Abu Ubaid ats-Tsaqafi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abu Ubaid ats-Tsaqafi
LahirTa'if
MeninggalOktober 634
Tepi Sungai Efrat, dekat Babilon, Kekaisaran Sasaniyah (sekarang di Irak)
PengabdianKekhalifahan Rasyidin
Perang/pertempuranPenaklukan Persia oleh Muslim
  • Pertempuran Kaskar
  • Pertempuran Jisr 
Relasi
  • Mas'ud bin Amr (ayah)
  • Al-Hakam (saudara laki-laki)
Anak

Abu Ubaid bin Mas'ud bin Amr bin Umair bin Auf bin Uqdah bin Ghairah bin Auf bin Tsaqif ats-Tsaqafi[1] (bahasa Arab: أبو عبيد بن مسعود بن عمرو بن عمير بن عوف بن عقدة بن غيرة بن عوف بن ثقيف الثقفي‎), atau hanya Abu Ubaid (أبو عبيد), adalah seorang panglima tentara yang mengabdi terhadap Kekhalifahan Rasyidin. Dia berasal dari Ta'if,[2] dan berasal dari suku Bani Tsaqif.

Al-Mutsanna bin Haritsah, panglima Muslim di al-Hirah, telah meminta bala bantuan kepada Abu Bakar dan Khalifah selanjutnya Umar bin Khattab untuk melawan pasukan Sassaniyah di Mesopotamia, yang ingin merebut wilayahnya kembali. Umar memilih Abu Ubaid yang mengajukan diri terlebih dahulu, meskipun ia tidak termasuk kaum Muhajirin atau kaum Anshar,[3] dan selanjutnya Umar kemudian memberangkatkannya. Abu Ubaid mengatur pasukan 1.000 dari Bani Tsaqif dan meningkatkan jumlahnya di utara.[4] Ia mengambil alih komando dari al-Mutsanna untuk kedua kalinya dan menjadi komandan pasukan di wilayah al-Hirah.[5] Pasukan gabungan Arab melakukan penyerangan di dataran antara al-Hirah dan Ctesiphon (Sawad). Komandan pasukan Sassaniyah Rostam Farrukhzad mengirim pasukan di bawah pimpinan Bahman Jaduyah untuk menyerang mereka.[4] Dalam Pertempuran Jisr di tepi Sungai Efrat dekat Babilon, seekor gajah perang putih mencabik-cabik Abu Ubaid dari kudanya dengan belalainya, dan menginjaknya di bawah kakinya. Pasukan Arab panik dan dikalahkan. Saudaranya Al-Hakam dan putranya Jabr juga terbunuh setelah dia.[6][7][8]

Putranya yang lain, Al-Mukhtar adalah pemberontak yang melawan Bani Umayyah untuk membalas tokoh-tokoh yang terlibat dalam Pertempuran Karbala selama Perang Saudara Islam II. Shafiyyah, istri Abdullah bin Umar, juga putrinya.[9]:305 Jariah, putrinya yang lain, menikah dengan Umar bin Sa'ad.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ أسد الغابة، جـ6/ص 201. Diarsipkan 2020-10-20 di Wayback Machine.
  2. ^ Mazhar-ul-Haq, A Short History of Islam: From the Rise of Islam to the Fall of Baghdad, 571 A.D. to 1258 A.D. Diarsipkan 2020-11-02 di Wayback Machine., 2nd edition, Bookland, 1977, hlm. 229.
  3. ^ Mujahid, Abdul Malik. "Golden Stories of Umar Ibn Al-Khattab (R.A)". Darussalam Publishers. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-20. Diakses tanggal 2020-11-16 – via Google Books. 
  4. ^ a b Crawford, Peter (16 July 2013). "The War of the Three Gods: Romans, Persians and the Rise of Islam". Pen and Sword. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-10. Diakses tanggal 2020-11-16 – via Google Books. 
  5. ^ Ibrahim, Mahmood (1 November 2011). "Merchant Capital and Islam". University of Texas Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-06. Diakses tanggal 2020-11-16 – via Google Books. 
  6. ^ Biladuri, Ahmad Bin Yahya Bin Jabir Al (1 March 2011). "The Origins of the Islamic State: Being a Translation from the Arabic Accompanied With Annotations, Geographic and Historic Notes of the Kitab Futuh Al-buldan". Cosimo, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-22. Diakses tanggal 2020-11-16 – via Google Books. 
  7. ^ Richard Nelson Frye, The Cambridge History of Iran: The period from the Arab invasion to the Saljuqs, (Cambridge University Press, 1975), 8-9.
  8. ^ Nafziger, George F.; Walton, Mark W. (30 August 2017). "Islam at War: A History". Greenwood Publishing Group. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-01. Diakses tanggal 2020-11-16 – via Google Books. 
  9. ^ Muhammad bin Saad. Kitab al-Tabaqat al-Kabir vol. 8. Translated by Bewley, A. (1995). The Women of Madina. London: Ta-Ha Publishers.