Batumalang, Cimerak, Pangandaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Batumalang
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Pangandaran
Kecamatan Cimerak
Jumlah penduduk 3.129 jiwa (perkiraan)

Batumalang adalah desa di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kondisi geografis[sunting | sunting sumber]

Desa Batumalang masuk wilayah Kecamatan Cimerak dengan luas wilayah Desa Batumalang 1.251.050 hektar. Kepadatan penduduk sudah mencapai 3.000 lebih jiwa penduduk tetap. Jiwa pemilih terdaftar 1.800 0rang pada tahun 2013. Namun dari keluasan wilayah yang begitu potensial saat ini masih banyak sumber daya alam yang berpotensi belum digali saat ini. Letak Geografis desa Batumalang berada di wilayah selatan Kabupaten Pangandaran.

Keseharian masyarakat desa Batumalang adalah bercocok tanam, bertani , buruh tani, peternak sapi dan peternak Kambing, bangunan dan buruh yang lainya. Mengingat keadaan wilayah desa Batumalang persawahan 80 % dari luas desa Batumalang.

Disepanjang jalan raya dan Jalan Pedesaan tersebut masyarakat sudah aktif bertani menanam Padi dengan menggunakan cara yang baik. Namun hasil panen belum seutuhnya menemukan harga yang sebanding dengan pekerjaan tersebut. Kendalanya yang utama adalah naik turunnya perdagangan tanaman Padi terutama pada saat panen raya.

Jarak tempuh ke Ibu kota Kecamatan sejauh 6 Kilo meter dengan lama tempuh 15 menit. Jalan Raya / PUK sudah bagus karena telah di Perbaiki pada tahun 2009 sedangkan Jalan Desa menggunakan aspal . Ke arah selatan ( Desa legokjawa ) juga aspal sudah bagus dan dapat dilalui dengan kendaraan Roda Empat dan kondisi saat ini masih bagus. Jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten ( Pangandaran ) sejauh 30 kilometer dengan lama tempuh sekitar 45 menit, jarak tempuh ke Ibu Kota Provinsi ( Bandung ) sejauh 275 kilometer dan jarak tempuh ke Ibu Kota Negara ( Jakarta ) sejauh 567 kilometer.

Demografis[sunting | sunting sumber]

A. Luas

  • Luas Desa Batumalang: 1.251.050 hektar
  • Tanah Kas Desa: 62.951 hektar
  • Bengkok Pamong:
  • Komplek Balai Desa: 0,075 hektar
  • Tanah Kuburan: 2 hektar
  • Tanah Lapangan: 0.320 hektar
  • Sawah Masyarakat: 521.478 hektar
  • Tegalan:
  • Pekarangan Penduduk:
  • Tanah wakaf Dll:
  • Tanah Disbun / Provinsi:

B. Batas Desa

  • Sebelah utara ; Desa Cimerak
  • Sebelah Timur ; Desa masawah
  • Sebelah Selatan ; Desa Legokjawa
  • Sebelah Barat ; Desa Ciparanti

C. Jalan Desa

  • Panjang Jalan provinsi: 3.000 m
  • Panjang Jalan Desa: 15 km
  • Jalan Tanah: 2 km
  • Jumlah Jembatan Beton: 1 Buah

D. Ekonomi Masyarakat

  • Jumlah angkatan Kerja [ 15-55 th ]:
  • Jumlah Usia sekolah [ 15-55 th ]:
  • Jumlah Ibu Rumah tangga [ 15-55 th ]:
  • Jumlah pekerja penuh [ 15-55 th ]:
  • Jumlah yang tidak menentu [ 15-55 th] :
  • Jumlah Rumah tangga Petani: 925 Orang
  • Jumlah Anggota Rumah tangga petani: 1.845 Orang
  • Jumlah Rumah tangga Buruh tani:
  • Jumlah anggota Rumah tangga buruh tani:

E. Profesi

  • Pedagang: 44

Orang

  • Pengrajin: 20

Orang

  • PNS: 19

Orang

  • Penjahit: 3 Orang
  • Montir: 3 Orang
  • Sopir: 10 Orang
  • Karyawan Swasta: 6 Orang
  • Tukang Kayu: 12 Orang
  • Tukang Batu: 3 Orang
  • Guru Swasta: 10 Orang

F. Produk Domestik Desa

  • Tanaman Padi tahun 2013 Luas:

