Kardinal keponakan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pietro Ottoboni, pemegang terakhir jabatan Kardinal Keponakan, dilukis oleh Francesco Trevisani.

Kardinal keponakan (bahasa Latin: cardinalis nepos;[1] bahasa Italia: cardinale nipote;[2] bahasa Spanyol: valido de su tío; bahasa Perancis: prince de fortune)[3] adalah seorang kardinal yang ditunjuk oleh Paus yang merupakan paman dari seorang kardinal, atau, lebih umumnya, memiliki suatu hubungan. Praktik pembuatan kardinal keponakan tersebut berasal dari Abad Pertengahan, dan mencapai puncaknya pada abad ke-16 dan ke-17.[4] Kata nepotisme awalnya secara khusus merujuk pada praktik tersebut, yang tampil dalam bahasa Inggris sekitar 1669.[5]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cardinale, Hyginus Eugene. 1976. The Holy See and the International Order. Maclean-Hunter Press. p. 133.
  2. ^ Burckhardt, Jacob, and Middlemore, Samuel George Chetwynd. 1892. The Civilisation of the Renaissance in Italy. Sonnenschein. p. 107.
  3. ^ Signorotto and Visceglia, 2002, p. 114. Modern French scholarly literature uses the term "cardinal-neveu".
  4. ^ Bunson, Matthew. 1995. "Cardinal Nephew". The Pope Encyclopedia. Crown Trade Paperbacks. ISBN 0-517-88256-6.
  5. ^ Oxford English Dictionary has, as its first citation, Pepys' writing about a family reading of Gregorio Leti's Il Nipotismo di Roma, or, The History of the Popes Nephews: from the time of Sixtus IV, anno 1471, to the death of the late Pope Alexander VII, anno 1667. September 2003. "Nepotism"

Referensi[sunting | sunting sumber]