Besaran fisika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Besaran fisika (bahasa Inggris: physical quantity) atau sering disingkat sebagai besaran adalah sifat-sifat fisika dari suatu materi atau sistem yang dapat diukur dan dihitung (dikuantifikasi) menggunakan instrumen pengukuran. Secara sederhana, besaran fisika dapat dinyatakan sebagai kombinasi dari nilai numerik hasil pengukuran beserta satuannya.[1] Oleh karena satu besaran mungkin saja berbeda jenis dengan besaran lainnya, maka ditetapkan suatu satuan untuk tiap besaran. Satuan menunjukkan bahwa setiap besaran dapat diukur dengan cara berbeda. Mengukur suatu besaran merupakan kegiata membandingkan suatu besaran dengan besaran yang memiliki satuan sejenis.

Simbol dan tata nama[sunting | sunting sumber]

Untuk mempermudah perhitungan dan pengukuran, setiap besaran fisika biasanya diwakili oleh sekurang-kurangnya satu simbol besaran. Setiap simbol untuk suatu besaran fisika biasanya berupa satu huruf yang berasal dari alfabet Latin atau Yunani, dan dicetak dengan huruf miring. Rekomendasi untuk penggunaan simbol besaran dalam skala internasional diatur dalam ISO/IEC 80000, buku merah IUPAP dan buku hijau IUPAC. Misalnya, simbol yang direkomendasikan untuk besaran massa adalah m, dan simbol yang direkomendasikan untuk besaran muatan listrik adalah Q.

Skalar dan vektor[sunting | sunting sumber]

Skalar adalah besaran fisika yang memiliki nilai (numerik) tetapi tidak memiliki atau tidak dipengaruhi oleh arah atau sudut. Sebaliknya, vektor adalah besaran fisika yang memiliki baik nilai maupun arah. Simbol besaran skalar adalah simbol besaran umum dengan aturan simbol seperti yang tercantum di paragraf sebelumnya. Simbol besaran vektor menggunakan simbol skalar (atau dengan kata lain simbol huruf) yang dicetak dengan huruf tebal, dengan tambahan garis bawah, atau dengan tambahan panah di atasnya. Misalnya, jika u adalah simbol untuk kelajuan sebuah partikel, maka notasi langsung untuk besaran kecepatan partikel adalah u, u, or .

Satuan[sunting | sunting sumber]

Satuan yang ada untuk suatu besaran fisika dapat bermacam-macam, meskipun satuan SI (termasuk kelipatan dan subkelipatan dari satuan SI) yang sering digunakan dalam konteks ilmiah karena kemudahan penggunaan, keakraban secara internasional, dan rekomendasinya. Misalnya, sejumlah massa dapat diwakili oleh simbol m, dan dapat dinyatakan dalam satuan kilogram (kg), pon (lb), atau dalton (Da).

Dimensi[sunting | sunting sumber]

Gagasan mengenai dimensi dari suatu besaran fisika diperkenalkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1822.[2] Berdasarkan konvensi, besaran fisika diatur dalam sebuah sistem dimensi yang dibangun berdasarkan besaran pokok, di mana masing-masing besaran pokok memiliki dimensi mereka sendiri.

Besaran pokok[sunting | sunting sumber]

Besaran pokok adalah besaran-besaran yang tidak dapat mendefinisikan satu sama lain, telah ditetapkan terlebih dahulu melalui konvensi, serta menjadi dasar untuk mendefinisikan besaran-besaran yang disebut besaran turunan. Sistem besaran yang saat ini digunakan secara luas, Sistem Besaran Internasional (ISQ), mendefinisikan tujuh besaran pokok yang masing-masing dicantumkan dalam tabel berikut.

Besaran pokok dalam Sistem Besaran Internasional
Besaran Simbol
dimensi
Satuan SI
Nama Simbol Nama Simbol
Utama Lainnya Utama Lainnya
waktu durasi, periode τ detik s
panjang lebar, tinggi, ketinggian, kedalaman, jarak a, b, c, d, h, r, s, w, x, y, z meter m
massa kilogram kg
arus listrik i ampere A
suhu termodinamika θ kelvin K
jumlah zat N mol mol
intensitas cahaya kandela cd

Besaran turunan[sunting | sunting sumber]

Besaran turunan adalah besaran-besaran yang definisinya diturunkan dari satu atau beberapa besaran pokok. Besaran turunan mungkin saja memiliki satuan dengan nama khusus. Misalnya besaran gaya yang memiliki satuan SI kg m s−2, memiliki satuan khusus newton (N).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Joint Committee for Guides in Metrology (JCGM), International Vocabulary of Metrology, Basic and General Concepts and Associated Terms (VIM), III ed., Pavillon de Breteuil: JCGM 200:2012 (on-line)
  2. ^ Fourier, Joseph. Théorie analytique de la chaleur, Firmin Didot, Paris, 1822. (Dalam buku ini, Fourier memperkenalkan konsep dimensi fisika untuk besaran fisika.)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]