Beatifikasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dalam Katolik, beatifikasi (dari bahasa Latin "beatus", yang berbahagia) adalah suatu pengakuan atau pernyataan yang diberikan oleh gereja terhadap orang yang telah meninggal bahwa orang tersebut adalah orang yang berbahagia. Beatifikasi diberikan kepada orang yang dianggap telah bekerja sangat keras untuk kebaikan atau memiliki keistimewaan secara spiritual. Beatifikasi memerlukan bukti berupa mukjizat (kecuali dalam kasus martir), sebagai bukti bahwa orang yang dianggap kudus itu telah berada di surga dan dapat mendoakan orang lain.

Orang yang mendapat beatifikasi diberi gelar beato untuk laki-laki dan beata untuk perempuan. Proses ini merupakan tahap ketiga dari empat tahapan dalam proses kanonisasi yang biasanya dilakukan setelah mendapat gelar venerabilis (yang pantas dihormati) sebelum mendapat gelar santo atau santa. Orang yang telah dibeatifikasi mendapat gelar "Blessed".

Apa bila seseorang "dianggap Kudus" atau "dianggap martir" meninggal dunia , maka biasanya Uskup diocesan memprakarsai proses penyelidikan . salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calo santa/Santo ini. gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santa / Santo guna melihat apakah mereka setia pada "ajaran yang murni", yang pada intinya tidak didapati adanya suatu yang bertentangan Dengan iman. Jika calon santa / Santo adalah seorang martir, kongregasi santa menentukan apakah Ia wafat karena iman dan sungguh mempersembahkan hidupnya sebagai korban cinta kepada Tuhan dan Gereja. Dalam perkara-perkara lainnya, Kongregasi memeriksa apakah calon digerakkan oleh belas kasihan yang istimewa kepada sesama dan mengamalkan keutamaan-keutamaan dalam tindakan yang menunjukkan keteladanan dan jegagahan. Sepanjang proses penyelidikan ini akan diajukan keberatan-keberatan yang harus berhasil dan di sanggah oleh Kongregasi. Begitulah calon di maklumlah sebagai hidup yang mengamalkan keutamaan yang gagah berani, maka calon dimaklumkan sebagai VENERABILIS

Dalam sejarah Gereja Katolik, Paus Yohanes Paulus II adalah orang yang menerima gelar Beato [tersingkat dalam zaman modern ini yakni 6 tahun dan 1 bulan setelah kematiannya . Ia di beatifikasikan oleh Paus Benediktus XIV. Dan kemudian Paus Yohanes Paulus mendapat gelar santo oleh Paus Fransiskus. selain Paus Yohanes Paulus II , Bunda Teresa juga menerima gelar beata tersingkat pada zaman modern ini yakni 6 tahun 1 bulan dan 2 Minggu setelah kematiannya Oleh Paus Yohanes Paulus II Dan jika bunda Teresa melakukan 1 mukjizat pada masa hidupnya dulu, hanya satu tahap lagi yakni kanonisasi.

Tahapan Kanonisasi dalam Gereja Katolik
  Pelayan Tuhan   →   Venerabilis   →   Beatifikasi   →   Santo/Santa  

Pranala luar[sunting | sunting sumber]