Sejarah Gereja Katolik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

1leftarrow.pngKembali ke: Sejarah gereja.

Sejarah Gereja Katolik meliputi rentang waktu selama hampir dua ribu tahun. Sebagai cabang kekristenan tertua[1], sejarah Gereja Katolik merupakan bagian integral Sejarah kekristenan secara keseluruhan. Istilah Gereja Katolik yang digunakan dalam artikel ini digunakan secara khusus untuk menyebut Gereja yang didirikan di Yerusalem oleh Yesus dari Nazaret (sekitar tahun 33 Masehi) dan dipimpin oleh suatu suksesi apostolik yang berkesinambungan melalui Santo Petrus Rasul Kristus, dikepalai oleh Uskup Roma sebagai pengganti St. Petrus, yang kini umum dikenal dengan sebutan Paus.

Sepanjang sejarahnya, skisma telah merusak kesatuan kekristenan. Perpecahan-perpecahan utama terjadi pada 318 akibat Arianisme, pada 1054 skisma Timur-Barat dengan Gereja Ortodoks Timur, dan pada 1517 dengan Reformasi Protestan. Gereja Katolik telah menjadi kekuatan penggerak pada beberapa peristiwa utama dalam sejarah dunia termasuk evangelisasi Eropa dan Amerika Latin, perluasan melek aksara dan pendirian universitas-universitas, rumah-rumah sakit, monastisisme, perkembangan Seni rupa, Musik dan Arsitektur, Inkuisisi, Perang Salib, metode filsafat analitis, dan runtuhnya Komunisme di Eropa Timur pada akhir abad ke-20.

Pelayanan Yesus dan Berdirinya Gereja[sunting | sunting sumber]

Yesus sebagai Kristus pantokrator


Dasar institusional Gereja Katolik Roma adalah pribadi dan ajaran-ajaran Yesus Kristus (lahir 10-8 SM di Betlehem, wafat sekitar 30 Masehi di Yerusalem) seperti yang tercantum dalam keempat Injil karya Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Injil-Injil tersebut menggambarkan Yesus sebagai seorang tukang kayu Yahudi dari daerah Galilea, yang adalah tokoh yang dijanjikan, Sang Mesias atau yang diurapi (Christos dalam Bahasa Yunani, asal-muasal gelar Yesus Kristus), dan Putera Allah, sebagai penggenapan nubuat Perjanjian Lama. Oleh karena itu Kristen memandang dirinya sebagai kelanjutan dari Yudaisme, serta memandang Allah umat Kristiani dan Allah umat Yahudi sebagai pribadi yang satu dan sama. Gereja adalah jemaat yang sama dengan yang dahulu didirikan oleh Yesus Kristus dan berkelanjutan sampai sekarang berkat kontinuitas sejarah melalui sesuatu yang disebut suksesi apostolik tak-terputus yang dianggap berawal dari pimpinan para rasul, Simon Petrus dan oleh karena itu pula dianggap oleh umat Katolik berawal dari Kristus sendiri.

Menurut keempat Injil, ketika Yesus berusia tiga puluh tahun (Lukas 3:23), dia meninggalkan kota Nazaret dan memulai sebuah pelayanan dakwah dan mukjizat kesembuhan. Dalam dakwahnya, dia menyerukan pertobatan (Markus 1:15), memperkenalkan Allah sebagai Bapa yang pengasih dan pengampun. Dia juga mengimbau orang-orang untuk meneladani kebaikan dan kasih Allah pada segala makhluk. Dia menarik beberapa orang yang menganggapnya sebagai seorang Rabi dan yang pada beberapa kasus meragukan apakah benar Dialah Sang Al-Masih itu. Dia, bagaimanapun, membangkitkan oposisi dari pimpinan dan otoritas religius Yahudi. Mereka menilai ajaran-ajarannya berbahaya bagi doktrin dan praktik Yahudi tradisional, serta merasa bahwa pernyataan-pernyataanNya mengenai identitas pribadiNya merupakan hujat. Injil Matius Pasal 16 meriwayatkan sebagai berikut:

