Predator (alien)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Predator
Predator (1987) - The Predator.jpg
Kevin Peter Hall sebagai Predator di film Predator
Pencipta Jim Thomas dan John Thomas
Pemeran Kevin Peter Hall, Kurt Carley, Patrick Magee, Dragon Dronet, Ian Whyte dan lainnya
Informasi
Panggilan "The Predator", "The Hunter",
Spesies makhluk ekstraterrestrial
Jenis kelamin jantan
Tinggi di atas 7' 2" (2.13 m)
Berat 345 lbs (157 kg)
Mata {{{eye}}}
Rambut {{{hair}}}
Kulit {{{skin}}}
Keahlian berburu, menyamar dan penguntit
Gelar Predator (film), Predator 2, Alien vs. Predator dan Aliens vs. Predator: Requiem.
Alamat luar angkasa
IMDb profile

Predator alien adalah spesies ekstraterrestrial fiksi yang tampil dalam franchise Predator sains fiksi, ciri khas mereka dengan memburu kepala untuk dijadikan piala dari spesies yang berbahaya hanya untuk olah raga, termasuk manusia dan Alien.

Pertama kali dikenalkan pada tahun 1987 sebagai tokoh antagonis utama dalam film Predator, anggota lainnya ditampilkan dalam beberapa sekuel berikutnya, sejumlah novel, video games, komik dan gabungan franchise. Sementara nama untuk spesies ini tidak diberikan di dalam film, nama Yautja[1] dan Hish[2] telah digunakan dalam cerita berikutnya.

Karakter Predator diciptakan oleh dua penulis bersaudara, yaitu Jim Thomas dan John Thomas, digambarkan sebagai makhluk humanoid yang besar, yang memiliki teknologi canggih seperti alat kamuflase, senjata berenergi tinggi, bermacam-macam senjata tajam dan memiliki kemampuan untuk menjelajah ruang angkasa.

Konsep dan penciptaan[sunting | sunting sumber]

Desain[sunting | sunting sumber]

Desain predator disebutkan kepada Stan Winston yang telah menciptakan spesial efek. Ketika Winston terbang ke Jepang bersama dengan seorang sutradara Aliens yaitu James Cameron, Winston telah disewa untuk mendesain tokoh predator dan mengkonsepkannya selama berada dipenerbangan menuju Jepang. Setelah melihat hasil gambaran Winston, Cameron berkata, "Saya ingin melihat sosok makhluk ini memiliki dua rahang bawah". Kemudian Winston pun menambahkan rahang itu didesainnya.[3] Studio Stan WInston telah menciptakan semua efek-efek fisikal untuk Predator dan Predator 2, menciptakan pakaian tubuh untuk aktor Kevin Peter Hall dan efek-efek mekanikal sekitar wajah. Mereka telah menyewa Jean Claude Van Damme yang menggunakan pakaian yang berbeda setelah berusaha menciptakan monster yang sangat meyakinkan itu tetapi pada akhirnya gagal. Arnold telah merekomendasikan Winston setelah pengalamannya berkerja sama dalam film The Terminator.

Desain awal Predator yang gagal dipakai, memiliki kepala dan leher seperti anjing.

Predator aslinya didesain memiliki leher yang panjang, seperti kepala anjing dan memiliki satu mata. Desain ini ditelantarkan setelah mendapatkan kesulitan nyata di dalam lokasi syuting yang berada dihutan, yang membuat proses syuting menjadi sangat rumit.[3] Aslinya Richard Edlund seorang pengusaha Boss Film Creature Shop telah disewa oleh pihak studio untuk mengerjakan efek makeup untuk alien. Akan tetapi karena bermasalah dengan proses memfilmkan alien ini di Mexico maka untuk efek makeup di pegang oleh Winston. Menurut mantan Boss Films seorang supervisor makeup Steve Johnson, makeup telah gagal dikarenakan desain yang gagal yang telah dibuat oleh McTiernan. Desain ini tidak berguna di hutan tempat lokasi syuting. Setelah enam bulan syuting di hutan belantara Palenque, Mexico, studio harus menghentikan syuting untuk sementara, untuk memberikan waktu Winston mendesain ulang predator baru. Mendesain ulang memakan waktu delapan bulan dan mulai memfilmkan memakan waktu lima minggu, berakhir pada Februari 1987.[4]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

