Konflik Israel–Gaza 2014

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Eskalasi konflik Israel–Palestina dimulai pada tahun 2014 setelah terjadi serangkaian peristiwa.[23] Peristiwa-peristiwa ini mencakup berlanjutnya pemblokiran Jalur Gaza oleh pemerintah Mesir dan Israel, berlanjutnya serangan roket dari Gaza, gagalnya diskusi perdamaian yang disponsori Amerika Serikat, upaya pembentukan pemerintahan koalisi oleh faksi-faksi bersaing di Palestina, penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel, penculikan dan pembunuhan seorang remaja Palestina, penangkapan hampir seluruh pemimpin Hamas di Tepi Barat oleh Israel, dan meningkatnya serangan roket ke Israel setelah perjanjian pencabutan blokade Gaza secara bertahap tidak dipenuhi karena Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.[23][24][25][26] Pada malam tanggal 6 Juli, serangan udara Israel di Gaza menewaskan tujuh mlitan Hamas,[27] sementara Hamas meningkatkan serangan roketnya ke Israel[24] dan menyatakan bahwa "seluruh warga Israel" merupakan "target yang sah".[28][29] Pada tanggal 8 Juli 2014, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan Operasi Perlindungan Tepi (bahasa Inggris: Operation Protective Edge) di Jalur Gaza.[30]

Tanggal 13 Juli, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 1.300 serangan udara Israel telah dilancarkan ke Gaza, sementara lebih dari 800 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel.[31] Keesokan harinya, tanggal 14 Juli, Mesir mengumumkan inisiatif gencatan senjata. Pemerintah Israel menerima usulan ini dan menghentikan serangan untuk sementara pada pagi 15 Juli. Akan tetapi, semua faksi Palestina, termasuk Presiden Palestina Abbas, mengumumkan bahwa mereka tidak diberitahu soal inisiatif Mesir ini dan baru mengetahuinya lewat media.[32] Hamas beserta faksi Palestina lainnya menolak "versi [perjanjian] yang sekarang."[32][33] Pada tanggal 16 Juli, Hamas dan Jihad Islam menawarkan gencatan senjata selama 10 tahun kepada Israel dengan sepuluh syarat, sebagian besar menyinggung soal diakhirinya pemblokiran Jalur Gaza.[34]

Konflik ini merupakan operasi militer paling mematikan yang pernah terjadi di Gaza sejak Intifada Kedua, meskipun jumlah korban tewas dan persentase militan yang tewas masih belum jelas.[35][36] Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 1.880 warga Palestina tewas[16] and dan 10.000 lainnya cedera.[17] Dari jumlah tersebut, 398 di antaranya adalah anak-anak, 207 wanita, dan 74 manula.[37] Laporan awal untuk United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Protection Cluster memperkirakan bahwa 1.176 (68%) dari 1.717 korban tewas yang identitasnya sejauh ini sudah dikenali merupakan warga sipil; 573 di antaranya (33% dari total korban tewas) adalah wanita atau anak-anak.[13] Israel bersikukuh bahwa sedikitnya 47% korban tewas di Gaza adalah kombatan.[38] Di sisi lain, 64 tentara IDF, dua warga sipil Israel, dan seorang pekerja Thai tewas.[14] Pasukan Pertahanan Israel menyatakan bahwa Hamas menggunakan warga sipil sebagai "perisai hidup",[39] dan pada tanggal 17 Juli UNRWA mengutuk keras kelompok yang menyimpan senjata di salah satu sekolahnya.[40] Pada 22 Juli, Uni Eropa mengutuk semua "seruan kepada penduduk sipil Gaza untuk merelakan dirinya sebagai perisai hidup."[41][42] Hamas membantah kabar bahwa pihaknya menggunakan perisai hidup.[43] 44% teritori Jalur Gaza ditetapkan sebagai zona kosong (no-go zone) oleh militer Israel.[44]

Per 5 Agustus 2014, laporan OCHA menyatakan bahwa di Jalur Gaza, 520.000 warga Palestina (kurang lebih 30% populasi Gaza) menjadi pengungsi, 273.000 di antaranya mengungsi di 90 sekolah.[13] UNRWA telah mengerahkan segala kemampuannya untuk memfasilitasi para pengungsi, dan kepadatan pengungsi meningkatkan risiko terjadinya wabah.[45] 1,5 juta penduduk Gaza terkena dampak terbatasnya dan/atau berkurangnya persediaan air. 26 fasilitas kesehatan rusak,[46] 968 rumah (64.650 orang) hancur total atau rusak parah, dan rumah milik 33.100 orang rusak namun masih bisa ditinggali..[13] Di seluruh Jalur Gaza, penduduknya hanya mendapat pasokan listrik selama tiga jam per hari. Penghancuran satu-satunya pembangkit listrik di Gaza sangat memengaruhi keadaan kesehatan masyarakat dan mengurangi layanan air dan sanitasi; rumah sakit semakin bergantung pada generator listrik.[butuh rujukan] Lebih dari 485.000 pengungsi dalam negeri membutuhkan bantuan pangan darurat.[13] Menanggapi krisis ini, OCHA meminta dana kemanusiaan darurat sebesar $390.338.824 untuk Palestina; 43% di antaranya sudah terpenuhi pada 3 Agustus.[47]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pabrik terbakar pasca serangan roket di Sderot, Israel, 28 Juni 2014[48]

Pelanggaran gencatan senjata[sunting | sunting sumber]

2011 (rekonsiliasi Hamas–Fatah pertama)[sunting | sunting sumber]

Dipengaruhi Musim Semi Arab (Arab Spring), keretakan antara Hamas dan Fatah berhasil dihapus pada tahun 2011. Pembicaraan rekonsiliasi didorong oleh unjuk rasa di Ramallah dan Gaza. Dua aktivis Hamas di Gaza tewas akibat serangan IDF setelah Mahmoud Abbas menyatakan ingin bepergian ke Gaza dan menandatangani sebuah perjanjian, meskipun katanya serangan ini merupakan tanggapan atas peluncuran satu roket Qassam yang tidak menewaskan siapapun.[49] Dalam wawancara dengan CNN, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pembicaraan rekonsiliasi tersebut merupakan ancaman penghancuran Israel. Ia sangat menentang adanya pemerintahan yang bersatu.[50]

2012–2013[sunting | sunting sumber]

Kedua sisi mengaku bahwa pihak lawan melanggar perjanjian gencatan senjata November 2012. Menurut Ben White, dua peluru mortar menghantam wilayah Israel dalam tiga bulan pertama pasca Operasi Pillar of Defense, sedangkan empat warga Gaza tewas dan 91 lainnya cedera akibat serangan pasukan Israel. Pasukan Israel melepaskan tembakan ke teritori Gaza sebanyak 63 kali dan masuk ke Jalur Gaza 13 kali, serta menyerang armada nelayan Gaza 30 kali.[51]

