Kota Parepare

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Parepare
Kota Parepare
Garuda-park-pare.jpg
Logo resmi Parepare
Logo
Semboyan: Parepare Kota Bandar Madani
Parepare is located in Sulawesi
Parepare
Koordinat: 4°01′0″LU 119°37′25″BT / 4,01667°LS 119,62361°BT / -4.01667; 119.62361Koordinat: 4°01′0″LU 119°37′25″BT / 4,01667°LS 119,62361°BT / -4.01667; 119.62361
Negara  Indonesia
Provinsi South Sulawesi coa.pngSulawesi Selatan
Didirikan 17 Februari 1960
Pemerintahan
 • Wali Kota Taufan Pawe
 • Wakil Wali Kota Faisal Andi Sapada
Area
 • Total 3,835 mil² (99,33 km2)
Populasi (2012)
 • Total 132.048 [1]
 • Kepadatan 3.4.431/sq mi (1.329,39/km2)
Demografi
 • Suku Bugis, Makassar, Mandar, Tionghoa
 • Bahasa Bugis, Bahasa Indonesia
 • Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu
Zona waktu WITA (UTC+8)
Kode wilayah +62 421
Kecamatan 4
Kelurahan 22
Situs web www.pareparekota.go.id

Kota Parepare adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 99,33 km² dan berpenduduk sebanyak ±140.000 jiwa. Salah satu tokoh terkenal yang lahir di kota ini adalah B. J. Habibie, presiden ke-3 Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalan di Parepare 1900-1940

Di awal perkembangannya, perbukitan yang sekarang ini disebut Kota Parepare, dahulunya adalah merupakan semak-semak belukar yang diselang-selingi oleh lubang-lubang tanah yang agak miring sebagai tempat yang pada keseluruhannya tumbuh secara liar tidak teratur, mulai dari utara (Cappa Ujung) hingga ke jurusan selatan kota. Kemudian dengan melalui proses perkembangan sejarah sedemikian rupa dataran itu dinamakan Kota Parepare.

Lontara Kerajaan Suppa menyebutkan, sekitar abad XIV seorang anak Raja Suppa meninggalkan Istana dan pergi ke selatan mendirikan wilayah tersendiri pada tepian pantai karena memiliki hobi memancing. Wilayah itu kemudian dikenal sebagai kerajaan Soreang, kemudian satu lagi kerajaan berdiri sekitar abad XV yakni Kerajaan Bacukiki.

Kata Parepare ditenggarai sebagian orang berasal dari kisah Raja Gowa, dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg. Bonto Karaeng Tunipallangga (1547-1566) berjalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang. Sebagai seorang raja yang dikenal sebagai ahli strategi dan pelopor pembangunan, Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan ini dan spontan menyebut “Bajiki Ni Pare” artinya “(Pelabuhan di kawasan ini) di buat dengan baik”. Parepare ramai dikunjungi termasuk orang-orang Melayu yang datang berdagang ke kawasan Suppa.

Kata Parepare punya arti tersendiri dalam bahasa Bugis, kata Parepare bermakna " Kain Penghias " yg digunakan diacara semisal pernikahan, hal ini dapat kita lihat dalam buku sastra lontara La Galigo yang disusun oleh Arung Pancana Toa Naskah NBG 188 yang terdiri dari 12 jilid yang jumlah halamannya 2851, kata Parepare terdapat dibeberapa tempat diantaranya pada jilid 2 hal [62] baris no. 30 yang berbunyi " pura makkenna linro langkana PAREPARE" (KAIN PENGHIAS depan istana sudah dipasang).

Melihat posisi yang strategis sebagai pelabuhan yang terlindungi oleh tanjung di depannya, serta memang sudah ramai dikunjungi orang-orang, maka Belanda pertama kali merebut tempat ini kemudian menjadikannya kota penting di wilayah bagian tengah Sulawesi Selatan. Di sinilah Belanda bermarkas untuk melebarkan sayapnya dan merambah seluruh dataran timur dan utara Sulawesi Selatan. Hal ini yang berpusat di Parepare untuk wilayah Ajatappareng.

