Daftar aksi Front Pembela Islam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Berikut ini adalah daftar aksi yang dilakukan oleh Front Pembela Islam sejak pendiriannya pada 17 Agustus 1998.

1998

  • 7 November: Dewan Pengurus Pusat mengeluarkan pernyataan sikap yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat.[1]
  • 13 November: Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR tentang tuntutan rakyat yang menghendaki pencabutan Pancasila sebagai asas tunggal, penghentian P4, pencabutan dwifungsi Angkatan Bersenjata, pertanggungjawaban mantan presiden Soeharto dan permintaan maaf dari Golkar sebagai partai penguasa selama Orde Baru.[1]
  • 22 November: Perkelahian meletus setelah terjadi perusakan sebuah mesjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat, oleh kurang lebih 600 orang preman yang diduga berasal dari Ambon. FPI dan warga berhasil memukul mundur para penyerang. Reputasi FPI melonjak setelah peristiwa ini. [2]

1999

  • 24 Mei: DPP FPI menangkap seorang mahasiswa Universitas Tarumanegara yang bernama Pilipus Cimeuw yang telah menurunkan spanduk FPI yang dipasang di jembatan penyeberangan di depan kampusnya karena tersinggung dengan isi tulisan spanduk yang berbunyi "Awas Waspada! Zionisme & Komunisme Masuk di Segala Sektor Kehidupan!"[3]
  • 13 September: Laskar Pembela Islam menutup tempat perjudian di Petojo Utara dan tempat pelacuran di Ciputat, Tanah Abang, Jakarta.[4][3]
  • 22 September: LPI menutup diskotek Indah Sari di Petamburan, Tanah Abang.[3]
  • 12 Desember: Gedung Balai Kota DKI Jakarta diduduki selama 13 jam oleh LPI menuntut penutupan tempat hiburan selama bulan suci Ramadhan dan minggu pertama Syawal.[3]

2000

  • 24 Juni: 300 orang anggota FPI menyerang kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jl. Latuharhary, Jakarta Pusat, memprotes laporan yang dikeluarkan oleh komisi tersebut perihal Peristiwa Tanjung Priok pada 1984. Para penyerang menuntut pembubaran Komnas HAM.[5]
  • 27 Agustus: Ratusan massa FPI berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta.[6]
  • 11 Oktober: Ratusan demonstran FPI menolak perwakilan Yahudi dari Israel yang akan menghadiri konferensi Inter-Parliamentary Union ke-104 di Jakarta. Para demonstran membawa spanduk yan antara lain bertuliskan "Haram, Yahudi menginjakkan kaki di bumi Indonesia", "Israel datang kami bantai" dan "Tolak delegasi imperialis Israel".[7][8]
  • 14 Desember: Ribuan anggota LPI mendatangi pusat pelacuran Cikijing di perbatasan Subang-Karawang.[3]

2001

  • 4 Mei: Kantor SCTV di Jakarta diprotes FPI karena menayangkan telenovela Esmeralda, yang di dalamnya ada tokoh antagonis bernama Fatimah. FPI khawatir, citra buruk Fatimah dalam sinetron bisa mencitrakan hal yang sama pada Fatimah az-Zahra, putri Nabi. SCTV akhirnya menghentikan tayangan tersebut.[4]
  • 27 Agustus: Sekitar seribu massa FPI melakukan long march dari Gedung DPR/MPR melewati Jalan Sudirman hingga Bundaran HI. Aksi ini ditujukan untuk pemberlakuan syariat Islam di Indonesia.[9]
  • 9 Oktober: FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air.[10]
  • 15 Oktober: Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon kepolisian mengepung kantor FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Barat dan terjadi bentrokan.[10]
  • 7 November: Bentrokan terjadi antara Laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar.[11]