Dalam tulsiannya di The National Interest, David C. Hendrickson menulis bahwa setelah gencatan senjata 2012, meski ada tembakan roket sekali-kali dari beberapa kelompok kecil di Gaza, Netanyahu mengakui pada Maret 2014 jumlah serangan roket dari Gaza tahun lalu merupakan "yang terendah dalam satu dasawarsa terakhir."[52] J.J. Goldberg menulis bahwa pada saat Operasi Pillar of Defense berlangsung bulan November 2012, "Hamas belum menembakkan satu roket pun sejak" gencatan senjata 2012 "dan membatalkan serangan oleh kelompok-kelompok jihad kecil."[53]

Israel terus melanjutkan pemblokirannya. "[p]erlintasan berulang kali ditutup, zona penyangga ditetapkan kembali. Impor menurun, ekspor diblokir, dan semakin sedikit warga Gaza yang diperbolehkan masuk Israel dan Tepi Barat."[25]

Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, terjadi 36 serangan roket pada tahun 2013 dan 85 serangan pada lima bulan pertama tahun 2014.[54] Sebagian besar dari 85 roket tersebut ditembakkan pada bulan Maret setelah IDF melancarkan operasi yang menewaskan 3 anggota Jihad Islam.[55]

Rekonsiliasi Hamas–Fatah kedua[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 April 2014, Hamas menyetujui kesepakatan rekonsiliasi dengan faksi utama Palestian lainnya, Fatah[27][56] setelah tujuh tahun terpecah. Pemerintahan bersatu Palestina diambil sumpahnya pada 2 Juni 2014,[57][58] dan Israel mengumumkan bahwa pemerintahnya tidak akan menegosiasikan perdamaian apapun dengan peemrintahan baru ini dan akan mengambil tindakan hukuman (punitif).[59] Selain menyatakan bahwa persatuan ini akan "memperkuat terorisme" satu hari sebelum kesepakatan ditandatangani, Benjamin Netanyahu mengatakan: "Komunitas internasional tidak boleh mengakui mereka."[60] Uni Eropa, PBB, Amerika Serikat, Cina, India, Rusia, dan Turki sepakat untuk bekerja sama dengan pemerintah bersatu Palestina.[61][62][63][64] Perjanjian ini memiliki dampak besar bagi putaran negosiasi perdamaian saat ini antara Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmoud Abbas dan Israel. Sesaat setelah pengumuman perjanjian ini, Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza utara yang melukai empat orang.[58][65] Netanyahu memperingatkan sebelumnya bahwa perjanjian ini tidak sesuai dengan perdamaian Israel–Palestina dan Abbas harus memilih antara perdamaian dengan Hamas dan perdamaian dengan Israel. Saat kesepakatan rekonsiliasi ditandatangani sehingga membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru, Netanyahu memimpin rapat kabinet keamanan yang akhirnya memutuskan untuk mengizinkan Netanyahu menjatuhkan sanksi kepada Otoritas Palestina.[58] Menurut Marwan Bishara, pengamat politik senior di Al Jazeera, Israel berharap mampu menggoyang pemerintah nasional bersatu Palestina antara Fatah dan Hamas melalui operasi ini.[66]

Peristiwa susulan[sunting | sunting sumber]

Jangkauan rudal dari Jalur Gaza

Pada tanggal 12 Juni 2014, tiga remaja Israel diculik dari Tepi Barat: Naftali Fraenkel, Gilad Shaer, dan Eyal Yifrah. Israel menyalahkan Hamas, dan IDF menyatakan bahwa dua pria yang diduga Israel menculik ketiga remaja tersebut diketahui sebagai anggota Hamas.[67][68] Tidak ada bukti keterlibatan Hamas yang diberikan pemerintah Israel[69] dan para petinggi Hamas membantah kelompoknya terlibat dalam insiden ini.[70] Otoritas Palestina di Tepi Barat menyalahkan penculikan ini pada klan Qawasameh yang dikenal suka melawan kebijakan Hamas dan melawan upaya apapun demi mencapai entente dengan Israel.[71] Pemimpin politik Hamas Khaled Meshal mengatakan bahwa ia tidak bisa membenarkan atau membantah penculikan ketiga remaja Israel ini, tetapi ia mengucapkan selamat atas aksi para penculik tersebut.[72] Tanggal 5 Agustus, Israel menyatakan bahwa pihaknya telah menahan Hossam Kawasmeh pada 11 Juli yang diduga merencanakan pembunuhan tiga remaja Israel. Menurut dokumen pengadilan, Kawasmeh mengaku bahwa anggota Hamas di Gaza mendanai perekrutan dan persenjataan para penculik.[73][74] Israel melancarkan Operasi Brother's Keeper, serbuan berskala besar terhadap infrastruktur teroris dan personel Hamas di Tepi Barat[75] yang awalnya bertujuan membebaskan remaja yang diculik tersebut. 10 warga Palestina tewas dalam beberapa serbuan,[76][77][78] dan antara 350 sampai 600 warga Palestina,[70][76][79][80] termasuk hampir seluruh pemimpin Hamas di Tepi Barat,[26][81][82] ditangkap.[83][84][85] Di antara mereka yang ditangkap adalah orang-orang yang baru saja dibebaskan melalui proses pertukaran tahanan Gilad Shalit.[86]

Tanggal 30 Juni, tim pencari menemukan jasad ketiga remaja yang hilang di dekat Hebron.[87][88][89] Pemerintah Israel tampaknya sudah mengetahui dengan pasti bahwa ketiga remaja ini langsung ditembak sesaat setelah diculik,[90][91] dan wartawan BBC Jon Donnison mengatakan bahwa juru bicara Micky Rosenfeld memberitahunya bahwa para penculik merupakan sel terpisah yang berafiliasi dengan Hamas namun tidak beroperasi atas perintah Hamas.[92] Al-Monitor melaporkan bahwa para penculik adalah cabang yang terkait dengan Hamas yang mulai liar sendiri.[93] Sehari setelah jenazah tiga remaja Israel dikuburkan, seorang remaja Palestina diculik dan dibunuh.

