Tukul Arwana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tukul Arwana
TukulArwanapelawak.jpg
Nama lahir Tukul Riyanto
Nama lain Tukul Arwana
Lahir 16 Oktober 1963 (umur 50)
Bendera Indonesia Purwosari, Semarang Utara
Pekerjaan Aktor
Pelawak
Presenter
Tahun aktif 1986-sekarang
Pasangan Susiana (1995-sekarang)
Anak Novita Eka Afriana
Wahyu Jovan Utama
Agama Islam
Situs resmi www.tukularwana.com

Tukul Riyanto, atau lebih dikenal dengan nama Tukul Arwana (lahir di Purwosari, Semarang Utara, 16 Oktober 1963; umur 50 tahun) adalah seorang pelawak dan pembawa acara Indonesia. Tukul dikenal dengan acara Bukan Empat Mata yang dibawakannya. Selain menjadi pelaku hiburan, Tukul juga merintis usaha yang bergerak di bidang hiburan, yang bernama "Ojo Lali Entertainment", di bidang kuliner, yang bernama "Bakso Tukul Arwana", dan juga mempunyai beberapa tempat kost dan rumah kontrakan.

Masa kecil[sunting | sunting sumber]

Sejak lahir, ia diberi nama Riyanto, bukan Tukul Riyanto seperti yang dikenal sekarang. Karena ia sering sakit, namanya ditambah kata "Tukul" menjadi Tukul Riyanto. Anehnya, setelah namanya diubah demikian, ia menjadi jarang sakit. Ia pun akhirnya akrab dipanggil Tukul. Di usia 5 bulan, Tukul yang sering sakit diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tua Tukul, Abdul Wahid dan Sutimah (alm.) yang memiliki empat orang anak rela menyerahkan Tukul, karena Suwandi sangat ingin menjadikan Tukul sebagai anak angkat.

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Dengan bakat alaminya, Tukul muda sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan melawak. Setelah lulus SD, putra ketiga dari pasangan Abdul Wahid dan almarhumah Sutimah itu melanjutkan sekolahnya ke SMP Muhammadiyah Indraprasta. Namun, pada saat Tukul duduk di bangku kelas III, orang tua angkatnya, Suwandi mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, rumah yang selama itu ditempatinya harus dijual. Puncaknya, saat menuntut ilmu di SMA Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, Semarang, Tukul mulai kesulitan untuk membayar biaya sekolah. Tukul pun mulai mencari pekerjaan untuk membiayai sekolahnya.

Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak ia juga pernah bekerja sebagai supir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang). Setelah dua tahun, Tukul berganti pekerjaan menjadi supir truk gas elpiji di daerah Tanah Mas, Semarang Utara selama dua tahun, sebelum akhirnya kembali menjadi supir angkutan. Setelah berganti-ganti pekerjaan, Tukul akhirnya memuntuskan untuk hijrah Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara sekitar tahun 1992. Selama beberapa tahun di Jakarta, nasibnya belum juga berubah.

Di kontrakannya yang terletak di bilangan Blok S Jakarta Selatan, Tukul banyak dibantu Joko Dewo dan Tony Rastafara untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan ekonomi yang belum berkecukupan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Minang bernama Susiana. Ia dikaruniai dua orang anak yang bernama bernama Novita Eka Afriana dan Wahyu Jovan Utama.

Setelah menikah, Tukul dan keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain. Sebelumnya, Tukul sempat menjadi supir pribadi untuk menafkahi keluarganya.

Karier[sunting | sunting sumber]

Title card Empat Mata

Nasib mujur Tukul semakin membaik ketika ia diajak dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Papana. Titik balik kariernya pun mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip "Air" dengan ikon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997.

Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika dipercayai untuk menjadi pembawa acara acara musik "Aduhai" di TPI serta acara "Dangdut Ria" di Indosiar. Saat ini, namanya kian melesat ketika TV7 (kini Trans7) mempercayakannya menjadi pembawa acara talk show Empat Mata (Kini Bukan Empat Mata). Tukul juga baru saja menyelesaikan syuting film layar lebar pertamanya yang berjudul Otomatis Romantis. Dalam film yang disutradarai Guntur Soehardjanto ini, Tukul berperan sebagai suami Wulan Guritno dalam sebuah rumah tangga yang ada di ujung kehancuran.

Kasus[sunting | sunting sumber]

Pada Desember 2009, Tukul kena batunya setelah mencolek dengan sengaja co-host Empat Mata pada saat itu, Bella Saphira ketika duduk disebelahnya. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun menegurnya.

Selain itu, Tukul pernah kembali ditegur oleh KPI dalam bentuk penghimbauan terhadap acara Empat Mata, yang mengharuskan Tukul untuk menghilangkan celotehan atau lawakan yang mengandung hal-hal vulgar, mesum, dan berbau seks yang justru Tukul sukai dalam lawakannya.

