Françafrique

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Nicolas Sarkozy bertemu Omar Bongo di Gabon (2007)
  Negara Afrika yang biasa dianggap Francophone. Jumlah penduduknya mencapai 363 juta jiwa pada tahun 2013.[1] Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 785 juta[2] sampai 814 juta[1] pada tahun 2050.
Bahasa Perancis adalah bahasa yang paling cepat berkembang di Afrika (bahasa resmi atau asing).[3][4]
  Negara Afrika yang kadang dianggap Francophone
  Negara non-Francophone namun merupakan anggota atau pemantau OIF

Françafrique (pengucapan bahasa Perancis: [fʁɑ̃safʁik]) adalah hubungan Perancis dengan bekas koloninya di Afrika.[5] Istilah ini pertama kali digunakan secara positif oleh Presiden Félix Houphouët-Boigny dari Côte d'Ivoire, tetapi sekarang kadang digunakan untuk mengecam hubungan "neokolonial" antara Perancis dengan bekas koloninya. Lingkup pengaruh "Françafrique" sudah ada sejak zaman kolonisasi dan bergantung pada jaringan resmi dan bawah tanah. Sejak negara-negara Afrika merdeka tahun 1960, Perancis melakukan intervensi militer sebanyak 30 kali di Afrika.[6] Fenomena ini terjadi di bekas koloni Perancis seperti Republik Kongo dan negara-negara penutur bahasa Perancis lain seperti Burundi dan Rwanda; fenomena ini juga dapat dijumpai di negara yang bukan penutur bahasa Perancis seperti Guinea Khatulistiwa. Perancis memiliki pangkalan militer di Gabon,[7] Senegal,[8] Djibouti,[9] Mayotte, dan Réunion.[10] Angkatan Darat Perancis diterjunkan di Mali,[11] Chad,[12] Republik Afrika Tengah,[13] Somalia,[14] dan Pantai Gading.[15] Dari sudut pandang kritis, istilah "Françafrique" sering digunakan di media masa kini[16] untuk menjelaskan hubungan ekonomi dan diplomatik yang rumit antara Perancis dengan bekas koloninya yang kadang dipandang sebagai negara boneka. Sejumlah pengamat mempertanyakan apakah "Françafrique" masih ada[17][18] atau tidak di era pemerintahan Nicolas Sarkozy.[19] Sejak 2012, banyak pengamat yang membahas "kembalinya Françafrique" pada masa pemerintahan François Hollande.[20][21] Pada 14 Juli 2013, tentara dari 13 negara Afrika melakukan pawai bersama militer Perancis pada parade Hari Bastille di Paris untuk pertama kalinya sejak tentara kolonial Perancis dibubarkan.[22]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  • Omar Bongo, mantan Presiden Gabon: "Gabon tanpa Perancis bagaikan mobil tanpa pengemudi. Perancis tanpa Gabon bagaikan mobil tanpa bahan bakar..." (18 September 1996) dalam wawancara untuk koran Libération
  • François Mitterrand, Menteri Dalam Negeri Perancis: "Tanpa Afrika, Perancis tidak akan ada dalam sejarah abad ke-21" (1957)
  • Jacques Godfrain, mantan Menteri Luar Negeri Perancis: "Sebuah negara kecil [Perancis], dengan kekuatan yang kecil, kita dapat mengguncang sebuah planet karena ... hubungan [kita] dengan 15 atau 20 negara Afrika."

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Dokumenter:

Film:

  • FRANÇAFRIQUE, karya Patrick Benquet, (2010)
  • Le Professionnel, karya Georges Lautner (1981)
  • Fratricide in Burkina:Thomas Sankara and French Africa, karya Didier Mauro dan Thuy-Tiën Ho (2008)

Musik:

Literatur:

  • Mme Bâ, novel karya Erik Orsenna (2003)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Population Reference Bureau. "2013 World Population Data Sheet" (PDF). Diakses tanggal 12 September 2013. 
  2. ^ United Nations. "World Population Prospects: The 2012 Revision" (XLS). Diakses tanggal 12 September 2013. 
  3. ^ "Agora: La francophonie de demain". Diakses tanggal 13 June 2011. 
  4. ^ "Bulletin de liaison du réseau démographie" (PDF). Diakses tanggal 14 June 2011. 
  5. ^ Steven Erlanger (September 12, 2011). "Rwandan Leader, in Paris, Seeks to Ease Tensions". The New York Times. 
  6. ^ RFI -14 July 2010 – Olivier Fourt – 1960–2010, 50 ans d’interventions militaires françaises en Afrique
  7. ^ French Ministry of Defence – Les Forces françaises au Gabon
  8. ^ French Ministry of Defence – Les Éléments français au Sénégal
  9. ^ French Ministry of Defence – Les forces françaises stationnées à Djibouti
  10. ^ French Ministry of Defence – Les Forces armées en zone sud de l'Océan Indien
  11. ^ French Ministry of Defence – Mali
  12. ^ French Ministry of Defence – Les éléments français au Tchad (EFT)
  13. ^ French Ministry of Defence – Les forces françaises en République Centrafricaine
  14. ^ French Ministry of Defence – Opération EU NAVFOR Somalie / Atalante – Lutte contre la piraterie
  15. ^ French Ministry of Defence – Les forces françaises en Côte d'Ivoire
  16. ^ oleh Le Monde, Libération atau L'Express
  17. ^ Samuël Foutoyet, Nicolas Sarkozy ou la Françafrique décomplexée, Tribord, 2009, p. 11 (French)
  18. ^ 50 years later, Françafrique is alive and well – Christophe Boisbouvier – 16 February 2010 – RFI English
  19. ^ Reconnaissons que l'Elysée rompt avec la « Françafrique », article by Venance Konan, Le Monde, 16 avril 2011 (French)
  20. ^ The New York Times – The Return of Françafrique – PIERRE HASKI – 21 July 2013
  21. ^ Al Jazeera – Ending 'Francafrique' – 12 March 2013
  22. ^ France24 - African troops march with French for Bastille Day - 14 July 2013

Pranala luar[sunting | sunting sumber]