Foxtrot Six

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Foxtrot Six
Foxtrot Six Poster.jpg
SutradaraRandy Korompis
ProduserMario Kassar
Randy Korompis
Guillaume Catala
Henry Djunaedi
Wanyi Hindrawan Pratiknyo
Andreas Ian Tika
PenulisRandy Korompis
MusikRob Powers
SinematografiIcal Tanjung
PenyuntingDenny R. Rihardie
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
Bendera Indonesia 21 Februari 2019
NegaraBendera Indonesia Indonesia
BahasaBahasa Inggris[1]
AnggaranRp 70 Miliar [2]

Foxtrot Six adalah film laga fiksi ilmiah Indonesia yang diputar perdana pada 21 Februari 2019. Film ini bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai politik yang korup dan jahat.[3] Film ini di sutradarai oleh Randy Korompis sebagai debut penyutradaraannya, dan diproduseri bersama Mario Kassar, produser veteran film Hollywood yang dikenal lewat film seperti Terminator 2: Judgment Day, dan Manoj Punjabi dibawah naungan rumah produksi MD Entertainment dan Rapid Eye Pictures. Penggarapan film ini menghabiskan anggaran hingga Rp 70 Miliar yang terbilang terbesar untuk film aksi laga Indonesia kala dirilis. Film ini dibintangi oleh artis papan atas Indonesia seperti Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Arifin Putra dan Rio Dewanto. Bahasa yang digunakan dalam dialog film ini menggunakan bahasa Inggris untuk dipasarkan di pasar internasional. [2] Koreografer aksi laga perkelahian dalam film ini ditangani oleh tim koreografi laga 'Uwais Team' milik Iko Uwais.[4]


Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Di masa depan distopia futuristik yang tidak jauh, perubahan iklim global telah membuat ekonomi dunia kacau. Hampir seluruh negara di Bumi mengalami kekacauan, tidak hanya negara-negara Eropa dan Amerika, Indonesia pun terkena imbasnya. Kekacauan ekonomi tersebut membuat bahan pangan semakin susah didapatkan karena harga yang tinggi dan makanan dianggap sebagai komoditas yang sangat berharga. Adanya krisis ini menyebabkan maraknya kriminal dan gerakan pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Barona (Willem Bevers) dari golongan rakyat kecil. Parlemen dan Presiden Indonesia ada dalam cengkeraman partai politik korup dan jahat bernama Piranas yang membuat keadaan makin tidak terkendali. Piranas lewat elite-elite oligarkisnya berusaha memanfaatkan keadaan global yang sedang memanas dan kacau tersebut demi keuntungan politik mereka dan memonopoli distribusi pangan di Indonesia.

Seorang eks pasukan komando marinir bernama Angga Saputra (Oka Antara) yang kini juga menjadi anggota parlemen di Piranas ditugaskan untuk menjaga moral dan kepatuhan rakyat Indonesia. Karena pengalaman militernya, Angga ditugaskan Piranas untuk menyusup ke kelompok pemberontak bawah tanah yang menjuluki diri mereka sebagai Reform. Saat bertugas, Angga tiba-tiba disergap dan ditawan oleh kelompok Reform. Ketika ditawan, Angga bertemu kembali dengan Sari Nirmala (Julie Estelle), tunangannya yang dikiranya sudah meninggal namun kini tergabung dalam Reform. Angga akhirnya mengetahui bahwa Piranas telah membohongi dan memanipulasi rakyat lewat cara-cara kotor, mengekspor bahan makanan ke luar negeri demi keuntungan sepihak dan mengorbankan kesejahteraan rakyat. Ketika markas Reform diserbu tentara bayaran Piranas yang dipimpin pembunuh misterius yang berteknologi tinggi (Godfred Orindeod), Angga memilih untuk melarikan diri dan menyelamatkan Sari beserta orang-orang lainnya. Kini diburu oleh tentara bayaran Piranas sebagai pengkhianat, Angga kembali menjalin hubungan dengan Sari dan mengetahui bahwa ternyata Angga mempunyai seorang putri dari Sari. Demi melindungi Sari dan putrinya, Angga mengumpulkan empat mantan rekan tim komando lamanya yaitu Oggi (Verdi Solaiman), Bara (Rio Dewanto), Ethan (Mike Lewis), Tino (Arifin Putra), ditambah seorang pemburu misterius bernama Spec (Chicco Jerikho). Mereka berenam bekerja sama untuk membongkar rencana jahat kelompok Piranas yang berusaha mengendalikan rakyat Indonesia dengan kemiskinan dan kelaparan.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Proyek Foxtrot Six sudah dimulai pada 2015. Namun, proses syuting baru dilakukan pada 2017.[3] Foxtrot Six ini merupakan film laga Indonesia pertama yang didukung teknologi pencitraan hasil komputer (CGI) penuh. Penggunaan CGI ini diharapkan bisa memberi hasil visual yang menarik. Tak tanggung tanggung, visual efek dan CGI untuk film ini ditangani atau dikerjakan langsung oleh Andrew Juano yang sukses dengan beberapa film seperti The Walking Dead serta Life of Pi.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Andi Muttya Keteng Pangerang (9 Agustus 2018). Ati Kamil, ed. "Meski Dibintangi Artis-artis peran Indonesia, Film Foxtrot Six Berbahasa Inggris". kompas.com. Diakses tanggal 16 Januari 2019. 
  2. ^ a b Oktaviani Wahyu Widayanti (25 Desember 2019). Miftah, ed. "Sinopsis Film Foxtrot Six di Movievaganza Trans 7 Malam Ini, Perjuangan Oka Antara Cs Lawan Piranas". tribunnews.com. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  3. ^ a b Tri Susanto Setiawan (24 September 2018). Ati Kamil, ed. "Enam Karakter dan Pemain Utama Film Foxtrot Six Diumumkan". kompas.com. Diakses tanggal 16 Januari 2019. 
  4. ^ Andi Muttya Keteng Pangerang (23 Oktober 2018). Ati Kamil, ed. "Rio Dewanto Ditempa Tim Iko Uwais untuk Film Foxtrot Six". kompas.com. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  5. ^ Thomas Manggala (6 Desember 2018). "Foxtrot Six, Film Action Indonesia Rasa Hollywood". sindonews.com. Diakses tanggal 16 Januari 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]