"Broad concept's the same. The difference is, this is a different individual. A different individual of the same species. As is a snake is a snake is a snake, but different snakes are different. Their colorings are different, different parts of their characteristics, their facial structures, subtle differences."
Stan Winston menggambarkan sang Predator dalam Predator 2 dan menjelaskan alasannya membuat variasi desain dan penampilan dari para Predator.[5]
Bermacam-macam wajah Predator tanpa menggunakan topeng.

Predator secara fisik sangatlah berbeda dengan manusia dengan ukuran tinggi di atas rata-rata manusia, bentuk rahang seperti arthropoda dan panjang, rambut seperti sambungan di kepalanya. Tubuh mereka sangat sukar untuk mengalami luka, mampu dengan cepat sembuh dari luka tembakan peluru shotgun [6] dan radiasi yang sangat fatal bagi manusia. Mereka lebih kuat daripada manusia, telah digambarkan sebagai makhluk yang sangat mudah mengalahkan kondisi pria dewasa[6] dan dapat menghancurkan manusia hanya dengan tangan kosong. Mereka juga digambarkan memiliki keahlian sebagai makhluk pendaki dan mampu bergerak melalu pohon ke pohon[6] atau melompati atap gedung dalam mengejar mangsanya. Walaupun sanggup bertahan hidup dalam jangka waktu yang cukup lama di temperatur yang sangat ekstrem di Antartika, secara tidak langsung bahwa Predator dapat preferensi di daerah beriklim tropis.[6] Darah mereka berwarna hijau fosfor yang dapat mengeluarkan cahaya. Pandangan mereka hanya berfungsi dalam infra merah dari spektrum elektromagnetik, mereka dapat dengan mudah mendeteksi perbedaan suhu panas dari sekelilingnya tetapi mereka tidak bisa dengan mudah menentukan di antara obyek dengan temperatur yang sama.[6] Helm berburu Predator dapat meningkatkan kemampuan untuk melihat bermacam-macam spektrum-spektrum, berkisar dari inframerah rendah sampai ultraviolet tinggi dan juga dapat memfiltrasi panas di sekitar area pandangan dan mereka dapat melihat sesuatu dengan kejelasan dan detail yang cukup tinggi. Mereka sanggup bernapas di atmosfer bumi.[6] Kebiasaan makan mereka pun diceritakan dalam Predator 2, dijelaskan bahwa makhluk tersebut secara berkala mengunjungi sebuah penjagalan setiap dua hari sekali untuk makan di toko daging.

Diseluruh penampilan film mereka, Predator telah mengalami sejumlah variasi desain. Dalam Predator 2, tokoh utama Predator didesain secara lebih urban dan hip daripada Predator sebelumnya. Desain berubah termasuk ornamen tribal di dahi mereka, yang mana dibuat lebih tingi dan dangkal, warna kulit yang lebih cerah dan sejumlah taring yang besar.[7] Dalam film Alien vs. Predator, penampilan Predator didesain ulang untuk membuat mereka lebih heroik, termasuk penyusutan di daerah sekitar kepala dan ukuran pinggang, bahu yang lebih lebar, fisik yang lebih berotot, gigi di rahang atas dan bawah seperti piranha dan lebih kering, kulit sedikit lebih lembap untuk membedakan lebih jauh dari Aliens.[8] Dalam Aliens vs Predator: Requiem, sang Predator telah kembali didesain ulang ke konsep desain yang lebih enak dilihat dalam Alien vs. Predator.[9]

Teknologi[sunting | sunting sumber]

