Semboyan kereta api

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Semboyan kereta api adalah semboyan atau pesan bermakna yang berfungsi untuk memberikan isyarat berupa semboyan tangan, tetap, suara, bentuk, warna atau cahaya yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu dan memberikan isyarat dengan arti tertentu untuk mengatur dan mengontrol pengoperasian kereta api.[1] Semboyan kereta api bisa berupa:

  • perintah atau larangan yang diperagakan melalui petugas/orang, atau alat berupa wujud, warna, atau bunyi meliputi isyarat, sinyal, dan tanda.
  • pemberitahuan tentang kondisi jalur, pembeda, batas, dan petunjuk tertentu yang ditunjukkan melalui marka.

Daftar semboyan[sunting | sunting sumber]

Semboyan 1, seorang petugas sedang berdiri tegak saat kereta api sedang melintas di stasiun.

Berikut ini daftar semboyan kereta api yang berlaku di PT Kereta Api Indonesia. Semboyan ini disusun berdasarkan Reglemen 3 DKA tentang Semboyan Kereta Api, yang kemudian direvisi dengan Peraturan Dinas 3 PT Kereta Api Indonesia tentang Semboyan Kereta Api.

Semboyan tangan/sementara[sunting | sunting sumber]

Semboyan 1[sunting | sunting sumber]

Semboyan 1 adalah semboyan sementara sebagai isyarat kondisi siap yang berupa:

  • petugas yang berdiri tegak;
  • petugas yang berdiri tegak membawa bendera atau lampu semboyan (di malam hari) yang dijinjing sejajar paha petugas (yang tidak digerak-gerakkan); atau
  • bendera putih; atau
  • rambu-rambu putih polos berbentuk bundar; atau
  • berupa sinyal lampu yang berwarna putih terang.

Semboyan 1 mengisyaratkan bahwa jalur yang akan dilewati oleh kereta api berstatus aman, kereta api boleh berjalan seperti biasa dengan kecepatan yang telah ditetapkan dalam peraturan perjalanan.

Maksud petugas PPKA berdiri di peron:

  • peralatan pengamanan keselamatan tidak akan dilayani pada saat KA lewat di stasiun, karena mengoperasikan peralatan pengamanan lebih cepat dari seharusnya dapat menimbulkan bahaya;
  • mengawasi KA yang lewat terutama semboyan-semboyan yang diperlihatkan oleh KA tersebut;
  • mengawasi kondisi rangkaian terutama peralatan yang terdapat di bawah kereta (rangka bawah) terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan yang membahayakan keselamatan perjalanan KA.Masinis melihat PPKA berdiri di peron.

Semboyan 2[sunting | sunting sumber]

Semboyan 2 adalah semboyan sementara sebagai tanda pembatas kecepatan yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, atau kereta api berjalan dengan kecepatan yang tidak melebihi batas kecepatan yang ditunjukkan demi keselamatan.

Semboyan 2A[sunting | sunting sumber]

Semboyan 2A adalah semboyan sementara yang berupa satu bendera hijau atau satu rambu berbentuk bulat yang berwarna hijau yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, kereta api yang melewatinya harus berhati-hati dengan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Semboyan 2A1[sunting | sunting sumber]

Semboyan 2A1 adalah semboyan sementara sebagai isyarat berjalan hati-hati, yakni kereta rel listrik/lokomotif listrik diperbolehkan melewati bagian jaringan listrik aliran atas yang dilindungi dengan kecepatan kecepatan tidak diperbolehkan lebih dari 40 km/jam.

Semboyan 2A1 berupa:

  • Petugas memperlihatkanm bendera warna kuning.
  • Petugas memperlihatkan papan bundar kuning bertepi hitam di atas papan hitam bergaris putih tegak.
  • Petugas memperlihatkan lentera bercahaya kuning pada malam hari.


Ketentuan tentang pemasangan semboyan 2A1:

  • Semboyan 2A1 harus dipasang atau diperlihatkan pada jarak 100 meter dari bagian jaringan listrik aliran atas yang hanya boleh dilalui dengan kecepatan paling tinggi 40 km/jam dan harus dapat terlihat oleh masinis dari jarak 300 meter.
  • Apabila jarak tampak 300 meter tidak tercapai karena lengkung jalan, pemasangan semboyan harus digeser ke muka hingga dapat terlihat oleh masinis dari tempat paling sedikit 400 meter jauhnya dari bagian jalan tersebut di atas.
  • Semboyan 2A1 harus dipasang menurut arah KA atau diperlihatkan di sebelah kanan jalan, kecuali jika pemasangan di sebelah kiri jalan semboyan dapat terlihat lebih jelas oleh masinis.
  • Jarak sebagaimana dimaksud pada huruf a) tersebut harus ditambah dengan 25% jika pemasangan semboyan itu dilakukan di jalan turun 10‰ atau lebih.
Semboyan 2B[sunting | sunting sumber]
Semboyan 2B, mengisyaratkan bahwa kereta api harus berjalan dengan kecepatan terbatas dan hati-hati.