2002

  • 28 Januari: FPI Maluku menggugat Kapolri, Kapolda Maluku dan Kapolres Ambon yang Kapolri dianggap melakukan perbuatan melawan hukum dan diskriminasi hukum dengan mengabaikan laporan ke Polres Ambon pada 26 Maret 2001 tentang keterlibatan Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Gereja Roma Katolik (GRM) Keuskupan Amboina dalam konflik di Ambon.[12]
  • 26 Februari: FPI dan Majelis Mujahidin Indonesia melakukan aksi gabungan di Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, memprotes keras pernyataan Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew bahwa jaringan teroris masih berkeliaran di Indonesia.[13]
  • 15 Maret: Panglima FPI, Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan, merupakan hak dari masyarakat.[14] Pada hari yang sama, sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No. 241, Karet, Jakarta.[3]
  • 21 Maret: Sekitar 300 orang yang mengaku dari FPI Surakarta dan Majelis Mujahidin melakukan aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Filipina di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Mereka menuntut pembebasan tiga warga negara Indonesia yang ditahan di Filipina dengan tuduhan membawa komponen bahan peledak. Demonstran gabungan ini juga menuntut pemerintah Filipina untuk "menghentikan permusuhan terhadap umat Islam", menghentikan "rekayasa intelijen" untuk menjebak aktivis dakwah dan membebaskan para WNI yang diklaim aktivis dakwah tersebut. Tiga orang perwakilan dari massa demonstran diterima Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Leonides T. Caday.[15]
  • 8 April: Sejumlah tokoh gerakan Islam garis keras, mendeklarasikan berdirinya Komite Pembebasan Al-Aqsa di markas FPI, Jalan Petamburan No. 3. Program pertama komite ini adalah memberangkatkan seratus pasukan Mujahid ke Timur Tengah.[16]
  • 26 Juni: Usai berunjuk rasa menolak pencalonan kembali Sutiyoso sebagai gubernur Jakarta di Gedung DPRD DKI,[17] massa FPI merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe.[18]

2003

  • 20 Januari: FPI bersama Forum Ulama Se-Jawa dan Sumatra menuntut pemerintahan Megawati Soekarnoputri diganti jika dalam waktu satu bulan tidak bisa menyelesaikan masalah kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, dan telepon, serta "masalah bangsa" lainnya.[19]
  • 23 Maret: FPI dan ormas Islam lainnya melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk menentang serangan Amerika terhadap Irak.[20]
  • 21 April: Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab dilarikan massa pendukungnya ke markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat, padahal ia harus diserahkan ke Lembaga Permasyarakatan Salemba dari Kejaksaan Tinggi DKI.[21]
  • 23 April: Koordinator lapangan FPI, Tubagus Sidik ditangkap tiga tim buser Polres Jakarta Barat. Menurut Polda Metro Jaya, Sidik ditangkap di rumahnya di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, sebagai buntut dari aksi pengeroyokan yang dilakukannya bersama sepuluh anggota laskar FPI terhadap seorang pria di jalan tol sehari sebelumnya.[3][22]
  • 10 Juli: Laskar FPI melakukan unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jakarta, menolak pembebasan David A Miauw, tersangka penyerbuan ke kantor Majalah Tempo.[23] Pada saat yang sama, FPI menyatakan dukungannya terhadap Tempo dalam upaya melawan premanisme.[24]
  • 18 Desember: FPI menyatakan akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran setelah pertemuan dengan wakil presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden. FPI mengklaim akan menempuh jalur hukum dalam upaya-upaya menghentikan "praktek-praktek kemaksiatan". Paradigma baru itu akan diputuskan dalam musyawarah nasional pertama FPI, 19-21 Desember 2003, di Jakarta.[25]

2004

  • 22 Agustus: FPI menyatakan sikap golput (golongan putih, alias netral) dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2004, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada individu masing-masing jika tetap ingin memilih.[26]
  • 23 Desember: 150 orang anggota FPI terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman Jakarta International Container Terminal karena tanah yang ditimbun setinggi tiga meter oleh pihak JICT sehingga menutupi jalan masuk menuju makam keramat. Tiga orang anggota FPI, seorang warga dan seorang satpam JICT mengalami luka cukup serius.[27]
  • 30 Desember: Sekitar 400 orang anggota FPI dipimpin langsung oleh Habibi Rizieq terjun ke Banda Aceh sebagai sukarelawan korban tsunami Samudera Hindia 2004. Mereka dilaporkan tidur di kuburan-kuburan dan bertindak sebagai penjaga masjid-masjid.[28] Relawan FPI jugalah yang menemukan jenazah Kabahumas Polda Aceh, Kombes Pol. Sayed Husain di jalan raya Banda Aceeh-Meulaboh.[29]

2005

  • 2 Agustus: Dewan Pimpinan Wilayah FPI Kabupaten Purwakarta, meminta pengelola TK Tunas Pertiwi di Jalan Raya Bungursari untuk menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.[3]
  • 5 Januari Relawan FPI menemukan Jenazah Kabahumas Polda NAD Kombes Sayed Husain yang meninggal karena bencana Tsunami, Aceh. (Tempo)
  • 23 Agustus Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.
  • 5 September, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI
  • 22 September FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup

