Daun Tempuyung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tanaman Tempuyung yang sedang berbunga
Bombus lapidarius - Sonchus arvensis - Keila.jpg

Tempuyung yang mempunyai nama Latin ''Sonchus Arvensis'' merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat.[1] Selain nama Latin, tempuyung juga memilki nama daerah seperti lobak air, lempung jombang, galibug, lampenas, dan rayana.[1] Tanaman ini sering kita temukan di sekitar kita karena dapat tumbuh di antara puing-puing bangunan, tembok, ataupun pinggir jalan.[1]

Tempuyung termasuk dalam suku Asteraceae yang tumbuh di ketinggian 50-1.600m dpl dan sangat cocok berada di lingkungan yang memiliki curah hujan merata sepanjang tahun atau daerah dengan musim kemarau pendek.[1] Sebagai tanaman liar, tempuyung dapat juga dibudidayakan di dalam pekarangan.[1]

Tanaman ini tergolong dalam tumbuhan tak berkayu atau terna dan menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari serta mudah berkembang biak dengan biji yang terbawa oleh angin.[2] Adapun tumbuhan ini mengandung kalium, flafonoid, taraksasterol, inositol, dan yang lain.[3]

Bentuk Tanaman[sunting | sunting sumber]

Tempuyung adalah tanaman yang mempunyai yang bisa digunakan sebagai obat untuk macam-macam penyakit, yakni batu ginjal, demam, juga bengkak.[3] Seluruh bagian yang dimilikinya dapat digunakan sebagai obat, baik dalam bentuk segar maupun kering.[4] Adapun bagian-bagiannya adalah:

Batang[sunting | sunting sumber]

Tinggi tanaman tempuyung berkisar 65-150 cm.[1] Batang tanaman ini berlubang dan bergetah hijau.[1] Selain itu, tempuyung adalah salah satu tanaman yang mana batangnya berbulu dan lunak.[2]

Daun[sunting | sunting sumber]

Daunnya tunggal berbentuk lonjong dan mempunyai ujung runcing serta berwarna hijau keunguan, permukaannya licin dan tepinya berombak juga bergigi tak beraturan.[1] Panjang daunnya kira-kira 6-48 cm dan mempunyai lebar sekitar 3-12 cm.[5] Di dekat pangkal batang, daun yang bergigi terpusat membentuk roset dan yang terletak di bagian atas berselang-seling memeluk batang.[1] Daun inilah yang berkhasiat sebagai penghancur batu ginjal.[1]

Bunga dan Buah[sunting | sunting sumber]

Bunga tempuyung berbentuk malai, kelopaknya seperti lonceng, dan mahkotanya berbentuk seperti dari kumpulan jarum berwarna putih atau kuning.[1] Adapun buahnya mempunyai bentuk kotak juga dan berusuk lima dan mempunyai rambut berwarna hitam yang kemudian berubah menjadi biji berukuran kecil dan ringan hampir mirip berupa serbuk tepung kasar.[1]

Reflist[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l W.P., Winarto (2004).Tempuyung:Tanaman Penghancur Batu Ginjal.Jakarta:Agromedia Pustaka. Hal 1-3
  2. ^ a b Sunanto, Hardi (2009).100 Resep sembuhkan Hipertensi, Obesitas, dan Asam Urat.Jakarta:PT Elex Media Komputindo. Hal 61
  3. ^ a b Kuncoro, Sri (2006).Hancurkan Batu Ginjal dengan Ramuan Herbal.Jakarta:Puspa Swara. Hal 21 Cet II
  4. ^ Pemadi, Adi (2008).Membuat Kebun Tanaman Obat.Jakarta:Pustaka Bunda. Hal 53 Cet 1
  5. ^ Sa'adah, Sumiati(2007).Mengenal Tanaman yang Berkhasiat Obat.Jakarta:Azka Press . Hal 15