169 ha/m2

  • Tanaman Jagung Luas:
  • Tanaman Cabe merah Luas:

G.Pendidikan

  • Jumlah Gedung sekolah

1. TK ; 1 Buah 2. SD ; 3 Buah 3. SMP ; 1 Buah

4. SLTA ; 1 Buah

  • Jumlah Buta huruf ;
  • Tidak tamat SD: 186 jiwa
  • Tamat SD: 2.232 jiwa
  • Tamat SMP: 322 jiwa
  • Tamat SMA: 183 jiwa
  • D-1/2/3: 8 jiwa
  • S-1: 12 jiwa

H. Wajib belajar 9 Tahun

  • Usia 7 – 15 tahun: 273 jiwa
  • Masih sekolah 7 – 15 tahun: 273 jiwa
  • Tidak sekolah 7 – 15 tahun: 6 jiwa

I. Kesehatan Masyarakat

  • Polindes: 1 buah
  • Bidan Desa: 1 Orang
  • Balita:

155 anak

  • Balita Gizi Buruk: 2 anak
  • Balita Gizi Baik:
153 anak
  • Rumah tangga menggunakan air bersih/pipa: 715 Rumah tangga
  • Rumah tangga menggunakan air sungai ; 398 Rumah tangga

J. Penduduk

  • Jumlah Kepala Rumah Tangga ;

1.114 kk

  • Jumlah Penduduk ; 3.180

jiwa

K. Jumlah Aparatur Pemerintahan Desa

  • Perangkat Desa: 13

Orang

  • BPD: 7 Orang
  • RT: 25 RT
  • RW: 8 Wilayah
  • LPMD: 15 Orang
  • LINMAS: 13 Anggota
  • KPMD: 2 Pengurus
  • FKPM: 15 Anggota.

L. Komplek Balai Desa

  • Bangunan Kantor Desa: 1 unit
  • Aula Desa: 1 unit
  • podium terbuka: 1 unit

M. Sarana umum

  • Jumlah Masjid Jami’: 8 buah
  • Musholla: 12 Buah
  • Balai Dusun: 4 buah .

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kegiatan ekonomi desa selama ini masih didominasi oleh sektor pertanian. Mengingat wilayah desa Batumalang 80 % persawahan dan yang 3 % adalah tegalan yang berubah fungsi menjadi Sawah Pertanian. Namun dari pesatnya pertanian desa belum sutuhnya membuahkan hasil optimal. Ini disebabkan karena masih rendahnya pengetahuan dan kurangnya dana penunjang terutama di wilayah kelompok tani. Padahal dari segi pemasaran hasil, banyak pedagang yang bertransaksi di wilayah ini. Sebagian masyarakat Desa Batumalang banyak yang menjadi pekerja bangunan, buruh tani, Peternak sapi , peternak Kambing, serta pekerjaan lainnya.

Tingkat pendapatan masyarakat belum seutuhnya mencukupi kebutuhan hidup karena harga barang tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat mereka serta masih minimnya bekal ketrampilan, upah buruh yang masih kecil serta masih mahalnya barang – barang kebutuhan sembako. Keadaan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah desa Batumalang namun wilayah lain juga keadaanya sama.

b.Pertumbuhan ekonomi desa

Pertumbuhan perekonomian desa masih didominasi oleh sektor pertanian . Peternak sapi hanya sebagian masyarakat yang melaksanakan kegiatan ini. Peternak Ayam hanya beberapa Orang yang melaksanakan kegiatan ini karena memerlukan pembiayaan yang besar. Dalam Data Profil Desa 2013 disebutkan bahwa ;

§ Potensi umum: Potensi sedang § Potensi sumberdaya alam: Potensi sedang § Potensi Sumber Daya Manusia: Potensi sedang § Potensi Kelembagaan: Baik § Potensi sarana dan prasarana: sedang

Dari tingkat pertumbuhan ekonomi diatas, banyak tanaman yang nilai ekonomisnya tinggi tetapi tidak dilaksanakan. Diantaranya adalah ; Tanaman Obat- obatan ( Jahe, Lengkuas, Mengkudu, Dewa- dewi, kumis kucing dan lainnya ), Tanaman perkebunan ( Kelapa, Blimbing, Nangka dan lainya ), Tanaman pangan, Potensi perikanan kurang mendukung. Potensi yang menjanjikan adalah Peternakan sapi , kambing, penggemukan sapi, tanaman hortikurtura.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]