Dan juga pada bulan Mei 2012, Tukul dan acara Empat Mata kembali lagi ditegur oleh KPI karena beberapa narasumber menyanyikan lagu Indonesia Raya secara tidak sopan dan tidak pantas, serta Tukul memotong lagu Indonesia Raya sebelum lagunya selesai.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Panther (Minuman Energi)
  • Obat Kuat Strongpas
  • Vicks Formula 44
  • Poldan Mig
  • Cat Tembok Aries
  • Tabungan Batara Pos (Bank BTN)
  • Djarum 76
  • Kacang Sangrai Dua Kelinci
  • Jamu Nyonya Meneer Amurat
  • Solid Furniture
  • Ringtone Telkomsel
  • Pewarna Rambut Miranda
  • XL Super Ampuh
  • Pertamina Pertamax
  • Layanan Masyarakat Pengadaan Tanah (Badan Pertahanan Republik Indonesia)

Kilas balik[sunting | sunting sumber]

  • 1979 - 1983: Juara lawak Semarang dan Jawa Tengah
  • 1985: Pindah ke Jakarta
  • 1995: Menikah dengan Susiana
  • 1995 - 2000: Menjadi penyiar radio Suara Kejayaan, gaji pertamanya Rp. 75.000,-
  • 1997: Membintangi klip video Joshua yang berjudul "Diobok-obok"
  • 1997: Putri Tukul, Novita Eka Afriana lahir
  • 1998: Berkenalan dengan Srimulat
  • 2006 - sekarang: Pembawa acara Bukan Empat Mata di stasiun televisi Trans7
  • 2010 - sekarang: Pembawa acara MISTER[I] TUKUL di stasiun televisi Trans7
  • 2013: Pembawa berita Keportase di Program Tukul Too Cool di stasiun televisi B Channel
  • 2013 - sekarang: Pembawa acara New Famili 100 di stasiun televisi Indosiar

Trivia[sunting | sunting sumber]

  • Nama "Arwana" diberikan oleh rekannya, Tony Rastafara agar Tukul bisa menjadi orang kaya, karena ikan arwana banyak dipelihara orang kaya.
  • Jika sedang menangis, Tukul kecil akan terdiam ketika digendong oleh tetangganya, Suwandi. Akhirnya, ia pun diangkat menjadi anak oleh tetangganya itu.
  • Saat melamar menjadi supir pribadi, Tukul tidak begitu mengerti tentang jalan-jalan di Kota Jakarta.
  • Tukul sempat muncul sebagai bintang tamu dalam program religi Cafe Soleh (Hikmah Fajar, RCTI) bersama Ustad Jeffry pada 14 Januari 2005.
  • Saat membawakan acara Bukan Empat Mata di Trans 7, ciri khas Tukul adalah menyambut penonton dari berbagai sisi dan selalu mengatakan "Kembali ke laptop" setelah berbincang dengan bintang tamu. Sebelum bintang tamu datang, Tukul selalu berbicara "Who is that ?" , dan mengganti kata ngomong-ngomong menjadi "ngemeng-ngemeng, krungu-krungu, atau praten-praten".
  • Ciri khas Tukul lainnya yang menjadikan ia populer adalah menirukan gaya kera dengan bertepuk tangan dan seolah-olah menarik bibir nya dan berbicara "Puas puas" jika ada yang menertawakan nya dan berbicara "Tak sobek-sobek" jika ia sedang bercanda yang seolah dalam kondisi kesal.
  • Tukul juga pernah diundang oleh Mario Teguh sebagai motivator dalam program Mario Teguh The Golden Ways (Metro TV).
  • Tukul sering kali menggunakan nama lawakan untuk istrinya, Susiana dengan sebutan Susi Similikiti Weleh Weleh untuk menambah kelucuan saat membawakan acara.
  • Tukul terus berkarya. Setelah sukses dengan dunia hiburan dan berbagai bisnis yang dijalani nya, ia merilis sebuah buku bertajuk Tukul “Katro” Arwana Face Country and The Money City : Kisah Sukses Dengan Kristalisasi Keringat (2007) dan Tukul Arwana Sang Penghibur : Dari Keset Menjadi Aset (2013) yang mengisahkan bagaimana perjuangan Tukul yang sangat berat untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang.
  • Saat membawakan acara New Famili 100 di Indosiar, ciri khas Tukul adalah menggerakkan lengannya ke layar papan permainan dan selalu mengatakan "Sring" dan mengulangnya berkali-kali hingga melemparkannya ke penonton. Sebelum pertanyaan survey dibacakan, Tukul selalu berkata "Pertinyi inyi" hingga menyuruh penonton mengulangnya untuk kedua kalinya.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]