Felsik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Dalam geologi, felsik mengacu batuan beku yang relatif kaya akan unsur yang membentuk feldspar dan kuarsa.[1]Hal ini kontras dengan batuan mafik, yang relatif lebih kaya akan magnesium dan besi (ferik). Felsik mengacu pada batuan yang kaya akan mineral silikat, magma, dan batuan lainnya yang diperkaya dengan unsur-unsur yang lebih terang seperti silikon, oksigen, aluminium, Natrium, dan kalium.

Batuan - batuan tersebut biasanya berwarna terang dan memiliki berat jenis yang kurang dari 3. Batuan felsik paling umum adalah granit. Mineral felsik umum adalah termasuk kuarsa, muskovit, ortoklas, dan feldspar plagioklas kaya natrium. Dalam hal kimia, mineral dan batuan felsik berada di ujung lain dari spektrum unsur mineral dan batuan mafik.

Terminologi[sunting | sunting sumber]

Dalam terminologi modern, istilah batuan beku asam sering digunakan, yang mengacu pada batuan vulkanik dengan konten silika yang tinggi (memiliki berat SiO2 lebih dari 63% ) seperti riolit.

Dahulu istilah tersebut digunakan secara lebih luas dalam literatur geologi yang lebih tua. Namun istilah ini telah dianggap kuno sekarang, karena istilah "asam" dan "batuan basa" didasarkan pada ide yang salah, yang berasal dari abad ke-19, dimana asam silikat adalah bentuk utama silikon yang terbentuk di batuan.

Istilah "felsic" didapatkan dengan menggabungkan kata "feldspar" dan "silika". Kesamaan istilah felsic ini dengan istilah dari Jerman dimana Fels, yang berarti "batuan", dan felsig, yang berarti "berbatu", adalah murni kebetulan, karena istilah feldspar sendiri adalah pinjaman dari istilah Jerman Feldspat, yang merupakan istilah lain dari Feld (field), yang berarti "lapangan". [2]

Klasifikasi batuan felsik[sunting | sunting sumber]

Fragmen vulkanik litik felsik, dilihat dari mikroskop petrografi. Skala kotak dalam milimeter.

Agar batuan dapat diklasifikasikan sebagai felsik, umumnya perlu mengandung lebih dari 75% mineral felsik; yaitu kuarsa, ortoklas dan plagioklas. Batuan dengan lebih dari 90% mineral felsic juga dapat disebut leukokratic, yang berarti 'Berwarna terang'.

Felsit adalah istilah bidang petrologi yang digunakan untuk merujuk kepada batuan vulkanik yang sangat halus atau afanitik yang berwarna terang, yang kemudian di klasifikasi kembali setelah analisis mikroskopis atau kimia yang lebih rinci.

Dalam beberapa kasus, batuan vulkanik felsik mungkin berisi fenokris mineral mafik, biasanya hornblende, piroksen atau mineral feldspar, dan mungkin perlu dinamai berdasarkan nama mineral fenokris mereka, seperti 'felsite hornblende-bearing'.

Nama kimia dari batuan felsik diberikan sesuai dengan klasifikasi TAS dari Le Maitre (1975). Namun, ini hanya berlaku untuk batuan vulkanik. Jika batuan ketika dianalisis dan ditemukan felsik tetapi merupakan batuan metamorf dan tidak memiliki protolith vulkanik yang pasti, mungkin cukup untuk hanya menyebutnya dengan 'sekis felsik '.

Untuk batuan felsik faneritik, diagram QAPF harus digunakan, dan nama yang diberikan harus sesuai dengan nomenklatur granit. Seringkali spesies mineral mafik dimasukan dalam nama, misalnya, granit bantalan-hornblende (hornblende-bearing granite), tonalit piroksen atau augit megakristik monzonit, karena istilah "granit" sudah dianggap mengandung felspar dan kuarsa.

Terakhir, tekstur batuan juga menentukan nama dasar dari batuan felsik

Granit dari jarak dekat di Taman Nasional Yosemit.
Spesimen riolit.
Tekstur batuan Nama batuan felsik
Pegmatitik Granit pegmatit
Faneritik (butir kasar) Granit
Butir kasar dan porfiritik Granit porfiri
Afanitik (butir halus) Riolit
Butir halus dan porfiritik Riolit porfiri
Piroklastik Tuf riolitik atau breksi riolitik
Vesicula Pumis
Amigdaloidal Tidak ada
Kaca (glassy) Obsidian

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Marshak, Stephen, 2009, Essentials of Geology, W. W. Norton & Company, 3rd ed.
  2. ^ Harper, Douglas. "feldspar". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 2008-02-08. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Le Maitre, L. E., ed. 2002. Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms 2nd edition, Cambridge