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Injil-Injil merinci hari-hari terakhir Yesus, ketika, kemungkinan besar pada usia tigapuluhan pertengahan, Yesus ditangkap oleh Sanhedrin di Yerusalem dan didakwa melakukan hujat. Di hadapan sidang Sanhedrin, Dia menyatakan diri sebagai Al-Masih. Sanhedrin kemudian mempersuasi otoritas Kekaisaran Romawi, yang memerintah kawasan itu sebagai Provinsi Iudaea, untuk menjatuhiNya hukuman mati; yang oleh karena itu, Dia dicambuk, dipukul, dan disalibkan. Sengsara Kristus diriwayatkan kembali dalam Injil-Injil, menuturkan kejadian-kejadian pada hari Jumat Agung (dimulai pada saat yang sekarang diaanggap sebagai waktu petang hari Kamis), yang berlangsung hingga hari Paskah, tatkala, menurut Kitab Perjanjian Baru, Yesus bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada murid-muridNya. Menurut perhitungannya sendiri, Gereja dimulai pada hari pertama Pentakosta ketika Roh Kudus turun ke atas para rasul dan para murid di dalam Ruang Atas.

Sebelumnya Yesus telah mengatakan bahwa Dia akan mempercayakan kepada Simon Petrus kunci-kunci Kerajaan Surga setelah menyebutnya diilhami oleh Allah Bapa bahwa di atas "batu karang" (Bahasa Latin : Petrus, Bahasa Yunani Petros, Bahasa Aram Kefa) Petrus, Yesus akam mendirikan GerejaNya. Simon Peter disebut-sebut lagi dalam konteks Injil Yohanes, pasal 21 dengan perintah-perintah lisan eksplisit untuk "Gembalakanlah domba-dombaKu", "Gembalakanlah domba-dombaKu", dan "Gembalakanlah domba-dombaKu" pada ayat 15 sampai 17, sebagai berikut:

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu." 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu." 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu.

Tentu saja ini mendapat tentangan dari pihak-pihak di luar Katolik Roma. Ada banyak referensi yang menggugat. Misalnya pernyataan St. Cyprian (Siprianus) berikut:

"and then also the Lord Himself, fulfilling what had been written in the law and the prophets, teaches, saying, “I am the good shepherd, who lay down my life for the sheep. But the hireling, whose own the sheep are not, seeth the wolf coming, and leaveth the sheep, and fleeth, and the wolf scattereth them.”[5] To Simon, too, He speaks thus: “Lovest thou me? He answered, I do love Thee. He saith to him, Feed my sheep.”[6] We know that this saying arose out of the very circumstance of his withdrawal, and the rest of the disciples did likewise."

Dengan demikian, dinyatakan bahwa 3 pertanyaan Yesus dan 3 kali perintah untuk menggembalakan domba-domba sebagai proses pemulihan bagi Petrus, yang telah menyangkal Kristus. Bandingkan jumlah pertanyaan dengan jumlah penyangkalan yang dilakukan oleh Petrus. Cyprian mengutip ayat di mana Yesus memandang para rasul yang meninggalkan dirinya sebagai "orang-orang upahan". Non-Katolik memandang pemulihan ini perlu bagi Petrus sekaitan dengan pernyataan Yesus berikut:

Matius 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Dengan demikian dipandang jika Petrus tidak dipulihkan, bagaimana jatuhnya wibawa Petrus dibandingkan rasul-rasul lainnya, jika Petrus diperhadapkan pada pernyataan Yesus di atas.

Berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci inilah Gereja Katolik Roma percaya bahwa Paus adalah penerus Santo Petrus dan pimpinan tunggal dari segenap Gereja di atas bumi. Doktrin-doktrin otoritas kepausan dan Primasi Pontif Romawi terus menjadi sumber kontroversi antara Gereja Katolik Roma dan denominasi-denominasi Gereja Kristiani lainnya.

Kekaisaran Romawi (sekitar tahun 1 — 312)[sunting | sunting sumber]

Yesus Kristus wafat di salib

Sekalipun perhitungan yang dilakukan Dionysius Exiguus menentukan kelahiran Yesus pada pada tahun yang disebut sebagai 1 Masehi, sejarah menempatkan kelahiranNya pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.

