Prestasi

Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha.[1] Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan.[2] Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang.[1] Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan.[1] Karakter orang yang berprestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh [2] Karakter-karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih prestasi tertentu, dibutuhkan kerja keras.[2]
Macam-macam Prestasi
[sunting | sunting sumber]Ada beberapa prestasi yang dapat dicapai oleh setiap orang, diantaranya:
1. Prestasi Belajar
Hasil yang diperoleh atas usaha belajar.[1] Misalnya prestasi siswa di sekolah, menjadi juara umum setiap tahunnya.[1]
2. Prestasi Kerja
Merupakan hasil yang didapatkan dari usaha kerja yang telah dilakukan.[1] Misalnya naiknya jabatan atas kerja keras selama ini.[1]
3. Prestasi Seni
Merupakan hasil yang diperoleh dari usaha seni.[1] Misalnya prestasi seorang penyanyi ataupun seniman lainnya yang berupa penghargaan.[1]
4. Prestasi Olahraga
Merupakan hasil yang diperoleh atas usaha dan kerja keras di bidang olahraga.[1] Misalnya seorang olahragawan mendapat medali emas atas juara pertama yang dicapai saat mengikuti Pekan Olah Raga Nasional (PON).[1]
5. Prestasi Lingkungan Hidup
Prestasi lingkungan hidup merupakan prestasi yang diperoleh atas usaha penyelamatan lingkungan hidup.[1] Misalnya individu maupun kelompok mendapatkan penghargaan atas usaha penyelamatan lingkungan hidup berupa menanam pohon kembali atau reboisasi di hutan.[1]
Sikap dalam Berprestasi
[sunting | sunting sumber]Sikap yang mendukung seseorang dalam berprestasi diantaranya:
a. Berorientasi pada masa depan dan cita-cita [1]
b. Berorientasi pada keberhasilan [1]
c. Berani mengambil atau menghadapi risiko [1]
d. Rasa tanggung jawab yang besar [1]
e. Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik [1]
f. Memiliki sikap kreatif, dan inovatif, serta mampu memanajemen waktu dengan baik.[1]
Setiap orang mutlaknya berperilaku dalam menghasilkan sesuatu.[1] Namun prestasi atau keberhasilan yang diraih tak luput dari bantuan orang lain.[1] Misalnya bantuan spiritual, material, maupun bantuan yang lain.[1] Dalam proses mencapai keberhasilan, setiap orang akan menghadapi tantangan, diantaranya:
a. Berasal dari diri-sendiri
Tantangan dari diri-sendiri adalah bakat, potensi, kecerdasan atau intelektual, minat, motivasi, kebiasaan, emosi, kesehatan dan pengalaman pribadi.[1]
b. Berasal dari lingkungan
Tantangan dari lingkungan berupa tantangan dari keluarga, sekolah, masyarakat, sarana dan prasarana, fasilitas, gizi, dan tempat tinggal.[1]
Arti Penting Prestasi
[sunting | sunting sumber]Prestasi dapat digunakan untuk meningkatkan potensi diri. Berikut ini adalah arti pentingnya prestasi:
1. Prestasi merupakan wujud nyata kualitas dan kuantitas yang diperoleh seseorang atas usaha yang diperoleh.
2. Prestasi merupakan pengalaman yang dialami seseorang dan bisa menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.
3. Prestasi merupakan kebanggaan bagi diri-sendiri, keluarga, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara.
4. Prestasi digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan seseorang, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara.
Prestasi Kerja dalam MSDM
[sunting | sunting sumber]Prestasi kerja (employee performance) merupakan elemen inti dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan didefinisikan sebagai aktivitas dan perilaku karyawan yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada tujuan organisasi[3]. Prestasi kerja adalah konsep multidimensi yang mencakup:
- Task Performance (Kinerja Tugas): Kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai deskripsi tugas dan pengalaman sebelumnya[4][5]
- Contextual Performance (Kinerja Kontekstual): Perilaku sukarela, interpersonal, dan berorientasi kelompok yang mendukung lingkungan kerja[5][6]
- Agility Performance (Kinerja Agilitas): Kemampuan beradaptasi dan merespons perubahan dalam organisasi[7][8]
- Extra-role Performance (Kinerja Peran Tambahan): Aktivitas yang melampaui tuntutan formal pekerjaan, seperti membantu rekan kerja dan berpartisipasi dalam tugas tambahan[6][9]
- Innovation Performance (Kinerja Inovasi): Proses perilaku individu, tim, atau organisasi dalam menghasilkan, mempromosikan, dan mengaplikasikan ide baru[7]
Model prestasi kerja juga dapat dibagi menjadi tiga level dan sembilan dimensi, yaitu proficiency (pemenuhan tuntutan peran), adaptability (kemampuan menghadapi perubahan), dan initiative (inisiatif dalam menyesuaikan dan mengubah peran kerja) pada level individu, tim, dan organisasi[8].
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Pendidikan Kewarganegaraan, Untuk SMP/MTs Kelas IX, Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
- 1 2 3 "Prestasi Diri". Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 21 April 2014.23.23.
- ↑ Nusraningrum, Dewi; Rahmawati, Aisyah; Wider, Walton; Jiang, Leilei; Udang, Lester Naces (2024-05-13). "Enhancing employee performance through motivation: the mediating roles of green work environments and engagement in Jakarta's logistics sector". Frontiers in Sociology (dalam bahasa English). 9. doi:10.3389/fsoc.2024.1392229. ISSN 2297-7775. PMC 11128673. PMID 38803559. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ↑ Chandrakumar, Divyakala; Arumugam, Vasumathi; Vasudevan, Asokan (2024-05-20). "Exploring presenteeism trends: a comprehensive bibliometric and content analysis". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 15. doi:10.3389/fpsyg.2024.1352602. ISSN 1664-1078. PMC 11144874. PMID 38831942. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- 1 2 Mohammed, Iddrisu Sisala; Wuni, Abubakari; Nyarko, Brenda Abena; Ibrahim, Mudasir Mohammed; Chanayireh, Letitia (2025-07-01). "Work engagement: the key driver in transforming organizational commitment into enhanced work performance among midwives in Ghana - a structural equation modelling approach". BMC Health Services Research (dalam bahasa Inggris). 25 (1): 840. doi:10.1186/s12913-025-13062-4. ISSN 1472-6963. PMC 12210536. PMID 40598109. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- 1 2 Saidy, Jeannette; Garanti, Zanete; Sadaka, Richard (2022-06-29). "Technostress Creators and Job Performance Among Frontliners: Theorizing the Moderating Role of Self-Efficacy". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.827027. ISSN 1664-1078. PMC 9278755. PMID 35846665. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- 1 2 Wu, Chuanhui; Zhang, Yuchen; Huang, Shijing; Yuan, Qinjian (2021-07-01). "Does enterprise social media usage make the employee more productive? A meta-analysis". Telematics and Informatics. 60: 101578. doi:10.1016/j.tele.2021.101578. ISSN 0736-5853.
- 1 2 Lyu, Jiangnan (2024-01-01). "How does digital leadership improve organizational sustainability: Theory and evidence". Journal of Cleaner Production. 434: 140148. doi:10.1016/j.jclepro.2023.140148. ISSN 0959-6526.
- ↑ Yuan, Kuo-Shu; Ng, Tung; Wu, Tung-Ju (2022-06-16). "How Do Employees Understand Negative Leadership? The Non-linear Relationship Between Abusive Supervision and Employee Innovation Behavior: Job Performance as a Moderator". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.867862. ISSN 1664-1078. PMC 9246297. PMID 35783725. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)