Sejak 1 Mei sampai 11 Juni, 6 roket dan 3 peluru mortar diluncurkan dari Gaza ke Israel.[94] Tanggal 29 Juni, serangan udara Israel ke awak roket menewaskan seorang militan Hamas. Keesokan harinya, Hamas menanggapi serangan Israel dengan serangkaian roket; ini adalah pertama kalinya Hamas meluncurkan roket sejak konflik tahun 2012.[95] Sejak hari penculikan tanggal 12 Juni sampai 5 Juli, 117 roket diluncurkan dari Gaza[94] dan 80 serangan udara Israel dilancarkan ke Gaza.[96][97] Pada malam 6 Juli, serangan Israel menewaskan tujuh militan Hamas.[27] Sebagai tanggapan, militan Hamas meningkatkan jumlah serangan roket ke Israel.[24] Pada 7 Juli, militan Hamas telah menembakkan 100 roket dari Gaza ke wilayah Israel dan Angkatan Udara Israel telah mengebom beberapa target di Gaza.[98][99][100] Pada 8 Juli, IAF mengebom 50 target di Jalur Gaza.[101] Militer Israel juga menggagalkan infiltrasi militan dari laut.[102] Brigadir Jenderal Moti Almoz, kepala juru bicara militer Israel, mengatakan "Kami diperintahkan oleh para eselon politik untuk menyerang Hamas dengan keras."[95] Pada hari yang sama, Hamas menyatakan bahwa "semua warga Israel" adalah "target yang sah"[28][29] dan memaksa Israel mengakhiri semua serangannya ke Gaza, membebaskan orang-orang yang kembali ditangkap saat serbuan di Tepi Barat, mengakhiri pemblokiran Gaza dan kembali ke kondisi gencatan senjata 2012 sebagai syarat gencatan senjata.[103]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Rumah di Beersheba, Israel, setelah dihantam roket pada konflik hari keempat, 11 Juli 2014[104]
  • 8—16 Juli - IDF mengebom target di Jalur Gaza dengan artileri dan serangan udara. Sementara itu, Hamas terus menembakkan roket dan peluru mortar ke Israel, banyak di antaranya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Kubah Besi Israel. Per 16 Juli, jumlah korban tewas di Gaza mencapai 200 jiwa.[105]
  • 17 Juli - Gencatan senjata kemanusiaan selama lima jam dilaksanakan sesuai usulan PBB. Pasca gencatan senjata, IDF memulai serangan darat ke Jalur Gaza. Awalnya, fokus operasi darat Israel adalah menghancurkan terowongan di dekat Jalur Gaza. Terowongan tersebut digunakan oleh militan untuk memindahkan orang dan barang.
  • 20 Juli - Militer Israel memasuki Shuja'iyya, sebuah permukiman di Kota Gaza, dan diikuti oleh pertempuran besar di kawasan itu.
  • 24 Juli - Lebih dari 10.000 warga Palestina di Tepi Barat berunjuk rasa menentang operasi ini. 2 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut.[106]
  • 25 Juli - Serangan udara Israel menewaskan Salah Abu Hassanein, pemimpin sayap militer Jihad Islam.[107]
  • 26 Juli - Gencatan senjata kemanusiaan dilaksanakan selama dua belas jam,[108] kemudian diperpanjang secara unilateral oleh Israel selama 24 jam.[109] Jumlah korban tewas asal Palestina di Jalur Gaza mencapai 1.000 jiwa.[110]
  • A.S. dan PBB mengumumkan bahwa Israel dan Palestina menyetujui gencatan senjata 72 jam terhitung sejak 8:00 pagi waktu setempat tanggal 1 Agustus. Muncul beberapa permasalahan soal syarat gencatan senjata. Israel dan A.S. menyatakan bahwa perjanjiannya adalah "[Israel] tetap melanjutkan operasi penghancuran terowongan yang mengancam wilayah Israel yang membentang dari Jalur Gaza ke Israel selama terowongan tersebut berakhir di sisi Israel." Hamas mengatakan bahwa mereka tidak menyetujui syarat tersebut.[111][112] Gencatan senjata gagal tidak lama setelah dimulai. Israel dan A.S. menyalahkan Hamas karena melanggarnya, namun dibantah Hamas. Menurut Israel, beberapa tentara Israel diserang oleh militan Palestina yang keluar dari sebuah terowongan.[113] Menurut Palestina, IDF adalah pihak pertama yang melanggar gencatan senjata pada pukul 8:30 pagi dengan meratakan 19 bangunan saat operasi penghancuran terowongan sedang berlangsung.[112] Menurut PLO, Otoritas Palestina, dan sumber-sumber di Gaza, Hamas menyerang satu unit pasukan Israel dan menewaskan seorang perwira Israel (Hadar Goldin, awalnya diduga diculik) saat pasukan Israel masih terlibat aktivitas militer di Rafah sebelum gencatan senjata diberlakukan. Beberapa twit melaporkan adanya pertempuran di Rafah menjelang gencatan senjata.[112] Hamas juga menewaskan dua tentara dalam serangan pengeboman bunuh diri.[114] Pemimpin senior Hamas, Moussa Abu Marzouk, menuduh Israel mencari gara-gara untuk menggagalkan gencatan senjata Gaza. Ia juga mengatakan bahwa para pejuang Palestina menculik perwira tersebut dan membunuh dua tentara sebelum gencatan senjata dimulai,[115] sedangkan Israel mengaku serangan terjadi pada pukul 9:20 pagi, tidak lama setelah gencatan senjata dimulai pukul 8:00.[116][117][118]
  • 3 Agustus - IDF menarik sebagian besar pasukan daratnya dari Jalur Gaza setelah menyelesaikan penghancuran 32 terowongan yang diketahui dipakai oleh Hamas dan militan lain.[119][120][121]
  • 5 Agustus - Gencatan senjata 72 jam dimulai setelah seluruh tentara Israel ditarik dari Jalur Gaza.[119]

Dampak[sunting | sunting sumber]

Penduduk Palestina[sunting | sunting sumber]

Peta yang menampilkan lokasi kerusakan akibat rudal di Gaza Utara[122]

Hingga 20 Juli 2014, rumah sakit di Gaza tidak memadai dan menghadapi kelangkaan beberapa jenis obat-obatan, suplai medis, dan bahan bakar.[123] Mesir untuk sementara membuka kembali perlintasan Rafah agar persediaan obat-obatan bisa diangkut ke Gaza dan korban cedera bisa dirawat di Mesir.[124] Harga makanan, termasuk ikan dan hasil tani, naik drastis akibat operasi ini.[125] Laporan berita tanggal 21 Juli menyatakan bahwa lebih dari 83.000 warga Palestina berlindung di fasilitas milik PBB.[126]

Menurut United Nations' Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), pada 31 Juli 2014 di Jalur Gaza, lebih dari 250.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal, 236.375 di antaranya berlindung di 88 sekolah UNRWA (lebih dari 11 persen populasi Gaza). UNRWA telah mengerahkan segala kemampuannya untuk memfasilitasi para pengungsi, dan kepadatan pengungsi meningkatkan risiko terjadinya wabah. Seluruh penduduk Gaza sebanyak 1,8 juta jiwa terkena dampak pembatasan dan/atau berkurangnya persediaan air. 137 sekolah dan 24 fasilitas kesehatan[127] rusak, 945 rumah (10.690 keluarga) hancur total atau rusak parah, dan rumah milik 5.435 keluarga rusak namun masih bisa ditinggali. Di seluruh Jalur Gaza, penduduknya hanya mendapat pasokan listrik selama tiga jam per hari. Penghancuran satu-satunya pembangkit listrik di Gaza sangat memengaruhi keadaan kesehatan masyarakat dan mengurangi layanan air dan sanitasi; rumah sakit semakin bergantung pada generator listrik.