  • Sekitar 27: Yesus dibaptis, dimulainya pelayanan, dan dipilihnya para rasul. Injil Lukas mengindikasikan bahwa Kristus dibaptis pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius yakni tahun 27 Masehi (Lukas 3:1,21,22). Injil-Injil umat Kristiani sangat menonjolkan Petrus sebagai pimpinan dan juru bicara para rasul Yesus dengan seringnya disebutkan namanya dalam Injil-Injil. Petrus, dan putera-putera Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, merupakan lingkaran dalam dari para rasul Yesus karena menyaksikan peristiwa-peristiwa penting tertentu dari kehidupan Yesus. Dakwah-dakwah utama Yesus, seperti Khotbah di Bukit. Perbuatan-perbuatan mukjizat, seperti membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang, berjalan di atas air, dst.
  • Sekitar 33: Petrus menyatakan dan para pengikut lainnya percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Al-Masih bangsa Yahudi yang dijanjikan Yahweh menurut kitab-kitab suci Yahudi dan ramalan-ramalan para nabi Ibrani. Masuk ke Yerusalem, dimulainya sengsara Kristus. Yesus dari Nazaret disalibkan di Yerusalem di bawah kuasa Pontius Pilatus, procurator Yudea pada masa pemerintahan Tiberius dan Herodes Antipas, setelah Sandhedrin, di bawah pimpinan Imam Besar Kayafas, menuduh Yesus melakukan hujat. Akan tetapi Dia disalibkan oleh bangsa Romawi, atas dakwaan kejahatan politik yakni perbuatan makar dan pemberontakan seperti yang tertulis pada titulus di atas salib yang menunjukkan kejahatan yang diperbuatNya yakni: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi". Menurut para pengikutNya, tiga hari kemudian, "Allah membangkitkanNya dari antara orang mati"[2], atau, seperti yang juga mereka katakan, Dia "sudah bangkit."[3] Empat puluh hari setelah kebangkitanNya, Yesus naik ke surga, Injil-Injil Kristiani meriwayatkan bahwa Yesus memberi petunjuk kepada para muridNya bahwa: "Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di surga dan di atas bumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, ajarilah mereka untuk melakukan semua yang telah kuperintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku menyertaimu, bahkan sampai akhr zaman." (Matius 28:18-20). Sepuluh hari kemudian (Pentakosta) Petrus memberikan khotbah perdananya dan 3.000 orang memberi diri untuk dibaptis. Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus menyebar ke seluruh dan ke luar batas Kekaisaran Romawi sehingga membentuk Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para Rasul. Tradisi Kristiani mencatat bahwa Gereja Kristiani di Roma didirikan oleh Santo Petrus bersama Santo Paulus, dan bahwa Petrus adalah uskupnya yang pertama.
  • Sekitar 34: St. Stefanus, seorang diakon dan syuhada Kristiani yang pertama, dirajam sampai mati di Yerusalem.
  • Sekitar 50: Konsili Yerusalem
  • Sekitar 52: Kedatangan St. Thomas Rasul di India menurut tradisi.
