Granodiorit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Granodiorit
Granodiorite fine-grained.jpg
Sampel granodiorit dari prancis
Mineral utama: Plagioklas, Kuarsa
Mineral sekunder: Natrium, kalsium
Jenis batuan: Batuan beku intrusif
Diagram QAPF untuk klasifikasi batuan plutonik
Susunan mineral batuan beku
Gambar mikro sayatan tipis granodiorit dari Slowakia (menggunakan cahaya polarisasi silang)

Granodiorit adalah batuan beku intrusif dengan tekstur faneritik yang mirip dengan granit, namun mengandung lebih banyak plagioklas felspar daripada ortoklas felspar. Menurut diagram QAPF, granodiorit memiliki volume kuarsa lebih besar dari 20%, dan  65%-90% felsparnya merupakan plagioklas. Plagioklas dengan jumlah yang lebih besar dapat membuat batuan ini menjadi tonalit

Granodiorit berkomposisi felsik hingga intermediet. Batuan ekstrusif yang ekuivalen dengannya adalah dasit. Granodiorit mengandung sejumlah besar Natrium (Na) dan kalsium (ca) yang  kaya plagioklas, K-felspar, kuarsa, dan sejumlah kecil mika muskovit juga mineral-mineral lebih terang lainnya. Biotit dan amfibol dalam bentuk hornblende juga lebih melimpah di granodiorit daripada granit, sehingga dapat dengan mudah dibedakan karena granodiorit menjadi lebih gelap. Mika pada granodiorit dapat hadir dalam bentuk kristal-kristal heksagonal, dan hornblende dapat hadir dalam bentuk kristal-kristal seperti jarum. Sejumlah kecil mineral-mineral oksida seperti magnetit, ilmenit, dan ulvospinel dapat hadir begitu juga mineral-mineral sulfida.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya, Kerak benua bagian atas mengandng komposisi granodiorit yang merata.

Granodiorit dibentuk oleh intrusi magma kaya silika, yang mendingin dalam bentuk batolit dan stok dibawah permukaan bumi. Batolit dan stok dapat tersingkap di permukaan akibat pengangkatan dan erosi yang terjadi.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama granodiorit berasal dari dua batuan dimana granodiorit memiliki sifat di tengah-tengahnya sebagai intermediet: granit dan diorit. Akar kata gran berasal dari bahasa latin granum untuk "butir" (grain, turunan bahasa inggrisnya). Diorit dinamakan berdasarkan kontras warna pada batuan.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Granodiorit paling sering digunakan sebagai bahan untuk membangun jalan raya. Granodiorit juga digunakan untuk material konstruksi, terutama untuk muka bangunan, trotoar, dan batuan ornamen. Batu rosetta dibuat dari granodiorit.[1]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]