Daftar final Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Daftar final Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA
Spain national football team Euro 2012 trophy 02.jpg
Dibentuk 1960
Wilayah Eropa (UEFA)
Jumlah tim 53 (kualifikasi)
24 (turnamen utama)
Juara bertahan  Portugal (gelar ke-1)
Tim tersukses  Jerman
 Spanyol (3 gelar)

Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA adalah sebuah kompetisi sepak bola yang dibentuk pada tahun 1960. Kompetisi ini diikuti oleh tim nasional dari negara-negara anggota Uni Asosiasi Sepak bola Eropa (UEFA), badan pengatur sepak bola Eropa, dan berlangsung setiap empat tahun sekali. Pemenang dari final edisi pertama adalah Uni Soviet, yang mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2-1 di Paris, setelah melalui babak perpanjangan waktu. Final terbaru, yang diselenggarakan di Paris pada tahun 2016, dimenangkan oleh Portugal, yang mengalahkan Perancis dengan skor 1-0 setelah perpanjangan waktu.

Final Kejuaraan Sepak Bola Eropa adalah pertandingan terakhir dalam kompetisi ini, dan hasilnya menentukan negara mana yang dinyatakan sebagai juara Eropa. Hingga tahun 2016, jika setelah 90 menit waktu normal skor masih imbang, tambahan 30 menit diberikan untuk perpanjangan waktu. Jika skor masih tetap imbang setelah perpanjangan waktu selesai, hasil ditentukan dengan adu penalti. Tim yang memenangkan adu penalti dinyatakan sebagai juara.[1] Dalam 15 pertandingan final, telah dihasilkan lima hasil imbang, dengan penentuan pemenang melalui berbagai cara diantaranya pertandingan ulang (1968), perpanjangan waktu (1960, 2016), adu penalti (1976) atau gol emas (1996, 2000).[2] Tim pemenang mendapatkan sebuah replika piala (piala asli tetap disimpan oleh UEFA), sedangkan juara kedua dan semi-finalis lain akan mendapatkan sebuah plakat.[3] Medali emas diberikan kepada pemain dari tim pemenang sedangkan juara kedua mendapatkan medali perak.[4]

Jerman dan Spanyol menjadi tim tersukses dalam sejarah turnamen, masing-masing telah memenangkan tiga gelar. Perancis memenangkan kompetisi ini sebanyak dua kali, sementara Yugoslavia lolos ke babak final dua kali tanpa sekalipun memenangkan kompetisi. Yunani, Belanda dan Denmark masing-masing memenangkan Kejuaraan Eropa hanya dalam sekali penampilan di final.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Final pertama Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA (saat itu disebut sebagai Piala Negara-Negara Eropa) diselenggarakan pada bulan Juli 1960 di Paris mempertemukan Uni Soviet dan Yugoslavia. Milan Galić mencetak gol untuk Yugoslavia sebelum babak pertama berakhir, tetapi Slava Metreveli menyamakan kedudukan segera setelah babak kedua dimulai, dan skor tetap imbang, membuat permainan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Dengan tujuh menit tersisa, Viktor Ponedelnik memenangkan pertandingan untuk Uni Soviet, mencetak gol kemenangan melalui sundulan.[6] Juara tahun 1960 melaju ke final tahun 1964, dimana mereka menghadapi tuan rumah Spanyol. Jesús María Pereda mencetak gol di menit-menit awal bagi tuan rumah, namun skor disamakan dua menit kemudian oleh Galimzyan Khusainov. Sekitar 80.000 penonton di Stadion Santiago Bernabéu harus menunggu pemenang hingga enam menit menjelang waktu usai, setelah sundulan dari Marcelino membuat Spanyol unggul.[7]

Tuan rumah, Italia, menghadapi Yugoslavia di final tahun 1968, setelah nama kompetisi ini berubah menjadi Kejuaraan Sepak Bola Eropa. Italia lolos ke babak final setelah memenangkan lempar koin dalam pertandingan tanpa gol di babak semi-final melawan Uni Soviet. Babak final berakhir 1-1, memaksa pertandingan ulangan dilakukan dua hari kemudian. Pada pertandingan ulangan Italia menang dengan skor 2-0 berkat gol di babak pertama dari Luigi Riva dan Pietro Anastasi.[8] Empat tahun kemudian, final diadakan di Brussel, menghasilkan rekor selisih gol terbanyak yang akan bertahan selama 44 tahun. Uni Soviet, finalis  tiga kali berturut-turut dalam empat turnamen terakhir, dikalahkan 3-0 oleh Jerman Barat dengan Gerd Müller dan Herbert Wimmer mencetak gol kemenangan.[9]Juara bertahan melaju ke babak final tahun 1976, dimana mereka berhadapan dengan Cekoslowakia. Gol penyeimbang kedudukan dari pemain Jerman Bernd Hölzenbein membuat skor menjadi 2-2 dan pertandingan harus diselesaikan dalam babak adu penalti. Setelah tujuh pemain sukses mengeksekusi tendangan penalti, Uli Hoeneß gagal, membuat pemain Cekoslowakia Antonín Panenka memanfaatkan kesempatan ini untuk mencetak gol kemenangan. Tendangan tersebut dideskripsikan oleh UEFA sebagai "tendangan penalti paling terkenal sepanjang masa" memberikan kemenangan kepada Cekoslowakia dengan skor 5-3 melalui adu penalti.[10]

