Ali Bin Dachlan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Dr.
Moch.Ali Bin Dachlan
M.B.A

Bupati Lombok Timur.jpg

Berkas:Ali BD.Bupati Lombok Timur.jpg
Bupati Lombok Timur
Petahana
Mulai menjabat
31 Agustus 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Wakil Rachmat Suhardi (2003-2008)
Haerul Warisin (2013-sekarang)
Didahului oleh Sukiman Azmy
Informasi pribadi
Lahir 30 Desember 1948 (umur 68)
Bendera Indonesia Kelayu, Selong Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Suami/istri Hj. Supinah
Relasi Juwiter
Anak * drg.H.Asrul Sani,M.Kes
  • Ahmad Zulfikar
Alma mater Universitas Satyagama
Profesi Bupati
Agama Islam
Media sosial
Situs web Situs Resmi Kabupaten Lombok Timur

Ali Bin Dachlan lahir pada 30 Desember 1948 di Lombok Timur. Pernah sebagai Bupati Lombok Timur priode 20032008. Kalah pada Pilkada 20082013[1]. Kembali dicalonkan masyarakat melalui jalur independent pada Pilkada 2013 dan berhasil sehingga ia kembali menjadi Bupati Lombok Timur untuk priode 2013-2018[2]

Keluarga dan Trah[sunting | sunting sumber]

Ali Bin Dachlan lebih dikenal dengan sebutan Ali BD, memiliki nama lengkap Moch Ali bin Dachlan. Tokoh ini memiliki satu orang Istri bernama Hj. Supinah, dan dua orang anak. Putra sulungnya bernama drg.H. Asrul Sani,M.Kes dan putra bungsunya bernama Ahmad Zulfikar[3]

H.Moch. Ali bin Dachlan merupakan silsilah keturunan atau keluarga dari Tuan Guru Umar Kelayu. [4]. Tuan Guru Umar adalah tokoh masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nama Tuan Guru Umar sangat melekat di hati masyarakat Lombok, bahkan sampai manca negara. Oleh masyarakat Lombok, idealisme dan pengabdian Tuan Guru Umar yang pernah menjadi penghulu di Kerajaan Selaparang sebagai bagian dari Sejarah Lombok semakin memberikan keyakinan bahwa Ali Bin Dachlan adalah silsilah keluarganya.[5]

Buku Tuan Guru Umar Kelayu.jpg

Karena antara Selaparang dan Tuan Guru Umar Kelayu, sering menjadi bagian dari kebijakan Ali Bin Dachlan saat menjadi Bupati Lombok Timur, baik pada periode 2003 - 2008 dan 2013 - sekarang. Bukti yang terlihat adalah adanya nama-nama Selaparang dalam berbagai program pemerintah serta terbitnya buku-buku yang mengenang sejarah Tuan Guru Umar Kelayu. Hasil penelitian dari para penulis buku dan wawancara dengan tokoh yang masih hidup dengan usia 70 tahun ke atas mengakui bahwa Ali Bin Dachlan diperkirakan merupakan trah ke - 5.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

H. Moch. Ali Bin Dachlan mengawali pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR) Dasan Geres, kemudian melanjutkan pendidikan ke SMPN Selong, SMAN Selong dan mendapatkan gelar sarjana hukum.[6]

Riwayat Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

H. Moch. Ali bin Dachlan mengawali karir sebagai guru di SMA Maarif serta menjadi Kepala Sekolah di SMP di bawah naungan lembaga yang sama yaitu Maarif. Ali bin Dachlan juga pernah menjadi wartawan, pegawai negeri sipil, berwiraswasta, mendirikan yayasan sampai menjadi ketua forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) – NTB.

