Dingir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dingir (biasanya dialihaksarakan diĝir, dilafalkan /diŋir/) adalah suatu tanda kuneiform, yang umumnya digunakan untuk menandakan "dewa" meskipun ada makna-makna terkait lainnya. Sebagai suatu determinatif, tampaknya tidak dibaca keras, dan secara konvensional dialihaksarakan sebagai superskrip "D" misalnya pada DInanna. Secara generik, dingir dapat diterjemahkan "dewa" atau "dewi".[1]

Tanda kuneiform Sumeria (DIĜIR, Cuneiform sumer dingir.jpg 𒀭)[2] sendiri melambangkan kata Sumeria an ("langit" atau "angkasa"),[3] ideogram untuk An atau kata diĝir ("dewa"), dewa utama dewa-dewa Sumeria. Dalam kuneiform Asyur, (AN, DIĜIR, B010ellst.png) dapat merupakan suatu ideogram untuk "ilah" (ilum) atau silabogram untuk an, atau ìl-. Dalam ortografi Hittit, nilai suku kata tanda ini lagi-lagi adalah an.

Tanda kuneiform[sunting | sunting sumber]

Sumeria[sunting | sunting sumber]

Bentuk tanda "dingir" pada Zaman Perunggu Pertengahan

Tanda Sumeria DIĜIR Cuneiform sumer dingir.svg berasal dari ideogram berbentuk bintang yang melambangkan dewa secara umum, atau dewa Sumeria An, bapa utama para dewa. Dingir juga berarti "langit", "angkasa" atau "sorga", sebagai kontras dengan kata ki yang berarti "bumi". Pelafalan emesal kata ini adalah dimer.

Bentuk jamak diĝir adalah diĝir-diĝir, meskipun ada bentuk-bentuk lain. Cuneiform sumer dingir.svgCuneiform sumer dingir.svg

Asyur[sunting | sunting sumber]

Bentuk tanda "dingir" pada Zaman Perunggu Akhir sampai Zaman Besi Tanda aksara Asiria DIĜIR dapat berarti:

  • akar nominal Akkadian nominal stem il- meaning "god" or "goddess", derived acrophonically from the Semitic ʾil-
  • dewa Anum
  • kata Akkadia šamû artinya "langit"
  • sukukata an dan il
  • kata depan yang berarti "pada" atau "ke"
  • suatu determinatif yang menyatakan kata berikutnya adalah nama dewa

Menurut salah satu tafsiran, DINGIR dapat pula merujuk kepada seorang imam meskipun kata-kata Akkadia lain ēnu dan ēntu masing-masing juga diterjemahakan "imam laki-laki" dan "imam perempuan". Misalnya, nin-dingir (perempuan ilahi) berarti imam perempuan yang menerima makanan dalam kuil Enki di kota Eridu.[4]

Pengkodean Digital[sunting | sunting sumber]

Tanda kuneiform ini dikodekan dalam Unicode (pada versi 5.0) dengan nama AN pada U+1202D 𒀭.

See also[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Edzard, 2003
  2. ^ By assyriological convention, capitals identify a cuneiform sign, while the phonemic value of a sign in a given context is given in lower case. See also Sumerogram.
  3. ^ Hayes, 2000
  4. ^ Margaret Whitney Green, Eridu in Sumerian Literature, PhD dissertation, University of Chicago (1975), p. 224.

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Edzard, Dietz Otto (2003). Sumerian Grammar. Handbook of Oriental Studies. 71. Atlanta: Society of Biblical Literature. ISBN 1-58983-252-3. 

Hayes, John L. (2000). A Manual of Sumerian Grammar and Texts. Aids and Research Tools in Ancient Near Eastern Studies (edisi ke-Second revised). Malibu: Undena Publications. ISBN 0-89003-508-1 Invalid ISBN.