2006

  • 19 Februari Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat
  • 20 Mei, anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede
  • 21 Mei Dalam aksi mendukung RUU APP, FPI, MMI dan HTI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon

2007

  • 29 April Massa FPI mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo karena tidak suka dengan partai tersebut yang dituduh beraliran komunis.
  • 1 Mei Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY). Ketegangan yang terjadi di depan Museum Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta tersebut karena FPI dan FAKI menuduh gerakan ARPY terkait dengan Partai Persatuan Nasional (Papernas) yang menurut mereka beraliran komunis. Kericuhan hampir memuncak saat seorang massa FAKI menaiki mobil koordinator aksi, dan dengan serta merta menarik baju koordinator ARPY yang saat itu sedang berorasi.

2008

  • 1 Juni Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di sekitar Monas. Massa AKK-BB waktu itu sedang merayakan hari Pancasila. [30] [31] Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut. [32]

2010

  • 30 April Puluhan orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi Hotel Bumi Wiyata di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Jawa Barat. Sekalipun polisi mencoba menghadang, massa ini tetap menerobos ke hotel, untuk membubarkan Seminar Waria yang sedang berlangsung. Sejumlah gelas dan piring hancur menjadi sasaran amuk massa.
  • 25 Mei FPI mengupayakan untuk membongkar patung tiga mojang di Bekasi secara paksa. [33]
  • 24 Juni FPI membubarkan secara paksa pertemuan komisi IX DPR di Banyuwangi. [34]

2011

  • 28 Desember FPI memberangkatkan tim khusus relawan kemanusiaan untuk bencana kekeringan di Mesuji, Lampung.[35]

2012

  • 12 Januari Massa FPI merusak dan ricuh di Gedung Kemendagri. [36]
  • 14 Februari Keempat simpatisan FPI memukul Bhagavad Sambada, Koordinator aksi "Indonesia Tanpa FPI". [37]
  • 21 Februari Massa FPI mengepung ruko yang sedang mengadakan pengobatan gratis. [38]
  • 6 Maret Tiga anggota FPI membawa senjata tajam di Pengadilan Negeri Yogyakarta. [39]
  • 6 Mei Massa FPI memukul Aktivis Perdamaian SEJUK (Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) di HKBP Filadelfia Bekasi.[40]
  • 7 Mei Massa ormas Islam termasuk FPI menyetop pembangunan tempat ibadah di Yogyakarta.[41]
  • 21 Mei Massa FPI mengancam akan membubarkan paksa konser Lady Gaga di Jakarta; membeli 150 tiket untuk dapat masuk ke dalam arena konser. [42]
  • 1 Juli Massa FPI Rusak Mapolsek Ciawi. [43]
  • 10 Agustus Massa FPI Makasar merusak klenteng Xian Ma, klenteng Kwan Kong, dan klenteng Ibu Agung Bahari. [44]
  • 22 September Massa FPI Jakarta menyegel Seven Eleven di Pejaten. [45][46]
  • 25 September Massa FPI bentrok dengan polisi ketika mencoba menyerang restoran cepat saji di Mal Ciputra Semarang. [47]
  • 30 September FPI Banjarmasin menyerang tempat hiburan malam [48]
  • 6 Desember Sekretaris FPI Jateng Emosi di Kantor PTUN Semarang [49]
  • 7 Desember FPI Tanjung Pinang diusir warga [50][51]

