Eurasianisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Proyeksi ortografi Rusia Raya/Eurasia dan "dekat luar negeri" Merah gelap dan marun: Uni Soviet, 1945
(Marun untuk wilayah Soviet yang tidak pernah masuk Kekaisaran Rusia: Tuva dekat Mongolia, Konigsberg menjadi enklave Kaliningrad, dan Zakarpattia, Lviv, Stanislav, dan Ternopil di Ukraina barat) Merah tua: Wilayah tambahan dari Kekaisaran Rusia (Finlandia dan Kongres Finlandia) Merah (RGB): Luas Soviet "dekat luar negeri", 1955 (Pakta Warsawa, Mongolia, dan Korea Utara) Merah muda: Luas lingkup pengaruh Kekaisaran Rusia setelah pembelian Alaska, 1867

Eurasianisme (bahasa Rusia: Евразийство, Yevraziystvo) adalah gerakan politik di Rusia yang bermula dari komunitas émigré Rusia dan berfokus pada konsep geopolitik Eurasia.

Rusia Raya[sunting | sunting sumber]

Perkembangan Rusia, 1613–1914

Gerakan ini kadang disebut Rusia Raya dan disebut-sebut sebagai aspirasi politik dari kelompok nasionalis dan iredentis pan-Rusia yang ingin merebut kembali sebagian atau seluruh wilayah republik bekas Uni Soviet & Kekaisaran Rusia dan menyatukannya ke dalam satu negara Rusia. Alexander Rutskoy, Wakil Presiden Rusia tahun 1991–1993, membuat klaim wilayah iredentis di Narva, Estonia; Krimea, Ukraina; Ust-Kamenogorsk, Kazakhstan; dan daerah lainnya.[1] Ide Rusia Raya masih hangat dalam perpolitikan Rusia, karena perluasan negara Rusia hingga Belarus dan aspirasi politik nasionalis Rusia di Moldova dna Ukraina masih menjadi topik penting di Rusia.[2] Sebelum perang pecah antara Rusia dan Georgia tahun 2008, Aleksandr Dugin mengunjungi Ossetia Selatan dan membuat prediksi bahwa, "Tentara-tentara kami akan menduduki ibu kota Georgia, Tbilisi, seluruh negara [Georgia], dan mungkin Ukraina dan Semenanjung Krimea yang dulu pernah menjadi bagian dari Rusia."[3] Presiden Ossetia Eduard Kokoity adalah seorang Eurasianis dan berpendapat bahwa Ossetia Selatan tidak pernah keluar dari Kekaisaran Rusia dan seharusnya bergabung dengan Rusia.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]



Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Chapman, Thomas; Roeder, Philip G. (November 2007). "Partition as a Solution to Wars of Nationalism: The Importance of Institutions". American Political Science Review. 101 (4): 680. doi:10.1017/s0003055407070438. 
  2. ^ Pirchner, Herman (2005). Reviving Greater Russia?: The Future of Russia's Borders with Belarus, Georgia, Kazakhstan, Moldova and Ukraine. University Press of America. ISBN 0-7618-3200-9. 
  3. ^ "Road to War in Georgia: The Chronicle of a Caucasian Tragedy", Spiegel, August 25, 2008.
  4. ^ Neo-Eurasianist Aleksandr Dugin on the Russia-Georgia Conflict, CACI Analyst, September 3, 2008.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]