Pada zaman Hindia Belanda, di Kota Parepare, berkedudukan seorang Asisten Residen dan seorang Controlur atau Gezag Hebber sebagai Pimpinan Pemerintah (Hindia Belanda) dengan status wilayah pemerintah yang dinamakan “Afdeling Parepare” yang meliputi, Onder Afdeling Barru, Onder Afdeling Sidenreng Rappang, Onder Afdeling Enrekang, Onder Afdeling Pinrang dan Onder Afdeling Parepare.

Pada setiap wilayah/Onder Afdeling berkedudukan Controlur atau Gezag Hebber. Disamping adanya aparat pemerintah Hindia Belanda tersebut, struktur Pemerintahan Hindia Belanda ini dibantu pula oleh aparat pemerintah raja-raja bugis, yaitu Arung Barru di Barru, Addatuang Sidenreng di Sidenreng Rappang, Arung Enrekang di Enrekang, Addatung Sawitto di Pinrang, sedangkan di Parepare berkedudukan Arung Mallusetasi.

Struktur pemerintahan ini, berjalan hingga pecahnya Perang Dunia II yaitu pada saat terhapusnya Pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1942. Pada zaman kemerdekaan Indonesia tahun 1945, struktur pemerintahan disesuaikan dengan undang-undang no. 1 tahun 1945 (Komite Nasional Indonesia). Dan selanjutnya Undang-undang Nomor 2 Tahun 1948, dimana struktur pemerintahannya juga mengalami perubahan, yaitu di daerah hanya ada Kepala Daerah atau Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) dan tidak ada lagi semacam Asisten Residen atau Ken Karikan.

Pada waktu status Parepare tetap menjadi Afdeling yang wilayahnya tetap meliputi 5 Daerah seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan dan pembagian Daerah-daerah tingkat II dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan, maka ke empat Onder Afdeling tersebut menjadi Kabupaten Tingkat II, yaitu masing-masing Kabupaten Tingkat II Barru, Sidenreng Rappang, Enrekang dan Pinrang, sedangkan Parepare sendiri berstatus Kota Praja Tingkat II Parepare. Kemudian pada tahun 1963 istilah Kota Praja diganti menjadi Kotamadya dan setelah keluarnya UU No. 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka status Kotamadya berganti menjadi “KOTA” sampai sekarang ini.

Didasarkan pada tanggal pelantikan dan pengambilan sumpah Walikotamadya Pertama H. Andi Mannaungi pada tanggal 17 Februari 1960, maka dengan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah No. 3 Tahun 1970 ditetapkan hari kelahiran Kotamadya Parepare tanggal 17 Februari 1960.[2]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kota Parepare terletak di sebuah teluk yang menghadap ke Selat Makassar. Di bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Pinrang, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sidenreng Rappang dan di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Barru. Meskipun terletak di tepi laut tetapi sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan catatan stasiun klimatologi, rata-rata temperatur Kota Parepare sekitar 28,5 °C dengan suhu minimum 25,6 °C dan suhu maksimum 31,5 °C. Kota Parepare beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau pada bulan Maret sampai bulan September dan musim hujan pada bulan Oktober sampai bulan Februari.

Hasil Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hasil pertanian dari daerah pertanian Parepare adalah biji kacang mete, biji kakao, dan palawija lainnya serta padi. Wilayah pertanian parepare tergolong sempit, karena lahannya sebagian besar berupa bebatuan bukit cadas yang banyak dan mudah tumbuh rerumputan. Daerah ini sebenarnya sangat cocok untuk peternakan.