Empat tahun kemudian, pertandingan final kembali ke Stadiin Olimpiade Roma dimana Jerman Barat, dalam final ketiga mereka berturut-turut, berhadapan dengan Belgia. Horst Hrubesch mencetak gol di awal babak pertama sebelum René Vandereycken menyamakan kedudukan bagi Belgia dengan tendangan penalti di babak kedua. Saat waktu pertandingan tersisa dua menit, Hrubesch menyundul bola tendangan sudut dari Karl-Heinz Rummenigge ke dalam gawang Belgia dan membuat Jerman Barat meraih gelar keduanya.[11] Dinal tahun 1984 di Paris, tuan rumah Prancis yang menjadi unggulan menghadapi juara tahun 1964 Spanyol. Dua gol di babak kedua, masing-masing oleh Michel Platini dan Bruno Bellone, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan;[12] Platini menyelesaikan turnamen dengan mencetak sembilan gol, rekor gol terbanyak dalam satu kejuaraan hingga saat ini.[13] Belanda lolos ke babak final untuk pertama kalinya pada tahun 1988 di Jerman Barat, dimana mereka menghadapi Uni Soviet yang memainkan final keempat mereka. Ruud Gullit mencetak gol di babak pertama dan Marco van Basten menggandakan keunggulan Belanda di babak kedua dengan tendangan voli yang dianggap "menakjubkan",[14] "spektakuler",[15] dan "gol terbaik yang dicetak dalam sejarah kompetisi ini".[16] Dengan kemenangan 2-0, Belanda berhasil meraih gelar pertama mereka.[17]

Setelah Yugoslavia dikeluarkan dari kompetisi pada tahun 1992, Denmark diundang untuk mengisi tempat mereka dan lolos ke final dimana mereka menghadapi tim Jerman yang baru mengalami reunifikasi. Gol dari John Jensen dan Kim Vilfort membuat Denmark menang dengan skor 2-0 dan meraih gelar juara Eropa pertama dan satu-satunya hingga saat ini .[18] Stadion Wembley menjadi tuan rumah final tahun 1996, dimana Republik Ceko dan Jerman harus melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu setelah Oliver Bierhoff mencetak gol penyeimbang kedudukan setelah sebelumnya Republik Ceko sempat unggul berkat gol penalti Patrik Berger. Lima menit memasuki babak perpanjangan waktu, Bierhoff mencetak gol kedua bagi Jerman, dan gol emas pertama dalam sejarah turnamen, memberikan gelar juara Eropa ketiga bagi Jerman.[19] Hasil pertandingan final tahun 2000 juga ditentukan melalui gol emas. Perancis, yang sebelumnya telah memenangkan Piala Dunia FIFA 1998[20] bertemu dengan Italia di Stadion Feijnoord, Belanda. Kedua negara ini membuat penampilan kedua mereka di babak final. Gol babak kedua dari Marco Delvecchio membuat Italia unggul sementara denan skor 1-0 hingga babak injury time, ketika Sylvain Wiltord mencetak gol penyeimbang  dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Gol tendangan voli David Trezeguet pada menit ke-13 babak perpanjangan waktu memastikan Perancis menjadi juara Eropa dan juara dunia.[21]

Tahun 2004 dideskripsikan oleh UEFA sebagai "salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen" saat Yunani mengalahkan tuan rumah Portugal 1-0 di final.[22] Meskipun tidak pernah memenangkan pertandingan di "turnamen besar", gol babak kedua oleh penyerang Angelos Charisteas membuat Yunani meraih gelar pertamanya.[23] Jerman yang lolos ke babak final untuk keenam kalinya pada tahun 2008, menghadapi Spanyol di turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Austria dan Swiss. Gol di babak pertama oleh Fernando Torres menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini, dan membuat Spanyol memenangkan gelar Eropa pertama selama 44 tahun.[24] Final tahun 2012 mempertemukan sang juara Eropa dan dunia Spanyol menghadapi Italia di Kiev. Dua gol di babak pertama, masing-masing oleh David Silva dan Jordi Alba membuat juara bertahan unggul 2-0 sebelum istirahat. Lima belas menit memasuki babak kedua, dan empat menit setelah masuk sebagai pemain pengganti, Thiago Motta ditandu ke luar lapangan, membuat Italia bermain dengan sepuluh orang selama sisa babak kedua. Fernando Torres mencetak gol ketiga bagi Spanyol, menjadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Kejuaraan Eropa berbeda, dan kemudian memberikan umpan untuk Juan Mata yang mencetak gol satu menit sebelum pertandingan usai, skor akhir 4-0. Gelar ketiga Spanyol membuat mereka menyamai Jerman sebagai tim paling sukses dalam senarah turnamen ini, dan menjadi tim pertama yang dapat mempertahankan gelar Kejuaraan Sepak Bola Eropa.[25]

