Appa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tokoh dalam serial Avatar: The Legend of Aang
Appa.
Appa
Kebangsaan Pengembara Udara
Jenis kelamin Jantan
Warna rambut Putih (dengan corak tanda panah berwarna cokelat)
Warna mata Cokelat
Umur 104
Posisi Peran pendamping
Kemunculan pertama The Boy in the Iceberg
Pengisi suara Dee Bradley Baker

Appa adalah salah satu tokoh fiktif dalam serial animasi televisi Nickelodeon yang berjudul Avatar: The Legend of Aang. Dalam serial tersebut, Appa adalah satu-satunya bison terbang yang diketahui masih hidup. Suaranya dalam tayangan televisi diisi oleh Dee Bradley Baker. Pada segmen tambahan dalam DVD, pembuat acara tersebut, yaitu Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko, mendeskripsikan penampilan Appa sebagai perpaduan antara hewan banteng/bison dan manatee.[1] Dalam banyak episode terlihat bahwa Appa gemar memakan jerami.

Ikhtisar alur cerita[sunting | sunting sumber]

Appa dan Aang saat bertemu untuk yang pertama kalinya.

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Dalam episode "Appa's Lost Days", ada adegan yang menampilkan kehidupan awal Appa, yaitu ketika ia masih merupakan seekor bison terbang kecil. Masa-masa tersebut juga merupakan masa pertemuannya dengan tokoh Aang untuk yang pertama kali. Ditayangkan bahwa semenjak kecil, bison terbang sudah mampu terbang. Ibu Appa menyuruh anak-anaknya untuk turun menjumpai para pendeta muda, yang kelak akan menjadi teman mereka sepanjang hidup. Dalam episode tersebut, tidak dijelaskan mengenai hubungan yang jelas antara kaum Pengembara Udara dan bison terbang; hanya diketahui bahwa bison terbang sangat erat kaitannya dengan kaum pengendali udara dan jurus pengendalian udara. Saat Appa turun, Aang maju dan menawarkan sebuah apel untuk Appa. Karena Aang sadar bahwa hewan tersebut menyukai apel yang ditawarkannya, ia memberi nama "Appa", yang berasal dari kata "apel".[2] Seketika itu juga, keduanya berteman dan selalu bersama-sama dalam menjalani kehidupan. Kenyataan bahwa hubungan mereka sangat dekat telah diungkap dalam episode "Appa's Lost Days".

Ketika Aang tahu bahwa ia akan dipisahkan dengan pendeta yang amat disayanginya, ia memutuskan untuk pergi ke kutub selatan bersama dengan Appa. Dalam perjalanan, Aang dan Appa terjebak dalam sebuah badai. Saat ada ombak besar menggulung mereka, Aang menciptakan gelembung udara besar yang membungkus Appa dan dirinya, lalu mereka tertidur dalam gelembung tersebut selama 100 tahun.

Petualangan[sunting | sunting sumber]

Appa menghalau beruang-platipus dalam episode "The Fortuneteller."

Gelembung yang membungkus Aang dan Appa ke dalam bongkahan es, terapung sampai di kutub selatan, dan ditemukan oleh Katara dan Sokka, dua remaja dari Suku Air Selatan. Semenjak peristiwa tersebut, Appa dan Aang menjalin persahabatan dengan Katara dan Sokka. Appa menjadi anggota kelompok yang utama karena ia digunakan sebagai sarana transportasi yang penting dalam perjalanan Aang dan kawan-kawan. Dengan menunggangi Appa, mereka terbang dari satu tempat ke tempat lain untuk memenuhi kewajiban Aang, yaitu mencari guru agar bisa mempelajari ilmu pengendalian empat unsur yang berbeda. Dalam perjalanannya pula, Appa mendapat kawan baru, seperti misalnya Momo dan Toph. Sokka menyebut kelompok tersebut sebagai "Tim Avatar."

Selain sebagai sarana transportasi, Appa juga digunakan sebagai pelindung atau banteng pertahanan, karena ukuran tubuhnya yang besar mampu menghalau makhluk yang berniat jahat. Misalnya saja saat ia menghalau "beruang-platipus" dalam episode "The Fortuneteller," atau saat bertarung dengan Shirshu dalam episode "Bato of the Water Tribe."

