Katekismus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Codex Manesse, fol. 292v, "Guru Sekolah di Eßlingen" (Der Schulmeister von Eßlingen)

Katekismus (bahasa Yunani:κατηχητικός) adalah ringkasan atau uraian dari doktrin, yang biasanya digunakan dalam pengajaran agama Kristen sejak masa Perjanjian Baru hingga sekarang.[1] Katekismus adalah manual doktrin dalam bentuk tanya-jawab untuk dihafalkan. Sebuah format yang telah digunakan pula dalam konteks non-keagamaan atau sekular (lihat FAQ).

Katekisasi adalah bentuk dasar pelajaran agama, biasanya disampaikan secara lisan dan di bawah bimbingan seorang orang tua, pendeta atau pastor, guru agama, atau orang-orang lain yang memegang jabatan tertentu di gereja (termasuk diakon, biarawan atau biarawati yang mengajukan serangkaian pertanyaan dan memberikan petunjuk kepada para siswanya untuk memahami jawaban-jawaban yang diberikan. Kateketik adalah praktik pengajaran ini, atau pembelajarannya, termasuk latihan dalam memberikan pengajaran ini. [1] Katekumen adalah orang yang terlibat dalam pengajaran keagamaan ini.

Format tradisional[sunting | sunting sumber]

Secara historis, katekismus biasanya mengikuti sebuah format dialog atau tanya-jawab. Format ini melibatkan dua pihak, yaitu guru dan siswa, orang tua dan anak. Contohnya adalah Katekismus Baltimore Katolik Roma yang terkenal dari abad ke-19:

1. T. Siapakah pencipta bumi ini?
   J. Pencipta bumi ini adalah Allah. 

2. T. Siapakah Allah?
   J. Allah adalah Pencipta langit dan bumi, 
      dan segala sesuatu yang ada lainnya. 

3. T. Apakah manusia itu?
   J. Manusia adalah makhluk yang terdiri dari 
      Tubuh dan jiwa, dan diciptakan menurut 
      gambar dan rupa Allah.


Katekismus Heidelberg[sunting | sunting sumber]

Setelah Protestanisme masuk ke Kurpfalz, pada 1546 terjadi kontroversi antara kaum Lutheran dan Calvinis, dan khususnya ketika wilayah itu berada di bawah Pemilih Otto Heinrich (1556-1559), konflik di Sachsen, khususnya di Heidelberg, menjadi semakin sengit dan berubah menjadi kekerasan.

Ketika Frederick III, Pemilih Kurpfalz, berkuasa pada 1559, ia melandaskan wewenangnya pada pandangan Calvinis tentang Perjamuan Kudus, yang menolak ajaran bahwa Tubuh Yesus Kristus hadir dalam elemen-elemen sakramen itu. Ia mengubah Kolese Sapienz menjadi sebuah sekolah teologi, dan pada 1562 ia menempatkan seorang murid dan sahabat dari kolega Luther, Philipp Melanchthon, yang bernama Zacharias Ursinus sebagai pemimpinnya. Dalam upaya menyelesaikan pertikaian keagamaan di wilayah kekuasaannya, Frederick meminta Ursinus dan rekannya Caspar Olevianus (pendeta di istana Frederick) untuk menyusun sebuah Katekismus. Keduanya merujuk kepada literatur katekisasi yang ada, dan khususnya mengandalkan katekismus Calvin dan John Lasco. Untuk mempersiapkan Katekismus ini, mereka masing-masing menyusun rancangannya secara terpisah, dan kemudian mempertemukannya untuk menggabungkan hasil kerja mereka. "Persiapan akhirnya adalah hasil kerja kedua teolog, dengan kerja-sama terus-menerus dari Frederick III. Ursinus telah selalu dianggap sebagai penyusun utamanya, karena belakangan ia menjadi pembela dan penafsir utama Katekismus ini. Namun dari gaya Jermannya yang gugup, pembagiannya ke dalam tiga bagian (berbeda dengan lima bagian dalam Katekismus Calvin dan rancangan sebelumnya dari Ursinus), dan kehangatan dan semangat yang berkobar-kobar dari keseluruhan karya ini, terutama merupakan hasil karya Olevianus." (Schaff, dalam Am. Presb. Rev. Juli 1863, hlm. 379). Struktur Katekismus Heidelberg diuraikan dalam pertanyaan yang kedua, dan struktur tiga bagiannya di sini didasarkan pada keyakinan bahwa karya tunggal keselamatan mengungkapkan ketiga pribadi dari Tritunggal pada gilirannya, memperkenalkan Allah dengan sempurna dan yang sangat dikenal melalui karya keselamatan-Nya, merujuk kembali kepada Pengakuan Iman Rasuli sebagai ringkasan dari iman Kristen. Jaminan keselamatan adalah tema yang menyatukan di seluruh katekismus ini: jaminan yang diperoleh melalui karya Kristus, diberlakukan melalui sakramen-sakramen, menghasilkan ketaatan penuh syukur terhadap perintah-perintah Allah dan ketekunan di dalam doa.

Hari Tuhan 1.

1.      T. Apakah satu-satunya penghiburan Saudara,
        baik pada masa hidup maupun pada waktu mati

        J. Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku,
        baik pada masa hidup maupun pada waktu mati,
        bukan milikku
        melainkan milik Yesus Kristus Juruselamatku yang setia;
        Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya,
        Dia telah melunasi seluruh utang dosaku,
        dan melepaskan aku
        dari segala kuasa iblis.
        Dia juga memelihara aku
        sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku,
        di luar kehendak Bapa yang ada di sorga,
        bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku,
        Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus,
        Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal,
        dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap,
        untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya.

