Abu al-Hasan al-Asy'ari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.


Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

namanya Abul al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy'ari keturunan dari Abu Musa al-Asy'ari, salah seorang perantara dalam sengketa antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah. Al-Asy'ari lahir tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935 M [1] Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. pada waktu kecilnya ia berguru pada seorang Mu'tazilah terkenal, yaitu Al-Jubbai, mempelajari ajaran-ajaran Muktazilah dan mendalaminya. Aliran ini diikutinya terus ampai berusia 40 tahun, dan tidak sedikit dari hidupnya digunakan untuk mengarang buku-buku kemuktazilahan. namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah.Ketika mencapai usia 40 tahun ia bersembunyi di rumahnya selama 15 hari, kemudian pergi ke Masjid Basrah. Di depan banyak orang ia menyatakan bahwa ia mula-mula mengatakan bahwa Quran adalah makhluk; Allah Swt tidak dapat dilihat mata kepala; perbuatan buruk adalah manusia sendiri yang memperbuatnya (semua pendapat aliran Muktazilah). Kemudian ia mengatakan: "saya tidak lagi memegangi pendapat-pendapat tersebut; saya harus menolak paham-paham orang Muktazilah dan menunjukkan keburukan-keburukan dan kelemahan-kelemahanya". [1]

Beliau cenderung kepada pemikiran Aqidah Ahlussunnah Wal jama'ah dan telah mengembangkan ajaran seperti sifat Allah 20. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujjatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.

Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemikirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Nahdhatul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

Karya-karyanya[sunting | sunting sumber]

Ia meninggalkan karangan-karangan, kurang lebih berjumlah 90 buah dalam berbagai lapangan.[1] Kitabnya yang terkenal ada tiga :

  1. Maqalat al-Islamiyyin
  2. Al-Ibanah 'an Ushulid Diniyah
  3. Al-Luma[1]

Kitab-kitab lainnya:

  1. Idhāh al-Burhān fi ar-Raddi 'ala az-Zaighi wa ath-Thughyān
  2. Tafsir al-Qur'ān (Hāfil al-Jāmi')
  3. Ar-Radd 'ala Ibni ar-Rāwandi fi ash-Shifāt wa al-Qur'ān
  4. Al-Fushul fi ar-Radd 'ala al-Mulhidin wa al-Khārijin 'an al-Millah
  5. Al-Qāmi' likitāb al-Khālidi fi al-Irādah
  6. Kitāb al-Ijtihād fi al-Ahkām
  7. Kitāb al-Akhbār wa Tashhihihā
  8. Kitāb al-Idrāk fi Fununi min Lathif al-Kalām
  9. Kitāb al-Imāmah
  10. At-Tabyin 'an Ushuli ad-Din
  11. Asy-Syarhu wa at-Tafshil fi ar-Raddi 'ala Ahli al-Ifki wa at-Tadhlil
  12. Al-'Amdu fi ar-Ru'yah
  13. Kitāb al-Maujiz
  14. Kitāb fi Khalqi al-A'māl
  15. Kitāb ash-Shifāt
  16. Kitāb ar-Radd 'ala al-Mujassimah
  17. An-Naqdh 'ala al-Jubbā'i
  18. An-Naqdh 'ala al-Balkhi
  19. Jumal Maqālāt al-Mulhidin
  20. Kitāb fi ash-Shifāt
  21. Adab al-Jidal
  22. Al-Funan fi ar-Raddhi 'ala al-Mulhidin
  23. An-Nawādir fi Daqaiqi al-Kalām
  24. Jawāz Ru'yat Allah bil Abshār
  25. Risālah ila Ahli Ats-Tsughar]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Hanafi Ahmad: "Teologi Islam (Ilmu Kalam)", hal 65-77,2001, Penerbit Bulan Bintang, ISBN : 979-418-074-2