Institutio

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Calvinisme
Calvin.png
Yohanes Calvin

Latar belakang
Agama Kristen
Augustinus
Reformasi
Yohanes Kalvin
Lima Sola
Sinode Dordrecht

Teologi
Lima poin (T·U·L·I·P)
Teologi kovenan

Dokumen
Institutio
Alkitab Jenewa
Pengakuan iman

Pengaruh
Theodorus Beza
John Knox
Huldrych Zwingli
Jonathan Edwards
Teolog Princeton

Gereja
Hervormd
Presbyterian
Kongregasionalis
Baptis Hervormd

Orang-orang
Afrikaner
Huguenot
Pilgrim
Puritan

Institutio atau lengkapnya Institutio Christianae religionis (bahasa Inggris: The Institutes of the Christian Religion -- Pengajaran Agama Kristen) merupakan tulisan penting dari John Calvin mengenai teologi sistematik ajaran Kristen Protestan. Karya ini sangat berpengaruh di dunia barat[1] dan masih digunakan secara luas oleh pakar teologi sampai sekarang.

Pada tahun 1536, John Calvin yang berusia 27 tahun menerbitkan edisi pertama Institutio: Pengajaran Agama Kristen yang merupakan teologi sistematis yang dengan jelas membela ajaran-ajaran Reformasi. [2] Karya ini mengalami empat terbitan penting semasa hidup Calvin. [3] Tujuan dari Institutio dijelaskan dalam edisi 1539. [3]Calvin tidak menginginkan diskusi teologis yang panjang lebar dalam buku-buku tafsirannya. [3] Institutio harus dilihat sebagai pasangan dari tafsiran-tafsiran tersebut dan persiapan bagi penelaahan Alkitab sendiri. [3] Karyanya ini dapat membimbing seseorang dalam bimbingan teologi karena dilengkapi dengan penjelasan yang lebih lengkap mengenai pasal-pasal Alkitab. [3]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Calvin menjelaskan struktur dasar bukunya ini dalam bab pembuka Institutio, mungkin yang paling terkenal. Ada 2 tema umum yang dibahas: Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Terutama, buku ini memusatkan pada pengetahuan tentang Allah Pencipta, tetapi "sebagaimana dalam penciptaan manusia, kesempurnaan ilahi dinyatakan dengan paling jelas", ada juga pengamatan apa yang dapat diketahui mengenai umat manusia. Apalagi pengetahuan manusia tentang Allah dan tentang apa yang dikehendaki-Nya dari ciptaan-Nya itulah yang menjadi pokok pembahasan utama sebuah buku teologi. Dalam bab pertama, kedua topik ini dibahas bersama untuk menunjukkan apa hubungan Allah dengan umat manusia (dan ciptaan lainnya), khususnya, bagaimana mengenal Allah dihubungkan dengan pengetahuan manusia.

Untuk menjelaskan hubungan Allah dan manusia, Calvin memakai struktur tradisional katekismus (pengajaran agama Kristen) di gereja Ritus Barat, yaitu disesuaikan dengan garis besar Pengakuan Iman Rasuli. Pertama, pengetahuan tentang Allah diarahkan pada pengetahuan tentang Bapa, pencipta, penyedia dan penopang. Kemudian, dibahas bagaimana Sang Putra menyatakan Sang Bapa, karena hanya Allah yang dapat menyatakan Allah. Bagian ketiga Institutio menjelaskan pekerjaan Roh Kudus, yang membangkitkan Kristus dari kematian, dan yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Putra untuk membawa kesatuan dalam Gereja melalui iman dalam Yesus Kristus, dengan Allah, selamanya. Akhirnya, bagian keempat berbicara mengenai gereja Kristen, dan bagaimana gereja hidup dari kebenaran Allah dan Alkitab, khususnya melalui sakramen-sakramen. Bagian ini juga membahas fungsi dan pelayanan gereja, bagaimana pemerintahan sipil berhubungan dengan urusan keagamaan, dan meliputi diskusi panjang tentang kekurangan Kepausan.

