Cimaung, Cimaung, Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Cimaung
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bandung
Kecamatan Cimaung
Luas 302,4 ha
Jumlah penduduk 9968 JIWA
Kepadatan 2,5 KM

Cimaung adalah desa di kecamatan Cimaung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

IDENTITAS[sunting | sunting sumber]

DESA : CIMAUNG KECAMATAN : CIMAUNG BULAN : JANUARI TAHUN : 2014 NAMA PENGISI : IRFAN SOPIAN PEKERJAAN : PERANGKAT DESA JABATAN : KEPALA DESA

SUMBER DATA[sunting | sunting sumber]

1.TOKOH MAYARAKAT INOHONG DESA 2.KADER - KADER DESA Kepala Desa Cimaung Perangkat Desa KOMARA IRFAN SOPIAN

POTENSI DESA[sunting | sunting sumber]

BATAS WILAYAH[sunting | sunting sumber]

Batas Desa/Kelurahan Kecamatan Utara JABAGAYA CIMAUNG Timur PASIRHUNI CIMAUNG Selatan CIPINANG CIMAUNG Barat SUKAMAJU CIMAUNG

LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAANNYA[sunting | sunting sumber]

Luas Pemukiman 109,89 ha Luas Pesawahan 198.09 ha Luas Perkebunan - M2 Luas Kantor Desa 12.000 M2 Luas Hutan Konservasi - M2 Hutan Adat (bila ada) - M2

POTENSI DAYA MANUSIA[sunting | sunting sumber]

JUMLAH PENDUDUK[sunting | sunting sumber]

Jumlah Laki-laki 4.961 orang Jumlah Perempuan 5007 orang Jumlah Kader PKK aktif 45 orang Jumlah Kepala Keluarga 3.015 KK

JUMLAH KELOMPOK MASYARAKAT[sunting | sunting sumber]

Kelompok Adat 2 klp Kelompok Kepemudaan 4 klp Kelompok Pengajian 13 klp Kelompok Jimpitan 43 klp Kelompok Tani 9 klp Kelompok Kemasyarakatan lainnya gotong royong/Kerjabakti 4 klp Kelompok Lainnya (bila ada) 1 klp

SEJARAH BERDIRINYA DESA CIMAUNG[sunting | sunting sumber]

1. BAB I SEJARAH DESA....................................... 2. BAB II ADAT ISTIADAT DESA........................... 3. BAB III SISTEM KAMASYARAKATAN................ 4. BAB IV SISTEM KESENIAN................................ 5. BAB V SISTEM BAHASA DAN AGAMA............. 6. BAB VI PERMASALAHAN DAN USULAN.........

BAB I SEJARAH DESA[sunting | sunting sumber]

Gambaran Umum[sunting | sunting sumber]

Letak Desa Cimaung terhampar di antara satu buah kaki gunung Malabar dengan kontur wilayah perbukitan subur dan potensial dengan iklim sejuk kisaran suhu 29 °C terletak pada ketinggian + 801 m di atas permukaan laut serta ditunjang oleh kultur keramah tamahan budaya masyarakat sunda yang melekat. Luas wilayah Desa Cimaung 302,4 Ha berbatasan dengan wilayah sebelah Utara Desa Jagabaya sebelah Timur Desa Pasirhuni sebelah Selatan Desa Cipinang dan sebelah Barat Desa Sukamaju. Dilintasi oleh jalan Provinsi jalur Banjaran – Pangalengan, hal tersebut merupakan tempat persinggahan wisata yang cukup strategis di wilayah Bandung Selatan, mayorritas penduduk beragama Islam, mata pencaharian utama di bidang pertanian, jarak Desa ke Kecamatan + 1 KM dan ke Kabupaten + 18,9 KM.

Sejarah dan Asal Usul Desa[sunting | sunting sumber]

Menurut cerita dari para sesepuh konon asal mula nama Desa Cimaung, Bahasa Sunda Cai yang berasal dari Sumur kp. Cimaung dan maung yang atinya manusa unggulan, dengan ada nya TUGU Perintis Cimaung, sejak itulah nama Desa Cimaung ditetapkan. Desa Cimaung berdiri Tahun 1908 berasal dari nama Cimaung Sabeulah. Sejak penjajahan Belanda yang sekarang letak Desa bernama kampung Geger Beas selalu di bombardir oleh kolonial Belanda maka muncul nama Cimaung yang di tandai dengan Monumen “ PERINTIS KEMERDEKAAN”. Desa Cimaung didirikan pada tahun 1908 oleh para Inohong atau tokoh masyarakat Cimaung yaitu :

1. Bapak Otong 2. Bapak H. Sambas 3. Bapak Sura 4. Bapak Abit 5. Bapak Rahman

Nama – nama yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cimaung :