2013

2014

Rujukan

  1. ^ a b Rosadi, Andri. Hitam-putih FPI: mengungkap rahasia-rahasia mencengangkan ormas keagamaan paling kontroversial (dalam bahasa Indonesia). Nun Publisher. 9791611025. 
  2. ^ Arfanda Siregar, "Mengapa FPI harus dibubarkan?". Waspada.co.id, 24 Februari 2012. Diakses 23 Juli 2013.
  3. ^ a b c d e f g h Siaran Pers No. 04/Siaran Pers/Imparsial/II/2012 yang dikeluarkan oleh Imparsial pada 29 Februari 2012.
  4. ^ a b "Rentetan Aksi FPI dari Masa ke Masa". Tempo, 14 Februari 2012.
  5. ^ "FPI members attacks rights commission headquarters". The Jakarta Post, 24 Juni 2000. Diakses 23 Juli 2013.
  6. ^ Retno Sulistiowaty, "FPI Minta DPR/MPR Kembalikan Pancasila Sesuai Piagam Jakarta". Tempo, 27 Agustus 2000. Diakses 23 Juli 2013.
  7. ^ "Nur Usman Imbau FPI Hentikan Aksinya". Gatra, 10 Oktober 2000. Diakses 25 Juli 2013.
  8. ^ "FPI Vows to Slaughter Israelis". Indo Observer, 11 Oktober 2000. Diarsipkan dari yang aslinya oleh perpustakan University of Ohio.
  9. ^ Kurniawan, "FPI Demontransi di Bundaran HI". Tempo, 27 Agustus 2001. Diakses 23 Juli 2013.
  10. ^ a b "Tindakan Kekerasan oleh Kelompok Vigilante" yang diterbitkan oleh Kontras, Juni 2010.
  11. ^ SS Kurniawan, Sam Cahyadi, "Laskar Jihad dan FPI Menghajar Mahasiswa di Pengadilan". Tempo, 7 November 2011. Diakses 23 Juli 2013.
  12. ^ Ucok Ritonga, "Dianggap Diskriminasi, FPI Maluku Gugat Kapolri Rp 10 Miliar". Tempo, 28 Januari 2002. Diakses 24 Juli 2013.
  13. ^ Sri Wahyuni, "FPI dan Majelis Mujahidin Protes Pernyataan Lee Kuan Yew". Tempo, 25 Februari 2002. Diakses 24 Juli 2013.
  14. ^ "Panglima Laskar FPI: Aksi Sweeping Tempat Maksiat Adalah Hak Masyarakat". Tempo, 15 Maret 2002. Diakses 24 Juli 2013.
  15. ^ Yura Syahrul, "Massa FPI Demontrasi di Kedubes Filipina". Tempo, 21 Maret 2002. Diakses 24 Juli 2013.
  16. ^ Wahyu Dhyatmika, "FPI Minta Dana ke Negara-negara Arab untuk Kirim Komite Pembebasan Al-Aqsa". Tempo.co, 8 April 2002. Diakses 25 Juli 2013.
  17. ^ Dimas Adityo, "FPI Tolak Sutiyoso". Tempo, 26 Juni 2002. Diakses 25 Juli 2013.
  18. ^ Dimas Adityo, "Usai Unjuk Rasa, FPI Rusak Kafe". Tempo, 26 Juni 2002. Diakses 25 Juli 2013.
  19. ^ Sam Cahyadi, "FPI Beri Waktu Satu Bulan untuk Pemerintah agar Turunkan Harga". Tempo.co, 20 Januari 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  20. ^ Dimas Adityo, "Unjuk Rasa di Depan Kedubes AS". Tempo.co, 23 Maret 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  21. ^ Istiqomatul Hayati, "Habib Rizieq Sihab Dilarikan Pendukungnya Secara Paksa". Tempo.co, 21 April 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  22. ^ Istiqomatul Hayati, "Korlap FPI Ditahan Polisi Karena Aniaya Orang". Tempo.co, 23 April 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  23. ^ "Front Pembela Islam Tolak Pembebasan David A Miauw". Tempo.co, 10 Juli 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  24. ^ Listi Fitria, "FPI Dukung Tempo Lawan Aksi Premanisme". Tempo.co, 10 Juli 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  25. ^ Sapto Pradityo, "FPI Ubah Paradigma Perjuangan". Tempo.co, 18 Desember 2003. Diakses 25 Juli 2013.
  26. ^ Muhammad Fasabeni (22 Agustus 2004) "FPI Serukan Golput". Tempo.co. Diakses 31 Juli 2013.
  27. ^ Tito Sianipar (23 Desember 2004) "FPI Bentrok dengan Satpam JICT". Tempo.co. Diakses 31 Juli 2013.