Bermacam-macam desain Bio-helm Predator

Teknologi Predator sangatlah unik dalam berbagai aspek, tidak hanya banyak hiasan di tubuhnya, penampilan topeng maut tribalnya dan persenjataan yang mutakhir. Terlihat dalam film Predator 2 setidaknya salah satu senjata yang digunakan oleh Predator menggunakan bahan logam yang tidak terdaftar dalam tabel periodik dan beberapa senjata telah ditunjukkan sangatlah tahan terhadap efek berbahaya dari darah Alien yang bersifat asam. Sebagai informasi tambahan, beberapa dari persenjataan berguna untuk mendeteksi bayangan suhu panas para mangsanya. Topeng Predator juga memiliki sistem visi yang berfungsi untuk bisa melihat dengan menggunakan infrared dan lainnya. Predator juga memakai semacam alat penghilang (cloaking device) yang dapat membelokkan pantulan cahaya.

Peralatan dan persenjataan[sunting | sunting sumber]

  • Bio-Helm
    • Laser sight
      Sinar laser bercahaya tiga berfungsi sebagai mengarahkan target tembakan senjata Plasma caster dan memanaskan senjata tajam.
    • Multiple Vision Modes
      Infrared, Ultraviolet, Thermal Imaging, Low-Light Amplification, Air Density Pressure (gerakan),
    • Zoom function,
    • Communicator,
      Alat komunikasi untuk berhubungan kepada Predator lain dan pesawat induk
    • Audio Waveform Device:
      • Audio Waveform Analizer
        Alat penganalisa suara,
      • Audio booster
        Dapat meningkatkan desahan napas yang berjarak 500 kaki atau 0.1524 km,
      • Audio Waveform Analizer Display
        Monitor untuk memantau frekuensi gelombang suara,
    • Voice/ Sound amplifier,
    • Recording system,
    • Pendiagnosa,
    • Respirator.
  • Plate Armor:
    • Plat besi di bahu, dada, punggung, lengan, sekitar alat kelamin, paha, lutut dan kaki berfungsi sebagai pelindung,
    • Back Pack terdapat mainframe battery yang memberikan energi kesemua peralatan elektronik.
  • Gauntlet
    Sarung tangan yang memiliki bermacam-macam fungsi:
    • Wrist-comp/ Sat-com
      Komputer portable, yang bisa menunjukkan skematik dari suatu objek atau bangunan secara 3-Dimensi dan sebagai alat GPS,
    • Cloaking/ Camouflage Device
      Sebagai alat pemicu untuk menghilang/ kamuflase,
    • Wrist blades/ Arm blades
      Belati ganda sepanjang 12 - 18 inchi (460 mm),
    • Self-destruct device controller
      Alat pengendali penghancur diri.
  • Medikit
    Peralatan medis, terdiri dari berbagai type:
    • Light Duty:
      1 ekstraktor pemecah, alat penjepit luka, alat suntik, 1 tube obat antiseptik,
    • Medium Duty:
      1 ekstraktor pemecah, alat penjepit luka, alat suntik, 1 tube obat antiseptik dan stepler luka,
    • Heavy Duty Deluxe:
      1 tas ringan deluxe, 1 ekstraktor pemecah, piring pembakar otomatis, 4 penjepit luka, spatula, 2 botol kecil antiseptik super (enzim asam, ketika dikombinasikan dengan silikon (kaca/pasir) dan keramik/batu kapur, akan menghasilkan adonan yang bisa menutup luka lubang bekas tembakan, stimulans super (obat-obatan yang bisa menghasilkan amarah dan kekuatan).
  • Hunter Padding/ Mesh jumpsuit
