Katekismus Kecil Westminster

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Calvinisme
Calvin.png
Yohanes Calvin

Latar belakang
Agama Kristen
Augustinus
Reformasi
Yohanes Kalvin
Lima Sola
Sinode Dordrecht

Teologi
Lima poin (T·U·L·I·P)
Teologi kovenan

Dokumen
Institutio
Alkitab Jenewa
Pengakuan iman

Pengaruh
Theodorus Beza
John Knox
Huldrych Zwingli
Jonathan Edwards
Teolog Princeton

Gereja
Hervormd
Presbyterian
Kongregasionalis
Baptis Hervormd

Orang-orang
Afrikaner
Huguenot
Pilgrim
Puritan

Katekismus Kecil Westminster (juga dikenal sebagai Katekismus Singkat Westminster atau Katekismus Kecil saja; di sini akan disingkat dengan KKW) ditulis pada 1640-an oleh para pemimpin gereja di Inggris dan Skotlandia. Mereka juga menghasilkan Pengakuan Iman Westminster dan Katekismus Besar Westminster. Ketiga dokumen ini dianggap oleh banyak orang sebagai pernyataan-pernyataan doktriner terbesar yang dihasilkan oleh Reformasi Inggris, dan salah satu dari dokumen-dokumen terpenting dari Reformasi.

Tujuan dari Katekismus Kecil adalah mendidik orang-orang awam dalam masalah-masalah doktrin dan kepercayaan. KKW disusun dalam bentuk tanya-jawab sederhana untuk menolong penghafalan. Biasanya, orang tua dan gereja akan menggunakan katekismus singkat untuk melatih anak-anak mereka dalam ajaran Kristen. Orang-orang yang baru diterima sebagai anggota juga diberikan KKW serta Pengakuan Iman serta Alkitab untuk mereka pelajari. Berbagai denominasi telah memakai Pengakuan Iman Westminster dan katekismus untuk mengajar anggota-anggota mereka.

Katekismus ini terdiri dari 1-7 pertanyaan dan jawaban. Dua belas pertanyaan pertama berkaitan dengan Allah sebagai Pencipta. Pertanyaan 13-20 membahas dosa asal dan sifat manusia sebagai makhluk yang berdosa. Pertanyaan 21-38 berkaitan dengan Kristus sang Penebus dan manfaat yang diperoleh dari penebusan. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya, 39-84, membahas Sepuluh Perintah Allah. Pertanyaan 85-97 membahas Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus. Rangkaian pertanyaan yang terakhir, 98-107, mengajarkan dan menjelaskan Doa Bapa Kami. Penataan Katekismus ini meniru Katekismus Heidelberg yang telah disusun terlebih dahulu oleh gereja-gereja Reformasi di daratan Eropa.

Pertanyaan yang paling terkenal (terutama di kalangan Presbyterian) adalah pertanyaan pertama:

T. Apakah tujuan akhir manusia? J. Tujuah akhir manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]