Ilham Arief Sirajuddin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dr. Ir. H.
Ilham Arief Sirajuddin
M.M
Walikota Makassar ke-26
Masa jabatan
8 Januari 2009 – 8 Mei 2014
Wakil Andi Herry Iskandar (2008-2009)
Supomo Guntur (2009-2014)
Didahului oleh Andi Herry Iskandar
(sebagai Pejabat Walikota)
Digantikan oleh Danny Pomanto
Masa jabatan
8 Mei 2004 – 8 Juni 2008
Wakil Andi Herry Iskandar (2004-2008)
Didahului oleh Amiruddin Maula
Digantikan oleh Andi Herry Iskandar
(sebagai Pejabat Walikota)
Informasi pribadi
Lahir 16 September 1965 (umur 49)
Bendera Indonesia Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Partai Golkar (1998-2009)
Partai Demokrat (2009-)
Suami/istri Aliyah Mustika
Relasi Arief Sirajuddin (Ayah)
Anak Amirul Yamin Ramadhansyah
Zulfiqar Nur Alamsyah
Siti Hamsinah Khaerahtunisa
Siti Mukhlisatul Amalia
Alma mater Universitas Hasanuddin
Universitas Muslim Indonesia
Universitas Negeri Makassar
Profesi Politisi
Agama Islam
Sosial media
Situs web www.makassarkota.go.id

Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M. (lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 16 September 1965; umur 49 tahun) adalah Walikota Makassar periode 2004-2009 dan 2009-2014. Aco demikian sapaan akrab Ilham, dijuluki Bapak Pembangunan Makassar karena prestasinya dalam membangun Kota Makassar. Selama menjabat ia mendapat 160-an penghargaan baik itu tingkat nasional maupun Internasional.[1] Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar. Pada tahun 2010 Ilham memenangkan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan. Ilham juga adalah Ketua Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat dan menjadi salah satu dari 45 deklarator Nasional Demokrat.

Latar belakang dan keluarga[sunting | sunting sumber]

Ilham lahir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 16 September 1965 dari anak pasangan Arief Sirajuddin dan Hj. Djohra. Berbeda dengan ayahnya yang berkecimpung di dunia kemiliteran, Ilham sendiri berprofesi di dunia perpolitikan Indonesia. Ilham Arief Sirajuddin menikah dengan Aliyah Mustika yang adalah anak perempuan ketiga Letnan Kolonel (Purn.) Ali Abdullah. Dari pernikahan mereka lahir dua anak laki-laki dan dua anak perempuan: Amirul Yamin Ramadhansyah, Zulfiqar Nur Alamsyah, Siti hamsinah Khaerah Tunisa|Siti Hamsinah Khairahtunnisa dan Siti Muhlisatul Amalia.

Karir Politik[sunting | sunting sumber]

Walikota Makassar[sunting | sunting sumber]

Ilham dilantik pertama menjadi Walikota Makassar dalam sebuah acara yang dinilai sakral dilakukan di depan Benteng Fort Rotherdam pada 8 Mei 2004. Selanjutnya di atas Mall Karebosi Link pada 8 Mei 2009 Ilham dilantik kembali untuk kedua kalinya sebagai Wali Kota Makassar. Ilham mengusung visi "Makassar Menuju Kota Dunia Berlandas Kearifan Lokal". Visi ini terinspirasi dari dua hal mendasar yakni jiwa dan semangat untuk memacu perkembangan Makassar agar lebih maju, terkemuka dan menjadi kota yang diperhitungkan dalam pergaulan regional, nasional dan global.

Hasil Renovasi Pantai Losari Makassar

Ilham dianggap sebagai sosok yang cerdas, energik dan penuh inovasi, pemimpin semua ras termasuk dekat dengan warga non pribumi (Tionghoa), merakyat dengan semua etnis, mencanangkan Gerakan Makassar Gemar Membaca danmenyediakan ambulance gratis bagi warga tidak mampu. Juga sejak tahun 2006 telah merintis sekolah bersubsidi penuh. Terkhusus untuk penanggulangan kemiskinan telah mengeluarkan peraturan walikota tentang pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Makassar.

Sebagai Walikota Makassar, Ilham telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan antara lain mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan atas kinerja pengelolaan keuangan daerah. Untuk menigkatkan kualitas pelayanan publik, Ilham telah mendorong penerapan one stop service dan pendelegasian kewenangan penandatangan izin-izin, pelayanan dasar yang bersubsidi penuh di sekolah dan puskesmas. Memberikan pelayanan gratis kartu penduduk, kartu keluarga, akta kelahiran dan akta kematian, pelayanan gratis terhadap pemakaman dan penguburan jenazah, pelayanan gratis angkutan anak sekolah dan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Sebuah komitmen menjadikan kota tercinta harapan semua orang, harapan berinvestasi, harapan meraih sukses, harapan meraih masa depan, harapan memperoleh pendidikan yang bermutu. Ada anggapan bahwa Makassar mesti dipimpin oleh seorang yang sedikit ‘gila’, dan Ilhamlah orangnya. Ini ditandai dengan keberanian Ilham merevitalisasi lapangan Karebosi., dengan tanpa modal sepeser pun dari APBD. Dan ternyata akhirnya sukses. Bahkan Majalah Tempo memilih Ilham sebagai walikota sukses membangun, lantaran kesuksesannya merevitalisasi Karebosi. Dia juga sukses merevitalisasi Pantai Losari. Konsep yang Ilham bawakan membawa laju pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di peringkat paling tinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas 9%.Bahkan pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai angka 10,83%. Pesatnya pertumbuhan ekonomi saat itu, bersamaan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang mendorong perputaran ekonomi, seperti pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol dan sarana bermain kelas dunia Trans Studio di Kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga. Selain itu, Ilham Arief juga ternyata punya impian menjadikan Makassar sebagai Cyber City. Cyber city merupakan konsep kota modern berbasis teknologi informasi dan kini telah diterapkan di sejumlah kota besar di dunia.Tahap awal, Pemkot Makassar telah bekerjasama dengan PT Telkom Tbk dalam bentuk pemasangan jaringan internet nirkabel, Wi-Fi di Pantai Losari tahun 2008.[2]

