Ilham Arief Sirajuddin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ir. H.

Ilham Arief Sirajuddin
Wali kota Makassar ke-11
Petahana
Mulai menjabat
21 Mei 2004
Didahului oleh HB. Amiruddin Maula
Digantikan oleh Ilham Arief Sirajuddin
Informasi pribadi
Lahir 16 September 1965 (umur 48)
Bendera Indonesia Gowa, Sulawesi Selatan
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Golkar (1998-2009)
Partai Demokrat (2009-sekarang)
Suami/istri Aliyah Mustika
Anak Amirul Yamin Ramadhansyah(1994)
Zulfiqar nur Alamsyah(1995)
St. Hamsinah Khaerah Tunisa (1997)
St. Mukhlisatul Amalia(2001)
Alma mater Universitas Hasanuddin
Universitas Muslim Indonesia
Universitas Negeri Makassar
Profesi Politukus
Agama Islam
Situs web www.makassarkota.go.id

Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M. (lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 16 September 1965; umur 48 tahun) adalah Walikota Makassar periode 2004-2009 dan 2009-2014. Aco demikian sapaan akrab Ilham, menjabat Walikota Makassar melalui Partai Golkar. Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar. Pada tahun 2008 untuk memenuhi syarat sebagai calon Walikota, beliau memundurkan diri dari jabatannya dan di gantika oleh wakilnya yaitu Ir. H. Andi Herry Iskandar, M.si. Pada tahun 2009 Ilham atau yang akrab disapa Aco memundurka diri dari Partai Golkar. Pada tahun 2010 Ilham memenangkan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan. Ilham juga adalah Ketua Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat dan menjadi salah satu dari 45 deklarator Nasional Demokrat.

Latar belakang dan keluarga[sunting | sunting sumber]

Ia lahir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 16 September 1965 dari anak pasangan Arief Sirajuddin dan Hj. Djohra.

Berbeda dengan ayahnya yang berkecimpung di dunia kemiliteran, Ilham sendiri berprofesi di dunia perpolitikan Indonesia. Selain tinggal di kediaman keluarga di Makassar (Sulawesi Selatan), IAS juga tinggal di Rumah Jabatan Walikota Makassar. Ilham Arief Sirajuddin menikah dengan Aliyah Mustika yang adalah anak perempuan ketiga Letnan Kolonel (Purnawirawan) Ali Abdullah (alm). Dari pernikahan mereka lahir dua anak laki-laki dan dua anak perempuan, yaitu Amirul Yamin Ramadhansyah (lahir 1994), Zulfiqar Nur Alamsyah (lahir 1995), Siti hamsinah Khaerah Tunisa (lahir 1997), dan Siti Muhlisatul Amalia (lahir 2001)

Amirul dan Zulfiqar saat ini tengah menuntut ilmu di negara tetangga Indonesia yaitu Australia. Mereka berdua sedang melanjutkan sekolahnya di tingkat SMA atau Sekolah Menengah Atas.

Data Diri[sunting | sunting sumber]

Data Keluarga[sunting | sunting sumber]

  • Hj. Aliyah Mustika Abdullah, SE; Makassar 30 Maret 1969 (Istri)
  • Amirul Yamin Ramadhansyah, Sungguminasa, 17 Februari 1994 (Anak)
  • Zulfikar Nur Alamsyah, Sungguminasa, 14 November 1995 (Anak)
  • Siti Hamsinah Haeratunnisa, Makassar, 1 November 1997 (Anak)
  • Siti Mukhlizathul Amalia, Makassar, 10 November 2001 (Anak)

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Bendahara DPD II Golkar Makassar (1992 – 1997)
  • Ketua Biro Pemuda dan Olahraga DPD I Golkar Sulawesi Selatan 1998 - 2001
  • Ketua DPD. Partai Golkar Kota Makassar (2001 – Sekarang)
  • Anggota DPRD Sulawesi selatan (1999-2004)
  • Ketua Kompartemen Koperasi KADIN Sulsel (1999 – Sekarang)
  • Walikota Makassar (2004-2009)
  • Walikota Makassar (2009-2014)
  • Ketua Golkar DPD I Sulawesi Selatan (2008-2009)
  • Ketua DPD I Partai Demokrat Sulawesi-Selatan (2010-2015)

Karier Lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Direktur (1992-1999) Komisaris (1999-2004) presiden komisari(2004- sekarang) PT.Mustika Pratama Persada
  • Sekretaris Umum REI Sulsel (1995 – 1999)
  • Pengelola PSM Makassar (1995 – sampai waktu yang belum ditentukan)
  • Ketua Harian AMPI Sulsel (2000 – sampai waktu yang belum ditentukan)
  • Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar
  • Anggota Kehormatan Sabuk Hitam Inkanas Forki Makassar
  • Anggota Makassar Tiger Club sulawesi selatan
  • Pembina PBVSI Kota Makassar Sulsel
  • HDCI Makassar (Harley Davidson Club Indonesia) (2013-2016)
  • ketua dewan pembina FK-MPM Sulsel.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Penghargaan ini diberikan Lembaga Kegizian Fortifikasi Indonesia (KFI), lembaga pelaksana proyek penelitian bekerja sama Global Alliance for Improvement Nutrition di Pulau Barrang Lompo sejak 2011. Wali Kota Makassar, Ilham "Aco" Arief Sirajuddin dijadwalkan kembali akan menerima penghargaan. Kali ini, penghargaan sebagai pembina terbaik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 2013 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kepastian penganugerahan penghargaan K3 ini tertuang kawat surat Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Surat bernomor nomor B.27/PPK/IV/2013, 22 April 2013. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan lembaga profesional Pergizi Pangan Indonesia dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Ilham menerima penghargaan peduli gizi kategori pangan sepinggan tradisional yang diserahkan di Balai Kartini Jakarta, Rabu (26/6/2013). Ia dinilai berhasil memelihara tradisi makanan tradisional barobbo sebagai kuliner khas di kota Makassar. Hasil penelitian Pergizi Pangan, menyebutkan barobbo makanan tradisi yang penuh gizi dan bisa menjadi pengganti makanan pokok. Selain Ilham, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menerima penghargaan serupa. Kota Surabaya juga berhasil memelihara makan tradisonal rujak ujeq sebagai makanan tradisional yang bergizi tinggi.

