Babi celeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Infobox spesiesBabi celeng
Sus scrofa
Wild Boar Habbitat 3.jpg
Babi celeng (Sus scrofa) merupakan nenek moyang babi domestik (Sus scrofa domesticus)
Data
Masa kehamilan 121 hari
Berat badan 960 g
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN 41775
Taksonomi
SuperordoLaurasiatheria ·
-Scrotifera ·
-Fereuungulata ·
GrandorderUngulata ·
OrdoArtiodactyla ·
UpaordoSuina ·
FamiliaSuidae ·
UpafamiliaSuinae ·
TribusSuini ·
GenusSus ·
SpesiesSus scrofa
Linnaeus, 1758[1]
Distribusi
Sus scrofa range map.jpg
Modifica les dades a Wikidata

Babi celeng[2] secara umum dikenal sebagai babi hutan adalah nenek moyang babi liar yang menurunkan babi ternak (Sus scrofa domesticus). Daerah penyebarannya adalah di hutan-hutan Eropa Tengah, Mediterania (termasuk Pegunungan Atlas di Afrika Tengah) dan sebagian besar Asia hingga paling selatan di Indonesia. Ia termasuk familia Suidae yang mencakup warthog dan babi semak di Afrika, babi kerdil di utara India, dan babirusa di Indonesia.

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Babi yang berukuran besar; beratnya dapat mencapai 200 kg (400 pound) untuk jantan dewasa, serta panjangnya dapat mencapai 1,8 m (6 kaki). Babi celeng di Indonesia panjang tubuhnya hingga 1.500 mm, panjang telinga 200–300 mm, dan tinggi bahunya 600–750 mm[2].

Anak jenis S.s. vittatus didapati di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Jawa; kemungkinan pula di Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, hingga Pulau Komodo. Anak jenis ini dibedakan dari subspesies lainnya karena memiliki tulang hidung (nasal) yang relatif lebih pendek, yakni 45-48% panjang tengkorak (48-51% pada anak jenis lainnya).[3]

Kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Jika terkejut atau tersudut, hewan ini dapat menjadi agresif - terutama betina dewasa yang sedang melindungi anak-anaknya - dan jika diserang akan mempertahankan dirinya dengan taringnya.

Di Jawa, babi celeng diketahui berkawin silang dengan babi bagong (S. verrucosus)[4]. Di tempat-tempat lain, kemungkinan pula dengan babi berjenggot (S. barbatus) dan babi sulawesi (S. celebensis)[3].

Hewan ini sempat punah di Britania pada abad ke-17, tetapi populasinya telah kembali di beberapa tempat terutama di Weald akibat terlepas dari peternakan.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Linné, C. von. 1758. Caroli Linnæi Systema naturæ. Regnum animale. Editio decima, 1758: 49. Lipsiæ: Sumptibus Guilielmi Engelmann, 1894.
  2. ^ a b Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 365. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.
  3. ^ a b Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of Indomalayan Region: a systematic review: 246. Oxford: Nat. Hist. Mus. Publ. & Oxford Univ. Press.
  4. ^ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. op. cit.: 248.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]