1. Bapak Sastra Sasmita dari tahun 1952 – 1965; 2. Bapak Suta dari tahun 1965 – 1967; 3. Bapak Karya dari tahun 1967 – 1968 4. Bapak PJS dari Kecamatan dari tahun 1968 – 1970; 5. Bapak M Toha dari tahun 1970 – 1983; 6. Bapak Isur Mansyur dari tahun 1983 – 2008; 7. Bapak Cucun Mansyur dari tahun 2008 – 2014; 8. Bapak Komara dari tahun 2014 – Sekarang,

Desa Cimaung merupaka Pusat Kota Kecamatan Cimaung karena merupakan daerah yang strategis, selain itu Desa Cimaung terkenal juga dengan Tugu Cimaungnya yang sudah terkenal hingga ke Luar Negeri sehingga nama Kecamatan pun di ambil dari nama Cimaung, dan sekarang sudah berdiri Mesjid Besar Kec. Cimaung yang merupakan kebanggaan masyarakat Cimaung Khususnya dan Umumnya Kecamatan Cimaung. Tahun Kejadian Peristiwa Baik Peristiwa Buruk

2005 Pembangunan Masjid Besar Kecamatan Cimaung 2006 Penestrasi Jalan Cirehe sepanjang ±800M 2007Terpilihnya posyandu “ASTER” RW.01 sebagai Juara Ke I tingkat Kabupaten. Penerimaan Bibit Pohon Jambu Bangkok Spesial sebanyak 150 pohon  Penerimaan TABULAPOT dari PKK Kab. Bandung sebanyak 130 Pot.  Penerimaan Bibit Jamur sebanyak 100 pot  Penerimaan bibit ikan sebanyak 50 kg untuk kolam Posyandu.  Penerimaan bibit tanaman keras sebanyak 50 pohon  Penerimaan 200 buku untuk melengkapi taman Baca di Posyandu ASTER. Terpilihnya Posyandu “ASTER” sebagai Juara II Tingkat Provinsi. 2008 Pengaspalan dari RW.02 – RW.01sepanjang 800 meter sebagai atensi dari pemerintah Kab. Bandung karena telah menjadi Posyandu Unggulan. 2009  Rehab jalan Pasarean sepanjang 1000x 3 M  Pembuatan TPT dan Kirmir Lapangan Sepak Bola seluas 250 x 2 m  Rehab Jalan Tiwulandu Terjadinya Gempa Bumi yang berkekuatan 7,3 SR 2010 Penerimaan Benih Padi sebanyak 1850 Ton dari Dinas Pertanian. Terjadinya Kebakaran Glosir Yumi di RW.05 • Pembentukan Desa Siaga • Rehab SD Pusaka Resmi • Rehab Jalan Tinggar Jaya Hilir sepanjang 800 m • Rehab Jalan Cirehe • Pembangunan Madrasah Pasca Gempa di RW.07 • Pembangunan madrasah UTD di RW.05 2011 Pembangunan Jalan Gang 2012 Pembangunan Jalan Gang 2013 Pembangunan Jalan Gang di RW.02 Menerima Bantuan Program PPIP 2014  Pembangunan Jalan Trotoar di RW.02  Pembangunan Jalan Gang di RW.07 dari BBGRM  Pengaspalan Jalan Desa RW.09  Pembuataan Gapura Desa Cimaung  Pembangunan jalan Gang RW.09 bantuan dari Gubernur Jawa Barat

Demikian sejarah singkat Desa Cimaung, semoga dapat dijadikan sumber pengetahuan bagi kita.

Tempat-Tempat Bersejarah/Situs Budaya[sunting | sunting sumber]

- TUGU PERINTIS CIMAUNG

BAB II ADAT ISTIADAT DESA[sunting | sunting sumber]

Adat yang berkaitan dengan siklus hidup[sunting | sunting sumber]

a. Adat yang berkaitan dengan kelahiran 1. Marhaba 2. Aqiqah b. Adat yang berkaitan dengan sunatan i. Merendam anak di empang/balong ii. Mandi dengan air goong pusaka

Adat yang berkaitan dengan penikahan[sunting | sunting sumber]

1. Ngeuyeuk seureuh

Adat yang berkaitan dengan kematian[sunting | sunting sumber]

1. Tahlilan

Adat tentang Sopan Santun[sunting | sunting sumber]

a. Mengucapkan salam ketika akan bertamu dengan mengucapkan (punten, rampes, assalamu’alaikum) b. Panggilan kepada orang yang lebih tua / dihormati (akang, aa, emang, abah, aki, eyang, bapa, ibu, teteh, ibi) c. Panggilan kepada orang yang lebih muda (ayi, nyai, neng)

Adat Pergaulan muda mudi[sunting | sunting sumber]

- Kesenian Gondang

Adat yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

1. Mitemeyan

Tabu atau pantangan[sunting | sunting sumber]

1. Pamali

Pepatah petitih/ pantun[sunting | sunting sumber]