  • Sekitar 64: Penindasan atas umat Kristiani dimulai oleh Kaisar Nero setelah Kebakaran besar di Roma. Penindasan berlanjut sampai tahun 313 Masehi.
  • Sekitar 64-67?: Wafatnya St. Petrus dan St. Paulus di Roma.
  • Sekitar 70: Kejatuhan Yerusalem dan penghancuram Bait Suci.
  • Sekitar 72: Kesyahidan St. Thomas Rasul di Mylapore.
  • Sekitar 96: Tahun yang menurut tradisi ditulisnya Epistola Klemens yang pertama yang dikaitkan dengan Paus Klemens I yang dialamatkan kepada Gereja di Korintus.
  • Sekitar 100: St. Yohanes, yang tersisa dari ke-12 Rasul, wafat di Efesus.[4][5]
  • Sekitar 110: Ignatius dari Antiokhia menggunakan istilah Gereja Katolik dalam sepucuk suratnya kepada Gereja di Smyrna, salah satu dari surat-surat yang otentisitasnya tak diragukan yang dikaitkan dengannya. Dalam surat ini dan surat-surat lainnya dia menekankan pentingnya para uskup dalam Gereja dan berbicara keras mengenai bidaah.
  • Sekitar 150: Naskah-naskah Alkitab terjemahan Bahasa Latin (Vetus Latina) dari Alkitab dalam bahasa Yunani beredar di kalangan umat Kristiani yang bukan pengguna Bahasa Yunani.
  • Sekitar 155: Ajaran-ajaran Marcion, gnostik Valentinus dan pentakostal kaum Montanis menimbulkan memecah-belah komunitas Romawi. Penindasan atas umat Kristiani di Kekaisaran Romawi terus berlanjut.
  • Sekitar 180: Adversus Haereses karya Irenaeus makin memperjelas konsep "bidaah."
  • Sekitar 195: Paus Viktor I, Paus pertama yang berasal dari Afrika, mengekskomunikasi kaum Kuartodesiman dalam suatu Kontroversi Paskah. Beberapa pihak berpendapat bahwa mungkin dialah paus pertama yang merayakan misa dalam Bahasa Latin bukannya Bahasa Yunani.[6]
  • Sekitar 200: Tertullianus, pujangga Latin Kristiani pertama, yang melahirkan istilah-istilah Latin mengenai konsep-konsep Kristiani seperti "Trinitas", "Tres Personae", "Una Substantia", "Sacramentum"
  • 20 Januari 250: Kaisar Decius memulakan penindasan besar-besaran atas umat Kristiani di Roma. Paus Fabianus wafat sebagai syuhada. Sesudah itu kontroversi Donatis mengenai penerimaan kembali orang-orang murtad meresahkan banyak orang di Afrika Utara.
  • Sekitar 250: Paus Fabianus dikatakan telah mengutus tujuh orang uskup dari Roma ke Galia untuk memberitakan Injil: Gatianus ke Tours, Trofimus ke Arles, Paulus ke Narbonne, Saturninus ke Toulouse, Denis ke Paris, Austromonius ke Clermont, dan Martialus ke Limoges.
  • 28 Oktober 312: Kaisar Konstantinus memimpin pasukan Kekaisaran Romawi meraih kemenangan dalam Pertempuran Pons Milvius. Menurut tradisi, pada malam menjelang pertempuran itu, Konstantinus mendapat sebuah penglihatan bahwa dia akan meraih kemenangan jika dia bertempur di bawah lambang Kristus; oleh karena itu, para prajuritnya menerakan pada perisai-perisai mereka tanda Khi-Rho yang terdiri atas dua huruf pertama dari kata Yunani untuk "Kristus" (ΧΡΙΣΤΌΣ). Setelah memenangi pertempuran itu, Konstantinus melegalkan kekristenan. Dia sendiri tidak dibaptis sampai menjelang ajalnya.