Dalam episode "The Library" diceritakan, saat Aang dan kawan-kawan menjelajahi Kerajaan Bumi, mereka mengunjungi perpustakaan rahasia milik Wan Shi Tong yang terletak di tengah gurun Si Wong. Sementara Aang dan kawan-kawan memasuki perpustakaan, Appa dan Toph berjaga-jaga di luar. Beberapa saat kemudian, perpustakaan ditenggelamkan ke dalam pasir oleh Wan Shi Tong karena marah dengan rencana Sokka yang akan menggunakan ilmu pengetahuan untuk perang. Dalam situasi yang kalut, para pengendali pasir menjerat Appa lalu menculiknya. Toph tidak mampu menolong karena ia sibuk menahan perpustakaan yang perlahan-lahan tenggelam ke dalam pasir.

Masa menghilang[sunting | sunting sumber]

Appa diculik oleh pengendali pasir dalam episode "The Library."

Dalam episode "Appa's Lost Days" diceritakan bahwa Appa dijual ke Negara Api oleh kaum pengendali pasir. Penjinak hewan buas dari sebuah sirkus bersedia membelinya dan menjadikannya hewan penghibur. Karena tak tahan dengan siksaan yang diterimanya, Appa meloloskan diri. Kemudian, Appa menjelajahi Kerajaan Bumi sampai tiba di Pulau Kyoshi. Di sana, ia ditemukan pertama kali oleh Suki, pemimpin para Prajurit Kyoshi. Suki memberinya makan lalu menyuruh para Prajurit Kyoshi untuk membersihkan tubuh Appa yang kotor. Suki memaksa Appa agar kembali kepada Aang setelah Azula datang menyerang Pulau Kyoshi. Appa hendak membantu, namun Suki bersikeras agar Appa segera pergi menemui Aang.

Setelah meninggalkan Pulau Kyoshi, Appa pergi menuju Kuil Udara Timur. Di sana ia beristirahat sambil mengenang masa lalunya. Ia mendapati seseorang yang tua renta seperti pertapa, yang bernama Guru Pathik, sedang bermeditasi di sana. Dengan membaca energi yang dihasilkan oleh ikatan persahabatan antara Aang dan Appa, Guru Pathik mampu mengetahui lokasi Aang berada. Kemudian ia menulis sepucuk surat dan diikat di tanduk Appa. Setelah itu, ia meminta agar Appa segera pergi ke Ba Sing Se, di mana Aang sedang menantinya. Dengan patuh, Appa pergi ke Ba Sing Se, lalu di sana ia diculik oleh Long Feng.

Appa kembali[sunting | sunting sumber]

Appa dikurung di tempat rahasia yang terletak di Danau Laogai. Ketika Aang dan kawan-kawan menyusup ke tempat rahasia tersebut, Zuko datang menemui Appa karena berencana untuk memanfaatkannya sebagai umpan untuk menangkap Avatar. Namun, setelah mendapat nasihat dari Iroh, Zuko mengubah pikirannya lalu ia membebaskan Appa. Kemudian Appa kembali saat Aang dan kawan-kawan sedang menghadapi para Dai Li di Danau Laogai. Aang amat senang melihat Appa kembali. Dengan menunggangi Appa, Aang dan kawan-kawan menerobos istana Kerajaan Bumi untuk menemui Raja Kuei. Untuk meyakinkan sang raja tentang adanya peperangan, Aang dan kawan-kawan mengajak sang raja untuk mengendarai Appa supaya bisa mengamati tembok Ba Sing Se yang telah dijebol oleh Negara Api. Setelah sadar bahwa kerajaannya sedang terancam, sang raja memerintahkan lima jenderal untuk menyusun strategi, namun hal tersebut tidak terlaksana karena ada kudeta. Akhirnya, Kerajaan Bumi jatuh ke tangan Negara Api dan raja bumi beserta tim avatar menyelamatkan diri dengan mengendarai Appa.

Perjalanan di Negara Api[sunting | sunting sumber]

Appa saat turut serta dalam masa penyerbuan ke Negara Api.