Edisi[sunting | sunting sumber]

Sampul kitab Institutio terbitan tahun 1559

Edisi pertama berukuran buku saku dan terbit tahun 1536. [3] Ada 6 bab, dimana empat bab pertama mengikuti pola katekismus Luther. [3] Pada detik-detik terakhir, Calvin dengan segera menambahkan tulisan panjang dan mempersembahkan buku tersebut pada Raja François I, yang mempersulit kaum Injili di Perancis dan mencap mereka sebagai Anabaptis. [3] Calvin mempersembahkan tulisannya sebagai pembelaan doktrin Injili. [3]

Edisi kedua terbit tahun 1539 dan panjangnya tiga kali terbitan pertama. [3]

Edisi ketiga terbit tahun 1543 dan memperlihatkan pengaruh Martin Bucer dan masa Calvin di Strasburg. [3]

Edisi keempat yang lima kali lebih panjang dari terbitan pertama, diterbitkan tahun 1559. [3]

Selain bahasa Latin, ada pula terjemahan dalam bahasa Perancis, sehingga Institutio bukan saja menyangkut teologi melainkan mencakup ”keseluruhan sikap yang saleh” bagi pembinaan bangsa Perancis. [3] Edisi-edisi Perancis penting bagi perkembangan bahasa Perancis yang sebelumnya tidak ada karya yang begitu besar pengaruhnya terbit dalam bahasa Perancis. [3]

Daftar isi[sunting | sunting sumber]

Indeks Umum dari Pasal-pasal Institutio Edisi Keempat (Dari terjemahan bahasa Inggris tahun 1581)

Jilid Pertama[sunting | sunting sumber]

MENGENAI PENGETAHUAN TENTANG ALLAH PENCIPTA
18 Bab

  1. Hubungan antara Pengetahuan tentang Allah dan Pengetahuan tentang diri kita sendiri. Sifat hubungan ini.
  2. Apa artinya Mengenal Allah. Tendensi Pengetahuan ini.
  3. Pikiran Manusia secara alami diilhami oleh Pengetahuan tentang Allah.
  4. Pengetahuan ini ditindas atau dirusak, baik secara tidak sengaja maupun secara jahat.
  5. Pengtahuan tentang Allah ditunjukkan dalam bentuk dan kerangka Pemerintahan Alam Semesta
  6. Kebutuhan akan Alkitab sebagai Pedoman dan Pengajar untuk datang kepada Allah sebagai Pencipta.
  7. Kesaksian Roh perlu untuk memberi otoritas penuh kepada Alkitab. Kesesatan dari kepura-puraan bahwa Kredibilitas Alkitab tergantung dari Keputusan Gereja.
  8. Kredibilitas Alkitab telah cukup dibuktikan, sejauh diizinkan oleh Akal Sehat.
  9. Seluruh prinsip kesalehan dirongrong oleh para fanatik yang menganti wahyu Alkitab.
  10. Dalam Alkitab, Allah sejati berlawanan secara ekslusif dengan semua dewa-dewa orang kafir.
  11. Kesesatan dari memberi bentuk tampak kepada Allah. Pendirian berhala merupakan pemberontakan terhadap Allah sejati.
  12. Allah berbeda dengan berhala, sehingga Ia satu-satunya yang harus disembah.
  13. Kesatuan Esensi Ilahi dalam Tiga Oknum yang diajarkan dalam Alkitab, sejak peletakan dasar Dunia.
  14. Dalam Penciptaan Dunia, dan segala sesuatu di dalamnya, Allah Sejati dibedakan menurut tanda-tanda tertentu dari dewa-dewa buatan.
  15. Keadaan penciptaan manusia. Bagian-bagian Jiwa -- Gambar Allah -- Kebebasan kemauan -- Kesalehan asal
  16. Dunia, diciptakan oleh Allah, masih disayangi dan dilindungi oleh-Nya. Setiap dan seluruh bagiannya diatur oleh Takdir-Nya.
  17. Penggunaan Doktrin ini.
  18. Bantuan orang jahat yang digunakan oleh Allah, walaupun Ia sendiri senantiasa bebas dari noda apapun.