Rujak ujeg juga sedang diajukan sebagai makanan heritage dunia ke badan dunia UNESCO.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan untuk kategori kedisiplinan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu-lintas. "Kita semua hanya berusaha untuk berbuat maksimal dan kalaupun ada penghargaan yang kami terima berarti itu hasil dari kerja keras yang dilakukan sama semua pihak dalam menjalankan roda pemerintahan ini," ujarnya usai menerima penghargaan di Jakarta, Senin.

Penghargaan yang diraihnya itu merupakan yang ke-163 selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota Makassar dan penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Ilham Arief Sirajuddin didampingi Kepala Dinas Perhubungan Chaerul Andi Tau mengatakan, raihan piala wahana tata nugraha berkat partisipasi masyarakat yang sadar berlalu lintas.

Pemerintah Kota Makassar dalam menyiapkan sarana dan prasarana infrastruktur serta menyosialisasikan tata cara berlalu lintas yang baik dan benar itu banyak dibantu oleh pihak kepolisian serta pihak-pihak lainnya yang terkait.

Chaerul menambahkan, penilaian Kementerian Perhubungan itu menandakan pengguna jalan, masuk dalam standar kategori baik karena warga masih patuh aturan dan rambu lalu lintas di antara beberapa kota besar.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali menerima penghargaan dari pemerintah RI. (Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar Semangat Baru) Kini penghargaan yang diraih adalah penghargaan Apresiasi Pendidikan Agama kategori pemerintah peduli pendidikan agama dan keagamaan. Penghargaan ini diserahkan langsung Menteri Agama RI Suryadarma Ali dalam rangka hari amal bakti ke 66 tahun 2012 Kementerian Agama RI di hotel Borobudur, Jakarta, Senin, (2/1). Acara yang dipandu Astri Ivo ini cukup meriah. Diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang cukup hikmad dilanjutkan gema kalam Ilahi, sambutan dan penyerahan penghargaan.

Menurut Ilham, penghargaan ini terbilang surprise, selain awal tahun 2012, hanya 15 kepala daerah yang memperolehnya. Di antaranya dua pemerintah provinsi, yakni Lampung dan Maluku dan 13 pemerintah kabupaten/kota termasuk Kota Makassar.

"Yang mendasari penghargaan ini adalah perhatian pemerintah kota Makassar terhadap guru mengaji, karena setiap tahun berikan insentif terhadap guru mengaji. Semoga dengan adanya penghargaan ini, guru mengaji lebih termotivasi dalam hal pemberantasan buta aksara Al Quran," katanya IA (Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar Semangat Baru). Sedang tokoh pendidikan Agama di Indonesia diberikan kepada mantan Presiden RI BJ Habibie dan mantan Menteri Agama Tolchah Hasan.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali meraih penghargaan tertinggi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sesuai jadwal, orang nomor satu di kota berjuluk Anging Mamiri ini akan menerima penghargaan Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (25/4). “Insya Allah besok pagi saya akan menerima penghargaan Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Gamawan Fauzi),” ujar Ilham yang baru tiba di Jakarta. Penghargaan Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah atas jasa besar atau prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) pada 2010 lalu.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Penyelenggara Pemerintah Daerah Kategori Kota dengan Kinerja Otonomi Daerah Terbaik pada Rabu, 24 April 2012, di Jakarta

Penghargaan ini disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Hermansyah Johan kala membacakan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah 2010. Kota Makassar masuk di antara 10 kota berprestasi paling tinggi dari 320 kota di Indonesia. Wakil Presiden Budiono dalam sambutannya mengatakan penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang dinilai sukses menjalankan otonomi daerah.

Sembilan kota peraih kinerja terbaik lainnya adalah Yogyakarta, Magelang, Tangerang, Semarang, Samarinda, Bogor, Sukabumi, Depok, dan Cimahi. Djohermansyah, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, mengatakan penilaian dilakukan oleh instansi kementerian dan lembaga.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi, tahun ini ada tiga provinsi paling baik dan berprestasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk kabupaten yang mendapat skor penilaian 10 terbaik adalah Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Proggo, Pacitan, Sukoharjo, dan Bogor.

Ilham bersyukur atas apresiasi pusat terhadap kerja keras seluruh aparat bersama warga Kota Makassar. "Penghargaan ini untuk seluruh warga Kota Makassar, semoga semakin dapat memotivasi kami dalam mempercepat terlaksananya program pembangunan yang telah dirancang," kata Ilham.

Dengan penghargaan ini Makassar menerima tambahan anggaran pembangunan sebesar Rp 50 miliar. "Alhamdulillah, adanya tambahan anggaran ini akan difokuskan pada program yang menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat," kata Ilham

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pralana luar[sunting | sunting sumber]