Semboyan 2B adalah semboyan sementara yang berupa dua bendera hijau atau dua rambu berbentuk bulat yang berwarna hijau, atau petugas yang membawa lampu yang direntangkan sejajar dada yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, kereta api yang melewatinya harus berhati-hati dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam.

Semboyan 2B1[sunting | sunting sumber]

Semboyan 2B1 adalah semboyan sementara sebagai isyarat berjalan hati-hati, kereta rel listrik/lokomotif listrik diperbolehkan melewati bagian jaringan listrik aliran atas yang dilindungi dengan kecepatan tidak diperbolehkan lebih dari 20 km/jam.

Semboyan 2B1 berupa:

  • Petugas memperlihatkan dua bendera warna kuning berjajar.
  • Petugas memperlihatkan dua papan bundar kuning bertepi hitam di atas papan hitam bergaris putih tegak.
  • Petugas memperlihatkan lentera bercahaya kuning pada malam hari.
Semboyan 2C[sunting | sunting sumber]

Semboyan 2C adalah semboyan sementara yang berupa petugas yang membawa bendera hijau atau lampu semboyan yang diayun-ayunkan yang mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus kurang aman, kereta api yang melewatinya harus berhati-hati dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.

Semboyan 3[sunting | sunting sumber]

Semboyan 3, pada rel buntu di Stasiun Cirebon.

Semboyan 3 adalah semboyan sementara yang dipasang atau diperlihatkan pada jarak minimum 500 m dari bagian jalan yang berupa :

  • satu bendera merah,
  • lampu berwarna merah,
  • papan dengan rambu bundar berwarna merah,
  • petugas yang mengangkat kedua tangan di atas kepala, atau
  • petugas yang mengayun-ayunkan lampu semboyan yang berwarna merah.

Semboyan 3 mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus tidak aman, kereta api yang akan melewatinya diharuskan untuk berhenti.

Semboyan 4[sunting | sunting sumber]

Semboyan 4A

Semboyan tetap[sunting | sunting sumber]

Semboyan tetap melibatkan sinyal kereta api. Sinyal ini dapat berupa sinyal semafor yang digerakkan secara mekanik ataupun elektrik atau dapat berupa sinyal lampu. Semboyan tetap memiliki tiga urutan: sinyal muka (berjarak sekitar 1 km dari stasiun), sinyal masuk (berjarak 200 m sampai 400 m dari stasiun), dan sinyal keluar stasiun.

Semboyan 5[sunting | sunting sumber]

Semboyan 5 pada sinyal keluar timur Stasiun Madiun, 2005

Semboyan 5 adalah semboyan tetap yang berupa:

  • papan merah pada tiang sinyal tidak terlihat;
  • lengan pada papan sinyal ter­lihat menyerong;
  • lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke atas (sinyal keluar dan sinyal muka);
  • lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke atas dan lengan lain mendatar (sinyal masuk);
  • lampu pada tiang sinyal ber­cahaya putih ke arah kereta api dan bercahaya hijau ke arah stasiun;
  • lampu pada tiang sinyal ber­cahaya putih ke arah kereta api dan bercahaya hijau di atas cahaya putih ke arah s­tasiun.

Semboyan 5 mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus aman, kereta api yang akan melewatinya diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

Semboyan 6[sunting | sunting sumber]

Semboyan 6 adalah semboyan tetap yang berupa:

  • lengan pada papan sinyal terlihat tegak;
  • lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke atas di bawah lengan yang men­datar (sinyal masuk);
  • papan bundar hijau atau lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke bawah (sinyal muka);
  • sebagai sinyal muka berarti menun­jukkan bahwa sinyal masuk utama tidak aman;
  • lampu pada tiang sinyal ber­cahaya hijau ke arah kereta api dan bercahaya putih ke arah stasiun;
  • lampu pada tiang sinyal ber­cahaya hijau ke arah kereta api dan bercahaya hijau di bawah cahaya putih ke arah stasiun.

Semboyan 6 mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus aman, kereta api yang akan melewatinya diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kecepatan terbatas.