    Jaring pada tubuh sebagai alat penghangat tubuh walaupun di suhu -50 degrees Celsius dan bagian dari sistem kamuflase.
  • Emergency Methane Breather
    Penyedia metanol tambahan.
  • Trophy Preparation Kit
    Alat pembersih tengkorak, terdiri dari:
    • Pembersih tulang,
    • Enzim penghancur daging 12 kali penggunaan,
    • Pipa penyedot otak,
    • Catch bag (Tas pengait),
    • Pengebor tengkorak,
    • Pengkilat tulang dan bahan pengawet,
    • 12 Pengait balutan,
    • Kawat sepanjang 300 ft atau 9144.018288 cm.
  • Wire
    Kawat untuk menjerat leher dan digunakan pula untuk menggantung mangsa secara terbalik.
  • Naginata
    Seperti tongkat yang memiliki benda tajam dikedua ujungnya.
  • Glaive
    Hampir sama dengan Naginata.
  • Ceremonial Dagger
    Belati memiliki 2 bilang saling berhubungan.
  • Combi Stick
    Semacam lembing yang bisa memanjang sampai dua meter disetiap ujungnya.
  • Gauntlet Plasma Bolt
    Senjata proyektil yang terletak di pergelangan kiri, yang bisa mengeluarkan ledakan plasma kecil. Terlihat dalam Predator 2.
  • Laser Nets
    Jala laser yang tipis berbentuk segitiga, sanggup memotong bahan organik tetapi tidak bisa memotong bahan yang solid. Terlihat dalam film AVP:R.
  • Netgun/ Net Projectile Launcher
    Senjata yang bisa melepaskan jaring yang sangat tajam dan bisa membelah korban dalam beberapa potongan.
  • Plasma Caster/ Shoulder Cannon
    Senjata energi yang terletak di bahu memiliki dua sistem yaitu Manual-targetting System dan Auto-targetting System.
  • Scatter Gun
    Bagian dari pada Plasma Caster, digunakan ketika Plasma Caster tidak berfungsi dengan baik. Terlihat dalam film AVP:R, disebut juga dengan Hand Cannon.
  • Chakra/ Smart Disc
    Semacam senjata mirip boomerang berbentuk piringan yang bisa dikendalikan.
  • Shuriken
    Semacam senjata yang mirip dengan Chakra, memiliki 6 bilah pisau runcing yang dapat ditarik masuk.
  • Machete
    Hanya sang Elder Predator memegang sebilah golok dalam film Predator 2.
  • Solvent
    Bahan kimia biru korosif, untuk menghancurkan bangkai dan bisa dicampur dengan materi mentah menjadi pasta yang dapat digunakan untuk membakar luka supaya tidak infeksi, terlihat pada film Predator 2.
  • Spear Gun
    Senjata yang menembakkan sebuah anak panah logam kecil bercabang dua dengan kecepatan tinggi, terlihat dalam film Predator 2.
  • Cemeti
    Cemeti yang tebuat dari ekor Xenomorph, sanggup membelah apapun. Terlihat dalam film AVP:R.
  • Maul
    Pedang dengan desain yang disesuaikan dengan penggunanya.
  • Burner
    Senjata flame thrower genggam biasa dipakai untuk berburu hama. Setiap ledakan kekuatannya setara dengan ledakan Napalm.
  • Sideblade
    Pedang sepanjang 12 inchi biasa digunakan oleh kasta terendah Predator.
  • Chemical Sprayer
    Semprotan yang mengandung racun, obat bius atau asam. Biasa digunakan ketika senjata energi tidak berfungsi, atau ketika Predator mengambil pialanya secara hidup-hidup.
  • Energy Fletchette
    Senjata api terletak dipergelangan yang bisa menyemburkan proyektil plasma emas secara terus menerus.