Hasil lainnya[sunting | sunting sumber]

Banyak penduduk di daerah perbukitan beternak ayam potong dan ayam petelur, padang rumput juga dimanfaatkan penduduk setempat untuk menggembala kambing dan sapi. Sedangkan penduduk di sepanjang pantai banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Ikan yang dihasilkan dari menangkap ikan atau memancing masih sangat berlimpah dan segar. Biasanya selain dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), para nelayan menjualnya ikan -ikan yang masih segar di pasar malam 'pasar senggol' yang menjual aneka macam buah - buahan, ikan, sayuran, pakaian sampai pernak - pernik aksesoris. [3]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS pada tahun 2012, jumlah penduduk Parepare ada 132.048 jiwa yang terdiri dari etnis Bugis, Makassar, Mandar dan Tioghoa

Tahun 1971 1976 1980 1990 2000 2010 2012
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg 72.471[4] Green Arrow Up.svg 78.981[5] Green Arrow Up.svg 86.450[6] Green Arrow Up.svg 101.746[7] Green Arrow Up.svg108.326 [8] Green Arrow Up.svg 129.542 Green Arrow Up.svg 132.048

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Lumpue[sunting | sunting sumber]

Suasana pantai Lumpue pada saat hari libur

Pantai yang sering dijadikan pusat rekreasi oleh masyarakat Parepare, yaitu pantai Lumpue. Pantai ini berada di Kecamatan Bacukiki Barat Lokasinya dekat dengan fasilitas umum seperti masjid dan puskesmas, disediakan pula rumah-rumah yang terbuat dari bambu beratap nipa yang bisa disewa oleh wisatawan.Pantai lumpue memiliki air laut yang bening dengan pasir pantai halus kecoklatan.

Pantai ini tidak mengalami perubahan besar meskibun di tahun 1980-an pernah ditambahkan fasilitas pendukung tapi tidak mampu merubah komposisi alamnya. Lokasi ini dulunya hanya dipakai oleh orang-orang penting, namun karena gencarnya promosi akhirnya Lumpue yang semula untuk pemadian berubah menjadi wisata pantai di Sulawesi Selatan.

Kebun Raya Jompie[sunting | sunting sumber]

Jalan setapak di Kebun Raya/Hutan Kota Jompie

Kebun Raya Jompie merupakan hutan kota Parepare yang dijadikan tempat pariwisata. Kebun raya Jompie yang dibangun sejak tahun 1920 menyimpan keanekaragaman hayati serta menjadi obyek wisata dan pusat penelitian tumbuhan tropis, terutama tanaman endemik Sulawesi.Jarak dari pusat Kota Parepare yakni sekitar 3,5 km. Kebun Jompie juga sangat strategis karena mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum

Kebun yang mempunyai luas 13,5 hektar ini menawarkan rekereasi seperti kolam renang, area perkemahan, dan jalan setapak untuk wisatan yang ingin menikmati hutan dan pepohonan dengan berjalan-jalan. Hutan Jompie sebagai hutan kota terbaik keenam se-Indonesia pada saat Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-65 Hutan seluas 13,6 hektar itu sebelumnya diputuskan oleh Pemerintah Pusat sebagai hutan kota terbaik di Sulawesi Selatan. Selain hutan, terdapat juga kebun raya yang ditetapkan sebagai pusat koleksi dan konservasi tumbuhan kawasan pesisir Wallacea dengan menonjolkan keanekaragaman tumbuhan obat, tumbuhan adat dan ethobotani. Dalam kawasan ini terdapat beberapa fasilitas fisik, antara lain kolam renang, 14 unit shelter (tempat istirahat), arena perkemahan (camping ground), gedung pertemuan, saluran drainase, dan jalan setapak yang menjangkau setiap sudut kawasan.[9]

Keaneragaman tumbuhan di kawasan ini menurut analisis dari Tim Analisis Vegetasi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terdiri dari 90 jenis yang berasal dari 81 marga tumbuhan. Sebanyak 7 jenis diantaranya telah teridentifikasi secara lengkap. Sepuluh jenis baru diketahui marganya, dan tiga jenis baru teridentifikasi sampai pada tingkat suku. Beberapa diantaranya diketahui sebagai tumbuhan langka.[10]

Terumbu Karang Tonrangeng[sunting | sunting sumber]