OCHA memperkirakan bahwa sedikitnya 373.000 anak membutuhkan bantuan psikososial.[13] "Kepadatan yang berlebihan, ditambah terbatasnya akses staf kemanusiaan ke tempat-tempat tertentu, terus mengurangi kualitas hidup di beberapa pengungsian dan meningkatkan kekhawatiran soal perlindungan. Suplai air belakangan ini lumayan menantang..."[128] Lebih dari 485.000 pengungsi dalam negeri membutuhkan bantuan pangan darurat.[13]

Penduduk Israel[sunting | sunting sumber]

Hamas dan kelompok Islamis lainnya di Gaza telah menembakkan roket dan mortar ke kota dan desa di Israel. Meski Israel menggunakan sistem pertahanan rudal Kubah Besi, sedikitnya 3 warga sipil tewas (satu warga Yahudi Israel, satu warga Arab Israel, dan satu pekerja Thai).[129] Seorang remaja Israel cedera parah setelah roket menghantam kota Ashkelon.[130] Para pekerja medis mengatakan bahwa remaja Israel yang rawan terkena gangguan jiwa terus menderita saat konflik jangka pendek maupun jangka panjang. Sejumlah pakar mengidentifikasi sejumlah gejala kesehatan jiwa yang muncul sepanjang konflik seperti kegelisahan, depresi, gangguan obsesif-kompulsif, sensitivitas interpersonal, fobia, dan paranoia. Banyak yang meragukan gejala kesehatan ini akan berkurang setelah konflik berakhir.[131]

Mayoritas penduduk Arab Israel, sekitar dua puluh persen populasi Israel, berada di dalam jangkauan roket Hamas. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan warga Arab Israel setelah seorang Arab Israel tewas akibat serangan roket. Opini warga Arab Israel dalam konflik ini bercampur, ada yang menolak perang dan ada yang mendukung posisi Israel.[132]

Saat operasi dimulai, pemerintah Israel membatalkan semua program 40 km (24 mil) dari Gaza, dan meminta agar semua orang tetap di dalam rumah atau dekat tempat berlindung. Seluruh kamp musim panas ditutup dan universitas membatalkan ujian akhirnya.[133] Selain itu, penduduk dilarang membuat kerumunan sebanyak 300 orang atau lebih.[134] Karena lintasan roket dari Gaza, banyak penerbangan ke dan dari Bandar Udara Ben-Gurion yang ditunda atau dialihkan.[135]

Korban[sunting | sunting sumber]

Palestina[sunting | sunting sumber]

Jumlah korban tewas asal Palestina di Gaza dari berbagai sumber:

Sumber Total tewas Warga sipil tewas Kombatan tewas Tidak diketahui Data diperbarui
Kementerian Kesehatan Gaza 1.880 ~1.500 ~380 5 Agustus[16][18]
Pusat Hak Asasi Manusia Palestina 1.938 1.626 312 5 Agustus[19]
United Nations OCHA 1.717 1.176 198 343 3 Agustus[13]
Intelligence and Terrorism Information Center 1.498 466 453 579 4 Agustus[20]
Pasukan Pertahanan Israel 1.768 868 900 5 Agustus[21][22]

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejauh ini 1.880 warga Palestina tewas dan 9.400 lainnya luka-luka,[16] 80% di antaranya adalah warga sipil.[18] Menurut United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, 1.717 warga Palestina tewas, 85% di antaranya adalah warga sipil.[13] Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza, 79,7% warga Palestina yang tewas di Gaza berjenis kelamin pria, kebanyakan di antaranya berusia antara 16 dan 35 tahun.[136]

Lebih dari 269.800 orang yang kehilangan tempat tinggal mengungsi di sekolah-sekolah UNRWA. 138 sekolah dan 26 fasilitas medis rusak. Selain itu, lebih dari 14.130 rumah hancur atau rusak akibat serangan udara.[13][137] IDF memperkirakan bahwa sekitar 30–40% roket yang disiimpan Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya berhasil dimusnahkan.[138]

Menurut Meir Amit Intelligence and Terrorism Center, per 4 Agustus 2014, 453 teroris, 466 warga sipil, dan 579 warga Palestina yang tak dikenal tewas di Gaza.[20] Ketika pertempuran Israel–Gaza berlangsung, unjuk rasa solidaritas terjadi secara sporadis di Tepi Barat. Kekerasan selama unjuk rasa menewaskan 11 warga Palestina pada 22–26 Juli.[139]

Pada tanggal 30 Juli, media Israel dan Palestina melaporkan bahwa 30 warga sipil dari berbagai daerah di Gaza dituduh bekerja sama dengan Israel dan langsung dieksekusi. Selain itu, sekitar 20 warga sipil dari Shejaia dikabarkan tewas saat unjuk rasa politik melawan Hamas; mereka menyalahkan Hamas atas kehancuran masif di permukiman mereka.[140] Beberapa hari kemudian, Hamas kabarnya membunuh 2 warga Gaza dan melukai 10 lainnya setelah terjadi bentrokan gara-gara pembagian makanan.[141]

Menurut sumber-sumber Israel dan Palestina, sebgian roket yang gagal luncur melukai dan menewaskan warga Palestina. Hamas membantah bahwa roketnya ada yang jatuh di Jalur Gaza.[142]

Menurut wakil menteri luar negeri Israel, Tzachi Hanegbi, Israel memiliki bukti bahwa "sedikitnya 47% korban tewas adalah teroris beserta foto dan nama."[38]

Israel[sunting | sunting sumber]

Sejak konflik domulai, 64 tentara IDF tewas beserta dua warga sipil Israel dan seorang pekerja Thai.[14] Satu orang juga meninggal dunia karena alasan kesehtan akibat konflik ini.[143]

Serangan roket dari Gaza merusak infrastruktur sipil Israel, termasuk pabrik, SPBU, dan rumah.[144] Menurut Magen David Adom, 123 orang luka-luka: 1 serius, 21 sedang sampai ringan, dan 101 akibat gelombang kejut.[145]

Korban tewas pertama dari pihak sipil Israel terjadi di perlintasan perbatasan Erez ketika seorang rabbi Chabad yang sedang mengirimkan makanan dan minuman ke garis depan[146] terkena serangan mortar.[147] Warga sipil Israel kedua yang tewas adalah orang Bedouin berusia 32 tahun, Ouda Lafi al-Waj, yang terkena roket di Gurun Negev.[148] Seorang pekerja migran Thai juga tewas akibat mortar saat bekerja di rumah kaca di Ashkelon Coast Regional Council.[149] Selain itu, seorang manula di Wadi Nisnas jatuh dan meninggal akibat gagal jantung saat sirene serangan udara berlangsung.[143]

