Lompat ke isi

Pon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pon adalah nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara, minggu yang terdiri dari lima hari dan dipakai dalam budaya Jawa dan Bali. Hari pasaran Pon berkaitan dengan warna kuning dan letak posisi di barat.[1] Watak dari hari pasaran Pon ini mempunyai kemampuan komunikasi yang sangat baik dan membuat Pon cukup disegani. Mereka kerap sengaja menunjukkan wawasannya yang luas dengan kata-kata. Ini dilakukan agar mereka mendapatkan perhatian dan bisa menginspirasi orang lain. Jumlah uang yang dimiliki orang-orang dengan pasaran Pon berapa pun itu membuat mereka merasa cukup. Ini yang membuat mereka terkadang tidak punya ambisi yang cukup besar untuk maju. Meskipun begitu, pasaran pon juga dikenal punya budi pekerti yang baik dan cukup membuat tenteram.[2]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kanjeng Pangeran Haryo Tjokroningrat, Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, Penerbit CV Buana Raya, 2017.
  2. "Urutan Pasaran Jawa yang Benar dan Wataknya". detik.com. Diakses tanggal 22 Nov 2025.