Daftar final[sunting | sunting sumber]

Kunci untuk daftar final
daggerdagger Pertandingan itu dimenangkan melalui perpanjangan waktu
double-dagger Pertandingan dimenangkan melalui adu penalti
& Pertandingan dimenangkan setelah melakukan pertandingan ulangan
§ Pertandingan dimenangkan melalui gol emas
  • Kolom "Tahun" mengacu pada tahun kompetisi diselenggarakan, dan pranala wiki menuju ke artikel tentang kompetisi edisi tahun tersebut tersebut.
  • Pranala wiki dalam kolom "Skor" menuju ke artikel tentang pertandingan final pada kompetisi tersebut.
Daftar final Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA
Tahun Pemenang Skor akhir Juara kedua Tempat pertandingan Lokasi Penonton Referensi
1960 Uni Soviet    2–1 dagger[cat. 1]  Yugoslavia Parc des Princes Paris, Perancis 18.000 [27][28]
1964 Spanyol  2–1  Uni Soviet Santiago Bernabéu Madrid, Spanyol 105.000 [29][30]
1968 Italia    2–0 & [cat. 2]  Yugoslavia Stadion Olimpiade Roma, Italia 50.000 [32][33]
1972 Jerman Barat  3–0  Uni Soviet Stadion Heysel Brussel, Belgia 50.000 [34][35]
1976 Cekoslowakia    2–2 double-dagger [cat. 3]  Jerman Barat Stadion Crvena Zvezda Beograd, Yugoslavia 35.000 [37][38]
1980 Jerman Barat  2–1  Belgia Stadion Olimpiade Roma, Italia 48.000 [39][40]
1984 Perancis  2–0  Spanyol Stadion Parc des Princes Paris, Perancis 47.000 [41][42]
1988 Belanda  2–0  Uni Soviet Stadion Olimpiade München, Jerman Barat 72.000 [43][44]
1992 Denmark  2–0  Jerman Stadion Ullevi Göteborg, Swedia 37.000 [45][46]
1996 Jerman    2–1 § [cat. 4]  Ceko Stadion Wembley London, Inggris 76.000 [48][49]
2000 Perancis    2–1 § [cat. 5]  Italia Stadion Feijenoord Rotterdam, Belanda 48.200 [51][52]
2004 Yunani  1–0  Portugal Estádio da Luz Lisboa, Portugal 62.865 [53][54]
2008 Spanyol  1–0  Jerman Stadion Ernst Happel Wina, Austria 51.428 [55][56]
2012 Spanyol  4–0  Italia Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina 63.170 [57][58]
2016 Portugal    1–0dagger [cat. 6]  Perancis Stade de France Saint-Denis, Perancis 75.868 [59][60]

Hasil berdasarkan negara[sunting | sunting sumber]

Peta negara pemenang
Tim
nasional
Pemenang Juara
kedua
Jumlah
final
Tahun sebagai
pemenang
Tahun sebagai
juara kedua
 Jerman[cat. 7] 3 3 6 1972, 1980, 1996 1976, 1992, 2008
 Spanyol 3 1 4 1964, 2008, 2012 1984
 Perancis 2 1 3 1984, 2000 2016
 Uni Soviet 1 3 4 1960 1964, 1972, 1988
 Italia 1 2 3 1968 2000, 2012
 Ceko[cat. 8] 1 1 2 1976 1996
 Portugal 1 1 2 2016 2004
 Belanda 1 0 1 1988
 Denmark 1 0 1 1992
 Yunani 1 0 1 2004
 Yugoslavia 0 2 2 1960, 1968
 Belgia 0 1 1 1980

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Skor 1–1 setelah 90 menit.[26]
  2. ^ Final pertama, yang dimainkan dua hari sebelumnya, berakhir dengan skor 1–1 setelah 120 menit.[31]
  3. ^ Skor 2–2 setelah 120 menit. Cekoslowakia memenangkan adu penalti 5–3.[36]
  4. ^ Skor 1–1 setelah 90 menit. Germany mencetak gol emas pada menit ke-5 babak perpanjangan waktu.[47]
  5. ^ Skor 1–1 setelah 90 menit. Perancis mencetak gol emas pada menit ke-13 babak perpanjangan waktu.[50]
  6. ^ Skor 0–0 setelah 90 menit.
  7. ^ Tiga penampilan di babak final sebagai Jerman Barat.
  8. ^ Satu penampilan di babak final sebagai Cekoslowakia.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Umum