Appa masih setia menemani Aang dan kawan-kawannya bahkan setelah mereka memasuki wilayah Negara Api. Namun, supaya ia tidak menimbulkan rasa curiga saat terbang, Aang menutupi tubuh Appa dengan awan sebagai penyamaran. Setelah penyerangan gagal selama masa gerhana matahari, Appa mengantar Aang dan kawan-kawannya ke luar wilayah Negara Api menuju Kuil Udara Barat sehingga mereka dapat hidup sebagai pelarian. Di sana, ia merupakan salah satu orang yang menerima Zuko sebagai guru pengendalian api bagi Aang, sebagaimana ia masih berterima kasih pada Zuko karena membebaskannya di Ba Sing Se. Ia juga menerbangkan Aang dan Zuko menuju Kuil Prajurit Matahari dengan tujuan mepelajari ilmu pengendalian api sejati. dan setelah itu menerbangkan Katara dan Zuko untuk mencari pengendali api yang membunuh ibunya Katara dan Sokka

Watak dan kepribadian[sunting | sunting sumber]

Dalam serial Avatar, tidak banyak yang bisa dijelaskan mengenai kepribadian Appa, sehubungan dengan ketidakmampuannya untuk berbicara. Namun, ia tampak mampu memahami pikiran manusia, dan hal itu bisa diamati dalam beberapa episode. Dapat diasumsikan bahwa Appa memiliki watak yang tidak lekas menaruh prasangka buruk terhadap orang lain, sebelum mengalami kejadian buruk dalam episode "Appa's Lost Days". Dulu, ia tidak mengulur waktu untuk menerima apel yang ditawarkan oleh Aang dan cepat menyukai Sokka saat tayangan di episode pertama.[3] Namun, perangai ini tercemar semenjak pengalamannya bersama pawang hewan di sirkus.

Saat berada di sirkus, Appa dikurung, dididik dengan keras dan dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak berani ia lakukan. Hal ini telah memberikan luka batin yang mengubah tabiat Appa. Dalam episode "Appa's Lost days", salah satu tokoh dalam serial Avatar yang bernama Guru Pathik menjelaskan bahwa Appa adalah hewan yang ramah, tenang dan damai, namun pengalaman buruk yang telah menimpanya, yang telah membuatnya berpisah dengan Aang dan mengalami nasib buruk di sirkus, telah membuatnya menjadi hewan yang dipenuhi rasa ketakutan dan kesepian.[2] Hal ini tampak saat ia menjadi garang karena bertemu dengan Suki, padahal Suki adalah teman Aang yang ramah, dan telah membantu Tim Avatar melewati Jalur Naga yang berbahaya. Namun setelah Suki menjelaskan jati dirinya yang sebenarnya, Appa kembali menjadi tenang.[2]

Dalam episode "The Cave of Two Lovers", Appa takut berjalan di bawah tanah dan takut terhadap api. Ketakutannya terhadap api bisa jadi disebabkan oleh pengalamannya saat menjadi hewan sirkus, atau bisa pula karena sifat asli spesiesnya. Sebagai seekor bison, secara alami ia mampu menjadi garang dan buas.[4] Hal ini dapat dilihat dalam episode "Bato of the Water Tribe" dan "Appa's Lost Days".

Kemampuan[sunting | sunting sumber]

Adegan saat Appa terbang.

Appa memiliki kemampuan untuk terbang, oleh karena itu ia disebut Bison Terbang. Ekornya tampak seperti alat terbang yang utama, namun mulutnya juga mampu melakukan hal yang serupa. Karena ukuran dan berat tubuhnya yang besar, dibutuhkan energi yang besar untuk mengangkat tubuhnya ke atas. Sebagai akibatnya, Appa tidak mampu terbang untuk jangka waktu yang lama dan sewaktu-waktu ia berhenti untuk beristirahat.[5] Dalam episode awal, ia juga tampak sebagai perenang yang cukup handal,[3] meskipun ia lebih sering terlihat terbang atau berjalan daripada berenang. Walaupun perangai yang tenang dikaitkan dengan kepribadiannya dan juga spesiesnya, Appa juga mampu bertarung apabila berada dalam keadaan terdesak. Dengan kemampuannya dalam mengendalikan udara, Appa mampu menciptakan angin besar hanya dengan menggoyangkan ekornya dan membuat lawannya terlempar hingga terkapar.[4]

