Berang-berang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Berang-berang
Berang-berang pantai (Lutra lutra)
Berang-berang pantai (Lutra lutra)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Mustelidae
Upafamili: Lutrinae
Genera

Amblonyx
Aonyx
Enhydra
Lontra
Lutra
Lutrogale
Pteronura

Berang-berang adalah mamalia semi-akuatik (atau akuatik, pada salah satu jenisnya) pemakan ikan. Berang-berang terdiri dari beberapa marga anggota anak-suku Lutrinae, yang bersama dengan jenis-jenis sigung (badger), biul, dan pulusan (weasel) membentuk suku Mustelidae. Dengan tiga belas spesies dalam tujuh genus, berang-berang memiliki penyebaran hampir di seluruh bagian dunia kecuali Australasia.[1] Mereka umumnya memakan hewan-hewan akuatik, terutama ikan dan kerang-kerangan, serta hewan-hewan invertebrata lainnya; namun juga amfibi, burung, dan mamalia kecil.

Morfologi dan perilaku[sunting | sunting sumber]

Berbentuk mirip musang, berang-berang memiliki tungkai yang relatif lebih pendek, dengan cakar yang berselaput, dan –kecuali berang-berang laut– mempunyai ekor yang panjang berotot. Rambut-rambut di tubuhnya terdiri dari dua lapisan. Bagian luar dengan rambut-rambut yang panjang dan relatif keras, kaku; dan bagian dalam dengan rambut-rambut yang halus, lunak. Lapisan dalam ini tidak tembus air dan memerangkap udara di dalamnya, sehingga menjaga kulit berang-berang tetap kering dan hangat meskipun tengah berenang di air yang amat dingin.

Banyak jenis berang-berang yang menghuni perairan yang dingin; dan karena itu memiliki laju metabolisme yang tinggi untuk menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Berang-berang pantai memerlukan makanan hingga sebanyak 15% bobot tubuhnya setiap hari, sementara kebutuhan berang-berang laut berkisar antara 20–25% bergantung kepada temperatur lingkungannya. Di perairan sedingin 10 °C (50 °F), seekor berang-berang memerlukan sekitar 100 gram ikan per jam agar tetap bertahan hidup. Kebanyakan jenis berang-berang menghabiskan 3 hingga 5 jam perhari untuk berburu mangsanya, dan induk berang-berang yang tengah mengasuh anaknya memerlukan waktu yang lebih banyak, hingga 8 jam sehari.

Ikan merupakan makanan utama bagi kebanyakan berang-berang. Sebagai selingan, berang-berang juga memangsa kodok, udang, dan yuyu.[2] Jenis berang-berang tertentu pandai membuka cangkang kerang untuk memangsanya, sementara jenis yang lainnya cukup tangkas untuk menangkap mamalia kecil atau burung di habitatnya. Ketergantungan kepada mangsa ini menyebabkan berang-berang rawan terhadap penurunan populasi mangsa.

Berang-berang merupakan hewan yang lincah dan aktif, memburu mangsanya di perairan atau di dasar sungai, danau, dan laut. Kebanyakan jenis hidup dan tinggal di dekat air, masuk ke badan air untuk berburu atau berpindah tempat, namun sebagian besar waktunya dihabiskan di daratan. Kebalikannya, berang-berang laut menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut.

Spesies[sunting | sunting sumber]

Lutrinae

Berang-berang raksasa (Pteronura brasiliensis)





Berang-berang kanada (Lontra canadensis)





Berang-berang laut kecil (Lontra felina)



Berang-berang amerika (Lontra provocax)




Berang-berang neotropis (Lontra longicaudis)






Berang-berang laut (Enhydra lutris)



Berang-berang leher-totol (Hydrictis maculicollis)





Berang-berang pantai (Lutra lutra)



Berang-berang sumatra (Lutra sumatrana)






Berang-berang afrika (Aonyx capensis)





Berang-berang cakar-kecil (Aonyx cinerea)



Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata)








Kladogram, menurut Koepfli et al. 2008[3] dan Bininda-Emonds et al. 1999[4]

Genus Lutra

Genus Hydrictis

Genus Lutrogale

Genus Lontra

Genus Pteronura

Genus Aonyx

Genus Enhydra

Galeri foto[sunting | sunting sumber]

Rujukan dan bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Corbet, G.B. and J.E. Hill (1992). The Mammals of Indomalayan Region, a systematic review. Natural History Museum Publication, Oxford University Press. hlm. 201–203. 
  2. ^ Kruuk, H. (2007). Otters: ecology, behaviour and conservation. Oxford Biology. hlm. 99–116. ISBN 0198565879. 
  3. ^ Koepfli KP, Deere KA, Slater GJ, et al (2008). "Multigene phylogeny of the Mustelidae: resolving relationships, tempo and biogeographic history of a mammalian adaptive radiation". BMC Biol. 6 (1): 4–5. doi:10.1186/1741-7007-6-10. PMC 2276185. PMID 18275614. 
  4. ^ Bininda-Emonds OR, Gittleman JL, Purvis A (1999). "Building large trees by combining phylogenetic information: a complete phylogeny of the extant Carnivora (Mammalia)". Biol Rev Camb Philos Soc 74 (2): 143–75. doi:10.1017/S0006323199005307. PMID 10396181. 
  • Gallant, D., L. Vasseur, & C.H. Bérubé (2007). Unveiling the limitations of scat surveys to monitor social species: a case study on river otters. Journal of Wildlife Management 71:258–265.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]