Ernst Reuter

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ernst Rudolf Johannes Reuter (29 Juli 188929 September 1953) adalah wali kota Berlin Barat dari 1948 sampai 1953, selama Perang Dingin.

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Ia dilahirkan di Apenrade, sekarang disebut Aabenraa, Denmark. Reuter belajar di universitas di Münster dan Marburg di mana ia tamat pada 1912 dan lulus ujian guru. Pada tahun yang sama ia menjadi anggota Sozialdemokratische Partei Deutschlands (SPD).

Selama Perang Dunia I, Reuter terluka dan ditangkap oleh Rusia. Selama ditawan ia belajar bahasa Rusia dan bergabung dengan kaum bolshevik. Pada 1917, Lenin mengirimnya ke Saratov di Volga German Autonomous Soviet Socialist Republic yang akan didirikan sebagai “People's Commissar”.

Republik Weimar[sunting | sunting sumber]

Sekembalinya ke Jerman, Reuter bergabung dengan Kommunistische Partei Deutschlands (KPD) dan diangkat sebagai First Secretary di Berlin. Ia menganut posisi sayap kiri di partai tersebut, mendukung pemberontakan terbuka pada Maret 1921 di Jerman tengah dan menentang pemimpin partai Paul Levi. Walaupun Reuter adalah favorit Lenin, ia didepak dari partai pada 1922. Ia langsung pindah ke Unabhängige Sozialdemokratische Partei Deutschlands (USPD), dan kemudian kembali ke SPD.

Pada 1926, ia menjadi pegawai negeri di Berlin dan diserahi tanggungjawab bidang transportasi. Salah satu pencapaiannya adalah pendirian Berliner Verkehrsbetriebe (BVG), tiket transportasi umum terpadu, dan perpanjangan dari sistem kereta bawah tanah Berlin.

Dari 1931 sampai 1933 Reuter adalah wali kota Magdeburg, di mana ia berjuang melawan kurangnya sarana perumahan dan pekerjaan karena krisis ekonomi. Ia juga dipilih sebagai anggota Reichstag. Pada 1933, dengan partai Nazi berkuasa, ia dipaksa mengundurkan diri dan dikirim ke kamp konsentrasi di Lichtenburg dekat Torgau. Setelah dibebaskan, ia mengungsi ke Turki dan tinggal di sana sampai akhir Perang Dunia II. Di Ankara ia mengajar perencanaan kota.

Berlin setelah perang[sunting | sunting sumber]

Setelah akhir perang, Reuter kembali ke Berlin, dan dipilih pada 1946 sebagai anggota Magistrat di mana ia bertanggung jawab mengenai transportasi. Pada 1947 ia dipilih sebagai Oberbürgermeister Berlin namun, karena Perang Dingin, tidak disetujui oleh pemerintah Soviet.

Keempat sektor Berlin, 1948

Selama Blokade Berlin oleh Soviet (1948/49), bagian barat kota tersebut ditunjang oleh Berliner Luftbrücke yang dimulai oleh American Military Governor, Lucius D. Clay. Menanggapi ancaman ini, warga kota di sektor barat bergabung. Ernst Reuter menjadi juru bicara dan pemimpin mereka, lambang "Berlin yang bebas". Pidato Reuter di depan gedung Reichstag yang terbakar pada 9 September 1948 di depan 300.000 orang, di mana ia meminta agar dunia tidak melupakan Berlin, sangat berkesan. Dalam pemilihan di Berlin bagian barat dua bulan kemudian, SPD meraih kemenangan 64,5% berkat kepopuleran Reuter. Ini adalah rekor kemenangan terbesar dalam pemilihan umum bebas di Jerman. Sebagai wali kota ia membentuk koalisi besar dengan kedua partai besar lainnya untuk menunjukkan bahwa Berlin Barat bersatu.

Ketika Undang-Undang Dasar Berlin berlaku di Berlin Barat, Reuter dipilih kembali pada 18 Januari 1951 menjadi Regierender Bürgermeister Berlin. Ia menjabat sampai akhir hayatnya.

Di bawah pemerintahannya, Freie Universität Berlin didirikan, karena Humboldt-Universität zu Berlin yang sebelumnya menjadi perguruan tinggi tradisional terletak di sektor Soviet. Pada 1953, Reuter mendirikan "Bürgermeister-Reuter-Stiftung" (Yayasan Wali kota Reuter) untuk membantu kaum pengungsi yang datang ke Berlin Barat.

Beberapa minggu setelah kerusuhan 1953 di Jerman Timur, Reuter meninggal secara tiba-tiba karena serangan jantung di Berlin pada usia 64. Pemakamannya dihadiri lebih dari 1 juta orang. Makamnya adalah di Waldfriedhof di Berlin-Dahlem.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Ernst Reuter menikah pada 1920 dengan istrinya Hanna, mereka dikaruniai dua anak. Anak laki-lakinya, Edzard, menjadi CEO Daimler-Benz.