Greenpeace

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Greenpeacelogo1.png

Greenpeace adalah suatu lembaga swadaya masyarakat, organisasi lingkungan global, yang memiliki cabang di lebih dari 40 negara dengan kantor pusat di Amsterdam, Belanda [1].

Didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971, pada awalnya dengan nama Don't Make a Wave Committee untuk menghentikan percobaan nuklir yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat di Amchitka, Alaska. Para aktivis mengirimkan kapal sewaan, Phyllis Cormack, yang diubah namanya menjadi Greenpeace, ke lokasi pengujian nuklir. Mereka lalu mengadopsi nama Greenpeace menjadi nama organisasi[2].

Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan, konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan berbagai aksi perusakan lingkungan seperti pengujian nuklir, penangkapan ikan paus besar-besaran, deforestasi, dan sebagainya.

Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi[3].

Greenpeace melakukan protes menentang Esso / Exxon Mobil

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di akhir tahun 1960an, Amerika Serikat memiliki rencana untuk melakukan pengujian senjata nuklir di wilayah yang lapisan tektoniknya tidak stabil, di pulau Amchitka, Alaska[4], setelah sebelumnya terjadi gempa di Alaska tahun 1964. Rencana ini membawa kekhawatiran bahwa pengujian senjata nuklir mampu memicu gempa dan tsunami. Pada tahun 1969, demonstran sebanyak 7000 orang menghalangi jalur lintas perbatasan Amerika Serikat-Kanada di British Columbia dengan membawa slogan "Don't Make A Wave. It's Your Fault If Our Fault Goes"[5] (Jangan Membuat Gelombang. Ini Adalah Kesalahanmu Jika Patahan Kami Bergerak).

Terinspirasi dari pelayaran anti nuklir Albert Bigelow di 1958, mereka menggalang dana dengan konser amal pada tahun 1970 untuk menyewa kapal, Phyllis Cormack, yang kemudian diubah namanya menjadi Greenpeace[6][7].

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Struktur organisasi Greenpeace terdiri dari Greenpeace International yang berbasis di Amsterdam, Belanda, dan 28 cabang regional yang berada di 45 negara[8]. Cabang regional bekerja secara otonom di bawah pengawasan Greenpeace International.

Greenpeace menerima pendanaan dari pendukung, perorangan maupun yayasan. Greenpeace tidak menerima dana dari pemerintah, lembaga negara, partai politik, maupun perusahaan dengan tujuan untuk menghindari pengaruh mereka[3]. Sumbangan dari perorangan maupun yayasan bisa mereka tolak jika sumbangan tersebut bersyarat sehingga menghalangi atau mengekang aktivitas dan kebebasan Greenpeace dalam mencapai tujuan[9].

Kapal[sunting | sunting sumber]

Greenpeace memiliki kapal yang terus berlayar dan menjadi simbol perjuangan Greenpeace. Yang paling terkenal adalah Rainbw Warrior. Selain Rainbow Warrior, Greenpeace juga memiliki kapal Arctic Sunrise, Esperanza, dan kapal inflatable[10].

Rainbow Warrior pertama[sunting | sunting sumber]

Artikel utama: Rainbow Warrior (1995)

Pada tahun 1978, Greenpeace meluncurkan Rainbow Warrior, kapal ex-trawler sepanjang 40 meter. Greenpeace membeli kapal tersebut dengan harga £40,000. Sukarelawan memperbaiki dan memodifikasi kapal tersebut. Kapal ini dibangun pada tahun 1955 di Aberdeen, Skotlandia dengan nama Sir William Hardy dan melayani kementerian Pertanian, Perikanan, dan Pangan, dan digunakan hingga tahun 1977. Greenpeace meluncurkan Rainbow Warrior I pada tanggal 29 April 1978 untuk menghalangi perburuan ikan paus oleh kapal Islandia. Antara tahun 1978 hingga tahun 1985, kru Rainbow Warrior juga terlibat berbagai aktivitas, termasuk menghalangi perburuan Anjing Laut Abu-abu di Orkney, Skotlandia dan uji coba nuklir di Samudera Pasifik oleh Amerika Serikat dan Prancis. Di bulan Mei 1985 kapal ini membantu evakuasi 300 warga atol Rongelap karena daerah tersebut telah terkontaminasi nuklir akibat ujicoba senjata nuklir Amerika Serikat[11].

Di bulan Juli 1985, Rainbow Warrior akan memimpin rombongan kapal pengunjuk rasa untuk mengelilingi atol Moruroa, lokasi pengujian nuklir pemerintahan Prancis. Sebelum hal itu terjadi, François Mitterrand, Presiden Prancis ketika itu, memerintahkan untuk mengebom Rainbow Warrior secara diam-diam di pelabuhan Auckland. Kejadian ini memakan satu korban, yaitu fotografer Belanda Fernando Pereira. Kejadian ini menjadi bencana bagi hubungan luar negeri pemerintahan Prancis setelah kepolisian Selandia Baru mengekspos kejadian tersebut.

Rainbow Warrior kedua[sunting | sunting sumber]

Kapal Rainbow Warrior kedua diresmikan pada tahun 1989 menggantikan Rainbow Warrior pertama. Kapal ini pernah mengalami kerusakan pada tahun 2005 setelah menabrak karang Tubbataha di Filipina ketika melakukan inspeksi pemutihan koral. Greenpeace didenda US$ 7000 karena merusak karang dan Greenpeace membayar denda tersebut. Manajer taman laut Tubbaha mengapresiasi reaksi cepat kru Greenpeace untuk memperbaiki karang yang rusak[12]. Kapal ini lalu dipensiunkan pada tahun 2011.