Jilid Kedua[sunting | sunting sumber]

MENGENAI PENGETAHUAN TENTANG ALLAH PENEBUS, DALAM KRISTUS, YANG MULA-MULA DIWUJUDKAN KEPADA BAPA LELUHUR DI BAWAH HUKUM, DAN KEMUDIAN KEPADA KITA DI BAWAH INJIL.
17 Bab

  1. Akibat Kejatuhan dalam dosa dan pemberontakan Adam seluruh umat manusia menjadi terkutuk dan merosot akhlaknya. Mengenai dosa asal.
  2. Manusia sekarang kehilangan kebebasan kemauan, dan secara menyedihkan masuk ke dalam perbudakan.
  3. Segala sesuatu yang keluar dari Sifat Manusia yang rusak menjadi terkutuk.
  4. Bagaimana Allah bekerja dalam hati manusia.
  5. Bantahan terhadap argumen yang biasanya diberikan untuk mendukung kebebasan kemauan.
  6. Penebusan manusia yang hilang dicari dalam Kristus.
  7. Hukum diberikan, bukan untuk menjaga orang dari dirinya sendiri, tetapi untuk membuat Harapan Keselamatan dalam Kristus tetap hidup sampai Kedatangan-Nya.
  8. Eksposisi Hukum Moral.
  9. Kristus, mekipun dikenal oleh orang Yahudi di bawah Hukum, namun hanya diwujudkan di bawah Injil.
  10. Kemiripan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  11. Perbedaan antara kedua Perjanjian.
  12. Kristus, untuk menjalankan tugas sebagai Perantara, harus menjadi manusia.
  13. Kristus berpakaian substansi sejati Sifat Manusia.
  14. Bagaimana kedua sifat membentuk satu Oknum Perantara.
  15. Tiga hal yang utama dalam Kristus -- yaitu jabatannya sebagai Nabi, Raja dan Imam.
  16. Bagaimana Kristus melaksanakan tugas sebagai Penebus untuk mendapatkan keselamatan kita. Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Kristus.
  17. Kristus dengan benar dan sepatutnya dikatakan telah memenangkan Rahmat dan Keselamatan bagi kita.

Jilid Ketiga[sunting | sunting sumber]

MENGENAI CARA MENDAPATKAN RAHMAT KRISTUS.
MANFAAT YANG DIBERIKANNYA, DAN EFEK YANG DIHASILKAN DARINYA.
25 Bab

  1. Manfaat dari Kristus disediakan bagi kita hanya dengan Pengerjaan Rahasia (Secret Operation) Roh.
  2. Mengenai Iman. Definisinya. Sifatnya yang khusus.
  3. Penumbuhan kembali Iman. Mengenai Pertobatan.
  4. Penyesalan, sebagaimana dijelaskan dengan istilah rumit dari para Cendekiawan, jauh berbeda dari kemurnian yang diperlukan oleh Injil. Mengenai Pengakuan dan Penebusan Dosa (Satisfactions).
  5. Mengenai cara Perolehan Penebusan Dosa -- Pengampunan (Indulgences) dan Api Penyucian (Purgatory).
  6. Hidup Manusia Kristen. Argumen Alkitabiah yang menganjurkannya.
  7. Ringkasan Hidup Kristen. Mengenai Penyangkalan Diri.
  8. Mengenai Memikul Salib -- satu cabang Penyangkalan Diri.
  9. Mengenai Perenungan tentang Hidup Masa Depan.
  10. Bagaimana menggunakan Hidup yang Sekarang dan penghiburannya.
  11. Mengenai Dibenarkan oleh Iman. Pendefinisian baik nama maupun realitas.
  12. Kebutuhan untuk memikirkan Kursi Penghakiman Allah, supaya meyakini dengan serius Doktrin Pembenaran berdasarkan Anugerah.
  13. Dua hal yang dapat diamati dalam Pembenaran berdasarkan Anugerah.
  14. Permulaan Pembenaran. Dalam segi apa progresif.
  15. Pembualan akan jasa Perbuatan meremehkan Kemuliaan Allah, dalam menganugerahkan Kesalehan, dan akan kepastian Keselamatan.
  16. Bantahan terhadap Fitnahan yang dilakukan untuk mencoba melempar penghinaan akan doktrin ini.
  17. Janji dari Hukum dan Injil disepadankan.
  18. Kesalehan Perbuatan disimpulkan secara keliru dari Pahala.
  19. Mengenai Kebebasan Kristen.
  20. Mengenai Doa -- latihan Iman yang terus menerus. Manfaat sehari-hari yang diperoleh darinya.
  21. Pemilihan Kekal, yang ditakdirkan oleh Allah sebagian kepada Keselamatan, dan yang lain kepada Kebinasaan.
  22. Doktrin ini ditegaskan dengan Bukti-bukti dari Alkitab.
  23. Bantahan terhadap Fitnahan yang menyerang Doktrin ini secara tidak benar.
  24. Pemilihan ditegaskan dengan Panggilan Allah. Orang-orang yang tidak bermoral membawa kepada diri sendiri kehancuran yang sepatutnya yang membinasakan mereka.
  25. Mengenai Kebangkitan Terakhir

