Ayat Muhkam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Ayat Muhkam berarti ayat Al-Qur'an yang jelas. Makna menurut bahasa, muhkam berasal dari kata حكم –يحكم –حكما yang berarti memutuskan dua hal. Makna menurut istilah, muhkam artinya suatu ungkapan yang maksud makna lahirnya tidak mungkin diganti atau diubah.

Jadi muhkam atau muhkamat adalah akurasi dan kualitas tinggi pada lafaz-lafaz dan arti-artinya. Al-Qur'an menggunakan bahasa dan sastra yang amat fasih. Setiap berita-beritanya benar dan bermanfaat. Al-Quran tidak mengandung penipuan, konflik, maupun kata-kata kosong yang tidak berguna. Semua hukum-hukumnya adil, tidak zalim, tidak bersanggahan dan sebaliknya hukum yang tidak relevan.

Dalil Al-Qur'an tentang Ayat Muhkam[sunting | sunting sumber]

Penjelasan tentang Ayat Muhkam[sunting | sunting sumber]

  • Ayat Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya.
  • Ayat Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung, tanpa memerlukan keterangan lainnya.
  • Ayat Muhkam adalah ayat yang tidak mengandung takwil kecuali satu wajah.
  • Ayat Muhkam adalah sesuatu yang mudah dipahami.
  • Ayat Muhkam, yang didalamnya menjelaskan sesuatu yang halal dan haram, fardu, janji dan ancaman.

Contoh Ayat-Ayat Muhkam[sunting | sunting sumber]

Para ulama memberikan contoh-contoh ayat muhkam dalam Al-Qur'an dengan ayat nasikh, ayat-ayat tentang halal, haram, hudud, kewajiban, janji, dan ancaman. Contoh Ayat Muhkam adalah seperti berikut:

Hikmah Ayat Muhkam[sunting | sunting sumber]

Adanya ayat-ayat muhkamat dalam Al-Qur'an, jelas akan memberikan hikmah bagi manusia, hikmah tersebut diantaranya adalah:

  • Menjadi rahmat bagi manusia, khususnya orang kemampuan bahasa Arabnya lemah. Dengan adanya ayat-ayat muhkam yang sudah jelas arti maksudnya, sangat besar arti dan manfaatnya bagi mereka.
  • Memudahkan bagi manusia mengetahui arti dan maksudnya. Juga memudahkan bagi mereka dalam menghayati makna maksudnya agar mudah mengamalkan pelaksanaan ajaran-ajarannya.
  • Mendorong umat untuk mudah memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an, karena lafaz ayat-ayatnya telah mudah diketahui, mudah dipahami, dan jelas pula untuk diamalkan.
  • Menghilangkan kesulitan dan kebingungan umat dalam mempelajari isi ajarannya, karena lafaz ayat-ayat dengan sendirinya sudah dapat menjelaskan arti maksudnya, tidak harus menunggu penafsiran atau penjelasan dari lafaz ayat atau surah yang lain.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Anwar, Rosihan, Ulumul Qur’an: Untuk IAIN, STAIN, DAN PTAIS, Bandung, Pustaka Setia, 2000.