Nasional Demokrat (Indonesia)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nasional Demokrat
NasDem Logo.png
Singkatan NasDem
Slogan Restorasi Indonesia
Pembentukan 1 Februari 2010 (2010-02-01) (4 tahun lalu)
Jenis Organisasi massa
Kantor pusat Jl. R.P. Soeroso No. 46, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta 10350
Ketua umum Surya Paloh
Sekretaris jenderal Syamsul Mu'arif
Situs web www.ormasnasdem.org

Nasional Demokrat (disingkat NasDem atau Nasdem) adalah organisasi masyarakat yang dicetuskan oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ormas ini dideklarasikan oleh 45 tokoh nasional di Istora Senayan, Jakarta pada 1 Februari 2010. Puncak acara pendeklarasiannya ditandai dengan pidato oleh pencetusnya yaitu Surya Paloh. Nasdem berupaya melakukan gerakan perubahan bernama Gerakan Restorasi. Gerakan ini dilandaskan atas tiga hal, yaitu politik solidaritas; ekonomi emansipatif dan partisipatif; serta budaya gotong-royong.

Deklarator[sunting | sunting sumber]

Adapun 45 tokoh yang mendeklarasikan Nasional Demokrat adalah :

Organisasi Sayap[sunting | sunting sumber]

Organisasi massa Nasional Demokrat memiliki beberapa organisasi sayap, yaitu:[1]

Manifesto[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan manifesto dari organisasi ini, yang dibacakan oleh salah satu deklarator, Anies Baswedan pada saat pendeklarasiannya.

Reformasi telah dan tengah mengantar Indonesia sebagai negara demokrasi. Tetapi, kami menolak demokrasi yang hanya sekedar merumitkan tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahteraan umum. Kami menolak demokrasi yang hanya menghasilkan rutinitas sirkulasi kekuasaan tanpa kehadiran pemimpin yang berkualitas dan layak diteladani. Kami menolak demokrasi tanpa orientasi pada publik. Kami menolak demokrasi yang sekadar menjadi proyek reformasi tanpa arti.

Kami mencita-citakan demokrasi Indonesia yang matang, yang menjadi tempat persandingan keberagaman dengan kesatuan, dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan, dan kebebasan dengan kesejahteraan. Kami mencita-citakan sebuah demokrasi berbasis warga negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang, dengan keringat dan tangan sendiri.

Maka, pada hari ini kami berketetapan hati menggalang sebuah gerakan bernama:

NASIONAL DEMOKRAT: RESTORASI INDONESIA

Nasional Demokrat adalah gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari beragam lapisan dan golongan untuk merestorasi Indonesia. Nasional Demokrat tidak hanya bertumpu dan berpusat di Jakarta, melainkan gerakan perubahan yang titik-titik sumbunya terpencar di seluruh penjuru Indonesia. Platform dan konseptor Restorasi Indonesia yang diusung Nasional Demokrat adalah seorang aktivis dan intelektual muda Willy Aditya.]

Semoga Tuhan Yang Maha Esa beserta kita.

Jakarta, 1 Februari 2010

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Sebelum mendirikan Nasional Demokrat, Surya Paloh maju dalam perebutan calon ketua umum Partai Golongan Karya (Golkar). Namun pada perebutan itu, Surya kalah dari Aburizal Bakrie yang akhirnya memenangi dan menjabat sebagai Ketum Golkar periode 2009-2014.[2] Kekalahan ini menyebabkan banyak pihak menduga Nasdem didirikan Surya akibat kekecewaan kekalahannya di Golkar. Dan karena itu, Nasdem adalah cikal bakal sebuah partai politik (parpol) untuk kendaraan politik Surya dalam Pemilu 2014. Terlebih pengurus Nasdem yang terlibat sebagian besar berasal dari kalangan politisi.

Mengenai dugaan ini, baik Surya maupun pengurus lain membantah bahwa Nasdem adalah cikal bakal parpol. Dalam wawancaranya dengan kantor berita Antara di Ambon 27 Januari 2011, Surya Paloh menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan menjadi partai politik, "Saya perlu menegaskan bahwa Gerakan Nasional Demokrat tetap akan menjadi organisasi non-profit dan tidak akan menjadi partai politik."[3] Namun akhirnya pada tanggal 25 April 2011 Nasional Demokrat (Nasdem) mendaftarkan diri menjadi partai politik kepada Kemenkumhan.[4]

Tak lama kemudian pada tanggal 6 Juli 2011, seorang pendiri Nasdem, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan mengundurkan diri dari ormas tersebut. Hal itu dilakukannya karena kecewa Nasdem telah berubah menjadi partai politik dan berorientasi kekuasaaan. "Betul saya keluar, karena Nasdem sudah menjadi partai. Kalau tidak kecewa, ya kita tidak keluar. Karena kita itu mengabdi bukan pada kekuasaan. Kalau politik kan pada kekuasaan, kalau ormas bukan," ujar Sultan.[5]

Pada tanggal 26 Juli 2011, Partai NasDem resmi sebagai partai politik baru di Indonesia. Banyak pihak menduga Partai tersebut merupakan partai bentukan daripada Ormas Nasdem yang dibuat oleh Surya Paloh. Menanggapi hal tersebut, Dia membantah bahwa Partai itu tidak ada hubungannya dengan Ormas bentukannya.[6][7] Pada kesempatan lain Sekjen Nasional Demokrat, Syamsul Maarif menyatakan, "Nama Nasdem kan memang tidak membutuhkan izin organisasi Nasdem, nggak masalah. Kalaupun namanya persis sama, itu bukan Nasdem kami. Surya Paloh itu memberi kesempatan kepada orang-orang yang berniat untuk mendirikan partai sendiri. Jadi yang mendirikan itu ya orang-orang partai Nasdem bukan kami," "Kalau ada yang bilang partai Nasdem dibentuk oleh ormas Nasdem nggak pernah. Sebenarnya di pemilu tahun 1999 ada parpol yang namanya Nasdem di pemilu tapi nggak dapat kursi. Saya tak tahu apakah ada hubungan yang mendaftar itu dengan yang ini. Tapi yang pasti kalau ada yang memasukkan pendaftaran Kemenkumham itu bukan ormas kami." [8] Meski demikian menjelang pemilu 2014, Surya Paloh telah menjadi ketua umum dan kandidat kuat calon presiden dari Partai Nasdem.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]