Khusus

  1. ^ Regulations, p. 10.
  2. ^ "Golden goal rule downgraded to silver". guardian.co.uk (London: Guardian News and Media). 28 April 2003. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  3. ^ Regulations, pp. 3–4.
  4. ^ Regulations, p. 4.
  5. ^ Fyodorov, Gennady (11 Desember 2007). ""Lucky" Hiddink keeps his magic touch with Russia". Reuters. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  6. ^ "Ponedelnik recalls his place in Euro history". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 6 Januari 2011. 
  7. ^ "Spain savour home comforts". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  8. ^ "Italy make most of good fortune". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  9. ^ "West Germany make their mark". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  10. ^ "Panenka the hero for Czechoslovakia". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  11. ^ "Hrubesch crowns West German win". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  12. ^ "Platini shines for flamboyant France". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  13. ^ "Euro History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  14. ^ "Van Basten heaps praise on Hiddink". RTÉ.ie (Dublin: Raidió Teilifís Éireann). 20 Juni 2008. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  15. ^ "Van Basten baffled by bad luck". Sporting Life (Leeds: 365 Media Group). 2 Desember 2007. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  16. ^ "Final-week crescendo". Sports Illustrated (New York: Time Warner). Associated Press. 29 Juni 2004. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  17. ^ "Van Basten sparks Netherlands joy". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  18. ^ "Denmark late show steals spotlight". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  19. ^ "Football comes home for Germany". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  20. ^ "1998 FIFA World Cup France". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  21. ^ "Trezeguet strikes gold for France". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  22. ^ "Underdogs Greece have their day". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  23. ^ "The Word is Greece". Sports Illustrated (New York: Time Warner). Associated Press. 4 Juli 2004. Diakses tanggal 6 Januari 2012. 
  24. ^ "Spain deliver on promise at last". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  25. ^ "Euro 2012 final: Spain v Italy". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 1 Juli 2012. Diakses tanggal 1 Juli 2012. 
  26. ^ "Ponedelnik heads Soviet Union to glory". UEFA.com. Union of European Football Associations. 1 Oktober 2003. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  27. ^ "UEFA Euro 1960 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  28. ^ "France 1960". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  29. ^ "UEFA Euro 1964 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  30. ^ "Spain 1964". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  31. ^ "1968 UEFA European Championship – Matches". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  32. ^ "UEFA Euro 1968 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  33. ^ "Italy 1968". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  34. ^ "UEFA Euro 1972 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  35. ^ "Belgium 1972". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  36. ^ "Panenka's panache seals Czech triumph". UEFA.com. Union of European Football Associations. 3 Oktober 2003. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  37. ^ "UEFA Euro 1976 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  38. ^ "Yugoslavia 1976". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  39. ^ "UEFA Euro 1980 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  40. ^ "Italy 1980". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  41. ^ "UEFA Euro 1984 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  42. ^ "France 1984". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  43. ^ "UEFA Euro 1988 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  44. ^ "West Germany 1988". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  45. ^ "UEFA Euro 1992 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  46. ^ Fletcher, Paul (24 Mei 2004). "Denmark's greatest moment". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  47. ^ Thomsen, Ian (1 Juli 1996). "Germany Wins Euro 96 With a 'Golden Goal'". The New York Times. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  48. ^ "UEFA Euro 1996 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  49. ^ "England 1996". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  50. ^ "France win Euro 2000". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 2 Juli 2000. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  51. ^ "UEFA Euro 2000 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  52. ^ "Belgium/Holland 2000". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 24 Mei 2004. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  53. ^ "UEFA Euro 2004 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  54. ^ McNulty, Phil (4 Juli 2004). "Greece win Euro 2004". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  55. ^ "UEFA Euro 2008 – History". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  56. ^ McNulty, Phil (29 Juni 2008). "Germany 0–1 Spain". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 4 Januari 2012. 
  57. ^ "Football fixtures – Uefa 2012 European Championship (Poland & Ukraine)". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 4 Januari 2011. 
  58. ^ Linnyk, Igor; Popov, Boris (12 November 2011). "Stars struck by spectacular Olympic Stadium". UEFA.com. Union of European Football Associations. Diakses tanggal 14 Maret 2013. 
  59. ^ Sinnott, John (10 Juli 2016). "Euro 2016: Portugal crowned champions after Cristiano Ronaldo goes off injured". Cable News Network. Diakses tanggal 11 Juli 2016. 
  60. ^ Kirschbaum, Erik (10 Juli 2016). "Portugal stuns France, 1–0, in extra time to claim first European Championship title". Diakses tanggal 11 Juli 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]