IDF menyatakan bahwa per 3 Agustus, sekitar 2.800 roket telah ditembakkan ke Israel sejak operasi dimulai.[120]

Klaim militer Hamas[sunting | sunting sumber]

Meski sejauh ini belum terbukti, Hamas melaporkan telah:

  • Menewaskan 150 tentara IDF[150][151][152]
  • Menembak jatuh satu pesawat F16[153]
  • Menangkap seorang tentara[154]
  • Menerbangkan UAV di atas Tel Aviv dan mengambil foto markas IDF[155]
  • Menghancurkan dua tank IDF[156]

Reaksi[sunting | sunting sumber]

  •  PBBSekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengutuk serangan roket dari Gaza terhadap Israel dan menghimbau kedua belah pihak yang berkonflik agar menghentikan agresi mereka.[157]
  •  Uni Eropa – Duta besar Uni Eropa untuk Israel, Lars Faaborg-Andersen, mengungkapkan bahwa "penembakan roket terhadap warga sipil bukanlah tindakan yang sah, tak peduli apapun alasannya".[158]
  •  Liga Arab – Perwakilan Liga Arab mengutuk serangan udara Israel terhadap Gaza dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar pertemuan darurat dalam rangka menanggapi situasi terkini.[159]
  •  Amerika SerikatPresiden Obama menghimbau kepada kedua belah pihak agar menahan diri. Ia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian bukanlah melalui pertempuran, tetapi melalui perundingan dan saling memahami.[160] Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menyatakan "Tidak ada negara yang dapat menerima serangan roket yang ditujukan kepada warga sipil, dan kami mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan keji".[161]
  •  Perancis – Menteri Luar Negeri Perancis menghimbau agar Israel dan Palestina saling menahan diri.[162]

Media sosial[sunting | sunting sumber]

Delapan hari setelah dimulainya Operasi Perlindungan Perbatasan, tagar #GazaUnderAttack telah dikirimkan lebih dari 375.000 kali di Twitter. Seringkali tagar tersebut disertai dengan sebuah foto yang diklaim sebagai korban serangan Israel. Namun, BBC membuktikan bahwa foto-foto tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan konflik yang terjadi. Beberapa foto merupakan foto-foto lama dari tahun 2009, dan yang lainnya berasal dari foto konflik Suriah dan Irak.[163]