Semboyan 7, berupa lampu sinyal yang berwarna merah yang mengisyaratkan bahwa kereta api diharuskan untuk berhenti (lihat pula semboyan 3)

.

Semboyan 7[sunting | sunting sumber]

Semboyan 7 adalah semboyan tetap yang berupa:

  • papan bundar merah pada tiang sinyal;
  • satu lengan mendatar pada sebelah kanan tiang sinyal;
  • dua lengan mendatar pada sebelah kanan tiang sinyal;
  • lampu pada tiang sinyal ber­cahaya merah ke arah kereta api dan bercahaya putih ke arah stasiun;
  • dua lampu bersusun yang kedua­nya bercahaya merah ke arah kereta api dan bercahaya putih ke arah stasiun.

Semboyan 7 mengisyaratkan bahwa jalur kereta api yang akan dilewati berstatus tidak aman, kereta api yang akan melewatinya diharuskan untuk berhenti (lihat pula semboyan 3).

Semboyan 8, perhatikan di sisi jauh ada satu papan putih lagi.

Semboyan 8[sunting | sunting sumber]

Semboyan 8 adalah semboyan tetap yang berupa 2 (dua) papan logam besar berwarna putih (ada juga yang berwarna kuning) masing-masing bertiang dua yang ditegakkan di sisi jalan rel sebelah kanan arah kedatangan KA, berjajar berurutan pada jarak 30 m dengan posisi menyerong dan mudah terlihat dan menimbulkan gema/pantulan suara lokomotif saat KA lewat.

Semboyan 8 mengisyaratkan bahwa kereta api telah mendekati sinyal kereta api masuk utama pada jarak minimum 1.000 meter.

Semboyan 9[sunting | sunting sumber]

Tidak ada.

Lentera wesel mekanik yang merupakan simbol dari semboyan 10 dan 11.

Semboyan wesel[sunting | sunting sumber]

Semboyan 10[sunting | sunting sumber]

Semboyan 10 adalah semboyan wesel yang berupa:

  • papan putih berbentuk belah ketupat;
  • anak panah pada tiang wesel (sejajar dengan sumbu sepur);
  • terlihat lampu wesel menunjukkan kaca putih atau papan putih persegi di sisi wesel;
  • terlihat lampu bercahaya putih pada wesel pada tiang wesel atau di sisi wesel (di malam hari).

Semboyan 10 mengisyaratkan bahwa wesel/percabangan jalur kereta api menuju ke sepur lempeng atau lurus, kereta api boleh berjalan dengan kecepatan sesuai dengan yang ditetapkan.

Semboyan 11 berupa anak panah yang menunjukkan arah belok sepur.

Semboyan 11[sunting | sunting sumber]

Semboyan 11 adalah semboyan wesel yang berupa:

  • papan hijau berbentuk lingkaran;
  • anak panah pada tiang wesel menyiku dengan sumbu sepur atau sesuai dengan arah belok sepur;
  • terlihat lampu wesel menunjukkan kaca hijau atau papan hijau persegi di sisi wesel;
  • terlihat lampu wesel pada tiang wesel bercahaya hijau atau hijau di sisi putih (di malam hari) (lampu putih menunjukkan arah ke sepur belok).

Semboyan 11 mengisyaratkan bahwa wesel/percabangan jalur kereta api menuju ke sepur belok atau berbelok, kereta api boleh berjalan dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam.

Semboyan 12[sunting | sunting sumber]

Semboyan 12 adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris.

Semboyan 12A[sunting | sunting sumber]

Semboyan 12A adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris yang berupa:

  • papan persegi pada tangkai wesel memperllliatkan warna putih ke dua jurusan, atau
  • lampu wesel bercahaya putih ke­ dua jurusan.

Semboyan 12A menunjukkan bahwa wesel Inggris terlayan silang ke dua jurusan menuju ke sepur lempeng atau tidak berbelok.

Semboyan 12B[sunting | sunting sumber]

Semboyan 12B adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris yang berupa:

  • papan persegi pada tangkai wesel memperllliatkan warna hijau ke dua jurusan, atau
  • lampu wesel bercahaya hijau ke­dua jurusan.

Semboyan 12B menunjukkan bahwa wesel Inggris terlayan silang atau saling berbelok.

Semboyan 13[sunting | sunting sumber]

Semboyan 13 adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris (lihat pula semboyan 12).

Semboyan 13A[sunting | sunting sumber]

Semboyan 13A adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris yang berupa:

  • garis putih tegak pada dinding lampu wesel Inggris;
  • garis bercahaya putih tegak pada dinding lampu wesel Inggris.