Kekaisaran Romawi Akhir (313 — 476)[sunting | sunting sumber]

Patung kolosal kepala Konstantinus di Musei Capitolini

Kekaisaran Bizantium Awal dan Awal Abad Pertengahan (477 — 799)[sunting | sunting sumber]

Yustinianus I tergambar dalam sebuah mosaik dalam gereja San Vitale, Ravenna, Italia

Kekaisaran Romawi Suci sampai Akhir Abad Pertengahan (800 — 1453)[sunting | sunting sumber]

Katedral Notre-Dame - dirancang dalam gaya arsitektur Gothik.

Abad Pencerahan (1454 — 1632)[sunting | sunting sumber]

Pieta karya Michelangelo dalam Basilika St. Petrus, Vatikan

Abad Akal-Budi (1633 — 1800)[sunting | sunting sumber]

Abad ke-19[sunting | sunting sumber]

Abad ke-20[sunting | sunting sumber]

Abad ke-21[sunting | sunting sumber]

Benediktus XVI, Paus pertama yang terpilih pada abad ke-21
  • 30 April 2000 : Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi St. Faustina dan menentukan Hari Minggu sesudah Paskah sebagai Hari Minggu Belas-Kasih Ilahi dalam Kalender Romawi Umum, yang mulai berlaku sejak tahun 2001.
  • 1 Januari 2001: Abad ke-21 dan milenium baru dimulai. Gereja mengkhidmatkan permulaan milenium Kristiani ketiga dengan memperpanjang sampai ke sebagian tahun 2001, tahun Yubileum yang diperingati Gereja tiap 25-tahun sekali. Khusus untuk tahun 2000, disebut Yubileum Agung.
  • 6 Januari 2001: Yohanes Paulus II mengeluarkan Novo Millennio Ineunte, sebuah program bagi Gereja dalam milenium baru, dalam mana dia menempatkan kekudusan melalui latihan doa sebagai prioritas terpenting dari Gereja Katolik sejalan dengan tujuannya.
  • 18 Januari 2002: Mantan iman John Geoghan didakwa melakukan perundungan seksual terhadap anak-anak dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun, sebagai bagian dari skandal pelecehan seksual. Kasus Geoghan merupakan salah satu dari skandal-skandal terburuk dalam Gereja Katolik di zaman modern.
  • 2 April 2005: Paus Yohanes Paulus II meninggal-dunia pada usia 84 tahun. Pemakamannya disiarkan ke segenap penjuru dunia melalui media modern. Jutaan peziarah Katolik pergi ke Roma untuk memberikan penghormatan terakhir.
  • 19 April 2005: Joseph Kardinal Ratzinger asal Jerman terpilih oleh Dewan Kardinal sebagai Paus Benediktus XVI, dan menjadi paus pertama yang terpilih pada abad ke-21 dan pada milenium ke-3.
  • 18 Agustus 2005: Paus Benediktus XVI berkunjung ke Cologne, Jerman, kunjungan pertamanya di luar Italia. Melanjutkan Hari Pemuda Dunia yang dimulai oleh pendahulunya.
  • 12 September 2006: Paus Benediktus XVI memberikan ceramah "Iman, Akal Budi serta Kenangan dan Renungan Universitas" di University of Regensburg. Mengutip Kaisar Manuel II Paleologus: "Tunjukkan padaku hal baru yang dibawa Muhammad, dan hal-hal yang akan kau dapati hanyalah keburukan dan ketidakmanusiawian, seperti perintah untuk menyiarkan dengan pedang iman yang dikhotbahkannya." dalam sebagian kecil dari ceramahnya mengenai iman dan akal budi, irasionalitas dari kekerasan, dan program de-helenisasi membangkitkan reasksi-reaksi keras dan mematikan dari umat muslim di seluruh dunia.[15][16][17][18][19]
  • 7 Juli 2007: Motu proprio Summorum Pontificum dikeluarkan oleh Paus Benediktus XVI yang secara eksplisit memperbolehkan Missale Romanum tahun 1962 sebagai bentuk luar-biasa dari Ritus Romawi. Harapan akan pemulihan skisma antara SSPX dan Gereja Katolik tersirat dalam surat lampiran pada motu proprio tersebut.

Bacaan selanjut[sunting | sunting sumber]

Bokenkotter, Thomas. A Concise History of the Catholic Church. Direvisi dan diperluas ed. New York: Image Books Doubleday, 2005. ISBN 0-385-51613-4