Sebuah laporan palsu beredar di media sosial dan SMS, menyatakan bahwa "sebuah roket dari Gaza telah menghantam pabrik petrokimia di Haifa, kebakaran besar, kemungkinan telah terjadi kebocoran bahan kimia, dan pemerintah disarankan untuk mengevakuasi Haifa". Laporan ini mengutip Haaretz sebagai sumbernya, tetapi ternyata palsu. Tidak ada insiden semacam itu yang terjadi, dan Haaretz menyangkal kabar tersebut.[164]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "US supplies Israel with bombs amid Gaza blitz". Al Jazeera. 31 July 2014. 
  2. ^ "US condemns shelling of UN school in Gaza but restocks Israeli ammunition". The Guardian. 31 July 2014. 
  3. ^ a b c "Qassam brigades claim rocket, mortar fire at southern Israel." Ma'an News Agency. Monday 21 July 2014.
  4. ^ Ben Solomon, Ariel. "Videos show Lebanese jihadi group active in Gaza". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 11 July 2014. 
  5. ^ "Иран: наше оружие у ХАМАСа сеет страх и ужас среди сионистов". Diakses tanggal 2014-08-02. 
  6. ^ Iranian Reactions To The War In Gaza: Israel's Destruction Imminen
  7. ^ "As It Battles Hamas Israel Singles Out Its Sponsor Qatar." Times of Israel.
  8. ^ http://www.timesofisrael.com/qatari-tech-helps-hamas-in-tunnels-rockets-expert/
  9. ^ a b "Israel Military Strength". Globalfirepower.com. 27 March 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  10. ^ "Rockets, naval commandos boost Hamas arsenal". Maannews.net. 25 July 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  11. ^ Thursday 1 (17 July 2014). "Hamas growing in military stature, say analysts". Middleeasteye.net. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  12. ^ "The Gaza Strip: Who's in charge?". Economist. 29 March 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  13. ^ a b c d e f g h i j k "Gaza Emergency Situation Report" (PDF). United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs: Occupied Palestinian Territory. 3 August 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  14. ^ a b c "Israeli soldier 'captured in tunnel attack' by Gaza militants named by IDF". Diakses tanggal 1 August 2014. 
  15. ^ "Operation Protective Edge by the numbers". Haaretz. 28 July 2014. Diakses tanggal 28 July 2014. 
  16. ^ a b c d UK minister resigns over government Gaza policy
  17. ^ a b Gaza conflict: Foreign Office urgently investigating reports of British aid worker death Independent, Published August 4th, 2014
  18. ^ a b c "Gaza Death Toll Growing as Israel Continues Massacre". Diakses tanggal 2 August 2014. 
  19. ^ a b "Statistics: Victims of the Israeli Offensive on Gaza since 08 July 2014". Pchrgaza.org. Diakses tanggal 5 August 2014. 
  20. ^ a b c "Operation Protective Edge – Update No. 19" (PDF). Israeli Intelligence & Heritage Commemoration Center. 4 August 2014. Diakses tanggal 5 August 2014. 
  21. ^ a b IDF figures put the death toll in the Gaza Strip at 1,768 including 750-1,000 armed militants 05.08.14 ynetnews
  22. ^ a b 900 operatives killed over Gaza campaign, IDF says
  23. ^ a b "Israel and Hamas Trade Attacks as Tension Rises". The New York Times. Diakses tanggal 8 July 2014. 
  24. ^ a b c "Conditions for a ceasefire: Why Hamas fires those rockets". The Economist. Diakses tanggal 22 July 2014. "After the last big Israeli effort to stop the rockets, in November 2012, it was agreed that, along with a ceasefire, the blockade of Gaza would gradually be lifted and the crossings into Egypt and Israel would be opened. The ceasefire generally held, but the siege continued."
  25. ^ a b Nathan Thrall, 'Hamas’s Chances.' London Review of Books Vol. 36 No 16 • 21 August 2014 (1 August) pp. 10–12
  26. ^ a b "Watch: West Bank Hamas leadership in Israeli custody". The Jerusalem Post. 16 June 2014. 
  27. ^ a b c Mouin Rabbani, 'Israel mows the lawn', London Review of Books Vol. 36 No 15, 31 July 2014, p. 8.
  28. ^ a b "Hamas says all Israelis will be targeted". The Gulf Today, 9 July 2014; retrieved 17 July 2014.
  29. ^ a b Abu Toameh, Khaled. "Hamas: All Israelis now targets for missile attacks", The Jerusalem Post, 8 July 2014; retrieved 17 July 2014.
  30. ^ "IDF's Operation "Protective Edge" Begins Against Gaza". Jewish Press. Diakses tanggal 8 July 2014. 
  31. ^ "Thousands Flee Gaza Homes Under Israel Threat", Voice of America, 13 July 2014; accessed 22 July 2014.
  32. ^ a b http://pflp.ps/english/2014/07/15/pflp-proposal-for-calm-seeks-new-chains-on-the-resistance/
  33. ^ "Israel and Hamas to observe brief Gaza truce". Aljazeera.com. Diakses tanggal 22 July 2014. 
  34. ^ "Report: Hamas, Islamic Jihad offer 10-year truce". Ma'an News Agency. Diakses tanggal 28 July 2014. 
  35. ^ Al Jazeera English, US: 'little doubt' Israel bombed Gaza school
  36. ^ Steven Stotsky (29 July 2014). "How Hamas Wields Gaza's Casualties as Propaganda". Time Magazine. Diakses tanggal 31 July 2014. 
  37. ^ "GAZA'S DEATH TOLL RISES TO 1712". Diakses tanggal 2 August 2014. 
  38. ^ a b Williams, Dan (2 August 2014). "Israel says has evidence 47 percent of Gaza dead were combatants". Reuters. Diakses tanggal 3 August 2014. 
  39. ^ Josef Federman and Maggie Michael (14 July 2014). "Egypt proposes cease-fire between Israel, Hamas". Associated Press. 
  40. ^ UNRWA Strongly Condemns Placement of Rockets in School, UNRWA website, 17 July 2014
  41. ^ EU strongly condemns indiscriminate Hamas rockets on Israel and use of Palestinian population as human shields, ‘terrorist groups in Gaza must disarm’, calls for ‘immediate ceasefire’', European Jewish Press, 22 July 2014.
  42. ^ European Union: Hamas, other Gaza terror groups must disarm, Haaretz, 22 July 2014.
  43. ^ Al Jazeera English report; accessed 22 July 2014.
  44. ^ New York Times 30 July 2014
  45. ^ Occupied Palestinian Territory: Gaza Emergency
  46. ^ "Gaza Emergency Situation Report" (PDF). United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs: Occupied Palestinian Territory. 3 August 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  47. ^ Global Post, 4 August, This is how much money the UN still needs to deliver basic aid to Gaza, http://www.globalpost.com/dispatch/news/regions/middle-east/israel-and-palestine/140804/graphic-humanitarian-aid-to-gaza
  48. ^ http://mfa.gov.il/MFA/ForeignPolicy/Terrorism/Pages/Sderot-factory-destroyed-by-rocket-fire-29-Jun-2014.aspx
  49. ^ Landau, Idan. "The unfolding lie of Operation Protective Edge". +972. Diakses tanggal 30 July 2014. 
  50. ^ Ravid, Barak; Issacharof, Avi. "PM: Palestinian unity government would kill off the peace process". Haaretz. 
  51. ^ Ben White, "What a 'period of calm' looks like in the Occupied Territories", Al-Jazeera, 22 February 2013.
  52. ^ Hendrickson, David C. "http://nationalinterest.org/feature/the-thrasybulus-syndrome-israel%E2%80%99s-war-gaza-10968?page=show". The National Interest. Diakses tanggal 2 August 2014.  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  53. ^ Goldberg, J. J. (10 July 2014). "How Politics and Lies Triggered an Unintended War in Gaza". The Jewish Daily Forward. 
  54. ^ "Rocket fire from Gaza and Palestinian ceasefire violations after Operation Cast Lead (Jan 2009)". Israel Ministry of Foreign Affairs. Diakses tanggal 2 August 2014. 
