Bodhi (pohon)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pohon bodhi
Ficus religiosa Bo.jpg
Batang dan daun pohon bodhi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Genus: Ficus
Subgenus: Urostigma
Spesies: F. religiosa
Nama binomial
Ficus religiosa

Pohon Bodhi (Ficus religiosa L., suku ara-araan atau Moraceae) adalah pohon yang dikenal dalam agama Buddha sebagai tempat Sang Buddha Gautama bersemedi dan mencapai pencerahan. Pohon ini dipandang suci oleh penganut agama Hindu, Buddha, dan Jainisme.

Ciri-ciri Pohon Bodhi[sunting | sunting sumber]

Bodhi berbentuk pohon besar dengan tinggi maksimal mencapai 30 meter dan dengan diameter batang hingga 3 meter.Pohon bodhi memiliki umur sangat panjang, dengan rata-rata berkisar antara 1.000 sampai 1.500 tahun. Di habitat aslinya di alam liar, dilaporkan telah ditemukan pohon bodhi berumur lebih dari 3.000 tahun.

Salah satu pohon bodhi yang terkenal dan dihormati adalah Jaya Sri Maha Bodhi. Pohon bodhi yang tumbuh di kota kuno Anuradhapura di Sri Lanka ini diperkirakan berusia lebih dari 2.250 tahun dan dianggap sebagai pohon berpengaruh keagamaan tertua di dunia.[1]

Daun[sunting | sunting sumber]

Daun bodhi berbentuk bulat dengan ujung meruncing yang khas, panjangnya antara 8-18 cm dan lebar 7-10 cm, dengan tangkai daun 7-11 cm.

Buah[sunting | sunting sumber]

Buah bodhi berbentuk ara kecil berdiameter 1-2 cm, berwarna hijau saat masih muda dan menjadi ungu setelah matang.

Pohon Mahabodhi[sunting | sunting sumber]

Pohon "Mahabodhi" juga dikenal sebagai Bo (dari bahasa Sinhala) dan pohon peepal di Nepal dan Bhutan, adalah sebuah pohon yang besar dan tua dari spesies Ficus religiosa (bahasa Inggris: Sacred Fig) yang terletak di kota Bodh Gaya, sekitar 100 km (62 mi) dari Patna, di negara bagian Bihar, India. Di bawah pohon ini Siddhartha Gautama, guru rohani yang kemudian dikenal sebagai "Gautama Buddha", dikatakan bersemedi sampai mencapai pencerahan (enlightenment), atau Bodhi. Dalam ikonografi agamawi, pohon Bodhi dikenali dari daunnya yang berbentuk hati, dan biasanya ditunjukkan dengan nyata. Pohon-pohon Bodhi biasanya ditanam di dekat setiap vihara Buddha.

pohon bodhi
Budha Gautama saat bertapa di bawah pohon bodhi.

Besarnya arti sebuah pohon bagi sebuah kehidupan yang telah senantiasa diagungkan sejak jaman leluhur bangsa Indonesia. Arti sebuah pohon sebagai sumber ilmu pengetahuan telah lama pula diketahui. Dalam ajaran agama Budha, dibawah pohon bodhi seperti tertera direlief candi Borobudur, sang Budha Gautama mendapatkan ilham atau wahyu perihal suatu agama yang kemudian tersebar luas di berbagai benua sebagai ajaran Budha. Pohon semacam itu juga memberikan pengayoman atau perlindungan. Pohon itu penuh dengan cabang, besar kecil, yang dihiasi dengan berbagai bunga dan buah. Di atas cabangnya dan diantara daun-daunnya sedang bergembira berbagai jenis burung yang seolah-olah sedang bersiul, dan dibawahnya terdapat binatang-binatang berpasangan.[2]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ciri Ciri Pohon Ashwattha / Peepal / Bodhi Tree Di Alam Liar". Ciriciripohon.com. Diakses tanggal 2021-03-04. 
  2. ^ Muhajirin (2010). [journal.uny.ac.id "ARI POHON HAYAT SAMPAI GUNUNGAN WAYANG KULIT PURWA (Sebuah Fenomena Transformasi Budaya)"] Periksa nilai |url= (bantuan). Jurnal UNY. 8: 31–55.