Pengalaman tersebut membuatnya dikenal oleh masyarakat luas, bahkan karena jasa Ali BD sejak aktif di LSM, ada sebuah jambatan di Langko, Kecamatan Janapria kabupaten Lombok Tengah disebut Jambatan Ali BD, karena Jembatan tersebut dibangun olehnya[7]. Disamping itu, semua bidang yang digeluti Ali BD juga rata-rata sukses. Salah satu contoh kesuksesannya yang bisa dilihat sebagai riwayat karir adalah berdirinya Bank Segara Anak Kencana dan Bank Samawa Kencana yang sama-sama di singkat BSK[8]

Bank Segara Anak Kencana[1] yang merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) banyak membantu pembangunan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Bersama Ali BD, Bank ini juga aktif menjalankan Syariat Islam, diantaranya melalui moment Peringatan Hari Besar Islam baik di Lombok dan juga Sumbawa - NTB

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

H. Moch. Ali bin Dachlan dikenal sebagai Tokoh Pemerintahan (Bupati) yang kontroversional. Seorang pemuda pernah menulis buku tentangnya. Buku tersebut berjudul 10 alasan oknum bertanda kutip membenci Ali BD[9]. Buku tersebut berisi tentang beragam fitnah terhadapnya yang membuat politik di Lombok Timur sempat keruh karena black campaign di setiap pilkada yang diikuti olehnya. Bahkan saat ia dinyatakan menang dalam pilkada 2013 sampai menjelang pelantikan, terjadi demo atau aksi penolakan yang diduga dari lawan politik. Aksi tersebut berujung anarkis[10]

Fitnah-fitnah tersebut diduga tidak terlepas dari sikap kontroversinya yang sering bertentangan dengan kebiasaan pemerintahan. Kebijakannya yang selalu melawan untuk kepentingan masyarakat selalu menjadi tanda tanya. Bahkan Media Nasional Metro TV pernah memberitakannya dengan judul Aksi Menantang Pak Bupati.[11]

Kebijakannya sebagai Bupati yang selalu berpihak pada kebutuhan rakyat membuatnya tetap ada di hati masyarakat. Buktinya Ali BD sukses menjadi tokoh pertama dalam sejarah yang berhasil menjadi Bupati melalui jalur Independent. Bukti dari kesuksesannya, meskipun membuat benci lawan politiknya dan sempat membuat Lombok Timur dalam aksi / demo diantaranya soal pemotongan 2,5 % untuk zakat, dan saat ia dilantik pada tanggal 30 Agustus 2013.[12]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Ali BD dalam Prestasi secara Nasional ataupun Internasional tidak terlalu pamiliar. Namun kebijakannya sering menjadi referensi Nasional. Karena ia sendiri cendrung menolak lomba-lomba pemerintahan yang menghabiskan anggaran. Salah satunya termuat dalam buku Kekuasaan untuk Rakyat. Dalam buku tersebut tercatat bahwa Ali BD pernah melarang Ibu-Ibu PKK agar tidak mengikuti lomba memasak ikan[13] Ali Bin Dachlan lebih senang mendukung program yang bisa memacu inovasi, prestasi dan transparansi.[14]

Manfaat dari kebijakan tersebut bisa dilihat dari pembangunan Kantor Bazda Lombok Timur, Pembangunan Dermaga Labuhan Haji, Pembebasan Lahan DAM Pandandure, Perayaan Tahun Baru Hijriyah dan lain-lain. Bahkan Kantor Bupati Lombok Timur yang pembangunannya sempat molor sejak zaman pemerintahan sebelumnya[15], dan baru berhasil berdiri megah di masa pemerintahan Ali BD [16]. Serta prestasi-prestasi lainnya. Gambaran dari prestasi tersebut hanya yang menjadi refrensi kebijakan daerah atau kabupaten lain, sedangkan prestasi lainnya tidak terhitung

Pro Rakyat dan Dukungan menjadi Gubernur[sunting | sunting sumber]

Di tengah periode pemerintahan, Ali bin Dachlan didorong untuk menjadi Gubernur NTB melalui Pilkada 2018. Dorongan tersebut terbukti melalui inisiatif para relawan yang sudah mulai berkorban untuk mengkampanyekan Ali BD[17]. Pengorbanan sejenis juga pernah terlihat dilaksanakan pada Pilkada sebelumnya. Bentuk pengorbanan tersebut adalah melalui aksi sumbang dana untuk Baju Semeton Ali BD dan berbagai poster yang dirancang bertuliskan Semeton Kance Ali BD sejak akhir 2015.