Terumbu Karang Tonrangeng

Di Parepare, pelestarian terumbu karang sudah dilakukan dan menjadi salah satu daya tarik wisata di Parepare. Untuk melestarikan keindahan dan kehidupan bawah laut. Sehingga warga Kota Parepare khususnya yang bermukim di kawasan Tonrangeng-Lumpue berpeluang menjadi pengusaha budidaya terumbu karang. Pemerintah Kota Parepare “menyulap” kawasan ini sebagai pusat pelestarian terumbu karang dan budidaya terumbu karang bagi warga lokal dan wisatawan

Waterboom[sunting | sunting sumber]

Waterboom Parepare

Objek wisata Waterboom Parepare kini telah menjelma menjadi primadona bagi warga di kawasan Ajattappareng untuk mengisi liburan akhir pekan maupun liburan sekolah bagi pelajar. Di setiap akhir pekan, puluhan bus maupun mobil pribadi dari berbagai daerah di sekitar Parepare berjejal di kawasan waterboom. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain ketersediaan puluhan gasebo-gasebo tempat pengunjung duduk bersantai bersama keluarganya sambil menikmati waterboom.

Objek Wisata Lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Sumur Jodoh Soreang
  • Goa Tompangeng
  • Desa Wisata Wattang Bacukiki
  • Salo Karajae
  • Museum Gandaria
  • Bendungan Lappa Angin
  • Pantai Torangeng
  • Pantai Mattirotasi (Pantai Bibir)[11]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Nusantara Parepare

Kota Parepare bisa dicapai dengan transportasi darat atau laut. Parepare terletak di jalur utama lalu lintas ke Sulawesi Barat, Tana Toraja dan Palopo. Pelabuhan Nusantara menghubungkan Parepare dengan kota-kota di pesisir Kalimantan, Surabaya dan kota-kota pelabuhan di Indonesia bagian timur. Parepare juga merupakan pelabuhan bagi orang - orang di daerah Ajatappareng.

Darat[sunting | sunting sumber]

Parepare mempunyai akses transportasi darat yang terdiri dari Pete-Pete, Bus, Taksi, Becak dan Kereta. Luas Parepare tidak seluas kota-kota besar lainnya sehingga jumlah transportasi Parepare terbilang sedikit.

  • Pete-Pete
    Pete-Pete merupakan sebutan umum penduduk Sulawesi Selatan untuk angkutan umum dan angkutan kota. Ada 5 trayek pete-pete Parepare diantaranya Jalur Soreang, Jalur Lapadde, Jalur Lumpue, Jalur Tipe-C dan Jalur Lemoe.
  • Kereta
    Kereta menghubungkan Kota Parepare dan Kota Makassar, saat ini masih dalam proyek. Proyek kereta api jalur lintas Makassar-Parepare yang merupakan pembangunan tahap pertama Trans Sulawesi diestimasi akan menelan anggaran hingga Rp9,65 triliun dengan panjang trase sekitar 145 km. Menteri Koordinator Perkonomian Chairul Tanjung dan Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan meletakkan batu pertama untuk proyek tersebut di Desa Fiaung KM 104, Kabupaten Barru pada 12 Agustus 2014.[12][13]

Laut[sunting | sunting sumber]

Terdapat 4 pelabuhan di Parepare[14], diantaranya:

  • Pelabuhan Nusantara
  • Pelabuhan Cappa Ujung
  • Pelabuhan Lontange
  • Pelabuhan Cempae

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal SD atau MI Negeri dan Swasta SMP atau MTs Negeri dan Swasta SMA Negeri dan Swasta MA Negeri dan Swasta SMK Negeri dan Swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 100 27 7 6 12 6
Data sekolah di kota Pareoare
Sumber: www.kesekolah.com[15]

Daftar SMA dan SMK Negeri di Parepare:

Daftar Perguruan Tinggi di Parepare:[16]

Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Peta Pembagian Administratif Parepare

Kota Parepare terdiri dari 4 Kecamatan :

  1. Kecamatan Soreang
  2. Kecamatan Ujung
  3. Kecamatan Bacukiki
  4. Kecamatan Bacukiki Barat

Walikota[sunting | sunting sumber]

Walikota Parepare memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Kota Parepare. Jabatan pertama dipegang oleh Andi Mannaungi pada tahun 1960. Didasarkan pada tanggal pelantikan dan pengambilan sumpah Walikotamadya Pertama pada tanggal 17 Februari 1960, maka dengan SK. DPRD Kotamadya Parepare No. 3 Tahun 1970 ditetapkan hari kelahiran Kotamadya Parepare tanggal 17 Februari 1960.