Semboyan 13A mengisyaratkan bahwa wesel Inggris terlayan sejajar menuju ke sepur lempeng yang searah atau hampir searah dengan sepur utama.

Semboyan 13B[sunting | sunting sumber]

Semboyan 13B adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris yang berupa:

  • garis putih menyerong pada dinding lampu wesel Inggris;
  • garis bercahaya putih menyerong pada dinding lampu wesel Inggris.

Semboyan 13B mengisyaratkan bahwa wesel Inggris terlayan jajar menuju ke sepur lempeng yang searah atau hampir searah dengan sepur utama.

Semboyan 13C[sunting | sunting sumber]

Semboyan 13C adalah semboyan wesel yang mengisyaratkan tentang arah belok sepur pada wesel Inggris yang berupa:

  • garis putih pada dinding lentera wesel separuh tegak dan separuh menyerong menunjuk ke arah sepur yang tidak sejajar dengan sepur utama atau sebaliknya.
  • garis putih bercahaya putih pada dinding lentera wesel separuh tegak dan separuh menyerong menunjuk ke arah sepur yang tidak sejajar dengan sepur utama atau sebaliknya.

Semboyan 13C mengisyaratkan bahwa wesel Inggris terlayan jajar dari sepur lempeng yang searah dengan sepur utama menuju ke sepur yang tidak searah dengan sepur utama atau sebaliknya.

Semboyan lain[sunting | sunting sumber]

Semboyan 14[sunting | sunting sumber]

Semboyan 14 adalah semboyan yang berupa lampu atau tanda (berwarna merah) pada corong air yang tidak menyala/tidak terlihat yang menyatakan bahwa corong air tidak merintangi jalan.


Semboyan 15[sunting | sunting sumber]

Semboyan 15 adalah semboyan yang berupa lampu atau tanda (berwarna merah) pada corong air yang menyala/terlihat yang menyatakan bahwa corong air merintangi jalan.

Semboyan 16[sunting | sunting sumber]

Semboyan 16 adalah semboyan yang berupa lampu atau tanda (berwarna merah) pada jembatan timbang yang tidak menyala/tidak terlihat yang menyatakan bahwa jembatan timbang boleh dilalui.

Semboyan 17[sunting | sunting sumber]

Semboyan 17 adalah semboyan yang berupa lampu atau tanda (berwarna merah) pada jembatan timbang yang menyala/terlihat yang menyatakan bahwa jembatan timbang tidak boleh dilalui.

Semboyan 18[sunting | sunting sumber]

Semboyan 18 batas ruang bebas

Semboyan 18 adalah semboyan yang berupa tanda patok atau tanda lainnya yang menunjukkan bahwa rangkaian kereta api tidak boleh melampaui batas tanda ruang bebas. Semboyan ini bertujuan agar antar-rangkaian kereta api tidak saling bersinggungan.

Semboyan 19[sunting | sunting sumber]

Tidak ada.

Semboyan terlihat[sunting | sunting sumber]

Semboyan 20[sunting | sunting sumber]

Semboyan 20 berupa tiga titik lampu yang menyala pada lokomotif kereta api.

Semboyan 20 merupakan semboyan terlihat yang berupa lampu utama yang menyala pada satu, dua atau tiga titik pada lokomotif kereta api terutama pada malam hari, pada visibilitas yang kurang atau pada situasi yang diperlukan.

Semboyan ini berfungsi untuk:

  • menunjukkan ujung kepala atau poros awal rangkaian kereta api dan juga
  • sebagai tanda atau isyarat bahwa lokomotif atau kereta api sedang berjalan ke arah lampu yang menyala.
    • pemberi tanda kereta akan melintas sesuai arah lampu, agar pengguna/kendaraan/masyarakat menyingkir dari jalur yang akan dilintasi.

Semboyan 21[sunting | sunting sumber]

Semboyan 21 adalah semboyan terlihat yang berupa tanda atau lampu berwarna merah pada kedua sisi kanan dan kiri pada akhir rangkaian kereta api, semboyan ini menandakan bahwa kereta/gerbong ini adalah rangkaian terakhir dari serangkaian kereta api.

22[sunting | sunting sumber]

23[sunting | sunting sumber]

Semboyan 24[sunting | sunting sumber]

Semboyan ini sebagai pengumuman bahwa kereta api fakultatif atau kereta api luar biasa yang berjalan berlawanan arah pada esok harinya sebelum kereta api pertama lewat.