  28. ^ Jojo Raharjo (12 Januari 2005) "Relawan FPI Tidur di Kuburan". Tempo.co. Diakses 31 Juli 2013.
  29. ^ Poernomo Gontha Ridho (5 Januari 2005) "Jenazah Kabahumas Polda NAD Ditemukan". Tempo.co. Diakses 31 Juli 2013.
  30. ^ http://www.desantara.org/06-2008/647/pancasila-ternodai-di-hari-kelahirannya/
  31. ^ Detiknews 1 Juni 2008.
  32. ^ Detiknews 1 Juni 2008.
  33. ^ Kompas 25 Mei 2010
  34. ^ Tempo 24 Juni 2010
  35. ^ KabarNet. 29 Desember 2011. Tim Relawan Kemanusiaan FPI Berangkat ke Mesuji.
  36. ^ "Massa FPI Ricuh di Gedung Kemendagri". Theresia Felisiani (Tribunnews). 2012-1-12. 
  37. ^ "Pemukul Korlap adalah Simpatisan FPI". A. Wisnubrata dan Sabrina Asril (Kompas). 2012-2-15. 
  38. ^ "FPI Magelang Kepung Ruko Pengobatan Gratis". Suaramerdeka. 2012-2-21. 
  39. ^ "Bawa Sajam dan Ruyung ke Pengadilan, Anggota FPI Ditangkap". Aloysius Budi Kurniawan dan Robert Adhi Ksp (Kompas). 2012-3-6. 
  40. ^ "Liput Kegiatan Ibadah HKBP Filadelfia, Aktivis Sejuk Dipukuli FPI". Torie Natallova (mediaindonesia). 2012-5-6. 
  41. ^ "Sempat Digeruduk Ormas, Pembangunan Tempat Ibadah di Gunungkidul Disetop". Bagus Kurniawan (detiknews). 2012-5-7. 
  42. ^ "Hard-Line FPI Buys 150 Tickets to Stop Lady Gaga Concert". The Jakarta Globe. 2012-05-21. 
  43. ^ "Massa FPI Rusak Mapolsek Ciawi". liputan6. 2012-07-01. 
  44. ^ "MUI Kecam Aksi Anarkis FPI di Klenteng". tribunnews. 2012-08-10. 
  45. ^ "FPI Segel Seven Eleven yang Sedang Launching di Pejaten". detik. 2012-09-22. 
  46. ^ "Berita Foto: Massa FPI Segel Seven Eleven di Pejaten". kompas. 2012-09-23. 
  47. ^ "Demo FPI & GPK di Semarang Rusuh, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan". detik. 2012-09-25. 
  48. ^ "FPI bubarkan pengunjung tempat hiburan malam". AntaraNews. 2012-09-30. 
  49. ^ "Sekretaris FPI Jateng Emosi di Kantor PTUN Semarang". [[1]]. 2012-12-6. 
  50. ^ "Warga Tanjungpinang Siap Usir FPI". [[2]]. 2012-12-7. 
  51. ^ "FPI Tuntut Pemko Tanjungpinang Menunda Peresmian Vihara Eka Dharma". [[3]]. 2012-12-7. 
  52. ^ Anggia Gema Prasaja (Kuningannews). 2013-1-10 http://www.kuningannews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13107:motor-diambil-paksa-fpi-serbu-leasing&catid=324:hukum-dan-kriminal&Itemid=616 Missing or empty |title= (help). 
  53. ^ Anggia Gema Prasaja (Kuningannews). 2013-1-10 http://www.kuningannews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13109:ini-kronologi-penyerbuan-wom-finance-versi-fpi&catid=324:hukum-dan-kriminal&Itemid=616 Missing or empty |title= (help). 
  54. ^ Eko Priliawito, Zahrul Darmawan (Viva). 2013-4-18 http://metro.news.viva.co.id/news/read/405887-fpi-dobrak-ruang-kerja-wali-kota-depok Missing or empty |title= (help). 
  55. ^ Theresia Felisiani. 25 Agustus 2013. FPI Dekati Masyarakat Bali Agar Tolak Dijadikan Lokasi Pemilihan Miss World 2013.
  56. ^ Ika Ningtyas. 14 September 2013. Dihadang Brimob, FPI Batal Bubarkan Miss World.
  57. ^ Henny Rachma Sari. 22 November 2013. Puas lempar telur busuk ke Kedubes Australia, massa FPI bubar.
  58. ^ Arie Basuki. Tolak Pekan Kondom Nasional, massa FPI & GARIS geruduk Kemenkes.
  59. ^ Dharmawan Sutanto. 17 Desember 2013. FPI nilai Ahok goblok dan asal jeplak soal kolom agama di KTP.
  60. ^ FPI. 19 Januari 2014. Info Posko Banjir Relawan FPI di Jakarta.
  61. ^ Bayu Hermawan. 21 Januari 2014. FPI Bergerak Bantu Korban Banjir Jakarta & Daerah.