebar sejauh ini adalah Thysania agrippina. Salah satu spesimen kupu-kupu gajah yang terbesar dari Jawa, tercatat memiliki rentang sayap 262 mm, sementara rentang sayap Thysania diklaim sekitar 270–280 mm (11 in).[6]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Ulat keket Attacus atlas menghasilkan benang sutera, yang dijalinnya menjadi kokon untuk melindungi dirinya ketika menjadi kepompong. Sutera yang dihasilkannya, dikenal sebagai sutera liar atau sutera alam, dianggap memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sutera hasil peliharaan ulat Bombyx mori. Kain sutera liar ini lebih sejuk saat dipakai, tahan kusut, anti alergi, lebih halus, dan memiliki variasi warna eksklusif.[7] Di India, sutera ulat keket dikenal sebagai fagara.[8]

Ulat keket atau ulat jedung ini juga dapat memakan pelbagai jenis daun tumbuhan. Di antaranya, yang biasa dijadikan pakan adalah daun tanaman dadap, gempol, keben, poncosudo, sirsak, avokad dan senggugu (Clerodendron).[9]

Daur hidup[sunting | sunting sumber]

Holometabolism
Atlas Moth EGGS.jpg Attacus atlas cat.jpg Attacus atlas-botanical-garden-of-bern 10.jpg EMEMRGING MOTH.jpg Attacus atlas London Zoo 01118-2.jpg
Telur Ulat keket Kokon berisi kerpompong Ngengat keluar dari kokon Ngengat dewasa

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Linne, C. von. 1758. Systema Naturae. Regnum animale. Editio decima, 1: 495. Lipsiae :Sumptibus Guilielmi Engelmann.
  2. ^ Holloway, J.D. 1987. The Moths of Borneo, part 3: Lasiocampidae, Eupteroptidae, Bombycidae, Brahmaeidae, Saturniidae, Sphingidae. Southdene Sdn. Bhd., Kuala Lumpur
  3. ^ Watson, A. & P.E.S. Whalley. 1983. The Dictionary of Butterflies and Moths in colour. Peerage Books, London, England. ISBN 0-907408-62-1
  4. ^ KBBI: kupu-kupu
  5. ^ Yiu, V. 2006. Insecta Hongkongica. Hong Kong Discovery. Kowloon, Hong Kong. 655pp. ISBN 988-97173-9-5
  6. ^ Hugo Kons, Jr. (1998-05-17). "Chapter 32 — Largest Lepidopteran Wing Span". Book of Insect Records. University of Florida. 
  7. ^ Fajar, Y. 2011. Karakteristik Filamen Sutera (Attacus atlas) pada Usia Kokon yang Berbeda. abstrak. Skripsi pada Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  8. ^ Jolly, M.S., S.K. Sen, T.N. Sonwalkar & G.S. Prasad. 1979. Non-mulberry silks. Food & Agriculture Organisation. United Nations, Serv. Bull. 29. Rome. xvii + 178pp
  9. ^ Indrawan, M. 2007. Karakter Sutera dari Ulat Jedung (Attacus atlas L.) yang Dipelihara pada Tanaman Pakan Senggugu (Clerodendron serratum Spreng). Biodiversitas 8(3): 215-217. (Juli 2007). ISSN: 1412-033X

Pranala luar[sunting | sunting sumber]