Jilid Keempat[sunting | sunting sumber]

MENGENAI SARANA ATAU BANTUAN EKSTERNAL DENGAN MANA ALLAH MENUNTUN KITA KE DALAM PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS, DAN MEMELIHARA KITA DI DALAMNYA.
20 Bab

  1. Mengenai Gereja Sejati. Tugas untuk menanamkan Persatuan dengannya, sebagai ibu dari semua yang kudus.
  2. Perbandingan antara Gereja yang Palsu dan Sejati.
  3. Mengenai Pengajar-pengajar dan Pelayan-pelayan Gereja. Pemilihan dan Jabatan mereka.
  4. Mengenai Keadaan Gereja Mula-mula, dan Cara Pemerintahan yang dipakai sebelum Kepausan.
  5. Bentuk Pemerintahan zaman dulu seluruhnya dirusak oleh kesewenang-wenangan Kepausan.
  6. Mengenai Keutamaan Tahta Roma.
  7. Mengenai Permulaan dan Bangkitnya Kepausan Roma, sampai ia memperoleh puncaknya di mana Kebebasan Gereja dihancurkan, dan semua Aturan yang benar dibuang.
  8. Mengenai Kekuasaan Gereja dalam Pasal-pasal Kepercayaan. Perizinan yang dikeluarkan Gereja Kepausan yang tak terkendali menghancurkan Kemurnian Doktrin.
  9. Mengenai Konsili-konsili dan Otoritasnya.
  10. Mengenai Kekuasaan untuk membuat Hukum. Kekejaman Kepausan and pengikutnya, dalam hal ini, dengan zalim menindas dan menghancurkan Jiwa-jiwa.
  11. Mengenai Kekuasaan Hukum dari Gereja dan Penyalahgunaannya, yang dicontohkan dalam Kepausan.
  12. Mengenai Disiplin Gereja, dan penggunaan utamanya dalam Celaan (Censures) dan Ekskomunikasi (Excommunication).
  13. Mengenai Nazar. Keterbelitan yang menyusahkan akibat Bernazar dengan gegabah.
  14. Mengenai Sakramen-sakramen.
  15. Mengenai Baptisan.
  16. Baptisan Anak (Paedobaptism). Kesesuaiannya dengan Pengajaran (Institution) Kristus, dan sifat dari tanda ini.
  17. Mengenai Perjamuan Kudus, dan manfaat yang diperoleh darinya.
  18. Mengenai Ibadah Kepausan (Popish Mass). Bagaimana itu tidak hanya menajiskan, tetapi juga melenyapkan Perjamuan Kudus.
  19. Mengenai Lima Sakramen, sebutan yang salah itu. Pembuktian kepalsuannya dan penjelasan karakter mereka yang sesungguhnya.
  20. Mengenai Pemerintahan Sipil.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "John Calvin" dari "131 Christians everyone should know" (131 orang Kristen yang harus dikenal semua orang) dalam Christian History & Biography
  2. ^ A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n Tony Lane. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]