Aisyah (sinetron 2007)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aisyah (sinetron RCTI))
Aisyah
Poster Aisyah.jpg
Genre
PembuatSinemArt
PengarangSerena Luna
Penulis skenarioSerena Luna
SutradaraNoto Bagaskoro
Pemeran
Penggubah lagu temaUngu
Lagu pembuka"Sembah Sujudku" — Ungu
Lagu penutup"Sembah Sujudku" — Ungu
Penata musikPurwacaraka
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode102
Produksi
ProduserLeo Sutanto
KameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiSinemArt
DistributorMNC Media
Rilis
Tanggal tayang asli21 Agustus (2007-08-21) –
9 Desember 2007 (2007-12-9)
Pranala luar
Situs web produksi

Aisyah adalah sinetron Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 27 Agustus 2007 di RCTI. Sinetron ini disutradarai oleh Noto Bagaskoro dan dibintangi oleh Alyssa Soebandono, Dude Harlino, Raya Kohandi dan Asmirandah.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Irvan (Fadly) memiliki empat orang anak, Tania (Asmirandah) yang angkuh, sombong, dan hobi foya-foya, Aisyah (Alyssa Soebandono) yang meskipun sederhana tetapi manja dan tidak biasa hidup sussah, Bima (Ade Surya Akbar) yang nakal, serta Mutia (Cut Syifa) yang lemah lembut dan sakit-sakitan). Irvan harus membesarkan keempat anaknya sendirian, karena istrinya sudah meninggal.

Di rumah Irvan, tinggal keluarga Mardi, sopir sekaligus asisten kepercayaan Irvan. Mardi (Anwar Fuady) memliliki istri bernama Hesti (Devi Permatasari) yang menjadi pembantu di sana dan putri seumuran Aisyah bernama Rini (Raya Kohandi). Rini selalu iri melihat Aisyah dan Tania yang hidup bagaikan tuan putri. Rini berharap suatu saat nanti, dia juga bisa menjadi seorang tuan putri.

Namun suatu hari, Irvan dikabarkan mengalami kecelakaan saat sedang memancing di laut. Kapalnya ditemukan, tetapi jasad Irvan tidak ditemukan.

Kepergian Irvan yang begitu mendadak, telah mengubah kehidupan empat kakak beradik Tania, Aisyah, Bima dan Mutia. mereka yang semula selalu dimanja dengan materi, harus menghadapi kenyataan kalau ternyata sang ayah selama ini memliki hutang yang sangat besar.

Sebelum meninggal, Irvan telah mengalihkan atas nama rumah ke sopir sekaligus asisten kepercayaannya, Mardi, agar kalau sewaktu-waktu seluruh kekayaannya disita, rumah itu tidak ikut ditarik karena bukan atas namanya sendiri.

Istri Hesti yang selama ini merasa kesal dengan perlakuan Tania kepadanya, memanfaatkan hal itu. Setelah berhasil menemukan sertifikat rumah yang beratas namakan Mardi, Hesti langsung mengubah kedudukan di rumah Irvan. Tania, aisyah, Bima, dan Mutia pun akhirnya terusir dari rumah.

Aisyah sangat sedih, terlebih karena bulan puasa dan ramadan hampir tiba. Aisyah berpikir, di bulan ramadan nanti, dia tidak memiliki apa-apa lagi, selain kakak dan adik-adiknya. Aisyah bertekad untuk mempertahankan keutuhan keluarga mereka. Karena Aisyah yakin, sang ayah masih hidup, dan suatu hari nanti pasti akan kembali ke tengah mereka.

Meskipun telah jatuh miskin dan terusir dari rumahnya, Tania tidak bisa meninggalkan gaya hidup foya-foyanya. Aisyah berusaha menyadarkan tania, tetapi Tania tidak peduli. Alhasil, aisyahlah yang harus mengambil alih tugas sebagai kepala keluarga. Aisyah bekerja siang dan malam, demi mencukupi kebutuhan adik-adiknya. Aisyah terpaksa putus sekolah agar dapat mencari uang demi sekolah Bima dan Mutia, serta demi biaya pengobatan Mutia

Tidak mudah bagi Aisyah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. Namun dengan ketabahan dan ketegarannya, Aisyah berhasil menghadapi masalah satu demi satu.

Di tengah segala penderitaan dan kesusahannya, Aisyah selalu mendapatkan bantuan dan semangat dari Nabil. Sebelumnya, Aisyah dan Nabil sempat pacaran, tetapi Irvan memaksa aisyah memutuskan hubungan dengan Nabil (Dude Harlino), karena Nabil berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Sementara itu, Rini yang juga menyukai Nabil, selalu berusaha merebut Nabil dari Aisyah. Terlebih karena sekarang, Rini telah berhasil mewujudkan impiannya menjadi tuan putri di rumah Aisyah.

Penderitaan Aisyah serta perjuangan hidupnya menjadi kepala keluarga bagi adik-adiknya menjadi jalinan kisah yang mengharukan. Di dalam hatinya, Aisyah menyimpan harapan, pada hari Lebaran nanti, mereka bisa merayakannya bersama sang ayah, meski dengan kesederhaan karena mereka sudah tidak memiliki apa-apa nanti.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Alyssa Soebandono Aisyah
Dude Harlino Nabil
Raya Kohandi Rini
Asmirandah Tania
Ade Surya Akbar Bima
Drg. Fadly Irvan
Rio Reifan Hans
Anwar Fuady Mardi
Devi Permatasari Hesti
Ayudia Bing Slamet Nita
Cut Syifa Mutia
Ivanka Suwandi Ibu Nabil
Atalarik Syach Ayah Aisyah
Ricky Malau Nimo
Rama Michael Temen Tania

Pranala luar[sunting | sunting sumber]