Lompat ke isi

Waraha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Waraha
Awatara Wisnu berwujud babi hutan
Anggota Dasawatara
Dewanagariवराह
IASTVaraha
Genderpria
Afiliasiawatara Wisnu
KediamanWaikunta
MantraOm Bhuvarāhāya Vidmahe
Hiranyakarabhāya Dhimahi
Tanno Krodha Prachodayāt
SimbolPadma
SenjataCakra Sudarsana dan gada Kaumodaki
Pemujaan
Dipuja umatHindu India
AliranWaisnawa
PerayaanVaraha Jayanti
Suksesi Dasawatara
SebelumnyaKurma
BerikutnyaNarasinga
Keluarga
IstriBumidewi
AnakNarakasura (Boma), Anggaraka

Waraha (Dewanagari: वराह; ,IAST: Varāha, वराह) adalah awatara (penjelmaan) ketiga dari Dewa Wisnu yang berwujud babi hutan. Awatara ini muncul pada masa Satyayuga (zaman kebenaran). Kisah mengenai Waraha Awatara selengkapnya terdapat di dalam kitab Warahapurana dan Purana-Purana lainnya.

Menurut mitologi Hindu, pada zaman Satyayuga (zaman kebenaran), ada seorang raksasa bernama Hiranyaksa, adik raksasa Hiranyakasipu. Keduanya merupakan kaum Detya (raksasa). Hiranyaksa hendak menenggelamkan Dewi Bumi (Bumidewi) ke dalam lautan kosmik, Ksirasagara.[1]

Melihat dunia akan mengalami kiamat, Wisnu menjelma menjadi babi hutan yang memiliki dua taring panjang mencuat dengan tujuan menopang bumi yang dijatuhkan oleh Hiranyaksa.[2][3] Usaha penyelamatan yang dilakukan Waraha tidak berlangsung lancar karena dihadang oleh Hiranyaksa. Maka terjadilah pertempuran sengit antara raksasa Hiranyaksa melawan Waraha. Konon pertarungan ini terjadi ribuan tahun yang lalu dan memakan waktu ribuan tahun pula.[4][5] Pada akhirnya, Waraha yang menang.[6]

Setelah Waraha memenangkan pertarungan, dia mengangkat bumi yang bulat seperti bola dengan dua taringnya yang panjang mencuat, dari lautan kosmik, dan meletakkan kembali bumi pada orbitnya. Setelah itu, Waraha menikahi Bumidewi dalam wujud babi hutan tersebut.[7][2][3]

Penggambaran

[sunting | sunting sumber]

Waraha Awatara dilukiskan sebagai babi hutan yang membawa planet bumi dengan kedua taringnya dan meletakkannya di atas hidung, di depan mata. Kadang kala dilukiskan sebagai manusia berkepala babi hutan,[8] dengan dua taring menyangga bola dunia, bertangan empat, masing-masing membawa: cakra, terompet dari kulit kerang (sangkakala), teratai, dan gada.[9]

Nama lain

[sunting | sunting sumber]
  • Bhuwaraghan
  • Waraghan
  • Warha
  • Yagnawaraha
  • Srīeewaraham
  • Adhiwaraha

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Narada_Purana 1995, hlm. 85-6.
  2. 1 2 Shastri 1990, hlm. 504-5.
  3. 1 2 Rao 1914, hlm. 137.
  4. Wilson 1862, hlm. 62.
  5. Shastri & Tagare 1999, hlm. 318-28.
  6. Deshpande 1989, hlm. 848-53.
  7. Gupta 1972, hlm. 113-4.
  8. Krishna 2009, p. 47
  9. Narada Purana 1997, hlm. 1000-2.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Deshpande, Dr. N A (1989). Padma Purana. UNESCO collection of Representative Works - Indian Series. Vol. 2. Motilal Banarsidas.
  • Gupta, Anand Swarup (1972). The Kūrma Purāṇa (with English translation). All-India Kashi Raj Trust.
  • Nanditha Krishna (2009). Book Of Vishnu. Penguin Books India. ISBN 978-0-14-306762-7. Diakses tanggal 5 January 2013.
  • The Narada Purana. Vol. 1. Motilal Banarsidas. 1995 [1950].
  • The Narada Purana. Vol. 3. Motilal Banarsidas. 1997 [1952].
  • Rao, T.A. Gopinatha (1914). "Dasavataras of Vishnu: The Varahavatara". Elements of Hindu iconography. Vol. 1: Part I. Madras: Law Printing House. hlm. 128–145.
  • Shastri, J. L.; Bhatt, G. P.; Gangadharan, N. (1998) [1954]. Agni Purana. Motilal Banarsidass Publishers Pvt. Ltd.
  • Wilson, H. H. (Horace Hayman) (1862). The Vishnu Purána : a system of Hindu mythology and tradition. Works by the late Horace Hayman Wilson. Vol. VI. Princeton Theological Seminary Library. London : Trübner. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Waraha
Sebelumnya:
Kurma
Awatara Wisnu
ke-3
Berikutnya:
Narasinga