Jungutan, Bebandem, Karangasem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°25′58″S 115°32′13″E / 8.432674°S 115.536850°E / -8.432674; 115.536850

Jungutan
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenKarangasem
KecamatanBebandem
Kodepos
80861
Kode Kemendagri51.07.06.2005 Edit the value on Wikidata
Luas19,36 km²[1]
Jumlah penduduk7.559 jiwa (2016)[1]
6.809 jiwa (2010)[2]
Kepadatan351 jiwa/km²(2010)
Jumlah KK1.984 KK[3]

Desa Jungutan merupakan salah satu dari dari Desa yang terletak di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.[4]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa Jungutan memiliki luas wilayah 1.936,00 Ha. Kondisi geografis dari desa ini yaitu ketinggian tanah dari permukaan laut 550m, banyak curah hujannya 2.907mm, dan suhu udara rata-ratanya 25C. Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan cukup dekat, hanya berjarak 3 km, dan jarak dari pemerintahan kabupaten yaitu 14 km, namun cukup jauh dari ibu kota provinsi Denpasar, yaitu 89 km.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah sebagai berikut:

Utara Gunung Agung
Timur Desa Bebandem, Budakeling, dan Bhuana Giri.
Selatan Sungai Buhu, Desa Sibetan, dan Desa Macang
Barat Desa Duda Utara, Kecamatan Selat

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa Bebandem sampai dengan tahun 2016 terbagi dalam 1.984 KK terdiri dari 3.702 Laki-laki dan 3.857 Perempuan dengan sex ratio 96.[1] Tidak ada warga negara asing yang menetap di Desa Jungutan dan semua beragama Hindu. Lulusan pendidikan umum masyarakat desa Jungutan paling banyak adalah hanya sampai sekolah dasar yaitu sebanyak 2.075 orang, sedangkan untuk SMP 909 orang, SMA 540 orang, dan yang mampu bersekolah di Perguruan Tinggi hanya beberapa saja, untuk D1 sebanyak 7 orang, D2 sebanyak 22 orang, D3 sebanyak 24 orang, dan sarjana S1-S3 hanya 54 orang.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Mayoritas mata pencaharian dari penduduk desa jungutan adalah sebagai Tani yaitu sebanyak 5.614 orang, selain itu ada juga yang menjadi karyawan, pedagang, pertukangan, pemberi jasa, sopir, guru, pegawai negeri, POLRI, perawat, dan 3 orang pensiunan. Untuk pengairan, desa Jungutan memiliki 11 buah saluran irigasi, 15 buah gorong-gorong. Untuk hasil pertanian terbanyak adalah padi, yaitu sebanyak 56 ton, untuk 80 ha. Kemudian ketela pohon sebanyak 14,16 ton untuk 35 ha. Dan selanjutnya jagung, ketela rambat, dan kacang tanah. Undis dan talas merupakan sayuran yang dihasilkan di desa ini, yaitu sebanyak 6 ton dalam 6 ha. Ada banyak buah-buahan juga yang dihasilkan desa ini, yaitu: pisang, pepaya, jeruk, mangga, durian, duku, rambutan, salak, belimbing, alpokat, dan lain-lain. Di desa jungutan ini juga terdapat kolam ikan seluas 0,5 Ha yang menghasilkan 1.500 ton ikan sepanjang bulan ini. Kemudian ayam kampung merupakan yang terbanyak dari pertenakan desa jungutan yaitu sebanyak 25.950 ekor, ada juga sapi sebanyak 6.463 ekor, babi sebanyak 1.085, itik dan kambing.

Pertambangan bahan galian dari desa jungutan yang terbanyak adalah pasir yaitu sebanyak 12.960 m3, kemudian batu bangunan 4.320 m3, dan batu kali sebanyak 4.220 m3.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kecamatan Bebandem dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2017. Diakses tanggal 16 Desember 2018. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 1385. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ Prodeskel Binapemdes Kemendagri
  4. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]