Budaya dan sejarah[sunting | sunting sumber]

"The Predator society builds sophisticated spaceships, yet they should not look as sleek and hi-tech as a Star Wars stormtrooper. They are a tribal culture, yet their look should not be as primitive as the orcs from Lord of the Rings. They are also a warrior culture, so the ornate cannot conflict with the practical."
Alec Gillis ketika mendesain Predator.[8]

Kebudayaan Predator seputar perburuan dan suka mengendap-endap. Setelah berhasil membunuh, Predator suka menguliti dan memenggal leher buruannya yang telah menjadi bangkai, lalu mengambil tengkoraknya sebagai piala. Bila gagal dalam berburu Predator selalu melalukan bunuh diri yang dianggap sebagai hal terhormat. Alasan Predator berburu tidak hanya untuk makan atau menghilangkan, ancaman tetapi sebagai hiburan semata. Ketika mereka akan menyerang makhluk lain, harus dipastikan bahwa makhluk yang diserang sepadan dengan mereka, dengan kata lain makhluk itu memiliki kemampuan yang seimbang agar mendapatkan sedikit tantangan.

Ruang piala Predator, terlihat di film Aliens vs Predator: Requiem. Terlihat spesies manusia, Alien dan triceratops

Predator melakukan kontak dengan peradaban manusia awal, seperti bangsa Mesir kuno, Kamboja dan Aztek. Sesampainya di bumi, Predator disembah sebagai Tuhan oleh manusia dan mereka mengajarkan kebudayaan bagaimana mendirikan piramid (sebuah penjelasan ketika bagaimana perbedaan sosial budaya telah secara langsung memiliki kultur dan arsitektur yang sama), tetapi sebagai imbalan mereka menginginkan pengorbanan manusia, untuk digunakan sebagai host makhluk Alien yang akan diburu setelah itu.

Predator terkenal di dalam cerita rakyat dalam beberapa budaya, orang Amerika Latin mencap spesies ini sebagai "El Diablo que hace trofeos de los hombres" (Spanyol untuk "Sang Setan yang membuat piala dari kepala manusia"), sementara orang Jamaika menggangapnya sebagai "Setan dari dunia arwah". Ketika berburu Predator selalu menghindari dan bahkan tidak menyukai bertempur dengan orang dewasa yang tidak membawa senapan, anak kecil, wanita hamil atau orang sakit. Seseorang yang berhasil membunuh Predator dalam pertarungan satu demi satu akan mendapatkan hadiah sebagai tanda penghormatan untuk sang pemenang, biasanya diberikan tanda berupa sesuatu yang langka atau eksotis.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Predator telah dibuat untuk filmnya begitupun dengan media lain dan huruf abjad Predator berbentuk pola-pola berupa garis-garis. Simbol tulisan ini ada di sarung tangan, helm, arsitektur dan banyak lagi. Predator akan meniru bahasa manusia pada saat-saat tertentu. Seorang penulis Steve Perry telah menciptakan bahasa khusus untuk novel serial Aliens vs Predator.

Penampilan dalam film[sunting | sunting sumber]

Predator[sunting | sunting sumber]

Predator sedang berkamuflase

Pertama kali muncul di sebuah film tahun 1987, Predator sang karakter ini mendarat di Val Verde dengan menggunakan pesawat ruang angkasa. Predator mulai memburu sekelompok United States Army Special Forces yang membuat pangkalan di sana untuk menyelamatkan menteri yang diculik oleh pasukan gerilyawan. Sang Predator menemukan para prajurit satu demi satu dengan persenjataan yang sangat banyak, hingga yang tersisa hanya Mayor Dutch Schaeffer (Arnold Schwarzenegger), yang sanggup bertahan hidup. Dari beberapa pertempuran dengan pasukan satu demi satu didominasi oleh Predator, hingga Dutch membuat sebuah jebakan yang berhasil melukai makhluk tersebut. Predator yang sekarat melakukan bunuh diri dan berusaha membuat Dutch ikut serta mati bersamanya, dengan mengaktifkan alat penghancur diri (self-destruct device), walaupun akhirnya gagal menghabisi saingannya.[6]

Predator 2[sunting | sunting sumber]

Trio Predator terlihat sedang turun dari pesawat ruang angkasa dan Elder Predator berada di tengah, adegan yang terdapat pada film Predator 2.