2.      T. Berapa pokok yang perlu Saudara ketahui,
        supaya dengan penghiburan ini,
        Saudara hidup dan mati dengan bahagia?

        J. Tiga pokok:
        Pertama, betapa besarnya dosa dan sengsaraku;
        Kedua, bagaimana aku mendapat kelepasan
                dari semua dosa dan sengsaraku;
        Ketiga, bagaimana aku harus bersyukur kepada Allah
                atas kelepasan yang demikian itu.

Katekismus Heidelberg adalah Katkismus yang paling luas dipergunakan di kalangan Gereja-gereja Reformasi.

Katekismus Westminster[sunting | sunting sumber]

Bersama-sama dengan Pengakuan Iman Westminster (1647), Persidangan Westminster juga menghasilkan dua katekismus, Katekismus Besar Westminster dan Kecil, yang dimaksudkan untuk digunakan dalam keluarga-keluarga dan gereja-gereja Kristen. Dokumen-dokumen ini telah menjadi standar doktrin, setelah Alkitab, bagi Gereja-gereja Presbyterian dan Reformasi lainnya di seluruh dunia. Katekismus Kecil memperlihatkan bahwa Persidangan ini mengandalkan karya-karya Calvin, Lasco dan para teolog sebelumnya dari Heidelberg. Katekismus ini disusun dalam dua bagian utama yang meringkaskan ajaran-ajaran dasar Kitab Suci: Doktrin tentang Allah, dan kewajiban yang dituntut dari manusia. Tanya-jawab meliputi unsur-unsur yang biasa: Iman, Sepuluh Perintah Allah, the Sakramen-sakramen, dan Doa.

T. 1. Apakah tujuan akhir manusia?

        J. Tujuan akhir manusia adalah memuliakan Allah, 
        dan menikmati Dia untuk selama-lamanya.

T. 2. Aturan apakah yang telah diberikan Allah 
        untuk mengarahkan kita untuk memuliakan 
        dan menikmati Dia?

        J. Firman Allah, 
        yang terkandung di dalam Kitab Suci
        yaitu Perjanjian Lama dan Baru,
        adalah satu-satunya aturan yang mengarahkan kita
        untuk memuliakan dan menikmati Dia.

T. 3. Apakah pengajaran utama Kitab Suci?

       J. Kitab Suci terutama mengajarkan 
       apa yang harus dipercayai manusia tentang Allah, dan 
       kewajiban apa yang dituntut Allah dari manusia.

Katekismus Reformasi lainnya[sunting | sunting sumber]

Oecolampadius menyusun Katekismus Basel pada 1526, Leo Juda (1534) diikuti oleh Bullinger (1555) menerbitkan katekismus di Zurich. Kaum Reformasi Perancis menggunakan Katekismus Geneva Calvin, serta karyar-karya yang diterbitkan oleh Louis Capell (1619), dan Charles Drelincourt (1642).

Katekismus Anglikan[sunting | sunting sumber]

Kitab Doa Bersama Anglikan mencakup sebuah katekismus singkat untuk pengajaran bagi semua orang yang mempersiapkan diri untuk dibawa kepada uskup untuk Sidi. Sang baptisan pertama-tama mengakui baptisannya, dan kemudian mengulang usnur-unsur utama iman yang ke dalamnya ia dibaptiskan: Pengakuan Iman Rasuli, Sepuluh Perintah Allah, Doa Bapa Kami, dan sakramen-sakramen.

Katekumen:  Siapakah Namamu?

    Jawab: N. atau M.

K.  Siapa yang memberikan Nama ini kepadamu?

    J: Bapak baptisku dan Ibu baptisku 
    pada baptisanku;
    dan dengan demikian aku dijadikan anggota Kristus,
    anak Allah,
    dan pewaris Kerajaan Surga.

Gereja-gereja yang berafiliasi Baptis kadang-kadang mengambil katekismus Reformasi, yang dimodifikasikan untuk mencerminkan keyakinan Baptis, khususnya mengenai hakikat Gereja dan perintah-perintah tentang baptisan dan perjamuan kudus. Kaum Anabaptis juga telah menerbitkan katekismusnya sendiri, untuk menjelaskan dan membela ciri khas mereka. [2]

Katekismus non-Kristen[sunting | sunting sumber]

Katekismus merupakan metode yang jelas dan praktis untuk menyampaikan pengajaran, dan karena itu contoh-contohnya dapat ditemukan di banyak tradisi. MIsalnya, aliran-aliran pelajaran esoterik Asia juga menggunakan gaya pengajaran kateketis, seperti yang diperlihatkan oleh katekismus Zodiak berikut:

T. "Di manakah binatang itu, O Lanoo?
        dan di manakah Manusia?

J. Dicampurkan menjadi satu, O Guru Kehidupanku. 
        Keduanya itu satu. 
        Tapi keduanya telah lenyap
        tan tak satupun yang tinggal
        kecuali api kerinduanku yang mendalam.


Yudaisme tidak mempunyai katekiskmus yang formal, tapi ada serangkaian prinsip iman Yahudi yang harus dipercayai oleh orang-orang Yahudi yang saleh.

Katekismus sekular[sunting | sunting sumber]

Di masa lampau, misalnya seperti dalam kasus Catechism of the History of Newfoundland (l.k. 1856) [2], katekismus ditulis agar siswa dapat menghafalkan pengetahuan dasar tentang topik non-agama. Baru-baru ini, sejenis katekismus yang mengandung topik sekular, khususnya yang bersifat teknologis, lebih lazim disebut FAQ, ("Frequently Asked Questions").

Catatan[sunting | sunting sumber]

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]