Pada periode kedua pemerintahannya, Ilham tinggal melanjutkan konsep dan pemikirannya sejak periode pertama. Konsep lain yakni program Gemar Membaca. Kesadaran baru pada konsep ini dilandasi oleh semangat kesetaran dalam memperoleh pendidikan. Hal lain yang tak kalah menarik adalah penerapan aksara lontara sebagai indegeneus local. Program penerapan aksara lontara pada nama-nama jalan di Makassar merupakan bagian dari upaya pemerintah sebagai motivator membumikan budaya lokal untuk tidak terasing di daerah sendiri. Kota Makassar juga diplot tidak lagi sekedar pintu gerbang atau gateway kawasan timur Indonesia tetapi menjadi ruang keluarga (living room) bagi bisnis dan investasi dan mengembalikan kejayaan Makassar di pentas global.[3]

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, Ilham digadang-gadang untuk menjadi Gubernur Sulawesi Selatan. Ia diprediksi akan menjadi calon terkuat bersaing dengan Gubernur Pertahana Syahrul Yasin Limpo. Partai Demokrat mengusung Ilham untuk bertarung di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Namun ia dikalah pada 22 Januari 2013 oleh Gubernur Pertahana Syahrul Yasin Limpo yang meraih 2.251.407 suara atau 52,42 % dari 4.294.960 suara sah. Sedangkan pasangan nomor urut 1, Ilham meraih 1.785.580 suara (41,57 %)[4]

Data Diri[sunting | sunting sumber]

Data Keluarga[sunting | sunting sumber]

  • Hj. Aliyah Mustika Abdullah, SE; Makassar 30 Maret 1969 (Istri)
  • Amirul Yamin Ramadhansyah, Sungguminasa, 17 Februari 1994 (Anak)
  • Zulfikar Nur Alamsyah, Sungguminasa, 14 November 1995 (Anak)
  • Siti Hamsinah Haeratunnisa, Makassar, 1 November 1997 (Anak)
  • Siti Mukhlizathul Amalia, Makassar, 10 November 2001 (Anak)

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

Karier Politik[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Bendahara DPD II Golkar Makassar (1992 – 1997)
  • Ketua Biro Pemuda dan Olahraga DPD I Golkar Sulawesi Selatan 1998 - 2001
  • Ketua DPD. Partai Golkar Kota Makassar (2001 – Sekarang)
  • Anggota DPRD Sulawesi selatan (1999 - 2004)
  • Ketua Kompartemen Koperasi KADIN Sulsel (1999 – Sekarang)
  • Walikota Makassar (2004 - 2009)
  • Walikota Makassar (2009 - 2014)
  • Ketua Golkar DPD I Sulawesi Selatan (2008 - 2009)
  • Ketua DPD I Partai Demokrat Sulawesi-Selatan (2010 - 2015)
  • Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara (2014 - Sekarang)

Karier Lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Direktur (1992-1999) Komisaris (1999-2004) Presiden Komisari(2004- sekarang) PT.Mustika Pratama Persada
  • Sekretaris Umum REI Sulsel (1995 – 1999)
  • Pengelola PSM Makassar (1995 – sampai waktu yang belum ditentukan)
  • Ketua Harian AMPI Sulsel (2000 – sampai waktu yang belum ditentukan)
  • Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) SulSelBar (2009 - Sekarang)
  • 45 Deklarator Nasional Demokrat
  • Inisiator Nasional Demokrat Sulawesi Selatan
  • Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar
  • Anggota Kehormatan Sabuk Hitam Inkanas Forki Makassar
  • Anggota Makassar Tiger Club sulawesi selatan
  • Pembina PBVSI Kota Makassar Sulsel
  • Ketua HDCI Makassar (Harley Davidson Club Indonesia) (2013-2016)
  • Ketua Dewan Pembina FK-MPM Sulsel.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

World Mayor Prize[sunting | sunting sumber]

World Mayor Prize Awards
2012 Top 98 Nominasi Walikota Terbaik Dunia[5]
2014 Top 121 Nominasi Walikota Terbaik Dunia[6]

Kasus[sunting | sunting sumber]

Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus kerjasama kelola dan transfer PDAM Kota Makassar untuk tahun anggaran 2006-2012. Ilham dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang dan upaya memperkaya diri sendiri dan orang lain. Praktek dugaan korupsi ini menimbulkan kerugian negara Rp 38, 1 miliar.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Setahun, Aco Terima 18 Penghargaan". Tribun-timur News Online. 29 April 2013. 
  2. ^ "Wali Kota Ingin Makassar Jadi Cyber City". TribunNews. 25 Maret 2013. 
  3. ^ "Blog Wali Kota Makassar Paling Disukai di Dunia". TribunNews Network. 16 April 2013. 
  4. ^ "Ini Hasil Lengkap Pilgub Sulsel". Tribun-timur News Online. 1 Feburari 2013. 
  5. ^ "World Mayor 2012:The Final Long-List". World Mayor. 17 Mei 2012. 
  6. ^ "World Mayor 2014:The Final Long-List". World Mayor. 17 Mei 2014. 

Pralana luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Amiruddin Maula
Walikota Makassar
8 Mei 2004-8 Mei 2014
Diteruskan oleh:
Danny Pomanto