25[sunting | sunting sumber]

26[sunting | sunting sumber]

semboyan 26 adalah segtiga warna hijau yg berada si samping lampu atas

27[sunting | sunting sumber]

28[sunting | sunting sumber]

29[sunting | sunting sumber]

Semboyan 30[sunting | sunting sumber]

Semboyan 30 adalah semboyan terlihat yang berupa:

  • Petugas di dalam kereta api yang sedang melintas memberikan isyarat berupa: bendera berwarna hijau, papan berbentuk bundar berwarna hijau, atau media lain.

Semboyan 30 berfungsi untuk memberitahukan kepada petugas (terutama kepada PPKA yang sedang memberikan semboyan 1) di stasiun atau pos jaga bahwa jalan yang baru saja dilalui dalam keadaan tidak baik.

Semboyan 31[sunting | sunting sumber]

Semboyan 31 adalah semboyan terlihat yang berupa:

  • Bendera berwarna merah pada tepi kiri dan kanan lokomotif kereta api, atau
  • lampu semboyan berwarna merah di tepi kiri dan kanan lokomotif yang menyala.

Semboyan 31 berfungsi sebagai semboyan rintang jalan untuk memberitahukan bahwa jalan yang baru dilalui tidak aman atau berbahaya.

Semboyan 31 juga bisa diikuti dengan semboyan 39 atau 39A sebagai pemberitahu tanda bahaya.

32[sunting | sunting sumber]

33[sunting | sunting sumber]

34[sunting | sunting sumber]

Semboyan suara[sunting | sunting sumber]

Semboyan 35[sunting | sunting sumber]

Semboyan 41 oleh petugas PPKA disahut dengan semboyan 35 oleh masinis.

Semboyan 35 adalah semboyan suara yang dilakukan dengan cara masinis membunyikan suling (terompet/klakson) lokomotif secara panjang untuk menjawab kepada kondektur kereta api dan PPKA bahwa kereta api sudah siap untuk diberangkatkan. Kadang juga dibunyikan pada waktu melintas di perlintasan jalan raya atau pada tempat-tempat tertentu untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat agar menyingkir dari rel kereta api.

Semboyan 36[sunting | sunting sumber]

Semboyan 36 adalah semboyan suara yang diperdengarkan melalui suling lokomotif dan dibunyikan oleh masinis berupa satu kali suara pendek, bersamaan dengan permintaan sedikit ikatan rem.

37[sunting | sunting sumber]

38[sunting | sunting sumber]

Semboyan 39[sunting | sunting sumber]

Semboyan 39 adalah semboyan suara yang dilakukan dengan cara masinis membunyikan suling lokomotif secara pendek dan berulang-ulang yang memberitahukan bahwa ada suatu peristiwa/bahaya.

Semboyan 39A[sunting | sunting sumber]

Semboyan 39 A adalah semboyan suara yang dilakukan dengan cara masinis membunyikan suling lokomotif secara pendek dan berulang-ulang yang diulang tiap 20 detik untuk memberitahukan bahwa kereta api berjalan pada sepur salah (jalur yang salah) atau salah jalur. Jika kereta api memang dialihkan di jalur yang salah (secara sengaja), maka semboyan 39 hanya dilakukan ketika melewati pos penjaga.

Semboyan 40[sunting | sunting sumber]

Semboyan 40 adalah semboyan yang dilakukan dengan cara PPKA mengangkat tongkat dengan rambu berwarna hijau berbentuk bundar dengan tepi berwarna putih. Semboyan 40 mengisyaratkan bahwa status jalur yang akan dilewati dalam keadaan aman, dan kereta api diizinkan untuk berjalan. Semboyan 40 biasanya disertai dengan semboyan 41 dan disahut dengan semboyan 35 oleh masinis. (Dengarkan berkas)

Semboyan 41[sunting | sunting sumber]

Semboyan 41 adalah semboyan yang dilakukan dengan cara kondektur kereta api membunyikan peluit panjang/suling mulut. Semboyan 41 mengisyaratkan bahwa kereta api diizinkan untuk diberangkatkan. Semboyan 41 biasanya disertai dengan semboyan 35 oleh masinis. (dengarkan berkas)

Semboyan 42[sunting | sunting sumber]

Tidak ada.

Semboyan 43[sunting | sunting sumber]

Tidak ada.

Semboyan 44[sunting | sunting sumber]

Tidak ada.

Semboyan langsir[sunting | sunting sumber]

45[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peraturan Dinas 3 tentang Semboyan Kereta Api. Oleh PT. KAI.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Beberapa semboyan KA menurut Reglemen 3 Tentang Semboyan Kereta Api.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]