Hubungan persahabatan[sunting | sunting sumber]

Aang[sunting | sunting sumber]

Dalam serial Avatar, Aang adalah sahabat Appa dan mereka telah lama menjalani petualangan bersama-sama semenjak kecil. Mereka berdua juga telah mengalami pengalaman yang paling menegangkan, termasuk tidur lama dalam bongkahan es selama 100 tahun. Ikatan persahabatan di antara mereka sangat erat sehingga Guru Pathik mampu mengetahui dimana Aang berada hanya dengan cara merasakan energi yang terkandung dalam diri Appa. Dalam episode "The Desert", saat kaum pengendali pasir mengaku bahwa mereka telah menculik Appa, Aang menjadi sangat marah sehingga memasuki "keadaan Avatar". Akhirnya, keganasan Aang dapat diredam oleh Katara. Dalam pelukan hangat Katara, Aang menangis karena telah kehilangan Appa yang bagaikan belahan jiwanya. Tayangan dalam episode ini memperlihatkan bahwa hubungan antara Aang dan Appa sangat erat. Dan juga dalam episode "City of Walls and Secrets", ketika Tim Avatar tiba di Ba Sing Se, Aang berkata, "Dia (Appa) ada di sini. Aku bisa merasakannya."

Momo[sunting | sunting sumber]

Dalam serial Avatar, Momo dan Appa tampak memiliki hubungan persahabatan yang sangat erat. Seperti yang terlihat dalam episode "Cave of Two Lovers", ketika Momo menceritakan sebuah kisah kepada Appa, tampak jelas bahwa mereka mampu berkomunikasi dengan semacam metode.

Momo dan Appa memiliki ikatan persahabatan yang tampak tak terpatahkan, seperti yang terlihat dalam episode, "The Tales of Ba Sing Se," dalam sub-cerita "The Tale of Momo." Momo bermimpi bahwa dirinya dan Appa sedang makan buah di bawah pohon besar, lalu petir membangunkannya dari mimpi. Suara dari petir tersebut membuat Momo teringat akan raungan Appa. Dengan mengikat bulu Appa di lengannya, Momo meninggalkan rumah Aang untuk mencari Appa. Di dalam kota Ba Sing Se, Momo bertemu dengan sekelompok hewan "puma-kerdil" dan mereka mengajak Momo ke sebuah tempat dimana terdapat jejak kaki yang amat besar. Jejak kaki tersebut memberi petunjuk bahwa Appa pernah diculik di sana.

Trivia[sunting | sunting sumber]

  • Dalam episode "The Great Divide," Aang mengungkapkan bahwa Appa memiliki lima perut.
  • Seperti yang terlihat dalam episode "Appa's Lost Days", Appa adalah tokoh kedua yang tampak berdarah dalam serial Avatar, sedangkan yang pertama adalah Zuko dalam episode "The Avatar State".

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bryan Konietzko and Michael Dante DiMartino. (2006, 2006-09-19). Book 1: Water, Box Set [DVD].
  2. ^ a b c "Appa's Lost Days". Director: Giancarlo Volpe; Writer: Elizabeth Welch Ehasz. Avatar: The Legend of Aang. Nickelodeon. 2006-10-12. No. 16, season 2.
  3. ^ a b "The Boy in the Iceberg". Director: Dave Filoni; Writers: Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko. Avatar: The Legend of Aang. Nickelodeon. 2005-02-21. No. 1, season 1.
  4. ^ a b "Bato of the Water Tribe". Director: Giancarlo Volpe; Writer: Ian Wilcox. Avatar: The Legend of Aang. Nickelodeon. 2005-10-07. No. 15, season 1.
  5. ^ "The Chase". Director: Giancarlo Volpe; Writer: Joshua Hamilton. Avatar: The Legend of Aang. Nickelodeon. 2006-05-26. No. 8, season 2.