Penamaan walikota Parepare berganti beberapa kali:

  1. Walikota KDH Parepare (1960-1972)
  2. Walikotamadya KDH Parepare (1972-1998)
  3. Wali Kota Parepare (1998-sekarang)

Sebelum tahun 2005, Walikota Parepare dipilih melalui mekanisme yang diatur oleh DPRD Kota Parepare. Setelah itu, Walikota Parepare bersama Wakil Walikota Parepare dipilih secara langsung oleh warga kota melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk pertama kalinya pada tanggal 28 Agustus 2008.

DPRD Kota Parepare[sunting | sunting sumber]

DPRD Kota Parepare 2014-2019
Partai Kursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 5
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 4
Lambang PDI-P PDI-Perjuangan 3
Lambang PAN PAN 3
Lambang PKS PKS 2
Partai NasDem.svg Partai Nasdem 2
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 2
Gerindra.jpg Partai Gerindra 1
Pkb.jpg PKB 1
Lambang PPP PPP 1
Lambang PBB PBB 1
Total 25

DPRD Kota Parepare adalah Lembaga Legislatif tingkat Kota yang berada di wilayah Kota Parepare. Anggota DPRD Kota Parepare dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalam Pemilihan Umum yang diselenggarakan setiap lima tahun bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah seluruh Indonesia. Berdasarkan UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPRD & DPRD , perwakilan anggota DPRD Kota Parepare berjumlah 25 orang. Dari tahun ke tahun Partai Golkar yang mayoritas menduduki kursi DPRD di Parepare

Tokoh-Tokoh[sunting | sunting sumber]

  • Prof. Dr.-Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia
  • Andi Makkasau Parenrengi Lawawo, Datu Kerajaan Suppa
  • Letnan Jendral TNI Andi Abdullah Bau Massepe, Pahlawan Nasional Indonesia
  • Alwi Abdul Jalil Habibie, Tokoh Pertanian Indonesia Timur

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Kota Parepare telah meraih beberapa penghargaan terutama di Piagam Adipura yang diterima setiap tahun berturut-turut sejak 2004. Penghargaan banyak diraih sejak pemerintahan di bawah Wali Kota Parepare ke-11 Zain Katoe. Berikut penghargaan Kota Parepare [23] [24] [25] [26] [27] [28] [29] [30] [31] [32]

  1. Piagam Adipura atas Keberhasilan Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup (2004-2013)
  2. Piala Wahana Tata Nugraha atas Keberhasilan Pembangunan Bidang Tertib Lalu Lintas (2004-2014)
  3. Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 oleh World Wide Asurance Quality (WTAQ) atas Keberhasilan Menerapkan Sistem Perizinan Satu Atap (2004)
  4. Lainnya lihat: Penghargaan Kota Parepare

Media[sunting | sunting sumber]

