Enuma Elis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dewa Marduk, tokoh utama dalam cerita Enuma Elis

Enuma Elis adalah salah satu mitos penciptaan yang berasal dari Babilonia.[1][2] Ini ditemukan oleh Austen Henry Layard pada tahun 1849 (dalam bentuk terpisah-pisah) di Perpustakaan Ashurbanipal di Niniwe (Mosul, Irak). Dalam bahasa Inggris Enuma Elis diterjemahkan oleh George Smith ke dalam sebuah buku yang diberi judul The Chaldean Account of Genesis pada tahun 1876.[1]

Enuma Elis memiliki sekitar seribu baris dan dicatat dalam Bahasa Akkadia pada tujuh tablet tanah liat, masing-masing memiliki antara 115 dan 170 baris teks. Sebagian besar dari Tablet V tidak pernah pulih, ada kekosongan dalam manuskrip namun secara keseluruhan teks selesai. Salinan duplikat dari Tablet V telah ditemukan di Sultantepe, Huzirina kuno, dekat kota modern Şanlıurfa di Turki.

Epik ini adalah salah satu sumber yang paling penting untuk memahami pandangan dunia Babel, berpusat pada supremasi Marduk dan penciptaan manusia untuk pelayanan para dewa. Tujuan utamanya asli, bagaimanapun, tidak sebuah eksposisi teologi atau Theogony tetapi elevasi Marduk, kepala dewa Babel, di atas dewa-dewa Mesopotamia lainnya.

Enuma Elis ada dalam berbagai salinan dari Babel dan Asyur. Versi dari tanggal perpustakaan Ashurbanipal terhadap abad ke-7 SM. Komposisi teks mungkin ada pada tanggal di Zaman Perunggu, dengan waktu Hammurabi atau mungkin awal era Kassite (kira-kira 18 sampai 16 abad SM), meskipun beberapa peneliti kemudian mendukung pada tahun 1100 SM.[3]

Hubungan dengan Alkitab[sunting | sunting sumber]

George Smith membandingkan enuma elis dengan Kejadian pasal 1 dan 2 yang rupanya memiliki banyak persamaan.[1] Berdasarkan penelitian beberapa ahli yang telah membandingkan urutan cerita tentang penciptaan yang ada dalam Enuma Elis dan Kitab Kejadian, terdapat sejumlah persamaan yang berhasil ditemukan.[1] Misalnya, keduanya sama-sama memberikan laporan mengenai penciptaan langit dan bumi sebelum diciptakaannya tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia.[1] Selain itu, persamaan lainnya adalah diciptakaannya terang sebelum ada sumber-sumber terang.[1] Akan tetapi, tetap saja ada perbedaan mencolok antara keduanya yakni dalam Enuma Elis, dewa Marduk ditampilkan sangat menonjol dan penciptaan seperti hanya tambahan saja.[1][2] Sementara dalam Kitab Kejadian, penciptaan menjadi tema yang begitu penting.[1] Namun demikian, persamaan-persamaan tersebut tidak dapat membuktikan begitu saja bahwa cerita penciptaan dalam Kitab Kejadian bersumber pada Enuma Elis begitu juga sebaliknya.[1]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i {id} David L.Baker, John J.Bimson. 2004. Mari Mengenal Arkeologi Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 66-67.
  2. ^ a b {id} Surip Stanislaus. 2004. Harmoni Kehidupan. Yogyakarta:Kanisius. Hlm. 25.
  3. ^ Bernard Frank Batto, Slaying the dragon: mythmaking in the biblical tradition, Westminster John Knox Press, 1992, ISBN 978-0-664-25353-0, p. 35.