Garda Pemuda NasDem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Garda Pemuda NasDem
Logo GPNasDem.jpg
Logo Garda Pemuda NasDem
Singkatan GP NasDem
Slogan Kehormatan, Pengabdian, Tanah Air
Pembentukan 14 Juli 2011
Jenis Organisasi Kepemudaan
Kantor pusat Jl. RP. Soeroso 46
Gondangdia Lama Jakarta Pusat
Lokasi Indonesia
Wilayah layanan Indonesia
Bahasa resmi Indonesia
Ketua Umum Martin Manurung
Organisasi induk Nasional Demokrat
Afiliasi Partai NasDem
Situs web http://gardapemudanasdem.org

Garda Pemuda NasDem (Disingkat GP NasDem) adalah organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Nasional Demokrat dan menjadi sayap politik Partai NasDem.

Organisasi ini dideklarasikan di Balai Kartini, Jakarta pada 14 Juli 2011. Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pembina Garda Pemuda NasDem melantik Martin Manurung sebagai Ketua Umum beserta jajaran Dewan Pimpinan Pusat organisasi itu

Sejarah Pembentukan[sunting | sunting sumber]

Pelantikan Pengurus Pusat GP NasDem oleh Surya Paloh. Sumber : Dokumentasi DPP GP NasDem

Gerakan perubahan restorasi Indonesia disambut oleh antusiasme yang tinggi dari kalangan muda. Karena itu, sesuai amanat Rapimnas Organisasi Kemasyarakatan Nasional Demokrat 2011 tentang pendirian sayap-sayap organisasi, Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh menugaskan Wakil Sekretaris Jenderal Nasional Demokrat Martin Manurung untuk merintis pembentukan Garda Pemuda NasDem.

Menyambut geliat arus bawah Nasional Demokrat yang terus menggelora, termasuk menghimpun diri dalam gerakan perubahan di bidang politik melalui Partai NasDem, maka Martin Manurung menggandeng Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Saiful Haq untuk bersama-sama menjalankan tugas pembentukan Garda Pemuda NasDem.

Sambutan yang luas dari kalangan muda membuat pembentukan Garda Pemuda NasDem berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sehingga resmi dideklarasikan di Balai Kartini Jakarta pada 14 Juli 2011. Dalam deklarasi itu, Dewan Pimpinan Pusat beserta 560 anggota Barisan Reaksi Cepat (BARET) dilantik oleh Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pembina Garda Pemuda NasDem.

Hubungan dengan Partai NasDem[sunting | sunting sumber]

Pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Nasional Demokrat tanggal 1 Februari 2012, organisasi kemasyarakatan itu memutuskan bahwa sayap-sayap organisasi yang bernaung di bawahnya untuk mempersiapkan diri menjadi sayap politik dari Partai NasDem. Keputusan afiliasi politik itu akan difinalkan pada Kongres mendatang.

Manifesto[sunting | sunting sumber]

Pembacaan Manifesto Garda Pemuda NasDem oleh Saiful Haq (Sekretaris Jenderal). Sumber : Dokumentasi DPP GP NasDem

Berikut adalah Manifesto organisasi ini yang pada waktu pendeklarasiannya dibacakan oleh Saiful Haq sebagai Sekretaris Jenderal:

“Pemuda adalah titik awal Republik. Pemuda adalah sumbu api yang mengobarkan semangat kebangsaan. Pemuda adalah pelopor yang berani menarik garis imajiner ke masa depan, membentuk sebuah identitas kebangsaan: satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa: Indonesia! Pemuda adalah anak sang jaman sekaligus ibu masa depan bangsa!

Kita patut bersyukur bahwa reformasi telah mengeluarkan kita dari kubangan kediktatoran, namun pada saat yang sama reformasi belum menawarkan arah dan tujuan yang jelas, kemana bangsa ini akan menuju. Demokrasi yang penuh dengan perumitan tata pemerintahan dan sirkulasi kekuasaan, tak kunjung berbuah pada sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Lambatnya regenerasi politik, hambatan kreatifitas, dan sumbatan budaya menjadi hegemoni kaum mapan. Keberanian mengambil tindakan, kekayaan inovasi gagasan, kreatifitas yang kompetitif dan energi progresif seakan lumpuh dan membisu di panggung politik Indonesia.

Pemuda Indonesia tak boleh berpangku tangan, kini saatnya bersuara lantang dan turut mengambil keputusan. Kami, pemuda Indonesia mengambil langkah strategis, untuk ambil bagian dalam gerakan perubahan, menyelamatkan arah kemudi bangsa sesuai mandat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami berketetapan hati turut mengusung perjuangan Restorasi Indonesia untuk mewujudkan demokrasi Indonesia yang matang dan substantif: tempat persandingan keberagaman dan kesatuan, dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan, dan kebebasan dengan kesejahteraan.

Kami siap menjadi barisan pelopor untuk demokrasi berbasis Warga Negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang dengan keringat dan tangan sendiri. Kami singsingkan lengan dan baju, bekerja untuk hadirnya Negara Kesejahteraan, tempat bersemainya kebebasan, solidaritas dan kesetaraan.

Maka, pada hari ini kami berhimpun untuk membentuk sebuah organisasi kepemudaan bernama: GARDA PEMUDA NASIONAL DEMOKRAT sebagai wadah bertautnya angkatan muda, gagasan muda dan energi progresif pemuda.

Bangunlah pemudi-pemuda dalam barisan kami, berdiri tegak dan maju dengan semangat kebangsaan yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan berdaulat.

Tuhan bersama orang-orang muda yang jujur dan berani!

Jakarta, 14 Juli 2011”

Barisan Reaksi Cepat[sunting | sunting sumber]

Apel Akbar Baret GP NasDem memperingati Hari Lahir Pancasila di Monas (3/6/2012). Sumber: Puspen Baret GP NasDem

Organisasi ini memiliki satuan reaksi cepat yang dilatih secara semi-militer dengan tujuan bela negara. Satuan itu dinamakan Barisan Reaksi Cepat (disingkat BARET) yang dipimpin oleh seorang Komandan berkedudukan setingkat Ketua Bidang di bawah Ketua Umum sebagai pemimpin tertinggi. Saat ini, Komandan Baret di tingkat nasional adalah Muhammad Gofar.

Latsar 31000 Baret DKI Jakarta[sunting | sunting sumber]

Dalam perjalanan organisasi ini, BARET berkembang sangat pesat yang ditandai dengan perekrutan 31000 anggota di DKI Jakarta. Jumlah itu diambil dari perekrutan satu orang anggota di tiap Rukun Tetangga (RT) di DKI Jakarta. Para anggota BARET yang direkrut dilatih di Bumi Perkemahan Pramuka di Cibubur.

Apel Akbar Hari Lahir Pancasila[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 3 Juni 2012, untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila, Garda Pemuda NasDem menyelenggarakan apel akbar menghimpun seluruh 31000 anggota BARET di lapangan Monas. Pada Apel Akbar itu, Surya Paloh bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanatnya. Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara tersebut, diantaranya Jusuf Kalla, Harry Tanoesoedibjo, Chairul Tanjung, Rahmawati Soekarnoputri, Peter Sondakh, Rahmat Gobel, penyanyi senior Titiek Puspa, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]