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gereja Ortodoks Timur dan beberapa gereja lain juga berasal-usul "apostolik" -- artinya, mereka juga merunut asal-usulnya kembali pada pendirian Gereja Kristiani pada zaman para Rasul
  2. ^ Kisah Para Rasul 2:24, Roma 10:9, 1 Korintus 15:15, Kisah Para Rasul 2:31-32, Kisah Para Rasul 3:15, Kisah Para Rasul 3:26, Kisah Para Rasul 4:10, Kisah Para Rasul 5:30, Kisah Para Rasul 10:40-41, Kisah Para Rasul 13:30, Kisah Para Rasul 13:34, Kisah Para Rasul 13:37, Kisah Para Rasul 17:30-31, 1 Korintus 6:14, 2 Korintus 4:14, Galatia 1:1, Efesus 1:20, Kolose 2:12, Tesalonika 1:10, Ibrani 13:20, 1 Petrus 1:3, 1 Petrus 1:21
  3. ^ Markus 16:9, Lukas 24:7, Lukas 24:46, Yohanes 20:9, Kisah Para Rasul 10:41, Kisah Para Rasul 17:3, Kisah Para Rasul 1:22, Kisah Para Rasul 2:31, Kisah Para Rasul 4:33,
  4. ^ St. Yohanes Penginjil, Catholic Encyclopedia, diakses 30 Sep. 2006
  5. ^ St. Yohanes Penginjil, ewtn.com, diakses 30 Sep. 2006
  6. ^ Pernyataan ini diutarakan dalam situs-situs web derivatif seperti Cultural Catholic (diakses 28 September 2006) dan Catholic Apologetics International (diakses 28 September 2006); namun para sarjana liturgi meragukannya: Adrian Fortescue dari era awal abad dua puluh, dalam dua artikel Catholic Encyclopedia, Liturgy of the Mass 28 September 2006) dan Church Latin 28 September 2006), berpendapat bahwa, atas dasar kaitan antara Paus Viktor dengan sebuah karya tulis yang terdapat di antara tulisan-tulisan Santo Siprianus, Paus Viktor tampaknya merupakan Paus pertama yang "menggunakan Bahasa Latin di Roma" (merujuk pada tulisan, bukan pada liturgi); dan Josef Jungmann dari era sesudahnya tidak menyebut-nyebut teori menyangkut Paus Viktor ini, dan menyatakan penggunaan Bahasa Latin pada makam para paus baru dimulai sejak Paus Kornelius (wafat 253), yang mengindikasikan bahwa perubahan tersebut terjadi sesudahnya, sementara dia mengamati bahwa kedua bahasa itu digunakan di Roma selama beberapa abad, menurut bahasa-bahasa yang dituturkan berbagai kelompok umat Kristiani di kota itu (halaman 65 pada jilid I dari bukunya Missarum Sollemnia - Eine genetische Erklärung der römischen Messe (Vienna, 1949) - terjemahan Bahasa Inggrisnya, juga dalam dua jilid, diberi judul "The Mass of the Roman Rite: Its Origins and Development", dan telah didaulat sebagai sebuah "karya tulis klasik", yang "mungkin merupakan naskah terbaik mengenai misteri terpenting dari iman kita ini"[1]).
  7. ^ De Imperatoribus Romanis - Constantine I, diakses 23 Feb. 2007
  8. ^ Tanggal ini menurut Catholic Encyclopedia[2] namun tidak definitif.
  9. ^ De Imperatoribus Romanis - Constantine I, diakses 23 Feb. 2007
  10. ^ Theodosian Code XVI.1.2 Medieval Sourcebook: Banning of Other Religions oleh Paul Halsall, Juni 1997, Fordham University, diakses 25 September 2006
  11. ^ IMPERATORIS THEODOSIANI CODEX Liber Decimus Sextus, Emperor Theodosius, George Mason University diakses 25 September 2006
  12. ^ Codex Theodosiani XVI.1.2:
    Bahwasanya keinginan kami adalah agar berbagai bangsa yang tunduk pada belas kasih dan kemurahan hati kami, harus terus menganut agama yang ajarkan kepada bangsa Romawi oleh Rasul Petrus yang suci, sebagaimana yang telah dilestarikan oleh tradisi yang teguh dan yang sekarang dianut oleh Pontif Damasus dan oleh Petrus, Uskup Aleksandria, orang yang kudus dan apostolik. Sesuai dengan ajaran apostolik dan doktrin Injil, marilah kita percaya akan satu Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus, dalam kemuliaan yang setara dan dalam Trinitas yang kudus. Kami memberi wewenang kepada orang-orang yang menuruti undang-undang ini untuk menggunakan sebutan umat Kristiani Katolik; tetapi untuk orang-orang lain, karena menurut penilaian kami mereka adalah orang-orang gila yang bodoh, kami memerintahkan agar mereka ditandai dengan nama yang memalukan yakni kaum bidaah, dan tidak boleh menyebut jamaah-jamaah mereka sebagai gereja-gereja. Mereka akan dihukum pertama-tama dengan hukuman kutukan ilahi dan yang kedua dengan hukuman yang akan dijatuhkan oleh kekuasaan kami seturut kehendak surga.
    dari Henry Bettenson, ed., Documents of the Christian Church, (London: Oxford University Press, 1943), halaman 31
  13. ^ Suave Molecules of Mocha Coffee, Chemistry, and Civilization, New Partisan - A Journal of Culture, Arts and Politics, 7 Maret 2005, diakses 23 Oktober 2006
  14. ^ Schism of SSPX Pete Vere, My Journey out of the Lefebvre Schism: All Tradition Leads to Rome, Catholic Education Resource Center, diakses 20 Nov. 2006
  15. ^ Iman, Akal Budi serta Kenangan-Kenangan dan Renungan-Renungan Universitas dari situs web resmi Vatikan, diakses 18 Oktober 2006
  16. ^ "Tiga Langkah dalam Program DeHelenisasi" oleh Paus Benediktus XVI, Zenit News Agency, diakses 18 Oktober 2006
  17. ^ Pope Is Regretful That His Speech Angered Muslims, 17 September 2006, L.A. Times, diakses 18 Oktober 2006
  18. ^ Al Qaeda threat over pope speech, 18 September 2006, CNN.com diakses 18 Oktober 2006
  19. ^ Qaeda-led group vows "jihad" over Pope's speech, 18 September 2006, Reuters, diakses 18 Oktober 2006

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]