Ciwaru, Ciemas, Sukabumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ciwaru
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Sukabumi
Kecamatan Ciemas
Pemerintahan
 • Kepala desa Taopik Guntur
Luas -
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Ciwaru adalah desa di kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

Batas-batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dusun Cikanteh
  2. Dusun Cimarinjung
  3. Dusun Cipicung
  4. Dusun Ciwaru
  5. Dusun Gunungbatu
  6. Dusun Jalanpagak
  7. Dusun Kokoncong
  8. Dusun Palangpang
  9. Dusun Pasirhaur
  10. Dusun Tegalpari

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat sekolah dasar di Desa Ciwaru. Tingkat pendidikan masyarakat secara umum masih rendah, dengan data statistik yang ada. pendidikan yang rendah dikarenakan akses menuju fasilitas pendidikan sangat minim.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa Ciwaru merupakan desa di kawasan pesisir selatan jawa, bagian barat yang memiliki ketinggian wilayan antara 0-100 Mdpl. Wilayah tengah hingg barat merupakan dataran rendah sedangkan bagian timur berupa perbukitan Darma dengan tebing sangat curam memanjang melengkung memagari wilayah Ciletuh. Desa Ciwaru merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Cagar Alam Nasional Geologi Ciletuh. Sejumlah sungai yang ada di Desa Ciwaru diantaranya Sungai Ciselang, Sungai Cimarinjung, Sungai Cihuni dan yang terbesar adalah Sungai Ciletuh. Desa ciwaru merupakan desa pertanian dan desa nelayan. Secara umum desa tersebut tergolong desa yang maju, terutama kemajuan dibidang ekonomi.

Potensi Desa[sunting | sunting sumber]

1. Geopark Ciletuh

Desa Ciwaru merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Cagar Alam Nasional geologi Ciletuh atau dikenal dengan Geopark Ciletuh. Geopark ini bergabung dengan kawasan Pelabuhan Ratu yang meliputi 8 kecamatan dan 74 desa dengan luas area 126.000. Departemen Geografi konsen mengembang kawasan ini menjadi kawasan laboratorium alam. Secara umum Departemen Gaeografi UI, terus melalakukan penelitian dan pengambilan berbagai data, terkait fisik dan sosial di Desa Ciwaru. Lingkungan alam yang sangat baik, didukung dengan banyaknya objek geologi langka, menjadikann kawasan ini sangat menarik untuk dipelajari sekaligus melihat sejarah terbentuknya permukaan bumi yang sangat kompleks. Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu sendiri memiliki beberapa kawasan khusus konservasi, antara lain seperi hutan bakau di Mandrajaya, durian gandaria di Cikakak, ada area banteng hasil kawin silang di Cikepuh, konservasi air sungai, konservasi terumbu karang di Cikadal, konserasi penyu di Pangumbahan[1].

2. Pantai

Berada di Teluk Ciletuh, Desa Ciwaru dikenal memiliki wisata pantai yang cukup dikenal yaitu Pantai Palangpang di Kampung Palangpang. Pantai Palangpang merupakan salah satu potensi obyek wisata yang memiliki beberapa sarana penunjang dan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Di pantai yang juga merupakan Muara Sungai Ciletuh dan Cimarinjung ini selain dapat menyaksikan keindahan alam para pengunjung dapat menikmati tangkapan ikan para nelayan yang dijual di tempat pelelangan ikan dengan jenis yang bervariasi. Dari pantai terlihat Pulau Mandra. Pulau ini memang sangat kecil, dan dominasi plataranannya adalah batu karang.[2].

3. Air Terjun

Rangkaian perbukitan curam di utara hingga barat Desa Ciwaru menciptakan keindahan berupa air terjun atau Curug yang memukau. Dari sembian curug yang ada di kawasan Geopark Ciletuh empat diantaranya ada di di Desa Ciwaru. Adalah Curug Cimarinjung, Curug Cikanteh, Curug Ngelay dan Curug Sodong. Curug-curug tersebut memiliki ketinggian bervariasi dari 30 hingga 60 meter dan tentu saja memiliki keunikan serta keindahan masing-masing.
  1. ^ Setahun Jadi Geopark, Apa Kabar Geopark Ciletuh?
  2. ^ Pantai Palangpang di Geopark Ciletuh