1. Undur Katingali punduk datang katingali tarang 2. Rikrik gemi tileuleutik geus gede tingal geunahna 3. Sareundeuk saigeul sabobot sapihanean 4. Ci karacak ninggang batu laun-laun jadi legog 5. Nete taraje nincak hambalan

Upacara/ritual[sunting | sunting sumber]

1. Ngagurat taneuh 2. Micen barang di jalan ngolecer

Permainan tradisional[sunting | sunting sumber]

1. Ucing sumput 2. Encrak 3. Keser 4. Boy-boyan 5. Luncat tingi 6. Sabintrong 7. Garik 8. Sorodot gaplok 9. Sondah 10. Beklen 11. Parempet jengkol 12. Hompimpah 13. Galah 14. Jajangkungan 15. bebedilan (awi, palapah cau)

Pakaian adat[sunting | sunting sumber]

a. Kampret b. Salontreng c. Pangsi d. Kabaya 10. Rumah Adat a. Jolopong b. Parahu Kungreb c. Julang ngapak d. Tagog anjing e. Badak Heuay 11. Makanan khas tradisional a. Karedok lenca b. Rujak hiris c. Sayur lodeh d. Sayur asem e. Lotek f. Ulukutek lenca g. Awug h. Bugus i. Raginang j. Pipis k. Kolontong l. Opak m. Ampeang n. Tengteng o. Sasagon p. Saroja q. Kiripik r. Urab Jengkol s. Urab kacang t. Buntil u. Kicimpling v. Noga w. Puyur x. Kalua suuk y. Kalua jeruk z. Liwet å. Dawet ä. Candil ö. Uras aa. Lepet bb. Tangtang angin cc. Apem dd. Pais lauk ee. Rujak bebek ff. Rujak kalapa gg. Manisan gedang hh. Gorengan ii. Pinco jj. Loganda kk. Peuyeum sampeu ll. Peuyeum ketan mm. Cimplung nn. Rarawuan oo. Tangkoah (kupat tahu) pp. Katimus qq. Belem peda rr. Pais peda ss. Bubuy sampeu 12. Obat tradisional a. Babadotan b. Daun katuk c. Daun jambu d. Cai lebu e. Gegecok f. Daun sampeu g. Daun salam h. honje i. Batrawali j. Daun selong k. Daun kelor

BAB III SISTEM KAMASYARAKATAN[sunting | sunting sumber]

1. Pemerintahan/organisasi kemasyarakatan a. Struktur kelembagaan (juga ada lembaga adat) - Ketua - Sekretaris - Bendahara - Seksi-seksi b. Tugas, fungsi dan kewenangan Lembaga adat mempunyai tugas untuk membina dan melestarikan budaya dan adat istiadat serta hubungan antar tokoh adat dengan Pemerintah Desa. Lembaga Adat mempunyai fungsi : 1. Penampung dan penyalur pendapat atau aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Desa serta menyelesaikan perselisihan yang menyangkut hukum adat, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat; 2. Pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam menunjang penyelenggaraan Pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan; 3. Penciptaan hubungan yang demokratis dan harmonis serta obyektif antara Kepala Adat/ Pemangku Adat/ Ketua Adat atau Pemuka Adat dengan Pemerintah Desa. c. Sumber penghasilan lembaga adat 1) Sumbangan yang sifatnya tidak mengikat 2) Tiket Retribusi (bagi kawasan adat yang dikelola) 2. Hukum adat/norma dan sanksi Bagi yang melanggar hukum adat : bisa diberi teguran, diturunkan dari jabatan dan atau diusir keluar dari komunitas adat. 3. Sistem nilai a. Adat yang berkaitan dengan gotong royong - Girik kerja bhakti b. Adat yang berkaitan dengan musyawarah - Saur manuk - Menurut petunjuk dari sesepuh - Menurut petunjuk Ilham c. Adat yang berkaitan dengan keadilan, kejujuran dan kesederhanaan - Sumpah dibawah buku kitab - Sumpah pocong

BAB IV SISTEM KESENIAN[sunting | sunting sumber]

1. Kesenian tradisional a. Tarian - Ibing Pencak Silat - Tari Serimpi - Tari Ketuk Tilu - Tari Jaipong - Ibing Golempang b. Musik/suara - Tembang pupuh - Pangkur - Wawacan (ogin) - Beluk c. Ukir atau pahat d. Wayang - Wayang golek - Wayang Sapu - Wayang palapah sampeu 2. Kerajinan masyarakat

BAB V SISTEM BAHASA DAN AGAMA[sunting | sunting sumber]

  • 1. Bahasa tulisan dan lisan (jenis dan dialek/fooklore)
  • 2. Agama/kepercayaan yang dianut masyarakat
  • 3. Kitab (buku hukum adat)

BAB VI PERMASALAHAN DAN USULAN[sunting | sunting sumber]

Usulan :

  • 1. Mohon bantuan untuk alat-alat gamelan seni tradisional ( 13 set gamelan kendang penca)
  • 2. Mohon bantuan biaya pembangunan padepokan Pencak Silat