Kemudian muncul kembali pada tahun 1990, sebuah sekuel yang diseting 10 tahun setelah peristiwa pada film pertama, Predator baru berada di Los Angeles, tertarik oleh musim panas dan peperangan obat-obatan antara mafia narkoba Kolombia dan Jamaika, begitupula dengan Kepolisian LA(LAPD) yang mencoba untuk melawan ke dua gang tersebut. Setelah berhasil melenyapkan kedua pemimpin mafia, Predator mulai mengubah targetnya kepada petugas LAPD yang mencoba menyelidiki dengan cermat, khususnya Letnan Michael Harrigan (Danny Glover) dan tiga mitranya, yaitu (Rubén Blades, Maria Conchita Alonso dan Bill Paxton), serta agen federal kelompok yang dipimpin oleh Peter Keyes (Gary Busey) yang berusaha untuk menangkap mahkluk itu. Pada akhirnya Predator berhasil berhadapan dengan Michael Harrigan dan tewas di pesawat antariksa dan senjata miliknya sendiri. Teman sejawat Predator akhirnya mengangkut tubuh Predator yang telah mati dan memberikan sebuah pistol flintlock tertulis dari tahun 1715 sebagai tanda hormat kepada Harrigan. Film ini juga membuat rujukan ke film Alien, terdapat tengkorak Alien yang terlihat di ruang piala predator.[10]

Alien vs. Predator[sunting | sunting sumber]

Predator dan seekor Alien saling menatap.

Ditahun 2004 sebuah pesawat Predator tiba di orbit bumi untuk menarik manusia ke sebuah tempat pelatihan Predator kuno di Bouvetøya, sebuah pulau sekitar seribu mil sebelah Utara Antartika. Ada sebuah piramid yang dikubur yang memberikan suhu panas, menarik perhatian manusia yang dipimpin oleh Charles Bishop Weyland (Lance Henriksen), yang secara tidak sengaja mengaktifkan sebuah produksi dari telur alien. Tiga Predator pemburu mengajukan diri untuk memasuki struktur ini, membunuh semua manusia dengan berbagai cara mereka, dengan maksud berburu makhluk yang baru saja dibentuk yaitu alien warrior. Dua predator mati dalam pertempuran, sementara teman sejawatnya yang tinggal satu tetap hidup bersama dengan seorang manusia, yang bernama Alexa Woods (Sanaa Lathan) untuk bertempur dengan ratu alien. Ratu tersebut berhasil dikalahkan tetapi sebelumnya ia sempat melukai Predator terakhir. Pesawat Predator muncul dan para kru pesawat mengambil jasad Predator yang kalah. Seorang Predator tetua memberikan sebuah tombak sebagai rasa hormat dan setelah itu pergi meninggalkannya. Setelah berada di orbit terungkap bahwa sebuah chestburster (pemecah dada) ada di dalam mayat predator dan spesimen baru ini memiliki rahang Predator.[11]

Aliens vs. Predator: Requiem[sunting | sunting sumber]

Predalien sedang bertempur dengan Wolf Predator.

Bersetingkan tetap dalam film sebelumnya, seekor makhluk peranakan Predalien ikut serta di dalam pesawat pengintai Predator, yang telah berpisah dari pesawat induk dari film sebelumnya. Predalien telah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dan berencana membunuh semua Predator yang berada di pesawat, menyebabkan pesawat jatuh di Gunnison, Colorado. Seorang Ayah dan Anaknya Sedang berburu dan tabung facehugger yg pecah impernasi mereka dan Predalien juga Impernasi Wanita Hamil dengan melahirkan chestburster(anak alien)dengan 7 ekor chestburster. .Predator terakhir yang selamat mengaktifkan alarm bahaya dengan sebuah video, pada akhirnya video tersebut diterima oleh Predator veteran yang membuatnya langsung menuju bumi. Ketika sampai di bumi, sang Predator melacak alien kedalam gorong-gorong selokan di bawah kota. Ia menghilangkan bukti atau jejak keberadaan mereka dengan menggunakan cairan biru yang sangat merusak (korosif). Predator menggunakan senjata jaring untuk menangkap makhluk itu tetapi senjata plasma salah sasaran sewaktu menembak, yang menyebabkan alien melarikan diri ke permukaan kota. Selama konfrontasi dengan manusia, Predator kehilangan pistol plasma. Sang Predator bertempur dengan Predalien, melalui pertempuran sengit yang akhirnya disela dengan kedatangan pasukan militer Amerika, yang meletakkan bom nuklir di tengah kota, menghanguskan kedua petarung dan beberapa orang yang ada di kota.

