Trembesi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ki hujan)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Trembesi
Samanea saman Edit the value on Wikidata
"+arya+" Samanea saman ꦮꦶꦠ꧀ ꦧꦲꦸꦗꦤ꧀ pohon baujan 2019 collage.jpg
Kolase foto tumbuhan kihujan: (searah jarum jam) bunga, kuncup bunga, dan daun kihujan yang berbunga Edit the value on Wikidata
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN144255307 Edit the value on Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
Kladangiosperms
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
Kladsuperrosids
Kladrosids
Kladfabids
OrdoFabales
FamiliFabaceae
UpafamiliMimosoideae
TribusIngeae
GenusSamanea
SpesiesSamanea saman Edit the value on Wikidata
Merr., 1916
Tata nama
BasionimMimosa saman (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata

Trembesi,[1] suar, kihujan, baujan, kayu-ambon[2] atau munggur[3] (Samanea saman) adalah pohon yang besar dan tumbuh cepat, mahkota daun menyerupai payung dan lebar, banyak ditanam karena memberi naungan, kayunya tidak terlalu awet, daunnya digunakan sebagai pakan ternak, buahnya berupa polong yang tebal dan berdaging.[1] Tumbuhan ini pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Pohon ini mempunyai beberapa julukan nama seperti Saman, Pohon Hujan dan Monkey Pod, dan ditempatkan dalam genus Albizia.[4] Perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran dari tonggeret yang tinggal di pohon.

Albizia Saman adalah spesies pohon berbunga dalam keluarga kacang polong. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar di seluruh daerah tropika. Di beberapa tempat bahkan dianggap mengganggu karena tajuknya menghambat tumbuhan lain untuk berkembang.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Nama latin pohon trembesi ini adalah Samanea Saman (Rain Tree). Pohon ini aslinya hidup di Amerika Selatan dan sekarang secara natural juga hidup dalam cuaca tropis. Secara natural bisa mencapai pertumbuhan sampai ketinggian 25 meter dan diameter 30 meter.

Disebut Pohon Hujan (Rain Tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Rerumputan juga berwarna lebih hijau dibawah pohon hujan dibandingkan dengan rumput disekelilingnya.

Pohon ini memang diperuntukkan bagi ruang publik yang sangat luas seperti taman atau taman, halaman sekolah ataupun pekarangan rumah yang mempunyai area tanah yang sangat luas.

Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya. Dinegara asalnya pohon ini dipergunakan sebagai pohon penyejuk di perkebunan maupun taman.

Selain kelebihan diatas ternyata pohon trembesi juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon biasa. Pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondiokasida setiap tahunnya. (diamaeter tajuk 15 meter). Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan kosentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.

Mungkin karena kemampuan menyerap CO2 inilah maka pemerintah meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 dengan trembesi sebagai pohon utama untuk ditanam.

Ciri-Ciri Umum[sunting | sunting sumber]

Ciri Pohon[sunting | sunting sumber]

Albizia Saman dapat mencapai ketinggian rata-rata 30 – 40 m, lingkar pohon sekitar 4,5 m dan mahkota pohon mencapai 40 – 60 m. Bentuk batangnya tidak beraturan kadang bengkok, menggelembung besar. Daunnya majemuk mempunyai panjang tangkai sekitar 7–15 cm.[5]. Sedangkan pada pohon yang sudah tua berwarna kecokelatan dan permukaan kulit sangat kasar dan terkelupas.

Ciri Daun[sunting | sunting sumber]

Daunnya melipat pada cuaca hujan dan di malam hari, sehingga pohon ini juga di namakan Pohon pukul 5. Kulit pohon hujan ini berwarna abu-abu kecokelatan pada pohon muda yang masih halus. Sedangkan lebar daunnya sekitar 4–5 cm berwarna hijau tua, pada permukaan daun bagian bawah memiliki beludru, kalau di pegang terasa lembut.

Ciri Bunga[sunting | sunting sumber]

Pohon hujan berbunga pada bulan Mei dan Juni. Bunga berwarna putih dan bercak merah muda pada bagian bulu atasnya. Panjang bunga mencapai 10 cm dari pangkala bunga hingga ujung bulu bunga. Tabung mahkota berukuran 3,7 cm dan memiliki kurang lebih 20-30 benang sari yang panjangnya sekitar 3–5 cm. Bunga menghasilkan nektar untuk menarik serangga guna berlangsungya penyerbukan.

Ciri Buah[sunting | sunting sumber]

Buah pohon hujan bentuknya panjang lurus agak melengkung, mempunyai panjang sekitar 10–20 cm, mempunyai lebar 1,5 – 2 cm dan tebal sekitar 0,6 cm. Buahnya berwarna cokelat kehitam-hitaman ketika buah tersebut masak. Bijinya tertanam dalam daging berwarna cokelat kemerahan sangat lengket dan manis berisi sekitar 5 - 25 biji dengan panjang 1,3 cm.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata trembesi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-30. 
  2. ^ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kayu ambon pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-30. 
  3. ^ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata munggur pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-30. 
  4. ^ "Samanea saman (Jacq.) Merr". Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 2010-02-03. 
  5. ^ "A tree species reference and selection guide". Diakses tanggal 2010-07-17.