Terdapat surat kabar yang beroperasi di daerah Parepare, yaitu Pare Pos[33]. Selain itu ada pula puluhan stasiun radio di Parepare dan sebuah televisi lokal yang beroperasi di Parepare, yaitu MCTV Pare (Mitra Citra Televisi Parepare).[34][35]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Data Kependudukan Parepare per 2012". MC Diskominfo Pemkot Parepare. 18 Maret 2012. Diakses 10 Oktober 2014. 
  2. ^ "Sejarah Kota Parepare". MC Diskominfo Pemkot Parepare. 24 Januari 2014. Diakses 9 Oktober 2014. 
  3. ^ "Geografis Kota Parepare". 21 Februari 2012. Diakses 15 Februari 2013. 
  4. ^ "Keadaan Daerah dan Penyebaran Penduduk Daerah Sulawesi Selatan". Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. 7 September 1980. Diakses 19 Oktober 2014. 
  5. ^ "Keadaan Daerah dan Penyebaran Penduduk Daerah Sulawesi Selatan". Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. 7 September 1980. Diakses 19 Oktober 2014. 
  6. ^ "Keadaan Daerah dan Penyebaran Penduduk Daerah Sulawesi Selatan". Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. 8 April 1985. Diakses 19 Oktober 2014. 
  7. ^ "Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan". Badan Pusat Statistik RI. 9 April 1995. Diakses 19 Oktober 2014. 
  8. ^ "Profil Kota Parepare". Departemen Pekerjaan Umum RI. 4 November 2000. Diakses 19 Oktober 2014. 
  9. ^ "Kebun Raya Jompie, Parepare". 31 Desember 2010. Diakses 9 Oktober 2014. 
  10. ^ "Wisata Alam Kebun Raya Jompie". Kominfo Pemkot Parepare. 29 Mei 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  11. ^ "Pariwisata Parepare per tahun 2013". Kominfo Pemkot Parepare. 14 Januari 2013. Diakses 19 Oktober 2014. 
  12. ^ "KP3EI Groundbreaking Proyek KA Makassar-Parepare Rp6,4 Triliun". Antara News. 12 Agustus 2014. Diakses 19 Oktober 2014. 
  13. ^ "Kereta Makassar-Parepare: Pembebasan Lahan Tahap II Dilanjutkan". Redaksi Bisnis.com. 13 Oktober 2014. Diakses 19 Oktober 2014. 
  14. ^ "Pelabuhan Parepare". PT Pelabuhan Indonesia 4 (Persero). 10 Februari 2014. Diakses 19 Oktober 2014. 
  15. ^ www.kesekolah.com
  16. ^ "Perguruan Tinggi di Parepare Siap Terima Mahasiswa Baru". MC Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Kota Parepare. 28 Mei 2014. Diakses 11 Oktober 2014. 
  17. ^ "Website Resmi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare". Humas Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare. Diakses 19 Oktober 2014. 
  18. ^ "Website Resmi Universitas Muhammadiyah Parepare". Humas Universitas Muhammadiyah Parepare. Diakses 11 Oktober 2014. 
  19. ^ "Website Resmi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amsir". Humas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amsir. 28 Mei 2014. Diakses 19 Oktober 2014. 
  20. ^ "Habibie Resmikan Pembangunan Institut Teknologi di Parepare". Berita Yahoo!Mahyuddin. 28 Agustus 2014. Diakses 10 Oktober 2014. 
  21. ^ "Habibie Resmikan Pembangunan Institut Teknologi di Parepare". Kompas.com, Suddin Syamsuddin. 28 Agustus 2014. Diakses 10 Oktober 2014. 
  22. ^ "Pendirian Institut Teknologi Habibie Terus Dimatangkan". Koran Tempo. 5 Agustus 2014. Diakses 10 Oktober 2014. 
  23. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2004". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  24. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2005". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  25. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2006". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  26. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2007". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  27. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2008". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  28. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2009". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  29. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2010". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  30. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2011". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Feburari 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  31. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2012". MC Kominfo Pemkot Parepare. 7 Juni 2012. Diakses 9 Oktober 2014. 
  32. ^ "Penghargaan Kota Parepare Tahun 2013". MC Kominfo Pemkot Parepare. 11 Maret. Diakses 9 Oktober 2014. 
  33. ^ "Pare Pos". Redaksi Pare Pos. Diakses 19 Oktober 2014. 
  34. ^ "MCTV Pare". Redaksi MCTV Pare. Diakses 19 Oktober 2014. 
  35. ^ "Facebook MCTV Pare". Redaksi MCTV Pare. Diakses 19 Oktober 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]