Predators[sunting | sunting sumber]

Film ini berkisah tentang seorang tentara bayaran bernama Royce yang terbangun dari pingsannya dan terjun payung ke daratan. Disana ia bertemu teman - temannya yaitu seorang prajurit Israel bernama Isabelle, seorang prajurit RUF bernama Mombasa, prajurit Spetsnaz, Nikolai, Yakuza bernama Hanzo, Dokter bernama Edwin, FBI Most Wanted, Stans. Cuchillo, seorang anggota kartel. Tim mereka dipimpin Royce segera mencari tempat tinggi untuk mencari tahu keberadaan mereka. Ketika mereka tahu mereka bukan di bumi, mereka diserang oleh anjing piaraan predators. Setelah mengikuti jejak anjing itu, mereka tiba di kemah predators dan mendapat serangan hebat. Dari sana mereka dibantai 1 per 1 dan bertemu dengan orang yang selamat dari musim perburuan sebelumnya (Noland), tetapi Noland berusaha membunuh mereka karena tidak dapat memberi makan semuanya. Ketika sedang kabur ia bertemu dengan predator dan dibunuh. setelah itu 1 per 1 dari tim dibunuh secara pelan pelan hingga menyisakan Royce dan Isabelle

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Media lain[sunting | sunting sumber]

Karakter Predator telah dilibatkan dalam sejumlah spin-off dalam beberapa media termasuk novel, video game, mainan berupa action figure dan patung.

Komik Crossover[sunting | sunting sumber]

Alien vs. Predator[sunting | sunting sumber]

Crossover terbesar adalah waralaba Alien vs Predator, dimana dikisahkan predator yang berburu Aliens. Ide ini datang dari komik karya artis Chris Warner pada awal 1989. Ia bersama dengan pihak Dark Horse Comics mencoba mengemaskan karakter bagus dalam serial komik baru. Dark Horse telah menerbitkan komik Aliens dibawah lisensi 20th Century Fox sejak 1987. Atas saran Warner, Kepala penerbit Dark Horse Mike Richardson menghubungi pemimpin Fox melisensikan Pam North dengan idenya, dengan berharap negosiasi yang sangat panjang kedepannya. Selain itu, North langsung antusias dengan konsep tersebut. Persetujuan yang membawa dua karakter bersama yang telah disebutkan sebagai "Deal of the Year" oleh pihak Distributor Capital City .

Ditahun 1990, gambaran pertama dari ide tersebut muncul dalam film Predator 2, ketika tengkorak Alien muncul sebagai salah satu piala di sebuah ruang pesawat luar angkasa Predator. Alien vs Predator dirilis pada tahun 2004 dengan di sutradarai oleh Paul W. S. Anderson, yang mencakup beberapa elemen dari komik, walaupun memiliki cerita yang sama sekali berbeda.

Predator vs. Superhero[sunting | sunting sumber]
Sampul depan komik Superman and Batman vs. Aliens and Predators. Karya Ariel Olivetti

Selain crossover waralaba Alien, ada juga telah terbit komik crossover dengan berbagai perusahaan lain seperti dengan DC Comics dipertemukan dengan Superman dan Batman, dikisahkan melawan Predator. Bahkan Dark Horse Comics sendiri telah memiliki karya berjudul Tarzan dan The Terminator yang telah digunakan, dimana mereka ditampilkan sebagai kekuatan seimbang dari sebuah level kosmik, untuk menghentikan kedatangan para Terminator yang akan menghancurkan populasi penduduk dari sebuah galaxy.

Action figure[sunting | sunting sumber]