Dukungan lain adalah munculnya media sosial yang bernama Semeton Ali BD[18]. Dorongan tersebut sepertinya disetujui oleh tokoh ini, buktinya ia selalu aktif menghadiri undangan silaturrahmi ke luar Lombok Timur. Dikatakan dorongan dan disetujui karena jangankan akun media sosial, Ali BD sendiri tidak punya handphone dan senang makan Ambon atau Ubi[19].

Cara-cara ini tergolong unik dan seringkali dianggap mustahil dalam dukungan politik. Namun pengakuan relawan, demikianlah keadaannya. Ali BD terlalu besar jasanya. Sehingga wajar para relawan berkorban saat Ali BD membutuhkan dukungan terutama dari yang belum mengenal siapa Ali BD serta karakternya. Melihat fakta tersebut, banyak yang berpendapat bahwa kondisi langka tersebut karena kesatuan hati atau prinsip dalam berkorban untuk politik dalam arti yang sesungguhnya.

Dalam Artikel yang membahas terkait drg.H.Asrul Sani,M.Kes, putra dari Ali BD yang diharapkan sebagai penerusnya, disebutkan bahwa kondisi langka tersebut harus menjadi inspirasi para politikus, agar politik tetap sebagai sebuah ilmu dengan pengertian yang sesungguhnya. Bukan sebagai ajang mencari kekuasaan. [20]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hamzan Muhammad. Harapan itu masih ada. Majalah Mimbar Edisi Januari 2014. Universitas Gunung Rinjani (UGR) Lombok Timur
  2. ^ Artikel 2013. Barakuda dan Pagar Besi Kantor DPRD Lombok Timur
  3. ^ Biografi Bupati Lombok Timur 2003-2008
  4. ^ Refleksi Dua Tahun Alkhaer. Tabloid Terakota. Agustus 2015
  5. ^ Menghadiri Bedah Buku Tuan Guru Umar
  6. ^ H.Moch. Ali Bin Dachlan. Bupati Lombok Timur Priode 2013-2018
  7. ^ Simpul NTB. Ali BD dalam Ensiklopedia Ulamaq. Buku. 2016
  8. ^ Riyanto Rabbah. Kekuasaan untuk Rakyat. Buku Diterbitkan Oleh YSM 2007
  9. ^ Hamzan Muhammad. Linklove 2012. 10 Alasan Oknum Bertanda Kutip Membenci Ali BD (Buku).
  10. ^ Tolak Pelantikan Ali BD Massa Berujung Anarkis
  11. ^ Metro Realitas. Aksi Menantang Pak Bupati. Metro TV 2015
  12. ^ Majalah Mimbar UGR. 2014
  13. ^ .Riyanto Rabbah. Kekuasaan Untuk Rakyat. YSM 2007 (Buku)
  14. ^ Emzet Juwitour. Merakit Pupuk Politik Dalam Ladang Program. FPIPT Harus Sharing (Artikel)www.juwitour.com 2015
  15. ^ Tender Pembangunan Kantor Bupati Lombok Timur Molor. NTB Terkini.2012
  16. ^ Pembangunan Kantor Bupati Rapung 74 Persen. Lombok FM. 2015
  17. ^ https://www.facebook.com/alibd.semeton/
  18. ^ https://www.facebook.com/semeton.alibd?fref=ts
  19. ^ Statemen Share
  20. ^ Merakit Pupuk Politik dalam Ladang Program. Artikel. Gayung Selaparang
Jabatan politik
Didahului oleh:
M.Sukiman Azmy
Bupati
2013–sekarang
Petahana

Templat:Bupati