Sejarah Gereja (Eusebius)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Sejarah Gereja (Bahasa Latin: Historia Ecclesiastica atau Historia Ecclesiae; bahasa Inggris: Church History) karya Eusebius dari Kaisarea adalah sebuah karya tulis perintis dari abad ke-4 Masehi, berisi catatan kronologis perkembangan Kekristenan mula-mula mulai dari abad pertama Masehi. Karya tulis ini menggunakan Bahasa Yunani Koine, dan manuskrip-manuskrip terjemahannya dalam bahasa Latin, Suryani, dan Armenia masih ada sampai sekarang.[1] Karya tulis ini merupakan sebuah narasi-panjang historis pertama yang ditulis dari sudut pandang Kristiani.[2] Di awal abad ke-5 Masehi, dua orang advokat di Konstantinopel, Socrates Scholasticus dan Sozomen, serta seorang uskup, Theodoret dari Kiros, Siria, menulis kelanjutan dari Sejarah Gereja karya Eusebius, dan menjadi konvensi para kontinuator yang kelak sangat menentukan tata cara penulisan sejarah sampai seribu tahun kemudian. Chronicon (Kronik) karya Eusebius, yang mencoba membandingkan garis waktu sejarah pagan dan sejarah Perjanjian Lama, menjadi contoh bagi penyusunan genre karya-karya tulis sejarah lainnya, kronik abad pertengahan atau sejarah dunia.

Eusebius menggunakan banyak prasasti dan dokumen gerejawi, riwayat para syuhada, surat-surat, dan saduran-saduran dari karya-karya tulis Kristiani yang sudah ada, daftar para uskup, serta sumber-sumber serupa, kerap mengutip panjang-lebar sehingga karyanya berisi materi-materi yang tak dijumpai lagi dalam karya-karya lain. Misalnya dia mencatat bahwa Matius adalah penulis Injil Ibrani, dan Katalog Gerejanya menyiratkan bahwa Injil tersebut merupakan satu-satunya Injil umat Kristen-Yahudi. Oleh karena itu karya tulis ini memiliki nilai sejarah, meskipun tidak benar-benar lengkap ataupun sungguh-sungguh teliti dalam pembahasan subyeknya. Karya tulis ini juga tidak menyajikan sejarah Gereja Purba secara secara sitematis dan berkesinambungan. Tidaklah jarang karya tulis ini membela-bela agama Kristen, sekalipun sang pujangga sendiri tidak bermaksud demikian. Eusebius sudah sering dituduh sengaja memalsukan kebenaran; dia tak sepenuhnya tidak-bias dalam menilai tokoh-tokoh atau fakta-fakta.[3]

Kerangka[sunting | sunting sumber]

Menurut pernyataannya sendiri (I.i.1), Eusebius berupaya menyajikan sejarah Gereja mulai dari para rasul sampai masa hidupnya, dengan memberi perhatian khusus pada pokok-pokok sebagai berikut:

  1. suksesi uskup-uskup di tahta-tahta keuskupan utama;
  2. riwayat guru-guru Kristen;
  3. riwayat bidaah-bidaah;
  4. riwayat bangsa Yahudi;
  5. hubungan-hubungan dengan kaum kafir;
  6. riwayat para syuhada.

Dia mengelompokan bahan-bahan tulisannya berdasarkan masa pemerintahan para kaisar, dan menyajikannya sebagaimana yang terdapat dalam sumber-sumber yang digunakannya. Isi karya tulis ini adalah sebagai berikut:

Kronologi[sunting | sunting sumber]

Dalam wujudnya yang sekarang, karya tulis ini diberi sebuah penutup pada masa sebelum mangkatnya Crispus (Juli, 326), dan karena kitab x didedikasikan bagi Paulinus dari Tirus yang wafat sebelum 325, maka kesimpulan tersebut sangat mungkin ditulis pada akhir 323, atau pada 324. Penyusunan karya tulis ini membutuhkan studi-studi persiapan yang sangat komprehensif, dan tentunya telah menyibukkan Eusebius selama bertahun-tahun. Kumpulan riwayat para syuhada yang jauh berasal dari masa sebelumnya mungkin adalah salah satu dari studi-studi persiapan tersebut.

Sikap penulis[sunting | sunting sumber]

Menurut Eusebius, prahara yang menimpa bangsa yahudi diakibatkan oleh keterlibatan orang-orang yahudi dalam kematian Yesus. Tulisannya pernah digunakan untuk menyerang baik kaum Yahudi maupun umat Kristiani.

… bahwasanya sejak masa itu pembangkangan dan peperangan dan permufakatan-jahat dengan cepat silih-berganti dan tak putus-putusnya timbul di kota itu dan di seluruh Yudea sampai akhirnya pengepungan oleh Vespasianus mengatasinya. Dengan demikian murka ilahi menimpa orang-orang Yahudi karena kejahatan-kejahatan yang berani mereka perbuat melawan Kristus.[4]

Meskipun demikian, kalimat Eusebius di atas bukanlah sekedar anti-Semitisme. Eusebius menimpakan tuduhan yang setaraf dengan itu kepada umat Kristiani, mencerca roh pemecah-belah pada beberapa orang dari golongan yang sangat menderita pada masa penindasan.

Namun tatkala karena kebebasan yang berlimpah itu, kita jatuh ke dalam kelemahan dan kemalasan, serta dengki dan saling mencaci, dan kita hampir-hampir, seakan-akan mengangkat tangan melawan satu sama lain, pemimpin menyerang pemimpin dengan kata-kata laksana lembing, dan kaum berhimpun melawan kaum, serta kemunafikan dan kepura-puraan yang dahsyat mencapai puncak kejahatan, pengadilan ilahi dengan penundaan, seturut kehendaknya, sementara orang banyak masih terus berhimpun, dengan lemah-lembut menyerang jabatan uskup.[5]

Selain cercaan, dia juga menulis sebuah panegirik, yakni pidato berbunga-bunga yang mengagung-agungkan seseorang atau sesuatu, di bagian tengah kitab x. Dia memuji Tuhan atas penyelenggaraan dan kebaikanNya bagi mereka dan mengizinkan mereka membangun kembali gereja-gereja mereka setelah dihancurkan.

Kehandalan Eusebius sebagai seorang sejarawan dibahas dalam tulisan R.M.Q. Grant, Eusebius as Church Historian (Oxford University Press) 1980.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Karya tulis ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di masa lampau (Latin, Suryani, Armenia). Codex Suryani 1 yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Rusia adalah salah satu manuskrip berbahasa Suryani tertua dari karya tulis Eusebius. Manuskrip itu berpenanggalan tahun 462.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Sejarawan Gereja purba lainnya:

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Eusebius dari Kaisarea: Manuskrip-manuskrip "Sejarah Gereja"
  2. ^ Glenn F. Chesnut, The First Christian Histories: Eusebius, Socrates, Sozomen, Theodoret, and Evagrius, 1986, "Kata Pengantar" meringkas pengaruh Eusebius dalam historiografinya.
  3. ^ Catholic Encyclopedia, s.v. "Ecclesiastical History"
  4. ^ "The Misfortunes which overwhelmed the Jews after their Presumption against Christ". Christian Classics Ethereal Library. Diakses 2008-01-29. 
  5. ^ "The Events which preceded the Persecution in our Times". Christian Classics Ethereal Library. Diakses 2008-01-29. 
  6. ^ W. Wright, Sejarah Gerejawi karya Eusebius dalam Bahasa Suryani, Cambridge 1898, hal. V-VII

Pranala luar[sunting | sunting sumber]