  55. ^ Fiske, Gavriel (11 March 2014). "Three Islamic Jihad operatives killed by IDF fire in Gaza". The Times of Israel. AFP. 
  56. ^ "Profile: Hamas Palestinian movement". BBC News. Diakses tanggal 14 July 2014. 
  57. ^ Beaumont, Peter. "Palestinian unity government of Fatah and Hamas sworn in". The Guardian. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  58. ^ a b c Lyfield, Ben. "Middle East peace: Deal between Palestinian political groups Fatah and Hamas casts doubt on faltering talks with Israel". The Independent. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  59. ^ Dalia, Hatuqa. "Palestinians form consensus government". Aljazeera. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  60. ^ Daniel, Estrin. "If you recognise new Palestinian government you support terrorism, Benjamin Netanyahu tells world leaders". The Independent. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  61. ^ (6 March 2014) "International community welcomes Palestinian unity government" The Jerusalem Post
  62. ^ Panda, Ankit (4 June 2014) "India and China Back Unified Palestinian Government" The Diplomat
  63. ^ Wroughton, Lesley and Zengerle, Patricia (2 June 2014) Obama administration to work with Palestinian unity government Reuters
  64. ^ "Amid wave of endorsements, PM 'troubled' by U.S. decision to work with Palestinian gov't". Haaretz. 3 June 2014. 
  65. ^ Barzak, Ibrahim. "Gaza official: Israeli airstrike wounds 3". The Dalles Chronicle. Associated Press. Diakses tanggal 16 July 2014. 
  66. ^ Bishara, Marwan. "The Gaza conundrum: To invade or not to invade". Al-Jazeera. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  67. ^ "Israel IDs 2 main suspects in teens disappearance". CBS News. 26 June 2014. 
  68. ^ "Operation Brother's keeper", The Jerusalem Post  Parameter |contribution= akan diabaikan (bantuan)
  69. ^ Robert Tait. "Hamas kidnapping: Islamist group to blame for youths' 'kidnapping', Benjamin Netanyahu says", The Telegraph, 15 June 2014
  70. ^ a b "Israel rounds up senior Hamas men in West Bank sweep". The Times of Israel. 15 June 2014. Diakses tanggal 15 June 2014. 
  71. ^ Shlomi Eldar "Accused kidnappers are actually rogue Hamas branch", Al-Monitor, 29 June 2014.
  72. ^ "Hamas chief lauds abductors of Israeli teens, says has no new information". Haaretz. Diakses tanggal 23 June 2014. 
  73. ^ "Palestinian suspect held over kidnap murders of 3 Israelis: police". Yahoo! News. 2014-08-05. Diakses tanggal 2014-08-06. 
  74. ^ Rabinovitch, Ari (2014-08-05). "Israel says it has arrested suspect in killing of 3 teenagers". Reuters. Diakses tanggal 2014-08-06. 
  75. ^ "IDF Seizes Hundreds of Weapons in Nablus, as Operation 'Brother's Keeper' Enters 5th Day". Algemeiner Journal. 17 June 2014. Diakses tanggal 7 July 2014. 
  76. ^ a b Maan News, http://www.maannews.net/eng/ViewDetails.aspx?ID=714820
  77. ^ "Hunt for missing Israeli boys stirs up familiar recriminations". The Guardian. 26 June 2014. 
  78. ^ "Murder of Palestinian teen, Abu Khudeir, condemned". Daily News Egypt. 3 July 2014. 
  79. ^ Ahren, Raphael (23 June 2014). "Is Israel's operation to find kidnapped teens a war crime?". The Times of Israel. 
  80. ^ Zitun, Yoav (17 June 2014). "Operation Bring Back Our Brothers: IDF arrests 200, shift focus to Nablus". Ynetnews. 
  81. ^ "Israel committed serious violations in West Bank operations: HRW". Al-Ahram. 3 July 2014. 
  82. ^ "1 wounded as Israel arrests 10 Palestinians in West Bank". Business Standard. 26 June 2014. 
  83. ^ "Middle East & Africa: Murder of three kidnapped Israeli youths has set dangerous new spate". The Economist. 
  84. ^ Zitun, Yoav (21 June 2014). "Rescue units rushed to Hebron, searching wells and caves". Ynetnews.com. 
  85. ^ Judis, John B. (9 July 2014). "John Kerry's First Peace Effort in Israel and Palestine Failed, But Now He Needs to Try Again". The New Republic. Diakses tanggal 28 July 2014. 
  86. ^ Crowcroft, Orlando (18 June 2014). "Palestinians freed in 2011 Gilad Shalit prisoner-swap back in custody". The Guardian. 
  87. ^ "Bodies of three kidnapped Israeli teens found in West Bank". The Jerusalem Post. 30 June 2014. 
  88. ^ "Security forces find missing teens' bodies in West Bank". Ynetnews. Diakses tanggal 30 June 2014. 
  89. ^ "Bodies of three kidnapped teens found". The Times of Israel. 30 June 2014. 
  90. ^ Noam Sheizaf,"How the public was manipulated into believing the teens were alive", 972mag.com, 2 July 2014.
  91. ^ "How Politics and Lies Triggered an Unintended War in Gaza". The Jewish Daily Forward. 10 July 2014. 
  92. ^ Katie Zavadski (28 Jul, 2014 (updated)). "It Turns Out Hamas May Not Have Kidnapped and Killed the 3 Israeli Teens After All". New York magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Jul, 2014.  "Israeli police spokesman Mickey Rosenfeld also said if kidnapping had been ordered by Hamas leadership, they'd have known about it in advance."
  93. ^ Shlomi Eldar "Accused kidnappers are actually rogue Hamas branch", Al-Monitor, 29 June 2014.
  94. ^ a b "List of Palestinian rocket attacks on Israel, 2014". Wikipedia. 
  95. ^ a b Goldberg, J.J. "How Politics and Lies Triggered an Unintended War in Gaza". The Forward. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 July, 2014. Diakses tanggal 14 July 2014. 
  96. ^ Tzuri, Matan. www.ynetnews.com. Ynet http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-4532020,00.html. Diakses tanggal 3 August 2014.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  97. ^ uk.reuters.com. Reuters http://uk.reuters.com/article/2014/06/29/uk-israel-palestinians-idUKKBN0F40F220140629. Diakses tanggal 3 August 2014.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  98. ^ "Israel launches military offensive in Gaza". Al-Jazeera. 7 July 2014. 
  99. ^ Sheizaf, Noam (7 July 2014). "Israeli-Palestinian clashes upsetting Israeli faith in status quo". Al-Jazeera. 
  100. ^ "Rockets bombard south, Hamas claims responsibility". Haaretz (live updates). 7 July 2014. Diakses tanggal 11 July 2014. 
  101. ^ Ho, Spencer; Yaakov, Yifa (8 July 2014), "Israel hits Hamas, Palestinian Islamic Jihad (PIJ) leaders after rockets land north of Tel Aviv", The Times of Israel (blog) 
  102. ^ Horovitz, David (23 December 2013). "Israel hits Hamas, Islamic Jihad leaders after rockets land north of Tel Aviv". The Times of Israel. Diakses tanggal 10 July 2014. 
  103. ^ "Hamas armed wing sets conditions for ceasefire". Maannews.net. Diakses tanggal 22 July 2014. 
  104. ^ http://www.timesofisrael.com/no-end-to-gaza-rocket-fire-israeli-air-strikes-on-day-5-of-hamas-conflict/
  105. ^ "Israel warns 100,000 Gazans to flee as truce efforts resume". Digitaljournal.com. 15 July 2014. Diakses tanggal 17 July 2014. 
  106. ^ "At least 16 killed in attack on Gaza school, sparking massive protests in West Bank", The Washington Post, 24 July 2014; accessed 28 July 2014.
  107. ^ "Israeli Strike Kills a Leader of Islamic Jihad". New York Times. 25 July 2014. 
  108. ^ "Gaza crisis: Humanitarian cease-fire between Israel, Hamas takes effect". Fox News. 26 July 2014. Diakses tanggal 26 July 2014. 