  • Perusahaan yang pertama kali membuat action figure Predator adalah Kenner sekitar awal 90-an. Action figure pertama Predator sangatlah sederhana tidak sebanding dengan mainan Predator keluaran tahun 2000-an.
  • McFarlane Toys mengeluarkan beberapa macam action figure Predator diantaranya adalah
    • Movie Maniacs 5 yang berisikan 'Alien and Predator Deluxe Box set' pada September 2002 dengan tingkat kedetailan yang cukup memukau, dengan skala 7 1/4 inchi.
    • Pada April 2003 McFarlane Toys mengeluarkan lini figure Predator dan Predator The Hunter Movie Maniacs 6, yang diambil dari film Predator 2.
    • Ditahun 2004 McToys mengeluarkan Predator dengan bermacam-macam figure serial, Alien and Predator, Alien Vs. Predator, 12 inchi Stealth Predator, Stealth Celtic Predator.
  • Action figure paling detail dengan banyak artikulasi dan aksesories yang pernah dibuat adalah oleh Hot Toys, setinggi kurang lebih 12 inchi dengan tingkat kedetailan yang sangat tinggi, maka harga yang ditawarkan pun relatif mahal dibandingkan dengan action figure buatan McFarlane Toys dengan ukuran yang sama.
  • Terakhir yang secara aktif memproduksi action figure Predator adalah NECA dengan lini action figure waralaba Aliens vs. Predator: Requiem pada tahun 2008, menampilkan Wolf Predator dengan varian yang lumayan banyak jumlahnya.

Patung[sunting | sunting sumber]

Patung Predator termahal seharga $ 2000. Dikeluarkan oleh Toynami dengan serial Predator Cinemaquette.
  • Toynami dalam serial produksi patungnya yang diberi label Predator Cinemaquette, mengeluarkan patung Predator edisi terbatas hanya 1.000 unit dalam sekali produksi pada tahun 2008. Patung ini memiliki skala yang lebih besar dari keluaran Sidehow Collectibles yaitu skala 1/3 atau 32 inchi, dengan harga berkisar $ 2000 atau berkisar Rp 20 jutaan.[13] Patung ini menggambarkan sosok Predator sedang berdiri di atas rawa yang berair dengan pohon dibawahnya, serta topeng terletak depannya. Adegan ini diambil dari pertarungan Predator dengan Dutch Schaefer (Arnold Schwarzenegger) di sebuah rawa tengah hutan, dalam film Predator. Patung ini disahkan oleh Stan Winston Studios, dibuat dan ditanda tangani oleh seorang ahli Special FX dan pematung, yaitu Steve Wang.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Perry, Steve & Perry, Stephanie (1994). Aliens vs Predator: Prey. hlm. 259. ISBN 0553565559. 
  2. ^ Shirley, John (2006). Predator: Forever Midnight. hlm. 250. ISBN 1595820345. 
  3. '^ a b John McTiernan, Kevin Peter Hall, Arnold Schwarzenegger, Joel Silver, John Davis, Jim Thomas, John Thomas. (2001). If It Bleeds We Can Kill It: The Making of 'Predator Television programAMC.
  4. ^ Les Paul Robley (December 1987). "Predator: The Original Makeup". Volume 18 #1 (Cinefantastique). 
  5. ^  (1990). The Making of Predator 2 Documentary20th Century Fox.
  6. ^ a b c d e f g Jim Thomas, John Thomas (writers) and John McTiernan (director). (1987). Predator DVD20th Century Fox.
  7. ^ Jody Duncan & James Cameron (2007). The Winston Effect: The Art and History of Stan Winston Studio. hlm. 336. ISBN 1845761502. 
  8. ^ a b Gillis, Alec & Woodruff, Tom (2004). AVP: Alien vs Predator: The Creature Effects of ADI. hlm. 128. ISBN 1845760042. 
  9. ^ Alec Gillis and Tom Woodruff Jr (2008). Aliens vs. Predator: Requiem - Inside the Monster Shop. hlm. 128. ISBN 1845769090. 
  10. ^ a b c d e f g h i j k l m Jim Thomas, John Thomas (writers) and [[Stephen Hopkins (director). (1990). Predator 2. [DVD]. 20th Century Fox. "P2"
  11. ^ a b c d e f g h i j k Paul W.S. Anderson (writer/director). (2005). Alien vs. Predator. [DVD]. 20th Century Fox. "AvP"
  12. ^ http://firesidecollectibles.com/index.asp?PageAction=VIEWPROD&ProdID=612
  13. ^ http://www.cinemaquette.com/cgi-bin/cinemaquette/CM8180.html

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]