Rainbow Warrior ketiga[sunting | sunting sumber]

Kapal Rainbow Warrior III merupakan kapal yang dipesan khusus untuk melakukan kampanye dan penelitian yang dilakukan oleh Greenpeace[13]. Kapal ini mulai berlayar pada 14 Oktober 2011. Sebagai kapal penelitian, kapal ini mampu mengangkut peralatan hingga 8 ton. Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi berbasis satelit, sehingga berbagai kejadian bisa disiarkan langsung dari kapal tersebut. Kapal ini bergerak dengan kombinasi energi angin dan motor untuk sebisa mungkin meminimalisasi penggunaan bahan bakar fosil[14]. Pada tanggal 6-9 Juni 2013 kapal ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

Berikut adalah spesifikasi Rainbow Warrior III[14]:

Jenis kapal Kapal motor cepat dengan landasan helikopter
Panjang keseluruhan 57.92 m
Lebar maksimum 11.30 m
Draft maksimum 5.15 m
Air draft 54.25 m
Bobot 855 gross ton
Layar 2 tiang kapal dengan 5 layar
Mesin utama dan mesin pembantu Caterpillar dan IMO Tier
Kecepatan maksimum 15 knot
Daya jelajah 9500 mil laut
Akomodasi 30 orang

Galeri Rainbow Warrior III di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Greenpeace di Asia Tenggara[sunting | sunting sumber]

Aksi Greenpeace Indonesia

Berbagai prestasi telah dilakukan oleh Greenpeace Asia Tenggara seperti legislasi (mendorong pemerintah Filipina untuk membuat undang-undang udara bersih tahun 1999), kampanye (mempromosikan solusi dari dampak perubahan iklim dari rencana pembangunan PLTU batu bara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Thailand dan rencana pembangunan PLTU di Pulupandan, Propinsi Negros, Filipina tahun 2002), perlindungan hewan langka (Desakan perlindungan terhadap paus Minke, hiu putih, pohon merbau, dan lumba-lumba jenis Irrawaddy yang direalisasikan pada konvensi perdagangan internasional satwa dan tumbuhan langka (CITES) di Bangkok, Thailand tahun 2004), dan sebagainya[15].

Greenpeace di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Greenpeace hadir di Indonesia pada 2005. Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, Greenpeace Indonesia sudah terdaftar resmi di Departemen Kehakiman dan HAM sebagai perkumpulan Greenpeace dengan enam pendiri berdasarkan akte pendiriannya.

Greenpeace Indonesia memfokuskan kampanyenya pada beberapa persoalan yakni persoalan kehutanan, energi, air dan kelautan. Kampanye kehutanan terutama hutan gambut terkait dengan pemanasan global/perubahan iklim. Kampanye hutan Greenpeace tidak hanya berlangsung di negara-negara berkembang seperti Indonesia atau Kongo saja. Kami juga berkampanye perlindungan hutan di negara-negara maju, dan berhasil menyelamatkan jutaan hektare hutan di Kanada, Brasil, Rusia dan lain-lain.

Kampanye mengenai revolusi energi sebagai hal yang krusial dalam menanggulangi bencana perubahan iklim, yakni menyerukan efisiensi energi dengan peningkatan besar-besaran penggunaan energi terbarukan dan meninggalkan penggunaan energi fosil kotor.

Air adalah sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan namun juga menjadi sumber daya esensial yang paling terancam di dunia. Polusi limbah kimia industri mengkontaminasi sumber-sumber air bersih kita. Pada tahun 2011 Greenpeace memulai kampanye Air Bersih Bebas Bahan Kimia Beracun di Indonesia dengan meluncurkan kampanye Penyelamatan Sungai Citarum bernama ‘Citarum Nadiku, Mari Rebut Kembali'.

Kampanye Kelautan Greenpeace Indonesia[16] mulai berjalan sejak 2013. Pengakhiran penangkapan berlebih (overfishing) dan IUU fishing merupakan fokus dari kampanye Greenpeace Indonesia yang menjadi bagian dari kampanye global penyelamatan laut dari dampak perubahan iklim (climate change), pencemaran (pollution) dan penangkapan ikan merusak (destructive fishing). Greenpeace Indonesia bersama organisasi lainnya mendeklarasikan Visi Bersama Kelautan Indonesia 2025 pada 31 Mei 2013[17] yang menjadi landasan penyusunan Peta Jalan Pemulihan Laut Indonesia[18]. Peluncuran secara resmi kampanye kelautan Greenpeace Indonesia ditandai dengan kehadiran Kapal Rainbow Warrior (III) pada bulan Mei-Juni 2013 sebagai bagian dari Tur Ocean Defender di kawasan Asia Tenggara[19]. Greenpeace juga meluncurkan sebuah laporan terkait yang membeberkan keterancaman yang dihadapi oleh laut Indonesia saat ini, berjudul: Laut Indonesia dalam Krisis[20].

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

  • Aksi Masyarakat Jepara untuk menolak daerah di jadikan salah satu tapak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berhasil membuat NU Jawa Tengah memfatwakan haram untuk PLTN.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]