  109. ^ "Israel extends unilateral cease-fire as Gaza death toll tops 1,000". Diakses tanggal 28 July 2014. 
  110. ^ "Palestinians Survey Devastation as Gaza Death Toll Tops 1,000". NBC News. 26 July 2014. 
  111. ^ "Israeli military announces end to Gaza truce - Middle East". Al Jazeera English. Diakses tanggal 2014-08-04. 
  112. ^ a b c Max Blumenthal and Allison Deger, 'Who broke the ceasefire? Obama blames Hamas against the evidence,' Mondoweiss 2 August 2014.
  113. ^ Duell, Mark (2014-07-31). "Israel-Gaza ceasefire ends, UN chief blames Hamas | Mail Online". Daily Mail. Diakses tanggal 2014-08-04. 
  114. ^ "ynet חשש: חמאס ניצל הפסקת האש וחטף קצין. שני לוחמים נהרגו. צה"ל: הפסקת האש קרסה – חדשות". Ynet.co.il. Diakses tanggal 2 August 2014. 
  115. ^ "Israel using soldier's capture to 'cover up massacre': Hamas". Anadolu Agency. 1 August 2014. Diakses tanggal 1 August 2014. 
  116. ^ Gaza Fighting Intensifies as Cease-Fire Falls Apart, Jodi Rudoren, and Isabel Kershneraug, August 1, 2014: "Israel said the attack, from under a house near the southern border town of Rafah, took place at 9:20 a.m., soon after the 8 a.m. onset of the temporary truce..."
  117. ^ [1] Netanyahu says Israeli military ‘will take as much time as necessary’ in Gaza, Griff Witte and Sudarsan Raghavan, 2 August 2014, Washington Post.
  118. ^ Captured, killed or missing? Fate of Israeli soldier remains unknown, by Mariano Castillo, Chelsea J. Carter and Salma Abdelaziz of CNN, updated 10:37 PM EDT, Fri August 1, 2014
  119. ^ a b "New Gaza cease-fire begins as Israel withdraws troops". 5 August 2014. 
  120. ^ a b Yossi Melman (3 August 2014). "Analysis: Israel's victorious withdrawal from Gaza". I24news.tv. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  121. ^ Israel withdraws most troops from Gaza Associated Press
  122. ^ "Damage Assessment in Gaza City, Gaza Strip – Occupied Palestinian Territory". UN UNOSAT. 31 July 2014. Diakses tanggal 1 August 2014. 
  123. ^ "Gaza Hospitals Ill-equipped for Israeli Onslaught". U.S. News and World Report. 10 July 2014. Diakses tanggal 11 July 2014. 
  124. ^ "Toll mounts as Israel steps up Gaza air raids". Al Jazeera English. 11 July 2014. Diakses tanggal 11 July 2014. 
  125. ^ Beaumont, Peter. "Ramadan in Gaza: life under missile-fire". The Guardian. Diakses tanggal 12 July 2014. 
  126. ^ "Deaths mount in Gaza and Israel as U.S. pushes cease-fire". CNN.com. 21 July 2014. Diakses tanggal 22 July 2014. 
  127. ^ "Gaza conflict: Israel, Hamas both committing war crimes, UN official says – World – CBC News". Cbc.ca. Diakses tanggal 2 August 2014. 
  128. ^ "Occupied Palestinian Territory: Gaza emergency: Humanitarian Snapshot (as of 22 July 2014)" (PDF). UN OCHA. 22 July 2014. 
  129. ^ "Israeli Arabs caught in the middle." Daily Mail.
  130. ^ "Rocket seriously injures Israeli teen in Ashkelon dual citizens leave Gaza." Jewish Exponent. July, 2014.
  131. ^ "Israeli teens’ mental health worsens when Arab-Israeli conflict does ." The Times of Israel. August 4, 2014.
  132. ^ Heller, Aron. Israeli Arabs Caught in the Middle of Gaza War ." ABC News. Jul 27, 2014.
  133. ^ "Israel launches 'Protective Edge' counteroffensive on Gaza, Jewish suspects reenact teen's murder". Timesofisrael.com. Diakses tanggal 8 July 2014. 
  134. ^ "Israel Steps Up Offensive Against Hamas in Gaza". The New York Times. Diakses tanggal 8 July 2014. 
  135. ^ Lori Lowenthal Marcus (13 July 2014). "Rocket Sirens in Tel Aviv and Ben Gurion Airport". The Jewish Press. Diakses tanggal 17 July 2014. 
  136. ^ Davidovich, Joshua, Haviv Rettig Gur, and Marissa Newman (27 July 2014). "Majority of Gaza dead are fighting-age men". The Times of Israel. Diakses tanggal 27 July 2014. 
  137. ^ "Gaza toll passes 105 as Israel raids continue". Aljazeera.com. 11 July 2014. Diakses tanggal 17 July 2014. 
  138. ^ "Operation Protective Edge – Update No. 13" (PDF). Israeli Intelligence & Heritage Commemoration Center. 27 July 2014. Diakses tanggal 28 July 2014. 
  139. ^ "Entire Gaza family killed prior to ceasefire, as death toll tops 940", Ma'an News Agency, 26 July 2014.
  140. ^ Solomon, Ariel Ben (29 July 2014). "Report: Hamas executes alleged spies, shoots protesters in Gaza". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 30 July 2014. 
  141. ^ http://www.algemeiner.com/2014/07/29/hamas-police-shoot-kill-starving-gazans-a-day-after-executing-protesters/
  142. ^ "Israel: 10 percent of Hamas rockets misfired, landed in Gaza Strip". WorldTribune.com. 30 July 2014. But Palestinian sources said numerous rocket launches ended up falling in Gaza communities and that scores of people have been killed or injured. 
  143. ^ a b Israeli, 61, badly injured by rocket hit in Ashdod BY JTA AND TIMES OF ISRAEL STAFF 11 July 2014
  144. ^ "Rocket caused massive damage to the gas station, and a fire has broken out", Haaretz, 12 July 2014.
  145. ^ "Operation Protective Edge, day 3". Haaretz. 10 July 2014. Diakses tanggal 10 July 2014. 
  146. ^ Tait, Robert. "Israel to escalate Gaza military offensive after first citizen killed". Telegraph. Diakses tanggal 17 July 2014. 
  147. ^ Lappin, Yaakov (15 July 2014). "First Israeli death of Gaza operation as mortar shell kills man at Erez Crossing". Jerusalem Post. Diakses tanggal 17 July 2014. 
  148. ^ "Bedouin 'defenseless' as man killed, 4 injured by Gaza rocket", The Times of Israel; accessed 22 July 2014.
  149. ^ "Thai migrant worker killed in Israel by rocket from Gaza". News.xinhuanet.com. 23 July 2014. Diakses tanggal 4 August 2014. 
  150. ^ "Two Palestinian protesters shot dead in West Bank", Press TV; accessed 30 July 2014.
  151. ^ "10 Israeli soldiers killed east of Shujaiyya", Press TV; accessed 30 July 2014.
  152. ^ "110 Israeli troops killed in Gaza war: Hamas", Anadolu Agency; accessed 30 July 2014.
  153. ^ http://en.shafaqna.com/topnews/item/30430-israeli-f16-hit-by-surface-to-air-missile-over-gaza-hamas-claims.html
  154. ^ http://www.maannews.net/eng/ViewDetails.aspx?ID=714871
  155. ^ http://fortunascorner.com/2014/07/14/hamas-claims-multiple-uavs-launched-into-israel/
  156. ^ http://212.28.242.152/~emqw83im/essaydetails.php?eid=7393&cid=388#.U-B-cvmSyPs
  157. ^ United Nations News Centre - Ban urges maximum restraint amid ‘dangerous escalation of violence’ in Gaza
  158. ^ "Netanyahu: Gloves Are Off; Defiant Hamas Says It Won't Fold". Diakses tanggal 8 July 2014. 
  159. ^ Arab League calls on urgent UN Security Council meeting on Gaza - News - World - The Voice of Russia: News, Breaking news, Politics, Economics, Business, Russia, International...
  160. ^ "Obama urges restraint israel-palestinians". Diakses tanggal 8 July 2014. 
  161. ^ Israel pounds Gaza with air and naval strikes in move against Hamas | World news | The Guardian
  162. ^ "France on 'Operation Protective Edge':". Diakses tanggal 8 July 2014. 
  163. ^ "As Israel strikes back, fake Gaza images dominate social media". Y net news. Diakses tanggal 8 July 2014. 
  164. ^ http://www.timesofisrael.com/israel-pounds-gaza-targets-after-rocket-barrage-hits-as-far-north-as-hadera/#at_19:12

Pranala luar[sunting | sunting sumber]